Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
Bertemu Bara


__ADS_3

Farhan memasuki kamar yang biasa Ia huni dengan Nesha. Hari ini rasanya sepi, Kosong, Hampa seperti tidak ada kehidupan di dalamnya. Farhan merebahkan tubuhnya di atas ranjang, Ia menatap langit langit kamar dengan penuh kesedihan, Ia pandangi foto pernikahan yang menempel pada dinding kamarnya.


" Sayang kamu dimana? Kembalilah padaku... Maafkan aku... Aku tidak bisa hidup tanpamu sayang... Maafkan kecerobohanku yang telah mengabaikanmu, Aku tidak menyangka hatimu begitu terluka karna sikapku hingga kamu pergi meninggalkan aku Hiks... Maafkan aku." Isak Farhan.


" Pulanglah sayang... Pukul aku, Tampar aku tapi jangan hukum aku seperti ini... Aku tidak sanggup, Sayang calon baby maafkan Papimu yang bodoh ini... Papi merindukan kamu dan Mami." Monolog Farhan.


" Aku harus mencarimu sampai ketemu... Aku akan membawamu kembali ke rumah ini." Ucap Farhan mengusap air matanya.


Ia segera pergi lagi mencari Nesha kemanapun, Ia berharap akan menemukan Nesha hari ini.


Sedang di tempat lain, Nesha sedang berbelanja di minimarket terdekat, Saat Ia hendak keluar tiba tiba...


" Awh..." Ucap Nesha mengaduh setelah di tabrak oleh pria kekar bertubuh tinggi hingga tubuhnya terhuyung ke belakang.


" Maaf... Maaf Mbak saya tidak sengaja, Ada yang sakit?" Tanya pria tersebut.


" Ah tidak apa Mas." Sahut Nesha mendongak menatap pria itu.


" Vanesha???" Ucap Pria itu menatap Nesha.


" Maaf siapa ya?" Tanya Nesha.


"Aku Bara.... Kakak kelasmu." Jawab pria yang ternyata bernama Bara.


" Kak Bara yang....


" Iya.. Yang kamu tolak saat menyatakan cinta padamu." Potong Bara.


" Maaf." Ucap Nesha.


" Nggak masalah, Sini duduk dulu." Bara mengajak Nesha duduk di bangku yang biasa di sediakan di minimarket.


" Gimana kabar kamu?" Tanya Bara setelah keduanya duduk.


" Alhamdulillah baik Kak, Kakak sendiri gimana?" Ujar Nesha.


" Aku tidak baik setelah di tolak kamu." Sahut Bara.


" Jangan ungkit masa lalu Kak." Ujar Nesha.


" Itulah kenyataannya Nes... Malam itu aku merasa hancur, Hatiku sakit, Aku ke club mabuk mabukkan berharap bisa ngelupain kamu, Tapi naas..." Jelas Bara.


" Naas? Naas kenapa Kak?" Tanya Nesha menatap Bara.


" Karna mabuk tanpa sadar aku melakukan ONS dengan seorang wanita." Jawab Bara.


" Astaga.... Lalu?" Tanya Nesha.


" Lalu dia hamil, Aku di tuntut untuk bertanggung jawab, Lalu aku nikahi dia dan beberapa bulan selanjutnya aku mengalami hal naas lagi." Ujar Bara.


" Naas lagi gimana? Kasihan sekali hidupmu itu Kak." Kekeh Nesha.


" Naas di meninggal saat melahirkan." Sahut Bara.


" Maaf Kak bukan maksudku membuatmu mengingat kesedihan itu." Sesal Nesha.


" Aku sih nggak begitu sedih Nes orang aku tidak mencintainya, Tapi aku mencintai putriku." Ucap Bara.


" Putri??? Putri kalian selamat?" Tanya Nesha memastikan.


" Oh astaga Nes..." Pekik Bara.


" Kenapa Kak?" Tanya Nesha cemas.


" Putriku ada di mobil sendirian..." Ujar Bara berlari meninggalkan Nesha menghampiri Putri kecilnya.


" Hua...hua..." Tangis putri kecil Bara.


" Sayang... Maaf Papa lama ya, Ayo gendong Papa." Ucap Bara.


Bara mengendong putrinya kembali menghampiri Nesha yang masih betah duduk di sana.


" Hai cantik sekali... Siapa namanya?" Ucap Nesha mencubit pelan pipi putri Bara yang belum dia ketahui namanya.


" Vanesha." Sahut Bara.


" Vanesha? Kok sama?" Tanya Nesha.

__ADS_1


" Aku sengaja memberikan namamu untuknya, Supaya aku bisa mencintainya seperti aku mencintaimu, Secara dia lahir dari orang yang tidak aku cintai." Ujar Bara.


" Jahat banget kamu Kak... Harusnya kamu berterima kasih sama istri kamu karna sudah memberikan putri secantik ini." Ucap Nesha.


" Aku juga bisa memberikan yang seperti ini kepadamu." Ucap Bara menaik turunkan alisnya.


" Apaan... Orang aku udah nikah ya." Ucap Nesha sambil memainkan tangan mungil baby Vanesha.


" Iya aku tahu... Sayang sekali padahal aku mau memperjuangkanmu lagi, Dimana suamimu? Kenapa kamu sendirian?" Tanya Bara.


" Suamiku lagi kerja di luar kota." Kilah Nesha.


" Kebetulan donk..." Ujar Bara.


" Kebetulan gimana?" Tanya Nesha.


" Ya kebetulan kalau tidak ada suamimu jadi aku bisa menemuimu setiap hari." Sahut Bara.


" Gak bisa ya.." Ucap Nesha.


" Mam..... Mam....a." Celoteh Baby Vanesha.


" Ah iya sayang... Ini Mama... Mama Nesha." Ucap Bara.


" Ngawur kamu Kak, Nanti kalau dia nganggap aku Mamanya gimana?" Ujar Nesha.


" Ya nggak pa pa donk, Kalau kamu mau kita tinggal nikah aja." Ucap Bara ngelantur.


" Ckkk dari dulu kamu nggak berubah Kak... Tetap sengklek." Ejek Nesha.


" Aku kaya' gini cuma sama kamu Nes... Wanita yang selalu aku cintai, Kalau sama yang lain aku dingin kan?" Ujar Bara.


Ya memang benar yang Bara ucapkan, Dia menjadi humoris, Bregajulan sampai menjadi orang sengklek kata Nesha hanya di depannya saja. Jika dengan yang lain Bara terkesan dingin, Tertutup bahkan tidak ada yang berani mendekatinya. Hanya di tatapnya saja semua orang sudah takut dengan sendirinya.


Namanya Bara Bramantyo, Kakak kelas Nesha saat SMA, Dia mengatakan cintanya pada Nesha saat hari kelulusannya, Tapi sayang Nesha menolaknya, Saat itu Nesha masih kelas sebelas jadi belum berpikir untuk menjalin hubungan serius dengan seorang pria.


" Berapa umur Vanesha Kak?" Tanya Nesha.


" Baru dua tahunan, Ngomongnya aja belum lancar, Dia pendiam kaya' aku." Ujar Bara.


" Seperti siapa ya???? Seperti yang suka ngintilin kamu... Siapa namanya?" Tanya Bara.


" Sifa maksudmu?" Ucap Nesha balik bertanya.


" Ah iya." Sahut Bara.


" Mam..a Mama." Ucap Baby Vanesha.


" Eh dia panggil Mama lagi." Ucap Nesha senang.


" Dia memanggilmu Nes." Ujar Bara.


" Sini pangku Aunti." Ujar Nesha mengulurkan tangannya. Baby Vanesha langsung menyambut uluran tangan Nesha.


" Uh pinternya.." Ucap Nesha memangku Baby Vanesha. Baby Vanesha memainkan tangan Nesha, Entah apa maksudnya.


" Nggak kepikiran nikah lagi Kak?" Tanya Nesha.


" Sempet terpikir sih..Tapi sekarang udah nggak lagi." Ucap Bara.


" Kenapa?" Tanya Nesha.


" Nunggu kamu jadi janda." Ceplos Bara.


" Kamu nyumpahin aku Kak? Doamu jelek banget." Cebik Nesha.


" Ya kalau kamu nggak bahagia sama suami kamu, Tinggalin aja dia lalu menikahlah denganku, Aku akan selalu membahagiakanmu, Mudah kan?" Ujar Bara. Nesha tertohok dengan ucapan Bara. Ia merasa tersindir apalagi dengan kondisinya saat ini.


" Hidup itu pilihan, Jika kamu ingin bahagia buat hidupmu sebahagia mungkin, Jangan bertahan bila menyakitkan." Sambung Bara menatap Nesha yang sedang menatapnya juga, Nesha menjadi gugup.


" Kenapa kamu gugup? Apa kamu merasa tersindir dengan ucapanku?" Selidik Bara.


" Eng...Enggak... Ngapain aku tersindir orang aku bahagia kok." Jawab Nesha.


" Bibirmu bisa membohongi aku, Tapi matamu tidak, Aku mengenalmu jauh sebelum kamu mengenal diriku, Aku bisa menilai dan merasakan kesedihan orang lain." Ucap Bara.


" Aku akui kamu hebat, Kamu mampu menutupi kesedihanmu dari orang lain, Tapi sayangnya tidak denganku." Sambung Bara.

__ADS_1


" Mama...Mama..Mama.." Celoteh Baby Vanesha.


" Vanesha bahkan menginginkan dirimu, Buktinya dia langsung lancar bicara memanggilmu Mama, Dia menginginkanmu jadi Mamanya sama sepertiku." Ucap Bara.


" Enggaklah dia anak kecil belum tahu apa apa, Dia tahunya aku Mamanya karna dia tidak pernah melihat Mamanya mungkin, Lagian anak seumurannya kan memang baru bisa ngomong Mama sama Papa." Elak Nesha.


" Kecuali putraku Nathan." Lirih Nesha dengan perasaan sedihnya. Ia kangen sama Nathan setelah beberapa hari tidak bertemu dengannya.


" Kenapa? Kamu merindukan putramu?" Tanya Bara. Kia menatap ke arah Bara.


" Kamu tahu?" Tanya Nesha.


" Aku mengetahui semuanya tentangmu, Termasuk permasalahan yang sedang kamu hadapi saat ini." Jawab Bara membuat Nesha melongo membulatkan matanya.


" Jangan sok tahu Kak." Ketus Nesha.


" Hei... Aku sudah bilang bukan? Jika aku mengetahui semuanya." Ucap Bara.


" Ah iya aku lupa kamu kan cenayang." Sahut Nesha. Nesha melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


" Sudah siang Kak aku pamit pulang dulu." Ucap Nesha.


" Aku antar." Sahut Bara.


" Nggak usah Kak orang deket ini." Tolak Nesha.


" Aku ingin memastikan kalau kamu selamat sampai tujuan, Ayo." Ucap Bara memaksa.


" Kamu selalu saja memaksa." Cebik Nesha.


" Sini belanjaannya biar aku yang bawa." Bara mengambil plastik belanjaan Nesha lalu menentengnya.


" Kamu nggak pa pa gendong Vanesha, Kalau keberatan biar aku yang gendong." Ucap Bara.


" Enggak lah belum berat juga, Ayo keburu panas kasihan Vaneshanya." Ujar Nesha.


Mereka berjalan menuju mobil Bara yang terparkir tak jauh dari sana. Bara membukakan pintu depan untuk Nesha. Bara segera melajukan mobilnya menuju rumah yang di tunjuk Nesha. Sebuah rumah berlantai dua dengan banyak deretan kamar di sebelah kanan dan kirinya. Bara menghentikan mobilnya di depan rumah Nesha. Mereka segera turun dari mobil.


" Mau mampir?" Tanya Nesha.


" Iya donk, Ayo." Ucap Bara.


Mereka berjalan memasuki rumah Nesha, Saat mereka hendak menuju ruang tamu tiba tiba...


" Mami...." Teriak Nathan berlari menghampiri Nesha dengan merentangkan tangannya. Saat Ia melihat Nesha menggendong gadis kecil Nathan segera menghentikan langkahnya.


" Sayang.... Anak Mami." Pekik Nesha berjongkok menjajari Nathan.


" Sini peluk sayang." Ucap Nesha hendak memeluk Nathan dengan Baby Vanesha di gendongannya.


" Ndak mau... Mami dah puna pengganti Athan." Ucap Nathan sambil cemberut.


" Bukan sayang... Kenalkan ini namanya Vanesha, Putri dari Om itu... Om itu temennya Mami sayang, Namanya Om Bara, Kalau Nathan tidak akan pernah tergantikan oleh siapapun." Jelas Nesha.


" Benalkah?" Tanya Nathan.


" Hmm." Gumam Nesha.


" Sini adek manis sama Aunti dulu ya, Kak Nathannya mau lepas kangen dulu sama Maminya." Ucap Sifa menghampiri mereka.


Sifa mengulurkan tangannya ke arah Baby Vanesha, Baby Vanesha mengeratkan pelukannya kepada Nesha sambil menggelengkan kepalanya membuat semua orang heran.


" Sayang sini sama Papa dulu." Ucap Bara yang merasa tidak enak. Baby Vanesha tetap tidak mau.


" Ya udah sekarang Nathan peluk Mami sama dedeknya ya... Nathan kan mau jadi Kakak, Jadi harus bisa berbagi donk sama Adeknya." Ucap Nesha memberi pengertian Nathan.


" Baik Mami." Ucap Nathan memeluk Nesha dengan Baby Vanesha di tengahnya.


Sifa, Jordan dan Bara terharu melihat ketiganya, Mereka seperti satu keluarga bahagia sesungguhnya.


**TBC.....


Kalau ada yang bilang, Thor Nesha kaya' Cewek murahan mau di antar sama laki laki lain?


Jawabannya cerita di sini cerita umum ya bukan cerita religi.... Yang penting tidak melebihi batasannya...


Makasih atas suport yang kalian berikan untuk author.. Miss U All... Jangan lupa like dan komentnya ya**...

__ADS_1


__ADS_2