
Pagi hari Sifa mengerjapkan matanya, Ia terheran karna merasa berat di bagian perutnya, Seperti ada sesuatu yang menimpanya. Sifa meraba perutnya dan menemukan sebuah tangan yang melingkar di sana.
" Tangan siapa ini?" Tanya sifa dalam hati.
Sifa menatap depan dimana Nathan sedang tertidur pulas, Sedang kasur di sisi Nathan kosong. Sifa mengangkat tangan yang memeluknya dengan pelan lalu Ia membalikkan tubuhnya dan...
" Mas Jordan???" Lirih Sifa.
" Kamu mengambil kesempatan dalam kesempitan Mas, Bangun Mas..." Ujar Sifa.
" Apasih Yank." Sahut Jordan kembali memeluk Sifa.
" Lepas.... Rese' kamu Mas." Omel Sifa.
" Sttt Jangan keras keras sayang entar Nathan bangun karna mendengar omelanmu." Ucap Jordan masih memejamkan matanya.
" Ngapain sih peluk peluk segala, Pindah sana kembali ke tempatmu." Bisik Sifa.
" Tempatku yang sesungguhnya di sini sayang." Sahut Jordan.
" Minggir ih.. Pengap tau nggak Mas." Ucap Sifa.
" Diam sayang." Sahut Jordan.
" Aku mau bangun masak dulu." Ujar Sifa.
" Hari ini nggak usah masak, Biarin Bi Ijah saja yang menyiapkannya, Kita nikmati momen yang langka ini." Ujar Jordan.
Ya momen langka... Karna selama ini Jordan selalu tidur di sofa. Malam ini Nathan tidur di sini dan minta tidur bertiga jadi Jordan tidak menyianyiakan kesempatan yang ada, Kapan lagi bisa tidur sambil meluk Sifa.
Sifa menatap wajah tampan di depannya, Hidung mancung dengan lesung pipit di pipinya, Tanpa sadar Sifa memajukan wajahnya.
Cup...
Sifa mengecup bibir Jordan membuat Jordan membelalakkan matanya, Jordan langsung membalikkan tubuhnya menindih tubuh Sifa.
Ia mencium bibir Sifa. Jordan menggigit pelan bibir Sifa membuat Sifa membuka mulutnya, Jordan menyusupkan lidahnya mengekspos setiap inchinya. Ciuman lembut itu menjadi ciuman yang menuntut. Ciuman Jordan turun ke bawah, Ia menyesap leher Sifa membuat Sifa mendesis.
" Masss." Desis Sifa.
Jordan memainkan lidahnya di sana membuat Sifa merasakan sensasi panas dingin pada tubuhnya. Jordan terus melanjutkan kegiatannya, Saat ini tangan Jordan sudah menyusup ke dalam piyama Sifa. Jordan begitu semangat setelah tidak ada penolakan dari Sifa. Jordan meninggalkan banyak jejak pada leher Sifa. Sifa terus mengeluarkan suara exsotisnya membuat Jordan semakin bergairah. Jordan menyibak piyama Sifa membuat gunung kembar Sifa terlihat, Karna Sifa selalu melepas bra nya saat tidur. Jordan mulai memainkan pucuk gunung itu dengan lidahnya, Satu tangannya bermain main di atas gunung sebelahnya. Sifa semakin mend*s*h menikmati sensasi memabukkan yang belum pernah Ia rasakan. Saat tangan nakal Jordan hendak menyusup ke bagian bawah Sifa, Tiba tiba...
" Mama...." Rengek Nathan.
Jordan segera menurunkan piyama Sifa lalu merebahkan tubuhnya di samping Sifa. Sifa tersenyum melihatnya, Sedangkan Jordan mukanya berubah masam.
" Sabar Mas... Belum waktunya." Ujar Sifa mendekati Nathan. Jordan menghela nafasnya dalam.
" Anak Mama udah bangun." Ucap Sifa.
Nesha selalu membiasakan Nathan bangun pagi, Jadi sebelum jam setengah enam Nathan pasti sudah bangun. Biasanya setelah bangun Ia minum susu sama sedikit biskuit, Setelah itu Ia akan sibuk dengan peralatan tulis. Entah apa yang Ia kerjakan asalkan motorik halusnya bekerja pikir Nesha.
" Mau minum susu." Ucap Nathan.
" Baiklah Mama akan membuatkan susu untukmu, Sekarang cuci muka dulu sama Papa." Ujar Sifa.
" Papa lagi males." Ucap Jordan.
" Mas... sama anak sendiri males, Gimana nanti kalau punya anak lagi." Ujar Sifa
" Gimana mau punya anak lagi? Orang baru mau buat aja udah gagal, Besok besok Nathan suruh tidur di kamarnya biar nggak ganggu kita." Protes Jordan.
" Kalau Nathan nggak tidur di sini, Berarti kamu tidur di sofa." Sahut Sifa.
" Sofanya akan aku buang nanti biar aku tidur di kasur seperti semalam." Ujar Jordan.
" Papa Mama kenapa beltengkal... Athan mau susu." Ucap Nathan.
" Ah iya sayang Mama bikinin dulu, Mas ajak Nathan cuci muka." Ujar Sifa.
" Nggak mau." Sahut Jordan.
" Nanti malam aku kasih hadiah." Bujuk Sifa.
" Apa dulu hadiahnya?" Tanya Jordan.
" Buka segel." Sahut Sifa mengerlingkan matanya.
" OK.. Ayo sayang kita ke kamar mandi." Jordan menggendong Nathan dengan semangat menuju kamar mandi. Sifa menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Sifa segera turun ke bawah untuk membuatkan susu buat Nathan. Saat Ia melewati ruang tamu, Matanya memicing, Ia melihat Farhan yang sedang duduk manis di sana dengan pakaian lusuh.
" Kak Farhan... Ngapain pagi pagi ke sini?" Tanya Sifa menghampiri Farhan.
" Bantu aku cari Nesha, Aku yakin kamu pasti tahu dia ada dimana." Ucap Farhan.
" Aku nggak tahu Kak, Aku telepon aja nomernya nggak aktif." Ujar Sifa.
" Sebentar Kak aku buat susu dulu untuk Nathan sekalian Kak Farhan mau minum apa?" Tanya sifa.
" Kopi saja." Sahut Farhan.
" Baiklah tunggu sebentar." Sifa berjalan menuju dapur untuk membuatkan susu dan kopi untuk Farhan. Sekalian Ia buatkan teh untuk suaminya.
" Kamu disini? Sepagi ini? Mau ngapain?" Tanya Jordan menghampiri Farhan sambil menggendong Nathan.
" Papi..." Panggil Nathan.
Farhan memangku Nathan sambil menciumi pipi gembulnya.
" Mami mana Pi?" Tanya Nathan.
Hati Farhan mencelos mendengar pertanyaan sederhana dari Nathan. Bagaimana jika Nathan tahu kalau Maminya pergi?
" Mami di rumah sayang.... Kan Mami lagi sakit." Kilah Farhan.
" Ini Kak minumnya, Ini Mas, Dan ini untuk anak Mama tersayang." Ucap Sifa memberikan segelas susu ke Nathan.
" Makasih Ma." Ucap Nathan.
" Sama sama sayang." Sahut Sifa.
" Bi... Bi Ijah." Panggil Sifa.
" Iya Non." Sahut Bi Ijah dari arah dapur menghampiri Sifa.
" Bi tolong temenin Nathan main ya, Saya ada urusan sebentar." Titah Sifa.
" Baik Non." Jawab Bi Ijah.
" Sayang... Main sama Bibi dulu ya... Nanti kalau Mama udah selesai, Mama susul ke sana." Ucap Sifa menunjuk ruang bermain Nathan.
" Katakan kemana saja Kak Farhan sudah mencari Nesha?" Tanya Sifa setelah Nathan pergi dengan Bi Ijah.
" Semalam aku sudah ke rumahnya tapi kosong, Aku menyuruh temanku meretas gps mobilnya, Ternyata mobil Nesha ada di stasiun, Aku udah mengecek semua keberangkatan atas namanya tapi nihil, Tidak ada keberangkatan atas namanya." Jelas Farhan.
" Stasiun? Dimana?" Tanya Sifa memastikan.
" Iya di Statiun xx." Jawab Farhan.
Sifa mengembangkan senyumnya, Tanpa Ia cari Ia sudah tahu dimana keberadaan Nesha. Tapi Sifa tidak mau memberitahu Farhan. Biarkan Farhan kelimpungan mencari Istrinya sendiri. Siapa suruh jadi orang bego.
" Kenapa kamu sibuk mencari Nesha Kak? Apa si Fatika tidak akan mencarimu nanti?" Tanya Sifa sedikit menyindir.
" Dia sudah tiada Sif." Sahut Farhan.
" Innalillahiwainnailaihiroji'un." Ucap Sifa dan Jordan bersamaan.
" Kapan Han?" Tanya Jordan.
" Kemarin....
" Kalau dia masih ada nggak mungkin Kak Farhan mencari Nesha saat ini Mas, Pasti dia sibuk ngurusin mantan jodohnya itu." Sindir Sifa.
" Jangan gitu sayang, Aku turut berduka Han." Ucap Jordan.
" Makasih... Ada satu permintaan terakhirnya yaitu Ia ingin menemui Nesha, Ia ingin meminta maaf padanya tapi Nesha menolaknya, Dia menitipkan surat padaku untuk Nesha." Jelas Farhan.
" Mana suratnya Kak? Barang kali nanti aku ketemu Nesha duluan, Akan aku kasih padanya." Ucap Sifa.
Farhan memberikan surat itu pada Sifa, Karna Farhan yakin walaupun Ia menemukan Nesha tetap saja Nesha tidak mau menemuinya.
" Aku mohon bantuan kalian berdua, Bantu aku menemukan Nesha, Aku sangat merindukannya, Aku ingin minta maaf padanya." Ucap Farhan sendu.
" Aku akan membantu menemukannya tapi aku tidak berjanji untuk mempertemukanmu dengannya nanti Kak." Sahut Sifa.
" Tidak masalah, Yang penting istriku baik baik saja, Mungkin ini hukuman untukku karna aku telah menyianyiakannya, Jika kalian bertemu dengannya tolong sampaikan maafku padanya, Sampaikan salam rinduku untuknya." Ujar Farhan.
" Akan aku sampaikan Kak." Sahut Sifa.
__ADS_1
" Aku pulang dulu." Ucap Farhan.
" Hati hati." Ujar Jordan.
Farhan segera berlalu dari sana. Ia melajukan mobilnya tanpa arah berharap bisa menemukan Nesha secepatnya.
Sedangkan di ruang tamu Sifa sedang senyum senyum sendiri membuat Jordan keheranan.
" Sayang kamu kenapa sih? Senyum senyum sendiri, Kamu naksir sama Farhan?" Tanya Jordan.
" Apa sih Mas? Buat apa aku naksir sama pria plinplan kaya' Kak Farhan udah gitu duda lagi, Kalau bukan karna Nathan Nesha juga nggak bakalan mau sama dia." Ucap Sifa mengerucutkan bibirnya.
" Lalu kenapa senyum senyum?" Tanya Jordan lagi.
" Aku mau menemui Nesha." Jawab Sifa. Jordan mengerutkan keningnya.
" Emang kamu tahu dimana Nesha sekarang?" Tanya Jordan memastikan.
" Tahu." Sifa menganggukkan kepalanya.
" Dimana?" Selidik Jordan.
" Nggak mau ngasih tahu kamu, Ntar kamu kasih tahu Kak Farhan lagi... Males." Ucap Sifa.
" Nggak bakalan sayang..... Biarin aja dia bingung nyari bininya... Lagian kalau kamu nggak ngasih tahu aku ntar kalau Nesha pengin sesuatu gimana? Siapa yang mau membelikannya?" Tanya Jordan.
" Ah iya aku lupa.... Gimana kalau semalam Nesha ngidam sesuatu Mas? Ahh kasihan sekali sahabatku yang satu itu, Hidupnya jadi menderita sejak menikah dengan duren sawit." Ujar Sifa.
" Duren sawit???" Jordan mengerutkan keningnya.
" Duda keren sarang duit Mas... Tapi nggak bikin bahagia." Sahut Sifa.
" Ha ha ha Ada ada saja kamu Yank... Lalu sekarang dimana Nesha?" Tanya Jordan kembali.
" Di Kostannya." Jawab Sifa.
" Nesha ngekost gitu?" Tanya Jordan kebingungan.
" Bukan... Dia ibu Kost Mas..." Jawab Sifa.
" Wah ternyata Nesha banyak usaha juga ya." Ujar Jordan.
" Iya itu makanya dia nggak keberatan kalau aku nebeng, Sebenarnya dia pengin lanjutin kuliah dulu Mas... Tapi sayang dia harus memupus cita citanya demi Nathan yang ternyata bukan anak Kak Farhan." Ucap Sifa sendu.
" Kalau dia pengin kuliah kenapa dia kerja? Bukankah dia banyak uang? Berarti mudah donk kalau hanya untuk biaya kuliah saja." Tanya Jordan.
" Dia pengin cari pengalaman di bidang perbankan karna dia pengin tahu bagaimana caranya mengelola keuangan yang baik, Soalnya dia punya rencana mau buka semacam koperasi gitu di kampung kami." Jelas Sifa.
" Hebat juga ya Nesha." Puji Jordan tanpa sadar.
" Iya makanya kamu tertarik padanya." Sahut Sifa.
" Eh enggak Yank bukan gitu, Maaf ya jangan cemburu gitu lah Yank.. Dari awal aku nggak ada perasaan apa apa Kok sama dia, Cuma Claudianya aja yang ngeracuni pikiranku." Jelas Jordan.
" Oh ya Yank kamu udah denger berita belum soal Claudia?" Tanya Jordan.
" Belum Mas, Emang kenapa dia?" Tanya Sifa.
" Dia yang nabrak Nesha waktu itu, Sekarang dia koma di rumah sakit." Jawab Jordan.
" Astaga... tega teganya ulet keket berbuat seperti itu... Sukurin sekarang dia koma ntar bangun lumpuh sekalian." Ujar Sifa.
" Jangan gitu Yank... Nggak baik nyumpahin orang." Ucap Jordan.
" Oh kamu belain dia.... Bagus.... belain aja si ulet keket itu... Sekalian kamu urus dia seperti Kak Farhan... Lalu kamu siap siap aku tinggalkan." Ketus Sifa meninggalkan Jordan sendirian.
" Sayang... Sayang.. " Panggil jordan.
"Ah... Alamat nggak jadi buka segel ini... Gara gara kamu Claudia." Ucap Jordan.
**TBC....
Jangan lupa Like, Koment, Hadiah dan Vote untuk author ya... Author udah ngetik 1600 kata lebih lho...
Jangan lupa juga dukung karya author yang satu ini, Author sangat meminta dukungan para readers semua di karya ini ya... Mohon bantuannya**.
Makasih.... Miss U All
__ADS_1