
Malam ini Nesha banyak termenung, Ia duduk di atas ranjang dengan bersandar pada headboard. Ia memikirkan tentang bagaimana caranya memenangkan hak asuh atas Nathan. Ya sepulang dari kebun binatang, Farhan mendapat surat panggilan dari pengadilan, Keluarga Jonathan menuntut hak asuh Nathan sepenuhnya karna Nathan merupakan keturunannya. Entah kenapa dan siapa yang menghasut keluarga Jonathan, Hingga mereka mengambil langkah langsung ke jalur hukum tanpa ada pembicaraan secara pribadi kedua belah pihak dulu.
" Sayang." Panggil Farhan mendekati Nesha yang tampak melamun. Farhan duduk di samping Nesha. Tangannya menyandarkan kepala Nesha ke bahunya. Nesha hanya menurut saja tanpa mau membantahnya.
" Nathan udah tidur Mas?" Tanya Nesha.
" Udah barusan." Jawab Farhan. Nesha kembali diam dan melamun. Farhan mengerti perasaan istrinya, Farhan yakin jika Nesha dekat dengan Nathan pasti Nesha akan menangis, Mengingat jika Nathan akan pergi dari kehidupan mereka. Itulah sebabnya Nesha tidak menidurkan Nathan.
" Sayang jangan bersedih gini donk, Mas jadi ikut sedih." Ucap Farhan.
" Aku nggak sedih kok Mas, Aku hanya sedang berpikir bagaimana caranya kita mempertahankan Nathan, Karna kita tidak akan menang melawan keluarga Jo jika bukan mereka sendiri yang memberikan hak asuhnya, Mereka lebih berhak mengasuh Nathan dari pada kita." Ujar Nesha.
" Beneran kamu nggak sedih?" Tanya Farhan.
" Enggak donk... Ntar kalau aku sedih kamu tambah sedih lagi, Gak ada yang nguatin kamu, Aku happy kok Mas, Semuanya aku pasrahkan sama Allah, Jika memang Nathan di takdirkan menjadi putra kita maka dia akan tetap bersama kita." Ucap Nesha.
" Jika tidak?" Nesha menegakkan kepalanya, Ia menoleh ke arah Farhan, Ia tatap mata suami tercintanya.
" Jika tidak kita akan buat Nathan yang lain sebanyak banyaknya." Sahut Nesha menangkup wajah Farhan.
" Kamu mau kan?" Tanya Nesha.
" Mau banget Yank." Jawab Farhan cepat.
" Nggak sekarang tapi." Ucap Nesha.
" Kenapa?" Tanya Farhan.
" Aku lagi dapet." Jawab Nesha.
" Aaaa puasa donk..." Rengek Farhan.
" Hmmm seminggu aja kok." Ujar Nesha.
" Baiklah... Makasih sayang kamu sudah menguatkan aku, Kamu memang penyemangat hidupku...Love U." Farhan memeluk Nesha sambil menciumi pucuk kepalanya.
" Love U too." Sahut Nesha membalas pelukan Farhan.
"Maafkan aku Mas jika aku berbohong padamu, Sejujurnya aku sedih banget jika harus kehilangan Nathan, Bagaimanapun aku sangat menyayanginya, Tidak ada seorang ibu yang mau kehilangan anaknya, Tapi aku tidak mau membuatmu semakin sedih dengan masalah ini, Semoga kebahagiaan selalu menyertai keluarga kita." Ujar Nesha dalam hati.
" Aku tahu sebenarnya kamulah orang paling sedih di sini, Kamulah orang yang paling takut kehilangan Nathan, Tapi demi menguatkan aku kamu berpura pura tampak lebih kuat dariku, Aku menyayangimu sayang." Gumam Farhan dalam hati.
" Sekarang apa yang akan Mas lakukan?"Tanya Nesha. Farhan melepas pelukannya, Ia pandangi wajah cantik istrinya ini. Kulit putih mulus, Bibir merah membuatnya kecanduan akan manisnya.
Farhan memajukan wajahnya, Ia menatap bibir Nesha yang begitu menggoda. Perlahan Ia mulai mencium bibir itu, Nesha memejamkan matanya sambil mengalungkan tangannya ke leher Farhan. Farhan mulai mencecap manisnya bibir istrinya, Tangannya menahan tengkuk Nesha untuk memperdalam ciumannya. Farhan ******* lembut benda kenyal itu, Keduanya menikmati sensasi yang bikin deg deg ser. Setelah keduanya kehabisan nafas, Farhan segera melepas pagutannya. Ia mengusap lembut bibir Nesha dengan jempolnya.
" Terima kasih sayang karna kamu selalu menjadi kekuatanku, Aku akan berjuang mempertahankan Nathan untuk kita." Ucap Farhan.
" Kita akan melalui cobaan ini bersama sama Mas, Aku rasa kita harus membicarakannya dengan keluarga Jonathan." Sahut Nesha.
" Kalau boleh aku tahu, Dimana rumah keluarga Jonathan Mas?" Tanya Nesha.
" Ada di perumahan xx Jakarta Kota." Jawab Farhan.
__ADS_1
" Bolehkah aku kesana?" Farhan memicingkan matanya menatap Nesha.
" Untuk apa?" Tanya Farhan.
" Untuk melakukan negosiasi dengan mereka, Barang kali mereka akan terketuk hatinya." Ujar Nesha.
" Biar aku saja, Aku nggak mau kamu kenapa napa di sana." Sahut Farhan.
" Emang mereka mau ngapain aku Mas, Kamu ih lebay." Ucap Nesha mengerucutkan bibirnya.
" Bukan lebay Yank, Tapi jaga jaga." Sahut Farhan mencubit bibir Nesha.
" Awh sakit Mas." Cebik Nesha.
" Masa'?" Nesha hanya cemberut saja.
" Maaf deh Yank.... " Ucap Farhan, Nesha tersenyum manis ke arahnya.
" Maaf sengaja." Sambung Farhan.
" Aaaaa Mas Farhannnn rese' Ih." Pekik Nesha memukuli Farhan dengan bantal.
" Ampun Yank..Ampun.." Ucap Farhan.
" Makanya jangan rese' jadi orang." Ketus Nesha.
" Iya deh iya, Maaf sayang." Farhan merangkul pundak Nesha lalu menciumi pipi istrinya.
" Mas jika wanita yang bicara biasanya segala urusan akan mudah terselesaikan, Gimana gimana wanita kalau menyelesaikan masalah pakai hati bukan pakai emosi." Ujar Nesha.
" Kebanyakan seseorang orang yang di ajak bicara oleh kaum wanita pasti akan trenyuh, Apalagi sesama wanita Mas, Mereka pasti akan mengerti." Sambung Nesha. Farhan menatap wajah Nesha. Ada keraguan di hati Farhan untuk menyetujuinya.
" Boleh Ya?" Farhan menganggukkan kepalanya.
" A...Makasih Mas." Ucap Nesha menciumi pipi Farhan.
" Tapi kamu harus hati hati, Perlu aku temani?" Tanya Farhan.
" Gak usah Mas, Biar aku sendiri saja." Jawab Nesha.
" Ya udah Mas, Aku mau bobok dulu." Ucap Nesha. Nesha merebahkan tubuhnya.
" Ok.. Good Night.." Farhan menyelimuti Nesha lalu mencium keningnya.
Farhan ikut merebahkan tubuhnya di samping Nesha. Ia memeluk perut ramping istrinya. Mereka sama sama terlelap ke alam mimpi berharap hari esok akan lebih baik dari hari sekarang.
Pagi harinya Nesha sudah bersiap menuju kediaman Jonathan. Ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Nathan di rumah bersama Mbak Nadia. Nesha sengaja tidak membawanya karna takut Nathan rewel dan mengganggu pembicaraannya di sana. Setelah sampai di alamat yang di tuju, Nesha segera turun dari mobilnya.
Sesampainya di depan pintu Nesha segera memencet bel rumah. Ia menunggu seseorang untuk membukanya. Sambil menunggu Nesha mengedarkan pandangannya ke segala arah. Di pandanginya rumah mewah bergaya modern ini dengan pilar pilar besar di depannya.
Ceklek.... Suara pintu terbuka. Nesha menoleh ke arah pintu, Dimana seorang pria tampan sedang berdiri di sana. Pria tersebut menatap Nesha dengan pandangan kagum akan kecantikannya.
__ADS_1
" Assalamu'alaikum Tuan." Sapa Nesha. Pria itu masih diam memandanginya.
" Tuan." Nesha menggoyangkan telapak tangannya di depan wajah pria tersebut.
" Eh... Mau cari siapa?" Tanya pria itu.
" Apa benar ini rumah keluarga Jonathan?" Nesha balik bertanya.
" Iya.. Saya adiknya, Ada perlu apa?" Tanyanya.
" Perkenalkan Tuan saya Nesha, Maminya Nathan." Nesha mengulurkan tangannya.
" Oh.. Jordan." Ucap Jordan membalas uluran tangan Nesha.
" Silahkan masuk." Sambung Jordan.
Jordan membuka lebar pintunya, Ia berjalan menuju ruang tamu di ikuti Nesha dari belakang.
" Silahkan duduk." Ucap Jordan sambil duduk di sofa.
" Terima kasih Tuan." Sahut Nesha. Ia duduk di sofa sebrang Jordan.
" Ada perlu apa kamu kesini?" Tanya Jordan.
" Duh dingin banget sih padahal di lihat dari mukanya friendly banget, Tapi kenapa sikapnya sedingin salju ya? Jadi kaku nih mau ngomong." Batin Nesha.
" Lucu juga wajahnya kalau sedang tegang gitu, Manis..Beruntung sekali Farhan bisa mendapatkannya, Aku akan mengambilnya darimu Han, Sama seperti Kakakku mengambil Vera darimu." Gumam Jordan dalam hati.
" Nona Nesha jangan buang waktu saya, Karna Time is Money you Know?" Tanya Jordan dingin.
" Yes I Know.." Jawab Nesha.
" Lalu?" Tanya Jordan menatap ke arah Nesha.
" Apa aku bisa bertemu dengan orang tua anda Tuan Jordan?" Jordan menatap Nesha sambil mengetuk ngetukkan jarinya pada dagunya.
" Orang tuaku pindah ke Luar Negri sejak kepergian Jo, Jika kedatanganmu ke sini ingin membicarakan tentang hak asuh Nathan, Maka saya akan memberikan hak asuh itu padamu dengan satu syarat." Jelas Jordan.
" Apa syaratnya Tuan?" Jordan tersenyum mendengar pertanyaan Nesha.
" Menikahlah denganku." Jawab Jordan.
" Apa....
**Tbc....
Hayo siapa nih yang nolak dengan syarat itu?
Kalau authornya mau lah nikah sama babang tamvan kok... Jangan lupa Like dan komentnya ya.... Yang suka ceritanya kasih hadiah bunga donk buat author...
Makasih atas dukungannya...Mohon doa dan votenya supaya cerita ini lulus kontrak Ya..
...Miss U all**...
__ADS_1