Pelangi Tanpa Warna

Pelangi Tanpa Warna
Serangan Yang Tiba-Tiba


__ADS_3

Lucas yang pagi itu sedang dalam kondisi setengah tidak sadar karena terlalu banyak meminum-minuman beralkohol pun langsung murka. Ketika membaca pesan Lexi yang sedang berusaha bernegosiasi dengan dirinya untuk tetap membiarkan adik tirinya hidup. Laki-laki yang mengaku kakak tiri dari Elin itu langsung menyambar air keras yang selalu ia gunakan untuk menakut nakuti para wanita yang ia pakai untuk menyenangkan dunianya.


Lucas malam tadi juga melakukan pesta perayaan dengan teman wanitanya, dan tentu minuman beralkohol adalah hal wajib yang harus ada di setiap pesta yang ia adakan. Sehingga ketika pagi menyapa kepalanya masih hang over, di tambah bisikan-bisikan dari orang-orang sekitarnya yang menyarankan untuk melenyapkan Elin, tetapi Lexi yang di percaya untuk memuluskan rencananya justru menolak untuk melenyapkan adik tirinya. Sehingga Lucas menduga kalau Lexi sudah mencintai adiknya, dan itu bisa jadi ancaman. Niat membunuh dan menghancurkan Elin tentu semakin besar.


Sopir yang sudah tahu tujuan Lucas pagi ini pun langsung menginjak pedal gasnya. Kediaman Lexi menjadi tujuan nomor satunya. "Baiklah kalau Lexi tidak mau membunuh anak pelakor itu, biar aku saja yang melakukanya," ucap Lucas dengan tubuh yang setengah bersandar ke kursi penumpang bagian belakang, kepalanya masih setengah pening, tubuhnya yang setengah tidak sadar karena minuman beralkohol yang masih menguasainya membuat dia berbuat senekad ini. Padahal sebelumnya Lucas mengatakan bahwa  ia tidak ingin kematian adik tirinya. Dia ingin menyiksa perlahan adik tirinya itu sebagai balasan dari ibunya yang juga di siksa perlahan oleh papahnya sendiri.


Tanpa pikir panjang lagi dia langsung menuju kamar pribadi Lexi yang berada di lantai dua rumah mewah itu.

__ADS_1


Brrraaakkk... pintu yang di dorong dengan keras mampu mengagetakan Lexi dan Arya yang tengah mengobrol mengenai kesehatan Elin, dan Elin sendiri kini yang sudah sadar tengah di suapi oleh Ira.


"Kamu makan dan minumlah, aku tidak ingin di rumah ini ada yang meninggal karena kelaparan. Atau kau akan meninggal karena tidak kuat menahan beban tubuhku ketika aku meng-gauli-mu?" Lexi tampak marah ketika Elin pada awalnya menolah makan dan minum. Mungkin niat dia ingin berontak tetapi justru Lexi langsung memarahinya.


"Nona makanlah, kalau Anda tidak mau makan, nanti kami para pekerja di rumah ini akan kena getah kemaran Tuan muda," lirih Ira dengan wajah memelas dan juga ketakutanya. Sehingga Elin akhirnya mau menikmati sarapan yang lezat itu.


"Kebun sawit yang loe berikan sebagai bayaran, itu sudah gue lakukan. Di perjanjian itu gue hanya perlu menghancurkan masa depan kucing kampung itu(Jari telunjuk Lexi menunjuk pada Elin) tanpa ada perjanjian bunuh membunuh. Jadi kalau loe berubah pikiran dan ingin membunuh adik tiri loe. Tentu bayaranya harus lebih dari kebun kelapa sawit itu. Mungkin satu buah pabrik minyak milik Philip bisa berpindah tangan ke gue," ucap Lexi, tentu itu hanya akal-akalan Lexi, karena laki-laki itu tahu bahwa Lucas tidak akan mau melepaskan satu buah pabrik untuk sebuah nyawa adik tirinya.

__ADS_1


Sementara itu Elin yang mendengar ucapan Lucas kembali ketakutan, dia benar-benar seperti anak kucing yang ditinggal induknya. "Bagaimana nasibku selanjutnya ya Allah, apa aku tidak bisa bertemu papah lagi," batin Elin sebari terisak.


Bruggg... Brugg... sebuah tinjuan melayang ke wajah Lexi, dan Lexi yang belum siap pun terhuyung dan bibirnya pecah sehingga darah segar kelua. Arya yang melihat kejadian ini pun mencoba melerainya


"Apa-apan sih loe Lucas. Jangan kayak anak kecil bermain tidak adil. Lagian apa hak loe membunuh gadis itu. Apa loe tidak terfikirkan gimana papahnya merawat dan menjaganya, tetapi loe bunuh anaknya begitu saja. Sekarang ia loe tidak menyesal, karena api kemarahan yang loe miliki, tetapi apa loe tidak terfikir ketika kelak loe memiliki anak dan sebuah keluarga yang sangat loe lindungi, tetapi di bunuh orang keji tanpa ampun. Dunia mengutuk perbuatan loe," ucap Arya setelah Lucas melepaskan Lexi yang sudah bonyok. Sebenarnya Lexi ahli bela diri dan lain sebagainya, tetapi karena kurang persiapan dan kesadaran Lucas yang tengah dalam pengaruh minuman keras langsung mengajar secara membabi buta sehingga Lexi sulit memberikan perlawanan.


Lucas melemparkan dirinya keatas sova, mungkin dia sudah sadar atas perbuatanya. Namun ternyata dia hanya sedang mengatur setrateginya untuk bisa membuat perhitungan pada adik tirinya itu "Hal itu tidak akan pernah terjadi, karena hati gue sudah mati, ketika melihat mamihku terkurung di kamar yang sempit dengan kondisi kejiwaan yang terganggu, semuanya karena perbuatan papah gadis itu, Elin."

__ADS_1


__ADS_2