Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
112. Erald Sakit


__ADS_3

Setelah sampai di rumah, Valen segera turun dari mobil lalu berlari ke dalam rumah meninggalkan Nathan yang sedang memarkir mobilnya.


" Bi.... Bi Nadia." Teriak Valen saat tiba di ruang tamu.


" Iya Non." Sahut Bi Nadia menghampiri Valen sambil menggendong Erald yang sudah terdiam. Saat ini Erald memjamkan matanya, mungkin Ia sedang tidur.


Valen segera memakai hand sanitizer yang tergantung pada tasnya sebelum menyentuh Erald.


" Gimana keadaan Erald Bi?" Tanya Valen menempelkan tangannya pada dahi Erald.


" Masih demam Non." Sahut Bi Nadia.


" Awh panas banget Bi." Ujar Valen.


" Iya Non, tapi syukurlah den Erald mau tidur." Ujar Bi Nadia.


" Ya udah sini biar aku gendong Bi." Ucap Valen mengambil alih gendongan Erald.


" Sayang gimana keadaan Erald?" Tanya Nathan yang baru masuk menghampiri Valen.


" Erald demam Mas, mana panas banget badannya gimana ya." Sahut Valen.


" Kita bawa aja ke rumah sakit sekarang, siapa tahu ini bukan demam biasa Yank." Ujar Nathan.


" Iya Mas, Bi tadi Erald belum di beri obat apa apa kan?" Tanya Valen menatap Bi Nadia.


" Belum Non, saya takut salah kasih obat Non jika tanpa perintah dari Non Valen." Sahut Bi Nadia.


" Terima kasih Bi, kami pergi dulu ya Bi." Ucap Valen.


" Iya Non hati hati, semoga den Erald hanya demam biasa." Ujar Bi Nadia.


" Amin terima kasih Bi." Sahut Valen.


" Ayo." Ajak Nathan.


" Iya Mas." Sahut Valen.


Nathan menggandeng tangan Valen menuju mobilnya kembali.


" Masuklah Yank." Ucap Nathan membukakan pintu mobil untuk Valen.


" Makasih Mas." Sahut Valen masuk ke dalam mobil. Nathan segera menutup pintunya.


Nathan melajukan mobil dengan sedikit kencang menuju rumah sakit. Rumah sakit ibu dan anak dimana Luci di rawat saat ini. Lima belas menit kemudian Nathan sampai di rumah sakit. Valen segera turun dari mobil dan membawa Erald ke ruang UGD.


" Sus tolong anak saya." Ucap Valen membaringkan Erald di atas ranjang.


" Putra ibu kenapa?" Tanya Suster.


" Dia demam tinggi sus." Sahut Valen.


" Baiklah saya akan memanggil Dokter dulu." Ujar suster meninggalkan Valen.

__ADS_1


Tak lama suster kembali bersama dengan Dokter pria yang umurnya tak jauh dari Nathan.


" Ini Dokter Arman bu, Dokter spesialis anak di rumah sakit ini yang akan menangani putra ibu." Ucap suster.


" Baik sus terima kasih." Sahut Valen.


" Saya periksa dulu ya bu." Ucap Dokter Arman dengan sopan.


" Silahkan Dok." Sahut Valen.


Dokter Arman memeriksa Erald dengan teliti. Dari denyut nadi, detak jantung dan mengecek suhu tubuh Erald.


" Sejak kapan demamnya bu?" Tanya Dokter Arman.


" Tadi pagi belum Dok, saat saya menjenguk adik saya tiba tiba asistent saya menelepon dan mengatakan jika anak saya demam." Sahut Valen.


" Apa beberapa hari ini putra ibu mendapatkan vaksin imunisasi?" Tanya Dokter Arman.


Valen mengingat ingat apa yang di tanyakan Dokter Arman. Ya dia ingat jika dua hari lalu Erald mendapat imunisasi khusus balita.


" Ah iya Dok, dua hari lalu anak saya baru imunisasi." Ujar Valen.


" Ini mungkin terjadi karna vaksin tersebut, karena setelah saya periksa tidak ada yang serius Bu, anda tidak perlu khawatir nanti setelah saya beri obat pasti demamnya turun." Ucap Dokter Arman.


" Jadi anak saya tidak sakit Dok? Demamnya hanya karna efek vaksinasi saja?" Tanya Valen memastikan.


" Iya bu, setiap anak berbeda beda daya tahan tubuhnya, ada yang tidak demam tapi ada juga yang seperti putra ibu alami, saya akan memberikan obat penurun panasnya lewat infusnya ya, setelah demamnya reda putra ibu di perbolehkan pulang, mungkin anda harus menunggu satu kantong cairan infus habis." Terang Dokter Arman.


" Baiklah Dok, terima kasih atas bantuannya." Ucap Valen.


" Kalau begitu saya permisi, nanti suster akan menanganinya." Ujar Dokter Arman.


" Silahkan Dok." Sahut Valen.


Dokter Arman keluar dari ruang UGD. Melihat Dokter sudah keluar, Nathan masuk ke dalam menghampiri Valen.


" Gimana sayang? Apa terjadi sesuatu dengan putra kita?" Tanya Nathan.


" Tidak Mas, Erald baik baik saja, demamnya hanya demam biasa yang di sebabkan vaksinasi kemarin." Sahut Valen.


" Alhamdulillah, semoga panasnya cepat turun sayang." Ucap Nathan mencium Erald.


" Sayangnya papi sakit ya, Papi sama Mami nakal udah bikin dedek kaya' gini, mana akhir akhir ini sering di tinggalin ya... Maafin Papi sama Mami ya sayang, setelah ini Papi sama Mami janji tidak akan meninggalkan Erald sendirian, kecuali jika ada hal yang mendesak." Ucap Nathan mengelus pipi Erald.


" Sus kenapa putra saya masih memejamkan mata? Dia tidak kenapa napa kan?" Tanya Nathan menatap Suster sekilas.


" Tidak Pak, dedeknya saat ini sedang tidur karna demamnya terlalu tinggi, Bapak tenang saja saya sudah memberikan obat lewat infusnya." Sahut Suster.


" Oh begitu ya." Sahut Nathan.


" Iya Pak, karna dedeknya hanya menghabiskan satu cairan infus maka kami tidak memindahkannya ke ruang rawat ya Pak, jadi biar di sini saja." Ujar Suster.


" Atau Bapak ingin memesan kamar?" Sambung Suster bertanya pada Nathan.

__ADS_1


" Gimana Yank?" Nathan malah bertanya pada Valen.


" Di sini saja tidak apa Sus, lagian tempatnya juga sepi tidak ada pasien lainnya." Sahut Valen.


" Baik Bu, kalau begitu saya permisi Bu, Pak." Ucap Suster.


" Silahkan Sus, terima kasih." Ucap Valen.


" Sama sama Bu." Sahut Suster meninggalkan ruang UGD.


" Sayang berbaring di samping Erald saja, nanti kamu capek kalau berdiri terus begitu." Ucap Nathan.


" Atau mau duduk di sini." Sambung Nathan memberikan kursi kepada Valen.


" Tidak pa pa aku berdiri aja Mas." Sahut Valen.


" Entar kamu capek sayang, sini duduk biar aku aja yang berbaring di sampingErald, aku mau kelonin Erald biar tambah nyenyak boboknya." Ujar Nathan.


" Baiklah Mas." Sahut Valen.


Nathan naik ke atas ranjang, sedangkan Valen duduk di kursi yang tadi di pakai oleh Nathan.


Drt... Drt...


Ponsel Valen berdering. Ia mengambil ponsel di dalam tasnya lalu mengangkat panggilan pada ponselnya.


" Halo Mi." Sapa Valen kepada Mami Nesha di sebrang sana.


" Sayang kamu dimana? Bagaimana keadaan Erlad sayang?" Tanya Mami Nesha.


" Aku di ruang UGD Mi, Erald sedang di rawat saat ini, tapi Mami tidak perlu khawatir karna Erald baik baik saja, Erald hanya demam biasa Mi." Terang Valen.


" Syukurlah kalau begitu, kamu di ruang UGD rumah sakit ini?" Tanya Mami Nesha memastikan.


" Iya Mi." Sahut Valen.


" Baiklah tunggu kami, kami akan segera ke sana." Ujar Mami Nesha.


" Baik Mi terima kasih." Sahut Valen menutup sambungan teleponnya.


" Mami mau ke sini?" Tanya Nathan.


" Iya Mas." Sahut Valen.


" Ya udah nggak pa pa." Ujar Nathan.


" Hmm." Gumam Valen.


Siapa yang anaknya sakit langsung panik nih? Kalau ada berarti kita satu tim.


Jangan lupa like koment dan votenya ya...


Miss U All...

__ADS_1


TBC....


__ADS_2