Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
13. Lamaran Nathan


__ADS_3

" Pa....


Ucapan Valen menggantung saat melihat beberapa orang menatap ke arahnya.


" Ah maaf saya tidak tahu kalau ada tamu." Ucap Valen. Kesan pertama dari mereka semua adalah sopan.


" Valen perkenalkan ini Tuan Farhan beserta istri dan anak anaknya." Ucap Papa Alex memperkenalkan mereka.


" Valen Om." Ucap Valen menyalami Papi Farhan dengan takzim.


" Farhan." Sahut Papi Farhan.


" Valen Tante." Valen juga menyalami Mami Nesha dengan takzim.


" Panggil Mami Nesha ya." Ucap Mami Nesha. Valen menatap ke arah Mami Nesha. Mata mereka bertemu seketika Ia rindu dengan Mamanya. Mata Nesha berkaca kaca.


" Eh kenapa sayang? Apa ucapan Tante ada yang salah?" Tanya Mami Nesha.


" Kalau Tante menyuruhku memanggil Mami, bolehkah aku memeluk Tante? Aku rindu dengan Mamaku." Ucap Valen.


" Tentu sayang." Ucap Mami Nesha berdiri. Lalu keduanya berpelukan.


Valen meresapi pelukan Mami Nesha dengan penuh rasa haru. Ia baru mengenal Mami Nesha tapi rasa pelukannya sama dengan pelukan Mamanya. Air mata Valen menetes begitu saja di pipinya.


" Ah maaf Tante aku membasahi baju Tante, Aku terlalu meresapi perasaanku Tante." Ucap Valen melepas pelukannya.


" Tidak apa sayang, panggil Mami ya supaya kita bisa lebih dekat." Ujar Mami Nesha.


Valen menatap keempat anak anak Mami Nesha seolah meminta persetujuan mereka.


" Tidak masalah Kak, bukankah Kak Valen juga akan menjadi putri Mami." Ujar Cia yang mengerti arti tatapan Valen kepadanya.


" Terima kasih." Ucap Valen.


Nathan menyodorkan tisu ke arah Valen.


" Hapus air matamu! Kau terlihat sangat jelek saat menangis." Ujar Nathan.


Valen mengusap air matanya dengan tisu itu. Ia beralih ke adik adik Nathan melanjutkan perkenalannya.


" Valen." Ucap Nathan menyalami Gama.


" Gama." Sahut Gama.


Si kembar berdiri menghadap Valen membuat semua orang terkejut.


" Aku Cia." Ucap Cia


" Dan aku Ria, kami tidak mau bersalaman karna..." Ucap Ria melirik Cia.


" Kami mau pelukan..." Ucap keduanya bersamaan.


Ketiganya berpelukan layaknya teletubbies. Semua orang menatap haru ke arah mereka.


" Ehm ehm... " Dehem Nathan membuat ketiganya melepas pelukannya. Mereka menatap ke arah Nathan.


"Aku sendiri nih yang tidak ajak kenalan." Ucap Nathan.

__ADS_1


" Bukannya Bapak yang pertama kenal saya." Ucap Valen.


" Jangan panggil Bapak, Mas aja." Ucap Nathan.


" Mas mahal Pak." Sahut Valen.


" Kok bisa?" Tanya Nathan yang tidak tahu maksud ucapan Valen.


" Ya kan emang harga Mas mahal kan." Ujar Valen.


Nathan tersenyum menyadari kebodohannya.


" Sudah sudah, Valen sini duduk dekat Papa, ada yang ingin mereka sampaikan padamu." Ucap Papa Alex.


" Iya Pa." Sahut Valen duduk di samping Papanya.


" Begini nak Valen, maksud kedatangan kami ke sini ingin melamarmu untuk menjadi istri putra pertama kami Vernathan, dan saya rasa Nathan sudah memberitahumu terlebih dahulu." Ucap Papi Farhan.


" Sebelumnya Mami mau menceritakan tentang kesepakatan perjodohan Mami dengan almarhumah Mama kamu supaya lebih jelas ya." Ucap Mami Nesha menyela.


" Silahkan Mi." Ucap Valen.


" Singkat cerita aja ya, setelah kami sepakat menjodohkan kamu dengan Nathan, Mami mengikatmu dengan kalung berliontin huruf Va yang saat ini kamu pakai." Ucap Mami Nesha menunjuk leher Valen.


" Itu sebenarnya milik Nathan, VA inisial dari namanya yaitu Vernathan Ardiansyah." Sambung Mami Nesha.


" Oh... Aku kira VA inisial dari namaku Tan, maaf udah kepedean." Ujar Valen.


" Tidak apa, itu tandanya kalian berjodoh kan, VA, Vernathan Ardiansyah bisa juga Valentina Adriana dan sebentar lagi kalung itu akan mempunyai makna menjadi Valentina Ardiansyah setelah kamu menerima lamaran kami." Ucap Mami Nesha.


" Maaf sebelumnya Ma... mi." Ucap Valen gugup.


" Jujur saja, belum lama ini aku baru putus hubungan karna pengkhianatan yang di lakukan oleh kekasihku dan untuk hubungan baru dengan pria lain aku masih belum siap Mi, Maukah kalian semua memberi waktu untuk kami menjadi lebih dekat? Satu keinginanku dalam pernikahan yaitu aku ingin menikah karna cinta bukan karna terpaksa." Sambung Valen.


" Valen.... Mungkin ada yang belum kamu ketahui tentang kebenaran perasaan Nathan, tapi biarlah itu menjadi urusan Nathan yang akan mengungkapkannya sendiri padamu, tapi yakinlah jika Nathan tidak seperti pria yang sudah berkhianat padamu." Ujar Mami Nesha.


" Maksud Mami dengan perasaan Pak Nathan gimana ya?" Tanya Valen sedikit kurang mengerti.


" Biar Nathan sendiri yang menjelaskannya padamu nanti, Mami akan memberikan kalian waktu untuk saling dekat dan mengenal satu sama lain, tapi Mami ingin terimalah lamaran ini sayang, jangan biarkan Mami pulang dengan membawa kekecewaan." Ujar Mami Nesha.


Di saat Valen berdiskusi dengan para orang tua, Gama justru berbisik pada Nathan.


" Bang apa Abang akan memberikan semua yang aku mau?" Tanya Gama lirih.


" Tentu saja, apa itu?" Tanya Nathan.


" Aku menginginkannya." Ucap Gama menatap Valen.


" Apa? Menginginkan siapa?" Tanya Nathan.


" Menginginkan valen Bang, sepertinya dia lebih cocok denganku dari pada denganmu, kami kan seumuran Bang." Ucap Gama.


" Tidak bisa dia milik Abang, minta yang lain saja." Ucap Nathan.


" Nggak mau Bang, aku maunya Valen." Ujar Gama.


" Gama." Bentak Nathan tanpa sadar. Semua orang menatap ke arah Nathan.

__ADS_1


" Ada apa Bang? Kenapa Abang berteriak seperti itu?" Tanya Papi Farhan.


" Maafkan Abang Pi, Gama sudah keterlaluan." Ucap Nathan.


" Gama...." Ucap Mami Nesha.


" Maaf Mi." Sahut Gama menundukkan kepalanya.


Ting tong....


Suara bel rumah berbunyi. Bi Sari segera membukanya. Tukang pos memberikan sesuatu kepada Bi Sari.


" Non Valen ada paket untuk Non." Ucap Bi Sari memberikan sesuatu pada Valen.


" Makasih Bi." Sahut Valen menerima sesuatu itu.


Valen melihat sesuatu yang di berikan oleh Bi Sari yang ternyata sebuah undangan pernikahan.


" Arman dan Devia." Gumam Valen.


Ia membaca tanggal akad nikah dan resepsinya. Tanggal enam Mei dua ribu dua puluh dua.


" Apa? Secepat ini?" Pekik Valen tanpa sadar


" Kenapa Val?" Tanya Papa Alex.


Valen menatap semua mata yang tertuju padanya.


" Maaf aku hanya kaget saja." Ucap Valen sambil nyengir.


" Mami.... Tuan Farhan dan semuanya, maaf aku ingin mengutarakan sesuatu kepada kalian." Ucap Valen.


" Silahkan sayang." Sahut Mami Nesha.


" Aku menerima lamaran ini tapi dengan satu syarat." Ucap Valen.


" Apa syaratnya? Katakan saja, kami akan berusaha untuk memenuhinya." Ucap Papi Farhan.


" Aku ingin pernikahan kami di lakukan pada tanggal empat Mei tahun ini." Sahut Valen.


" Apa??????" Pekik semua orang menatap Valen tidak percaya.


Hayooo kira kira keluarga Nathan menyetujui syarat dari Valen nggak ya....


Tunggu di bab berikutnya....


TBC.....


Jangan lupa like dan koment di setiap babnya..


Makasih buat para readers yang sudah mensuport author, semoga sehat selalu...


Miss U All...


Bantu Vote dan beri hadiah sebanyak banyaknya donk....


He he author banyak maunya....

__ADS_1


Maafin ya....


__ADS_2