Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
138. Kabar Bahagia Ria


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu....


Sinar matahari masuk ke dalam kamar Ria melalui celah celah korden membuat Ria mengerjapkan matanya, Ia mengedarkan pandangannya ke penjuru kamarnya tiba tiba Ia merasa kepalanya berat, pandangannya pun berputar tak karuan, di tambah lagi perutnya terasa mual dan tidak bisa di tahan. Ia turun dari ranjang lalu berlari menuju kamar mandi.


Huek.... Huek....


Ria memuntahkan isi perutnya yang berupa cairan putih pada wastafel.


Davian yang mendengar suara Ria muntah segera berlari menyusul Ria ke dalam kamar mandi.


" Sayang kamu kenapa?" Tanya Davian memijat tengkuk Ria dengan pelan.


Huek... Huek...


Ria kembali muntah hingga tubuhnya terasa sangat lemas.


" Sayang kamu kenapa sih?" Tanya Davian mengucir rambut Ria menggunakan ikat rambut yang berada di tangan Ria.


Ria membasuh mulutnya menggunakan air bersih. Ia membalikkan badannya menatap Davian dengan tatapan nanar.


" Kamu kenapa?" Tanya Davian mengusap keringat pada dahi Ria.


" Aku nggak tahu Mas, tiba tiba mual aja." Sahut Ria lirih.


" Mau tiduran?" Tanya Davian yang di jawab anggukan kepala oleh Ria.


" Baiklah aku gendong aja ya, nanti kalau jalan sendiri malah kamu pingsan." Ujar Davian menggendong tubuh Ria ala bridal style.


Davian merebahkan tubuh Ria ke ranjang dengan pelan.


" Sekarang istirahatlah, mau aku buatkan minuman hangat?" Tawar Davian mengelus pucuk kepala Ria.


" Boleh Mas." Sahut Ria.


" Mau minum apa?" Davian kembali bertanya.


" White coffe aja Mas." Sahut Ria.


" Baiklah tunggu sebentar aku buatkan dulu." Ucap Davian.


Davian berjalan keluar dari kamarnya, di depan pintu Ia berpapasan dengan Fara.


" fara sayang." Panggil Davian.


" Iya Pa." Sahut Fara.


" Mama kamu lagi sakit, Papa minta kamu temanin Mama dulu ya, Papa mau buatkan minuman untuk Mama." Ujar Davian.


" Baik Pa." Sahut Fara masuk ke dalam kamar Ria. Sedangkan Davian melanjutkan langkahnya menuruni anak tangga menuju dapur.


Fara menghampiri Ria yang di ranjangnya.


" Mama kenapa? Kata Papa Mama sedang sakit ya?" Tanya Fara memijat pelan tangan Ria.


" Mama hanya sedikit pusing saja sayang." Sahut Ria tersenyum kepada Fara.


" Mama pusing? Harusnya Mama di bawa ke rumah sakit atau ke Dokter kan?" Ujar Fara.


" Iya nanti kalau Mama udah mendingan Mama pasti akan ke Dokter." Sahut Ria mengelus kepala Fara.


" Mama jangan sampai sakit, kalau Mama sakit aku nanti sama siapa? Siapa yang akan mengurusku sama Papa?" Tanya Fara sedih.


" Mama juga tidak mau sakit sayang, tapi kalau Mama di kasih sakit mau bagaimana lagi? Yang penting sakitnya sebentar, minum obat terus sembuh." Ujar Ria.


" Iya Ma." Sahut Fara.


Tak lama setelah itu Davian kembali masuk ke dalam kamar sambil membawa secangkir white coffe permintaan Ria.


" Ini sayang minumannya." Ucap Davian memberikan cangkirnya kepada Ria yang duduk bersandar pada headboard.

__ADS_1


" Terima kasih Mas." Sahut Ria menerima cangkirnya.


" Aku sudah menghubungi Dokter, mungkin sebentar lagi dia akan sampai." Ucap Davian.


" Iya Mas." Sahut Ria menyeruput kopinya.


" Enak nggak?" Tanya Davian khawatir takarannya kurang pas.


" Agak kekentalan tapi nggak pa pa Mas, enak kok." Sahut Ria.


" Maaf ya tidak sesuai selera kamu." Ucap Davian.


" Nggak pa pa Mas." Sahut Ria.


Tok tok tok....


Bi Asih mengetuk pintu kamar Davian membuat Davian menoleh ke arahnya.


" Den Dokter sudah datang." Ucap Bi Asih.


" Suruh masuk Bi." Sahut Davian.


" Baik Den." Sahut Bi Asih.


" Silahkan masuk Dok." Ucap Bi Asih mempersilahkan Dokter masuk.


" Terima kasih Bi." Sahut Dokter Bima.


" Kalau begitu saya Permisi Dok." Ucap Bi Asih undur diri kembali ke dapur.


" Silahkan Bi." Sahut Dokter Bima.


Dokter Bima masuk ke dalam kamar menghampiri Davian dan Ria. Sedangkan Fara duduk di sofa yang ada di sana.


" Selamat pagi Tuan Davian." Sapa Dokter Bima. Dokter muda yang seumuran dengan Davian dan kebetulan beliau teman kuliah Davian namun beda jurusan.


" Apa yang di keluhkan anda, Nona Davian?" Tanya Dokter Bima.


" Kepala saya pusing Dok, dan perut saya terasa mual." Sahut Ria membuat Dokter Bima tersenyum.


" Ngapain lo senyam senyum gitu? Buruan di periksa jangan tebar pesona." Ujar Davian.


" Baiklah akan gue periksa." Sahut Dokter Bima.


Dokter Bima memeriksa suhu tubuh Ria, denyut nadi dan detak jantung Ria dengan teliti.


" Gimana? Istri gue sakit apa?" Tanya Davian memastikan.


" Dugaan sementara istri lo sedang hamil Bro." Sahut Dokter Bima.


" Apa? Hamil?" Pekik Davian.


" Iya, apakah anda mengalami keterlambatan menstruasi Nona?" Tanya Dokter Bima memastikan.


" Iya Dok, dua bulan ini saya tidak mendapatkan jatah menstruasi." Sahut Ria.


" Untuk lebih jelasnya silahkan datang ke Dokter obgyn, di sana anda akan menjalani pemeriksaan ultra sonografi untuk memastikan apakah benar anda hamil dan berapa usia janinnya." Jelas Dokter Bima.


" Baik Dok." Sahut Ria.


" Selamat Bro, lo akan menjadi ayah dari anak keduamu, semoga dugaanku benar ya." Ucap Dokter Bima.


" Ok terima kasih Bro." Sahut Davian.


" Kalau begitu gue permisi." Pamit Dokter Bima.


" Terima kasih." Ucap Davian.


" Sama sama." Sahut Davian.

__ADS_1


Dokter Bima keluar kamar Davian. Fara menghampiri Ria dan naik ke atas ranjang.


" Mama hamil? Aku akan mendapatkan adik lucu seperti Alvin?" Tanya Fara memastikan.


" Berdoa saja semoga semua itu benar sayang." Sahut Ria.


" Iya Ma, aku akan berdoa semoga Mama tidak sakit tapi Mama mengandung dedek bayi buat Fara." Ucap Fara.


" Amin." Sahut Davian dan Ria bersamaan.


...****************...


Setelah pulang dari pemeriksaan, Davian melajukan mobilnya menuju rumah Mami Nesha. Ia ingin membagi kebahagiaan yang saat ini sedang keluarganya rasakan.


Dua puluh menit kemudian Davian sampai di rumah utama keluarga Ardiansyah. Davian, Ria dan Fara turun dari mobil lalu masuk ke dalam rumah yang kebetulan pintunya terbuka.


" Assalamu'alaikum." Ucap Davian.


" Wa'alaikumsallam." Sahut Mami Nesha menghampiri mereka.


Davian, Ria dan Fara menyalami Mami Nesha dengan takzim.


" Tumben kalian kemari siang siang gini? Biasanya malam atau sore." Ujar Mami Nesha.


" Kami baru dari rumah sakit Mi." Sahut Ria.


" Rumah sakit?" Tanya Mami Nesha mengerutkan keningnya.


" Iya Mi." Sahut Ria.


" Siapa yang sakit?" Tanya Mami Nesha membuat davian dan Ria saling pandang.


" Suruh kami masuk dulu donk Mi." Ujar Ria.


" Ah maaf... Silahkan masuk." Ucap Mami Nesha.


Mereka masuk ke dalam lalu duduk di ruang tamu.


" Katakan siapa yang sakit!" Ucap Mami Nesha penasaran.


" Mama hamil Oma, aku akan mendapat dedek bayi imut seperti Alvin." Sahut Fara.


Mami Nesha melongo menatap Ria.


" Benarkah Ria?" Tanya Mami Nesha menatap Ria.


" Iya Mi." Sahut Ria.


" Berapa bulan sayang?" Tanya Mami Nesha.


" Dua setengah bulan Mi." Sahut Ria.


" Selamat sayang.... Jaga kandunganmu dengan baik, semoga sehat dan lancar sampai persalinan." Ucap Mami Nesha.


" Amin." Sahut Davian, Ria dan Fara bersamaan.


TBC....


Satu Bab lagi tamat ya.....


Jangan lupa tetap like koment vote dan hadiahnya ya....


Nantikan kisah percintaan Erald dan Alvin yang terjerat dengan satu wanita....


Tentunya setelah kisah kedua orang tuanya tamat ya....


Miss U All....


__ADS_1


__ADS_2