
Bukan hanya Arya yang syok dengan hasil tes DnA yang sengaja secara diam-diam Arya lakukan untuk mengetahui ada apa sebenarnya antar Elin dan juga Lucas.
"Apa hasil ini akurat?" tanya Marni. Wanita itu kini bahkan sedikit-sedikit juga sudah tahu dengan apa yang terjadi di antara Elin dan Lucas, dan juga ayah jabang bayi yang saat ini berada di dalam kandungan Elin. Marni sudah tahu siapa orangnya. Dia sebagai wanita tentu juga mengutuk apa perbuatan Lucas yang dicap bo-doh itu.
Arya membalasnya dengan anggukan yang cukup kuat. "Dugaan aku selama ini benar, lalu kira-kira siapa yang seharusnya di beritahu akan berita ini lebih dulu? Yang jelas kalau Elin tidak akan mau menerimanya. Gadis itu masih sangat marah dengan Lucas dan Lexi yang menghancurkan masa depanya. Oh iya gimana Elin apakah hamil benaran atau hanya kecapean?" tanya Arya yang baru sadar bahwa ia belum mengetahu kabar selanjutnya dari Elin.
Tujuan awal Marni datang ke ruangan ini adalah untuk mengabarkan kondisi Elin terakhir kali ia tinggalkan, tetapi justru karena kertas itu Marni juga sampai lupa dengan tujuanya.
"Elin hamil. Tadi sempas syok dan dia marah, ya sempat ingin menggugurkan anak itu, tetapi berkat Om Eric yang selalu ada di samping dia saat ini kondisi Elin sudah jauh lebih baik, dan dia juga nampaknya sudah bisa menerima takdirnya yang kembali di uji. Tadi aku juga bilang kalau nanti sepulang kerja aku akan datang menemui dia untuk periksa ke dokter kandungan. Dan dia setuju," jawab Marni menceritakan kondisi Elin saat ini.
"Kasihan dia karena Lucas sodaranya sendiri malah dia jadi menderita seperti ini, dan entah gimana perasan Elin apabila tahu bahwa Lucas yang dia kira sodara tirinya yang jahat ternyata justru dia adalah sodara satu ayah dan satu rahim yang sama dengan dia," gerutu Arya.
"Pasti ini ada yang menghasut Lucas, mana mungkin Lucas bisa dengan yakin bahwa Elin adalah anak pelakor sedangkan dia sendiri tidak mencari tahu kebenaranya lebih dulu," tebak Marni, kini wanita yang berprofesi sebagai dokter sepesialis kulit juga seolah sudah terlibat dalam masalah ini, tidak ada yang meminta Marni untuk ikut andil memikirkan kejanggalan ini, hanya saja dia sebagai wanita sekaligus calon istri Arya yang mana Arya berati sepupu dengan Elin dan tentu dia juga nantinya akan ada hubungan yang sama dengan Elin juga, tertarik dan tertantang untuk mencari tahu alasan Lucas membenci Elin. Tidak mungki tiba-iba membenci tanpa ada hasutan. Seperti itu dugaan Marni.
"Aku pun berpikir seperti itu, dan bo-dohnya Lucas dia tidak mencari tahu lebih dulu, entah penyesalan seperti apa yang bakal ia alami kalau tahu wanita yang dia buat hina dan dilecehkan dengan keji adalah sodaranya sendiri satu ibu dan satu ayah." Arya kembali mengingat saat pertama kali ia dipertemukan dengan Elin yang sangat ketakutan dan meprihatinkan, tetapi dua laki-laki dur-jana itu tidak sedikit pun iba dengan nasib Elin justru semakin membuat Elin semakin ketakutan.
"Om Eric sepertinya beliau adalah orang yang bijak, mungkin semua ini biasa diawali dari Om Eric," usul Marni.
__ADS_1
"Kalau di awali dari Om Eric, berati kita harus mengatakan yang sejujurnya dengan apa yang terjadi dengan Elin dalam satu bulan terkhir, dan itu tandanya Om Eric harus tahu bahwa kita bekerja sama dengan pelaku penculikan dan pemerko-saan untuk menutupi kasus ini?" tanya Arya, sepertinya cara ini bukan cara yang baik.
Marni pun mengerti kecemasan Arya. Kalau laki-laki yang membuat hamil Elin saat ini berada di mana?" tanya Marni, dan Arya baru teringat bahwa ia tadi berencana menghubungi Lexi.
"Untung kamu ingatkan, aku tadi juga ingin bertanya pada dia, soalnya sudah sejak kejadian itu laki-laki itu tiba-tiba menghilang, apakah dia masih hidup atau sudah jadi makanan buaya di penangkaran," desis Arya, dan tanganya mengambil benda pipih yang ada di hadapanya, dan nomor Lexi menjadi tujuan utamanya.
Satu, dua panggilan tidak Lexi angkat, tapi tidak sedikit pun Arya berkecil hati ia terus saja mencoba menghubungi laki-laki itu. "Sepertinya benar kalau Lexi sudah di makan binatang buas," maki Arya di hadapan layar pintarnya mengumpat Lexi yang tidak jua mengangkat teleponya.
"Sabar, mungkin dia sedang sibuk," balas Marni.
"Gue hanya memastikan apakah loe masih hidup, secara sejak kejadian itu loe menghilang, apakah loe tidak ingin bertanggung jawab dengan apa yang telah loe perbuat dan apakan ini cara loe untuk menghindar dari perbuatan yang telah loe lakukan." Arya dengan berani mencecar pertanyaan yang mungkin saja memancing emosi Lexi, mengingat laki-laki itu sama halnya dengan Lucas emosi menjadi yang terdepan.
"Bede-bah, buruan loe mau ngomong apa, waktu gue tidak banyak hari ini gue sedang melangsungkan pernikahan," balas Lexi, dan hal itu berhasil membuat Arya terdiam tanpa kata, dia tidak bisa membalas lagi ucapan Lexi, padahal tadinya Arya akan mengatakan bahwa, perbuatanya yang dulu memperko-sa Elin dan saat ini di rahim Elin tumbuh buah hatinya.
"Tidak ada yang penting, gue hanya ingin memastikan bahwa loe masih hidup. Omong-omong selamat yah atas pernikahan loe dan semoga bahagia untuk selamanya," ucap Arya, ia sudah tidak ingin lagi melanjutkan obrolanya karena justru takutnya merusak acara Lexi, dan juga meskipun Lexi tahu bahwa Elin hamil atas perbuatanya, tidak akan mungkin laki-laki itu akan datang kesini dan mempertanggungjawabkan perbuatanya.
"Tidak usah mengirimkan doa karena gue tidak butuh itu," balas Lexi, dan hal itu langsung membuat Arya dan Marni terkejut. Baru kali ini ada pengantin yang tidak ingin di doakan.
__ADS_1
Arya pun memilih memutuskan sambungan teleponya, sepertinya mereka telepon di saat yang kurang tepat.
Sementara di lain negara memang hari ini adalah hari pernikahan Lexi, tetapi seperti yang pernah Lexi katakan bahwa pernikahan ini bukan pernikahan yang ia inginkan. Alias pernikahan bisnis yang orang tuanya rencanakan. Demi sebuah keuntungan maka Lexi harus menikahi Mily wanita yang berasal dari keluarga sultan di negaranya tinggal saat ini.
Namun, seperti yang Lexi katakan bahwa pernikahan ini adalah pernikahan yang tidak pernah diinginkan, tetapi seperti terjadi pada kasus lainya bahwa ia juga tidak juga bisa menolak keinginan keluarganya, mengingat bisnis yang ia jalani juga masih butuh dukungan dari keluarga Mily. Terlebih saat ini Lexi sudah berhenti dari dunia gelap yang sudah sejak remaja dia tekuni dan tidak memungkiri dari bisnis itulah pundi-pundi dollarnya terkumpulkan.
Berbeda dengan Lexi yang saat ini sedang berbahagia dengan pernikahanya, Elin justru saat ini sedang terpuruk dengan hasil perbuatan Lexi yang meninggalkan buah hati di dalam rahimnya. Meskipun Elin sudah beruasaha untuk belajar menerimanya, tetapi tidak bisa di bohongi hatinya masih belum sepenuhnya ikhlas, belum ia memikirkan bagaimana nanti kalau anaknya lahir dan besar lalu bersekolah pasti bakal banyak yang memperolok buah hatinya karena lahir tanpa seorang ayah, lalu anak itu akan bertanya siapa ayahnya?
Bahkan baru membayangkanya saja Elin sesak setengah mati gimana kalau memang ia bebar-benar mengalaminya.
...****************...
Teman-teman sembari nunggu kisah Elin yang tangguh yuk mampir ke karya bestie othur...
di jamin bikin baper dan Senyum-senyum sendiri...
__ADS_1