
Hari ini Farhan dan Nesha mengajak Nathan berlibur ke kebun binatang. Mereka pergi pagi pagi dengan alasan supaya tidak kepanasan di jalan. Sesampainya di sana, Mereka langsung membeli tiket untuk masuk ke dalam. Nathan tampak antusias sekali, Ia berjalan sendiri tanpa mau di gendong oleh Papinya ataupun Maminya. Mereka berjalan pelan melewati kandang hewan yang berjajar rapi di sepanjang jalan yang mereka lalui.
" Papi itu hewan apa?" Tanya Nathan menunjuk binatang besar di depannya.
" Hewan apa hayo? yang telinganya lebar dan punya belalai panjang." Ucap Nesha. Nathan tampak sedikit berpikir.
" Aku tahu Mi." Ujar Nathan.
" Apa?" Nesha berjongkok menyamakan tingginya dengan Nathan.
" Gajah." Jawab Nathan.
" Hore... pintar." Sahut Nesha tepuk tangan. Farhan tersenyum melihat istrinya kegirangan seperti anak kecil.
" Coba hitung ada berapa gajahnya." Titah Nesha.
" Catu...dua...tida... empat..lima...e..e." Ucap Nathan sambil berpikir.
" E.. apa hayo?... Setelah lima terus e.." Sahut Nesha.
" Enam Mami." Sahut Nathan.
" Yeiii bener lagi." Girang Nesha.
" Telus itu apa Mi? Kok belang belang kaya' yang dijalan itu." Tanya Nathan polos.
" Coba tebak lagi, binatang apa yang berwarna putih bergaris garis hitam?" Nesha menatap Nathan yang sedang berpikir.
" Apa ya?" Nathan mengetuk telunjuknya pada dahinya.
" em...Ah iya Zeba Mi." Jawab Nathan.
" Yeiii Nathan pinter." Sorak Nesha sambil tepuk tangan.
" Yank jangan kaya' gitu ih malu tahu." Ujar Farhan menunjuk sekitarnya.
" Kenapa harus malu Mas? 1Tujuan kita ke sini secara tidak langsung kan memang untuk belajar." Sahut Nesha sambil manyun.
" Iya deh iya serah kamu aja, Ayo kita jalan lagi liat liat yang lainnya." Ajak Fathan.
" Nathan gendong aja ya nanti capek lho." Ujar Nesha.
" Iya Mi tapi gendong Papi aja kacian dedek bayi." Sahut Nathan.
" Dedek bayi..." Nesha menatap ke arah Farhan meminta penjelasan.
" Maaf aku ngomong gitu biar Nathan nggak minta gedong kamu terus, Kan kasihan kamunya capek." Ujar Farhan.
" Tapi kamu sama saja phpin anak kecil Mas, Sedikasihnya aja jangan terlalu banyak berharap, Aku takut kamu kecewa." Ucap Nesha.
__ADS_1
" Iya deh." Sahut Farhan.
Mereka melanjutkan langkahnya memutari area kebun binatang di dalamnya. Nathan sangat senang sekali Ia bisa mengenal semua jenis binatang yang ada di sana. Nathan juga memberi makan rusa dan kelinci di sana. Setelah kecapekan mereka mampir ke sebuah tempat yang menyajikan berbagai makanan.
Nesha membuka wadah bekalnya, Ia mulai menyuapi Nathan dengan telaten. Setelah selesai Ia mulai memakan makanannya sendiri. Sedang Nathan di gendong Farhan sambil berjalan jalan di sekitar sana.
" Vanesha kan?" Ucap seseorang yang tiba tiba duduk di kursi depan Nesha. Nesha mengangkat kepalanya. Deg...
" Masih ingat kan sama aku." Tanya pria di depannya.
" Siapa ya?.." Tanya Nesha pura pura berharap pria yang ada di depannya ini cepat pergi.
" Jangan pura pura lupa... Sayang." Sahut pria itu menekankan kata sayang.
" Jangan pernah panggil aku sayang dengan mulut kotormu itu." Ketus Nesha.
" Maafkan aku Nes, Kembalilah padaku." Ucapnya sambil menggenggam tangan Nesha.
" Lepas Ren." Cebik Nesha menarik tangannya.
" Aku mohon maafkan kesalahanku waktu itu, Aku berjanji jika kamu mau kembali padaku aku akan setia padamu." Sahut Rendi.
" Heh aku nggak sudi balikan sama orang bejat sepertimu." Cibir Nesha.
" Ku mohon Nes aku masih mencintaimu." Ucap Rendi menggenggam tangan Nesha kembali.
" Mau ngrebut laki orang Lo ya?, Apa nggak ada laki laki selain pacar gue?." Cebik wanita itu.
" Wah wah... pasangan yang luar biasa." Nesha bangkit dari duduknya mendekati wanita yang sedang berdiri di depannya yang tak lain adalah Sasa, Temannya dulu.
" Ada juga ya pelakor teriak pelakor." Sindir Nesha.
" Va... Vanesh..." Ucap Sasa setelah melihat wajah Nesha.
" Kenapa? malu udah nuduh gue sebagai pelakor?, Padahal Lo sendiri yang jadi pelakor." Ucap Nesha. Semua orang menatap remeh pada Sasa dan Rendi.
" Bukan.. gue bukan pelakor, Rendi sendiri yang suka sama gue dan lebih memilih gue dari pada Lo, Lalu sekarang Lo mau ngrebut Rendi dari gue, Jangan mimpi." Ucap Sasa.
" Ngrebut Rendi... Sorry ya nggak level, Gue udah punya suami yang jauh jauh jauh lebih baik darinya." Sahut Nesha menatap ke arah Sasa.
" Alah sok sokan punya suami, Bukannya Lo nggak laku setelah di putus Rendi, Atau Lo jual diri sama Om Om buat mencukupi kebutuhan Lo itu." Cibir Sasa.
" Sasa Jaga ucapanmu.." Bentak Rendi mengangkat tangannya.
" Kenapa mau nampar?.. tampar aja." Tanya Sasa.
" Kamu memang wanita yang tidak beradab, Aku membencimu, Aku menyesal telah meninggalkan Vanesh demi wanita sepertimu." Ucap Rendi.
" Jadi ini alasannya kamu menjauhiku karna kamu masih mencintai dia." Tunjuk Sasa ke wajah Nesha.
__ADS_1
" Bukan urusanmu" Sahut Rendi.
" Ternyata Lo nggak berubah Ren, Setelah apa yang gue lakukan buat Lo, Lo masih mencintainya, Lo masih mengharapkannya, Gue benci sama Lo." Teriak Sasa meninggalkan mereka di sana.
" Nes maafkan aku, Aku mencintaimu bukan dirinya, Ku mohon kembalilah padaku, Jangan pernah pergi lagi dariku." Ucap Rendi menggenggam tangan Nesha.
" Apasih." Bentak Nesha menyentak tangan Rendi
" Aku yakin kamu masih mencintaiku kan?" Tanya Rendi.
" Jangan kepedean jadi orang, Gue udah nikah." Ucap Nesha.
" Nggak mungkin kamu pasti bohong, Kamu hanya mencintaiku." Sahut Rendi.
" Cinta itu akan hilang karna terkikis rasa sakit yang Lo berikan di hati Gue." Ucap Nesha.
" Maafkan aku... Kembalilah padaku kita mulai semuanya dari awal." Pinta Rendi.
" Gue udah bilang kalau Gue udah nikah, Dn seandainya gue belum nikah pun, Gue tidak sudi menerima Mantan bejat kaya' Lo paham." Ujar Nesha.
" Aku nggak percaya kalau kamu udah nikah, Kamu pasti bohong." Kekeh Rendi.
" Terserah Lo mau percaya atau tidak yang penting Gue tidak sudi kembali lagi pada pria bejat sepertimu, Saat Lo ninggalin Gue saat itu juga gue buang nama Lo dari hati gue selamanya ngerti." Nesha menyambar tasnya lalu pergi dari sana. Saat sampai di depan pintu, Ia berpapasan dengan Farhan yang sedang menatap ke arahnya.
" Mas Farhan..." Nesha menoleh ke belakang melirik Rendi yang masih berdiri menatapnya.
" Sini Mas biar Nathan aku gendong." Nesha mengambil alih Nathan yang sedang tidur dalam gendongan Farhan.
" Ayo." Ajak Nesha.
Farhan dan Nesha berjalan menuju mobil mereka. Nesha sudah nggak mood buat jalan jalan lagi. Setelah masuk mobil, Farhan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
" Tadi siapa? pacar kamu?" Tanya Farhan.
" Mantan." Jawab Nesha singkat.
" Kenapa nggak ngomong kalau ternyata kamu punya mantan." Farhan menoleh ke arah Nesha.
" Mas nggak nanya." Sahut Nesha.
" Ya kan harusnya kamu kasih tahu aku kalau kamu punya mantan berapa gitu dan siapa aja." Ujar Farhan.
" Lagian kenapa di ributin sih mas? Aku paling malas bahas soal mantan, Nggak ada asyik asyiknya." Ujar Nesha menatap ke depan.
" Aku nggak suka aja tiba tiba mantan kamu datang lalu ngajak balikan." Ucap Farhan.
" Lagian cuma mantan pacar, Kamu aja punya mantan istri nggak pernah aku ributin kok." Ketus Nesha. Skak Mat Farhan tidak bisa bicara apa apa lagi. Ia menutup mulutnya rapat rapat sadar akan statusnya sebelum menikahi Nesha.
TBC..
__ADS_1