
Sah...
Suara para saksi mulai menggema di dalam masjid, yang saat ini tengah diadakanya pernikahan Lucas dan Jiara. Bukan pernikahan impian dan juga bukan pernikahan yang mewah. Pernikahan yang terjadi adalah pernikahan dengan sederhana dan juga pengantin wanita yang bersolek seadanya.
Jiara pun memutuskan menerima pernikahan mereka karena ada janji yang Lucas ucapkan untuk pengobatan anaknya serta papahnya, sehingga Jiara tidak ada pilihan lain selain menerima pernikahan yang Lucas tawarkan.
Bahkan Jiara sendiri tidak tahu pernikahan seperti apa nantinya yang akan mereka jalani. Akankah ia dan putrinya merasakan bahagia dengan bersuami Lucas dan memiliki papah sambung seperti Lucas? Apakah kebaikan yang Lucas tunjukan saat ini adalah tulus dan akan seterusnya seperti ini, atau justru Lucas nanti setelah mereka menyandang suami istri akan berubah? Kecemasan tentu hadir menghantui Jiara seperti sebuah kisah yang horor.
Wanita itu tahu tidak sepantasnya ia berharap lebih dengan pernikahan ini. Rasanya terlalu tidak tahu diri, ketika dia yang berasal dari keluarga biasa saja, bahkan kehidupan yang tidak ada tujuanya, dan dinikahi oleh Lucas yang kaya raya, tampan. Untuk mendapatkan uang untuk pengobatan dua orang yang sangat di sayanginya saja Jiara sudah mersakan anugrah yang luar biasa besar, jadi Jiara sudah mempersiapkan apabila nanti Lucas akan tetap menganggapnya adalah bawahan atau bahkan asisten rumah tangga yang di butuhkan untuk membantu mepersiapkan kebutuhanya, dan sekedar pelampiasan, nafsu duniawi.
Jiara untuk pertama kalinya mencium tangan suami barunya yaitu Lucas, alias bosnya sendiri. Dan Lucas pun mencium kening Jiara yang saat ini sudah resmi menjadi istrinya. Ini bukan pernikahan siri, karena Abah sudah langsung mendaftarkan pernikahan mereka ke KUA untuk di catat secara resmi di negara. Abah juga tidak mau apabila pernikahan yang di jalani oleh anak angkatnya adalah pernikahan agama saja yang setatusnya takut di permasalahkan.
Doa-doa dilangitkan untuk kebahagiaan mereka, untuk keharmonisan mereka dan juga untuk kebaikan semuanya.
Sesuai janji Lucas bahwa begitu pernikahan mereka selesai, dan cukup untuk menyapa dan bercerita satu sama lain kini Lucas dan Jiara serta anak mereka Zakia, akan kembali ke Jakarta. Selain untuk pengobatan anak sambungnya, pekerjaanya pun semakin menumpuk, terlebih Philip[ sampai detik ini masih berada di luar negri untuk urusan bisnis.
Ambu, Abah dan juga keluarga pesantren yang selama ini di jadikan tempat untuk Jiara menimba ilmu pun ikut mengantarkan Zakia dan Jiara ikut dengan Lucas, suami barunya.Jiara masih terlalu tidak percaya ketika dalam sekejap setatusnya sudah berubah. Sebelum mereka berangkat ke Jakarta dan meninggalkan tempat yang sudah dua tahun Jiara tempati dan menjadikan Jiara keluarga dan menerima Zakia dengan iklas. Abah dan Ambu tadi juga sempat banyak memberikan nasihat-nasihat pada Lucas dan Jiara.
__ADS_1
Mereka yakin bahwa Lucas dan Jiara bakal membutuhkan nasihat-nasihat dari mereka.
Kini keluarga baru itu suidah berada dii dalam mobil. "Kok kayaknya diperhatikan tidak bahagia," lirih Lucas memecah keheningan di dalam mobil.
Jiara yang memang sedang melamun pun tersentak kaget dengan pertanyaan Lucas. "Bukan tidak bahagia, cuma masih kaget ajah, kenapa cepat banget setatusnya berubah. Padahal pernah terpikirkan bahwa nanti kalau mau nikah bakal ada Papah sebagai wali nikah, tetapi justru takdir Tuhan tidak mengizinkan dan wali pun di ganti oleh Abah," jawab Jiara di mana memang itu yang dia rasakan. Ada kesedihan yang teramat ketika kedua orang tuanya tidak ada diacara yang sakral itu.
Lucas yang sedang memangku Zakia di mana anak kecil itu sudah tertidur, karena terlalu lelah bercanda ketika banyak beretemu temanya. Akibatnya baru naik kendaraan beberapa menit anak kecil itu sudah tertidur dipangkuan papah barunya.
Lucas menarik Jiara kesampingnya agar istri barunya itu mendekat dan jangan berjauhan terus, udah kayak nikah paksa. Tangan Lucas langsung merangkul pundak Jiara dan menarik wanita berhijab panjang itu untuk menyender kedadanya bersebelahan dengan putrinya.
"Jangan pikirkan apa yang tidak seharusnya di pikirkan. Kamu melakukan ini juga demi kebaikan Papah kamu, nanti apabila Papah kamu sudah sembuh beliau pasti tahu kalau putrinya sudah banyak berjuang demi papahnya." Entah kesadaran dari mana saat ini Lucas apabila berbicara sedikit bijak, sangat berbeda dengan biasanya.
Tanpa sadar Jiara pun ikut tertidur bersender di dada bidang suaminya, dan Lucas menikmati sekali peran baru ini. Menikahi gadis yang sudah memiliki anak. Tidak pernah terpikirkan bahwa sifat dia kan berubah sangat dratis.
Bahkan laki-laki yang saat ini sudah memiliki istri dan satu anak yang cantik pun tidak menyangka bahwa Lucas yang anti dengan komitmen dan juga selalu mempermainkan perempuan sejak bertemu dengan Jiara seolah ia saat ini berubah menjadi kucing rumahan, setelah sejak muda hingga berumur dua puluh delapan tahun mengembara menjadi harimau yang buas, ada saatnya juga ia merasakan menjadi kucing rumahan.
Apartemen adalah tujuan Lucas dan Jiara serta Zakia tinggal. Ia tidak mungkin menitipkan Zakia dan Jiara pada keluarganya, dan tentu Lucas juga akan merahasiakan pernikahan mereka, bukan karena takut dengan philip atau pun Tamara, hanya saja Lucas tidak ingin melibatkan anak dan istrinya dalam masalah keluarga Lucas. Masalah yang saat ini belum ia pecahkan.
__ADS_1
Jiara terbangun ketika tangan kekar yang menjadi tompangan dirinya tidur bergerak. "Sudah sampai Mas?" tanya Jiara sembari mengedip-ngedipkan kedua bola matanya, dan menyipitkan matanya untuk mengamati pandangan sekitar.
"Sudah, yuk turun pindah tidurnya di dalam ," jawab Lucas masih mengambil Zakia untuk ia gendong sedangkan kebutuhan Zakia di bawa semuanya oleh sopir.
"Kamu tidak keberatan kan kalau untuk sementara tinggal di apartemen kamu, dan aku akan datang sepulang kerja dan sebelum pulang kerja, kita untuk sementara akan tinggal terpisah, hal itu karena aku belum bisa memperkenalkan kamu pada keluargaku, tetapi secepatnya aku akan kenalkan kamu pada mereka," ucap Lucas ada perasaan tidak enak dengan Jiara ketika ia harus merahasikan pernikahan mereka, sedangkan keluarga Jiara dengan tangan terbuka menerima Lucas.
"Tidak apa-apa Mas aku tahu kok, untuk sampai tahap ini saja aku sudah sangat bersyukur," jawab Jiara agar Lucas tidak merasa bersalah dengan keadaan ini. Jiara bahkan sudah mempersiapkan yang lebih dari yang Lucas katakan ini. Memang pernikahan beda setatus akan sulit mendapatkan restu dari keluarga, dan saat ini Jiara sedang memulainya.
"Tapi aku tetap akan memberikan kewajibanku, dan tanggung jawab aku sebagai suami, dan aku juga berharap kamu dengan ikhlas memberikan kewajibanmu juga pada aku, seperti yang di katakan Ambu tadi." Ini adalah tujuan yang utama ingin di dapatkan oleh Lucas ketika menikahi Jiara yang berbeda dengan wanita yang sening ia nikmati.
Masa muda yang sudah di habiskan dengan banyak wanita berbagai jenis membuat Lucas merasa tertantang ketika melihat Jiara, sehingga dia dengan berani langsung mengajak Jiara menikah, untuk apa kalau tujuan utamanya bukan untuk S*K.
Ser... Darah Jiara langsung menaglir lebih cepat ke kepala. Mendapatkan bahwa wanita itu mulai tegang.
...****************...
Hai... Reader's sembari menunggu kisah kelanjutan dari kisah Lucas dan Elin. Yuk ramaikan novel teman othor....
__ADS_1
Kuy meluncur...