Pelangi Tanpa Warna

Pelangi Tanpa Warna
Penuh Kepura-puraan


__ADS_3

Philip menatap ke arah pintu, di mana matanya seolah terpaku dengan orang yang datang menemuinya. Yah, dia adalah Lucas, cucu yang semalam membuatnya darah tinggi. Bahkan sampai saat ini dia masih merasakan kesal jengkel dan marah.


"Mau apa kamu kesini?" tanya Philip, dengan tatapan mata yang menyorotkan kemarahan.


Laki-laki berbadan tegap dan berwajah tampan dengan mata yang biru muda, sangat mirip dengan Elin. "Lucas datang ke sini akan meminta maaf buat kesalahan yang semalam Lucas buat, sampai membuat Kakek marah besar. Jujur Lucas memang semalam sedang banyak masalah dengan pekerjaan Lucas, dan Lucas juga kesal sama Kakek karena Mamih. Lucas ingin merawat Mamih, dan lebih dekat dengan Mamih. Tolong Kakek jangan halangi Lucas untuk mengurus Mamih, Lucas takut nanti akan menyesal dengan apa yang terjadi dengan Mamih, sedangkan Lucas belum berbakti pada orang tua Lucas satu-satunya. Tolong Kakek mengerti dengan apa yang Lucas inginkan. Lucas akan menuruti apapun yang Kakek inginkan, asalkan Lucas di berikan kebebasan untuk merawat Mamih." Mata Lucas terlihat memerah ini adalah usaha yang bagus, sehingga apabila Philip tidak terenyuh dengan usaha Lucas maka laki-laki tua itu memang sudah kehilangan hati nurani.


"Duduk lah." Philip dengan suara lembutnya meminta Lucas untuk duduk di hadapan dia.


Dalam batin Lucas menjerit bahagia, karena itu tandanya laki-laki tua yang ada di hadapannya ada kemungkinan akan memaafkan dia, dan itu tandanya Philip akan mempercayai kalau yang di ucapkan Lucas adalah kebenaran. Meskipun di mana ia yang mengatakan ingin merawat mamihnya adalah kebenaran.


"Lupakan masalah semalam. Aku dan kamu memiliki sifat yang sama keras sehingga kejadian seperti ini pasti akan terjadi. Lalu apa rencana kamu untuk Mamih kamu?" tanya Philip dengan suara lembut, dan tidak ada lagi kemarahan seperti malah tadi, dan juga tidak ada suara saling membentak antara dirinya dan juga kakeknya.


"Tidak banyak yang bisa Lucas perbuat, karena Mamih memang kondisinya sudah sangat parah depresinya, dan hanya keajaiban dari Tuhan yang bisa menolong Mamih untuk mengingat semua kejadian yang telah menimpanya, sehingga Mamih seperti ini. Kondisi Mamih juga kesehatanya sedikit terganggu, sehingga sekarang sedang ditangani oleh dokter yang berkompeten di bidangnya. Lucas berharap di sisa umur Mamih, Lucas bisa menjadi anak yang berbakti pada Mamih." Lucas justru menyampaikan hal yang sebaliknya pada Philip.

__ADS_1


Dokter kemarin mengatakan bahwa Mamihnya masih ada kemungkinan untuk kembali normal, tetapi mungkin butuh waktu yang tidak sebentar, tetapi dokter dan perawat akan bekerja dengan keras hingga Darya bisa mengingat apa yang terjadi di antara  rumah tangganya. Berbohong? Yah, Lucas berbohong demi kebaikan mamihnya.


"Kalau begitu urusan Ely, Kakek serahkan sama kamu. Kakek percaya kalau kamu mampu dan bisa merawat wanita yang sudahmelahirkan kamu. Meskipun yang merawat dan membesarkan adalah Kakek dan Tamara," papar Philip. Ingin Lucas bertanya selama Lucas bayi hingga umur delapan belas tahun, alias lulus SMA mamihnya di mana? Sebab menurut keterangan dokter Diki. Dia merawat Mamihnya sejak sepuluh tahun kebelakang. Dan Diki juga menjelaskan menurut yang dia dengar kalau Mamihnya sempat tinggal Di luar negri, kalau benar adanya Mamihnya tinggal di luar negri ngapain? Dan selama delapan belas tahun Lucas tidak tahu keberadaan Mamihnya, bagaimana kondisi Mamihnya apakah sudah terkena depresi atau justru normal-normal saja.


Karena masalah yang akhir-akhir ini begitu banyak menyerang Lucas, sehingga laki-laki itu sampai sering melewatkan jadwal makan, hingga sekarang tubuhnya terasa kurang enak dan kepalanya berdenyut.


"Terima kasih kek untuk pengertian Kakek, benar kata Kakek, tanpa Kakek aku bukanlah siapa-siapa, tetapi kadang sifat keras kepala Lucas, lupa akan kebaikan yang pernah Kakek lakukan. Maaf untuk semua kesalahan Lucas, dan atas semua ucapan Lucas yang sering menyakiti Kakek." Lucas benar-benar kali ini akan mencoba menarik kepercayaan Kakeknya dengan menjadi anak yang baik dan manis.


"Maafkan Kakek yah, Kakek semalam juga salah sama kamu, jadi tidak adil rasanya kalau kamu saja datang ke sini untuk meminta maaf  pada kakek tetapi kakek juga tidak meminta maaf pada kamu." Lucas tidak menyangka Kakeknya yang keras bisa juga meminta maaf.


"Sama-sama Kek. Oh iya Lucas rencananya  akan pergi satu atau dua hari untuk membantu kerjaan Lexi, apa Kakek keberatan kalau untuk satu atau dua hari Lucas tidak datang ke kantor?" tanya Lucas, mencoba mengambil hati Kakeknya. Mumpung kakeknya lagi mode malaikat, akan dia manfaat kan untuk istirahat, karena Lucas benar-benar merasa badannya sudah tidak nyaman.


"Pergilah! Lexi adalah sahabat kamu sudah sepatutnya kamu membantu Lexi."

__ADS_1


Lucas dalam batinnya menjerit dia menyesal kenapa tidak dari dulu membaik-baikin Kakeknya dengan cara seperti ini, sehingga dia akan banyak waktu untuk bersantai ria, tidak selalu di kejar-kejar kerjaan seolah dia adalah buruh yang tidak berhak diberi belas kasih.


Setelah mengantongi Izin dari Philip untuk tidak bekerja selama dua hari, kini hati Lucas di penuhi bunga-bunga kemenangan. Terlebih sekarang hubungan ia dan Kakeknya kembali baik lagi. Sehingga Lucas bisa leluasanya keluar masuk rumah mewah itu, tanpa dicurigai bahwa dia melakukan hubungan baik dengan kakeknya adalah karena ada alasan yang sedang dia selidiki. Setelah urusan dengan Kakeknya beres, kini Philip menuju  ke restoran yang sebelumnya ia membuat janji dengan bidadari surganya,  yah itu adalah nama yang ia tuliskan di dalam nomor kotak ponselnya.


Lucas melirik jam di pergelangan tangannya, jam mewah bermerek Rolexyang di bandrol dengan harga satu miliar lebih. Melingkar dengar mewah di pergelangan tangannya. Sekarang sudah jam setengah dua belas, masih ada waktu untuk sampai ke tempat di mana mereka membuat janji.


Mobil membelah jalanan dengan kecepatan yang sedang dan terasa enak untuk tidur, tanpa terasa Lucas pun yang tubuhnya memang kurang sehat tertidur dengan pulas.


Jiara, gadis berhijab yang memiliki wajah cantik bak bidari surga, yah Jiara adalah gadis berwajah Indonesia dan Mamahnya adalah asli dari korea sehingga wajah Jia sangat enak untuk di pandang. Seperti dulu-dulu Jia adalah orang yang selalu tepat waktu, sehingga saat ini pun jangan heran ketika ia dan Lucas janjian di jam dua belas. Jia sudah datang dari lima belas menit yang lalu.


Lucas pun terbangun setelah sang supir membangunkannya karena mereka sekarang sudah sampai di tempat yang Lucas sebutkan tadi. Nafas Lucas terengah-engah. Lagi-lagi dalam mimpinya ia ketemu dengan wanita yang sangat mirip dengan adik tirinya.


"Elin, kenapa wanita itu selalu hadir di mimpiku. Bahkan aku tertidur saja Gadis itu datang dalam mimpi yang hanya tidur beberapa menit. Siapa sebenarnya Elin itu?" Pikiran Lucas justru kembali merasakan tidak tenang karena Elin yang hadir dalam mimpi di tidur yang hanya beberapa menit.

__ADS_1


__ADS_2