Pelangi Tanpa Warna

Pelangi Tanpa Warna
Pelangi Tanpa Warna #Episode 123


__ADS_3

Lucas di rumah mewah dengan fasilitas yang lengkap tanpa kurang satu apapun. Entah berapa jam Lucas mencoba memejamkan matanya, ia ingin bisa istirahat mendengar nasihat dari Arya agar ia tetap tenang dan jangan salah dalam mengambil keputusan. Namun, semakin Lucas berusaha untuk tertidur laki-laki itu justru semakin tidak bisa untuk istirahat. Matanya mengajaknya ia untuk tetap terjaga.


Tubuhnya yang sebenarnya sudah sangat lelah Lucas angkat kembali, kali ini balkon adalah tempat yang ia tuju, jarum jam di dinding kamarnya menunjukkan sudah pukul dua dini hari tetapi semenit pun Lucas belum bisa tertidur. Laki-laki itu berpikir mungkin dengan ia beristirahat di balkon menikmati pemandangan luar yang gelap, tubuhnya akan merasa baikan, dan tentu pikirannya tenang dan bisa beristirahat. Lucas juga ingin bisa istirahat dengan tenang sama seperti ketika bersama Zakia, tanpa obat-obatan yang biasa ia konsumsi agar bisa istirahat dan juga tanpa dihantui ketakutan yang selalu mengekor dirinya.


Lucas menghirup udara malam yang sejuk dan cenderung terasa dingin ditubuhnya. Biasanya ia akan menikmati udara yang dingin seperti ini, maka laki-laki itu akan mengambil minuman beralko-hol untuk teman menikmati malam. Namun, lagi-lagi Lucas teringat dengan pesan Arya yang mana ia harus mencoba melupakan dan lepas dari benda-benda yang bukan memberikan ketenangan pada hidupnya tetapi justru sebaliknya. Hidupnya semakin tiada arti dan tujuan.


Pukul dua dini hari, mobil mewah memasuki halaman rumah mewah Philip hal yang sangat janggal. Terlebih Tamara berjalan mengendap endap. Lucas yang tanpa sengaja menangkap kejadian itu tanpa pikir panjang langsung memutuskan untuk mengikuti Tamara.


"Ada rahasia apa dengan Tamara?" batin Lucas mengikuti wanita yang dia sebut dengan panggilan Oma. Satu laki-laki berperawakan tinggi dan badan atletis sudah bisa dipastikan bahwa laki-laki itu pasti penggila dengan olahraga, sangat terlihat kalau tubuhnya adalah idaman kaum hawa.


Belum paras laki-laki itu juga tidak kalah tampan dari Lucas. ia bisa memperkirakan kira-kira laki-laki itu berumur kurang lebih sama dengan Lucas yaitu sekitar berusia kepala tiga atau kepala dua.


"Siapa kira-kira laki-laki itu?" batin Lucas mengintip di balik pintu, sungguh berani Tamara membawa laki-laki ke dalam rumah mewah kakeknya, dan yang membuat Lucas bingung adalah kenapa security yang berjaga di depan bisa meloloskan pria asing, yang Lucas sendiri saja tidak kenal dengan laki-laki itu siapa.


"Apa jangan-jangan laki-laki itu adalah selingkuhannya  Tamara?" batin Lucas lagi terus berperang dengan perasaanya yang semakin membingungkan itu.


Dengan terus mengendap-endap, Lucas terus mengawasi Tamara yang mulai masuk ke dalam rumah mewah itu. Sangat terlihat kalau laki-laki itu adalah laki-laki yang sudah sangat mengenali situasi di lingkungan sekitar. Bisa Lucas tangkap dari gerak gerik tubuhnya.


"Apa situasi sudah aman sampai kamu memaksa aku datang malam ini?" tanya sang laki-laki dengan suara setengah berbisik, tetapi Lucas masih bisa mendengarnya dengan jelas.


"Aman, Philip sudah tidur seperti biasa obat penenang selalu membuat dia tertidur pulas sampai pagi," balas Tamara dengan suara yang tertahan dan terkekeh renyah, tetapi masih tertahan dan hanya bisa didengar oleh mereka.


"Apa kamu masih belum hamil juga padahal kita hampir setiap saat melakukannya?" tanya sang laki-laki lagi, sembari tangannya sudah mulai beraksi mencari tempat yang nyaman untuk mengawali permainan.


"Aku rasa belum karena kemarin kan aku datang bulan lagi." Wajah Tamara bisa Lucas lihat kali ini terlihat murung.


"Lagian kenapa harus pengin punya anak sih, lebih baik seperti hubungan kita aja selama ini jalani dengan kepua-san saja, nanti kalau suami kamu tahu kalau anak yang kamu kandung bukan hasil dari perbuatanya malah semakin parah, dan hubungan kita selama ini bisa terbongkar," lirih sang lelaki. Dan Lucas seperti tersambar petir ketika mendengarkan obrolan mereka kata demi kata.


'Kenapa aku baru tahu kebusukan Tamara malam ini, berati selama ini wanita yang sangat baik dan romantis pada kakek adalah tidak ada bedanya hanya sebuah benalu yang menumpang hidup, dan akankan ada upaya perebutan harta dengan adanya dia yang hamil nanti,' batin Lucas dia sudah bisa menebak kira-kira Tamara akan melakukan apalagi setelah ia berhasil hamil dengan laki-laki lain. Gigi-gigi Lucas saling beradu ketika mendengar ucapan pasangan selingkuh itu.


"Kan aku sudah pernah bilang, harta ini jatuhnya semuanya ke wanita gila itu kalau aku tidak juga bisa memberikan keturunan pada laki-laki tua itu, tapikan kamu tahu sendiri gimana dia mau ngehamilin aku sekali tancap ajah langsung menyembur keluar, enggak bakal bisa hamil kalau gitu caranya," keluh Tamara. Dan dari ucapannya itu Lucas yang sedang berdiri di balik pintu pun mengeratkan gigi-giginya dengan tajam dan ingin rasanya Lucas menyingkirkan mak lampir itu.


Yah Lucas bisa tahu bahwa Tamara adalah ular berbisa dia tidak sebaik yang diperlihatkannya selama ini. Lucas harus membongkar perselingkuhan ini, tetapi tentu dengan cara yang elegan agar Tamara tidak mencurigai bahwa selama ini Lucas sudah tahu perselingkuhan  Oma tirinya yang hanya datang untung mengambil keuntungan semata.


'Ok Tamara mari kita bermain-main dengan cara kamu yang kampungan itu,' desis Lucas telinganya masih menajam sempurna. Tamara dan laki-laki kekar itu terus memancing  ketegangan.


"Kita lakukan di tempat biasa," bisik Tamara, dan tanpa di beritahukan lagi sang laki-laki langsung naik ke lantai dua di mana memang di lantai itu ada beberapa kamar yang kosong. Betapa kagetnya Lucas ketika ia tahu bahwa kamar yang biasa dijadikan tempat untuk menikmati malam berlumur dosa adalah kamar yang bertepatan di samping kamar miliknya.


'Jadi selama ini kalian memakai kamar itu,' batin Lucas tetapi laki-laki itu kembali mengikuti Tamara dan laki-laki itu ke kamar yang ada di sampingnya tetap bersembunyi di tempat yang aman. Sayang kamar di rumah ini hampir semua kedap suara dan Lucas  mencoba mencari cara gimana agar ia bisa mengetahui aktifitas di dalam sana.


'Aku sepertinya harus memasang CCTV dibeberapa tempat yang tersembunyi di tempat ini. Agar aku bisa memberikan bukti pada Kakek atas perselingkuhan wanita ular itu.' Yah, sudah jelas dan sudah yakin bahwa Tamara selama ini menyabotase hasil rekaman CCTV di rumah ini dan yang bikin dia tidak menyangka adalah security di rumah mewah ini ternyata bekerja sama dengan Tamara dan juga Lucas yakin asisten rumah tangga  di rumah ini juga tidak ketinggalan sudah bekerja sama dengan wanita itu.


'Bailah Tamara permainan kita mulai dari hari ini dan detik ini juga," Lucas langsung kembali ke kamarnya menyusul langkah selanjutnya dalam otaknya ia sudah memiliki rencananya yang sampai tua Tamara bercocok tanam tidak akan wanita itu bisa hamil.


Arya, lagi-lagi Lucas meminta bantuan Arya sang sepupu sekaligus dokter kepercayaannya.

__ADS_1


'Sial, kemana Arya itu kenapa gue telpon tidak diangkat, apa dia sudah meninggal,' umpat Lucas, gimana mau diangkat dia menelepon pukul tiga pagi, di mana di jam itu sedang nyenyak-nyenyaknya Arya tidur meskipun hanya tidur di tempat seadanya. Eric dan Arya akhirnya tidur di ruangan Arya sementara yang wanita-wanita tidur di ruangan rawat Zakia, hal itu dilakukan karena kasihan untuk membangunkan Elin dan Marni agar pulang ke rumah.


Setelah berapa kali Lucas menghubungi Arya akhirnya Arya pengangkat juga. "Hallo..." Suara serak Arya yang bahkan matanya masih tertidur. Yah ini adalah resiko dokter ponselnya selalu di hidupkan takut kalau tenaganya di butuhkan dalam hal-hal yang berbahaya.


"Arya loe di mana?" tanya Lucas, sebenarnya Arya sudah hafal sekali biasanya yang menganggu dirinya di jam malam adalah Lucas, dan malam ini pun Arya sudah yakin kalau Lucas lah yang lagi-lagi mengganggu dirinya tidur. Dan tebakannya benar lagi.


"Rumah sakit, ada apa lagi sih?" tanya Arya dengan malas, ini bukan Lucas sedang membicarakan sakit, karena dari cara berbicara nya Arya tahu bukan karena sakit.


"Gue ada berita penting dan mungkin ini sangat bermanfaat untuk menyelidiki  siapa yang kira-kira menginginkan  Mamih tidak sembuh, dan aku juga ingin meminta ide yang brilian dari kamu," ucap Lucas dengan suara yang memburu ketika mengingat kembali perselingkuhan Oma tirinya. Sedangkan Tamara tentu di kamar sebelah Lucas sedang bekerja keras agar ia bisa hamil dan tentu laki-laki yang menjadi pasangannya juga bekerja dengan baik juga mengingat apa yang Tamara dan dia rencanakan omsetnya bukan hanya kaya untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk anak cucu mereka.


Arya di sebrang telpon yang matanya masih berat dan juga setengah sadar begitu mendengar apa yang Lucas katakan langsung terbangun dan keluar ruangannya untuk berbicara lebih serius dengan Lucas, karena tentu ia takut kalau sampai Eric dengar obrolannya dengan Lucas.


"Loe tadi ngomong apa? Coba ulang? Tadi gue masih setengah tidur," ucap Arya dengan suara yang lebih serius lagi.


"Tamara, dia sepertinya terlibat dengan usaha agar mamih tidak juga sembuh." Lucas tanpa biasa basi lagi langsung menyerang ke titik tujuan.


"Maksud Loe, Tamaran istri mudanya Philip dan itu tandanya ibu tirinya Tante?" tanya Arya, sebenarnya Arya seharusnya tidak kaget mengingat Tamara memang sudah menjadi daftar target-targetnya.


"Iya memang ada lagi yang namanya Tamara selain wanita itu," balas Lucas setengah jengah menanggapi pertanyaan Arya.


"Coba ceritakan dengan detail, mengingat sepertinya Tamara sangat mencintai Philip, tapi tidak aneh juga sih mengingat jarak usia mereka sangat jauh sekali." Arya  pun hanya penasaran atas dasar apa Lucas berkata seperti itu.


"Entah kenapa aku juga bisa tahu kebusukan dia malam ini, kamu tahu dia saat ini ada di kamar sebelahku dan dia sedang membuat anak untuk merebut harta Kakek, dan parahnya laki-lakinya adalah orang yang nggak aku kenal sama sekali, dan security serta asisten rumah tangga di kamar ini sepertinya sudah tahu permainan Tamara selama ini, buktinya ia bisa masuk dengan gampangnya ke rumah ini. Entah kalau aku tidak pulang lagi ke rumah ini mungkin Kakekku juga dalam keadaan bahaya." Lucas menjelaskan apa yang sedang ia alami, tanpa penjelasan yang begitu detail Lucas yakin kalau Arya akan tahu arah pembicaraannya.


"Apa Philip tidak sadar kalau ada laki-laki lain yang menikmati mainanya itu," lirih Arya, bahkan saat ini Arya seperti orang bo-doh yang tidak bisa berpikir dengan jernih.


"CCTV?" tanya Arya lagi.


"Loe itu gimana sih security ajah bisa dikelabui apalagi sekelas CCTV yang sangat gampang di editnya," balas Lucas, dan memang benar, sangat bo-doh Tamara apabila ia membiarkan CCTV tetap menyala sedangkan dia sedang bermain api.


"Betul juga, lalu rencana kamu?" tanya Arya, otaknya langsung buntu di hadapkan masalah yang semakin besar.


"Loe punya teman dokter kandungan kan?" tanya Lucas, dia sudah memiliki rencana untuk Tamara yang sekarang sedang mencoba bermain dengan dirinya dan dia akan permainkan balik.


"Ada lah, untuk apa memang?" tanya Arya belum bisa menangkap apa rencana sepupunya itu.


"Bikin Tamara tidak bisa hamil, di buang indung telurnya biar dia mandul atau ditanam alat kontra sepsi di rahimnya," balas Lucas dengan yakin kalau caranya tidak akan gagal.


"Ah gue bisa maksud arah bicara dari loe, tapi dia apa mau? Diancam gitu?" tanya Arya agak lola lagi.


"Kita buat tuh wanita tidak sadarkan diri dan selama proses  itu kita buat dia tidak sadarkan diri dan langsung evakuasi," jawab Lucas.


"Arya tampak berpikir, "Emang bisa yah, nanti aku berkonsultasi dulu dengan Cika untuk urusan ini, dan semuanya kita bisa atur, setelah itu, apa kita akan diam saja dengan kejadian ini?" tanya Arya lagi, kalau diam saja bukanya akan terasa sia-sia dia usaha.


"Oh tentu tidak aku akan tetap bekerja dengan cara yang lain, CCTV tersembunyi dan di kamar yang saat ini menjadi kamar favorit mereka berci-nta juga harus ada CCTV biar merekam kejadian panas itu kan akan semakin menarik kalau Philip melihat rekaman yang panas itu. Kira-kira Philip akan marah atau justru dia diam saja dan pasrah asala ada wanita yang mau melayaninya." Lucas tersenyum kecut, ketika kembali mengingat nasihat dari Philip, tetapi justru ia sendiri dijadikan sapi perah oleh Tamara.

__ADS_1


"Yah sepertinya CCTV memang sangat penting dan sepertinya Tamara banyak rahasia yang dia sembunyikan sehingga apabila ada bukti CCTV dia tidak bisa mengelak lagi," balas Arya sangat setuju dengan rencana Lucas.


"Loe cari saja dokter yang gue minta dan buat Tamara tidak bisa hamil sial CCTV security dan juga asisten rumah tangga semuanya akan aku bereskan, dan tidak akan tersisa satu pun di rumah ini sang penghianat." Lucas kali ini seperti memiliki tujuan ia hidup, tidak seperti beberapa jam lalu yang mana dia sangat terlihat tidak bergai-rah dan juga seperti tidak bersemangat dengan hidupnya, semuanya karena Zakia putrinya yang terbayang-bayang terus dan juga Jiara yang marah. Seperti menjadi sosok hantu yang sangat menakutkan sekali.


"Baik besok pagi aku akan kabarin kamu kesiapannya, kamu juga pastikan kalau Tamara aman tidak curiga apapun dengan kamu," balas Arya dan langsung dibalas dengan senyum bahagia oleh Lucas.


Setelah sambungan telpon dengan Arya terputus. Lucas langsung meminta Rosi sang asisten kepercayaan dalam bisnis gelapnya menyiapkan semua kebutuhannya untuk mengamankan rumah kakeknya, dan obat paling ampuh untuk melancarkan kerjaan dia yang membuat Tamara pingsan dan tanpa sadar sedang ada dokter yang membersihkan sel indung telurnya. agar tidak bisa hamil Tamara, wanita licik itu.


Jahat? Tidak perduli Lucas memang sejak dulu sudah jahat jadi tidak usah di khawatirkan lagi karena memang kelakukan Lucas yang jahat dan itu sudah terkenal sejak dulu.


Di tempat yang berbeda Arya juga langsung menelepon Cika yaitu dokter kandungan yang akan diminta kerja sama dengan Arya. Untuk pertama-tama tentu Arya menceritakan apa yang gerangan ia lakukan pada Tamara dan alasannya.


Tentu sebagai dokter awalnya wanita itu tidak mau diajak kerja sama oleh Arya tetapi setelah Arya beritahu alasan lebih detail dan juga perselingkuhannya Tamara, Cika akhirnya mau juga untuk bekerja sama dengan Arya, dan semua perlakuan yang merek lakukan akan aman sangat-sangat aman.


"Kamu bawa ajah target ke klinikku, semua yang kamu minta akan aman, tapi pastikan tidak ada yang tahu tentang rencana kamu," ancam Cika sebelum bergerak, dan Arya pun berjanji tidak akan ada yang tahu, termasuk Marni dan lain sebagainya.


Setelah semua beres Arya pun memberitahu Lucas agar melaksanakan rencananya, kedua yaitu membuat Tamara pingsan dengan dosis obat yang tinggi agar tidak bangun-bangun kalau perlu satu atau sampai dua hari agar rencananya berjalan dengan lancar.


Pukul empat pagi setelah sang wanita  terpuaskan sang laki-laki kembali mengendap-endap untuk kembali pergi dari rumah itu, dan Tamara pun membersikan tubuhnya dengan tisu sisa-sisa sentuhan selingkuhannya dibersihkan, dan tentunya wanita itu berharap ribuan benih yang di taburkan di dalam rahimnya akan tumbuh menjadi buah cinta mereka dan tentunya hal itu bisa digunakan sebagai alat untuk menguasai harta yang Philip miliki untuk buah hati orang lain yang ada di rahimnya.


"Philip pasti akan senang kalau aku bisa hamil anaknya dan semuanya akan berubah, kehidupanku akan jauh lebih enak lagi dengan keberadaan anak di rahimku," ucap Tamara dengan mengusap perutnya yang masih rata.


Sedangkan Lucas di dalam kamar yang masih mengintip permainan mereka, dan ternyata dua pemain itu sudah saling membubarkan diri, Lucas langsung tertawa dengan renyah.


"Ternyata selama ini kami dibodohi oleh rakyat-rakyat miskin yang mata duitan," batin Lucas menatap punggung Tamara yang mulai meninggalkan lantai dua dan akan kembali ke dalam kamar utamanya.


 lucas bahkan tidak sama sekali merasa mengantuk lagi kali ini dia lebih bersemangat untuk menyingkirkan kecoa busuk itu dari rumahnya.


"Apa Kakek yang terlalu bo-doh sehingga tidak menyadari apa yang wanita itu lakukan. Apakah ini rahasia yang pengin di tunjukan oleh Tuhan terhadapku sehingga aku merasakan sangat ingin pulang ke rumah ini, padahal biasanya aku tidak ingin pulang ke rumah ini," batin Lucas. Saking pikirannya terlalu banyak teka teki hingga tanpa sadar jam sudah menunjukan pukul tujuh itu tandanya jam makan siang sudah di mulai. Dan Lucas pun turun dengan masih berpakaian piyama dan juga rambut serta muka yang masih kusut.


"Apa kamu tidak akan berangkat kerja Lucas?" tanya Philip dengan wajah segarnya mungkin pagi tadi sudah mendapatkan service dari Tamara.


Lucas menatap tertua di rumah ini dengan tatapan lesu. "Perut aku kembali sakit Kek, dan sepertinya aku hari ini akan tetap tinggal di rumah saja, sekalian tadi juga sudah telpon Arya untuk kesini memeriksa tubuhku yang semakin sakit sakita," jawab Lucas, tetapi kedua matanya menatap tajam kearah Tamara yang seperti sangat senang mendengar kalau Lucas jadi sakit-sakitan.


"Kamu jaga kesehatan dan jangan sampa makan yang aneh-aneh dan minuman alkohol jangan di minum lagi, cepatlah sembuh Kakek sudah ingin istirahat di rumah," ucap Philip meskipun terlihat kecewa dengan ucapan Lucas tetapi ia akhirnya mengerti juga akan kondisi cucunya.


"Iya Kek, Lucas juga tidak betah di rumah ini," balas Lucas, dengan mata dari tadi mengawasi Tamar dengan awas, dan ternyata memang wanita itu adalah ulat berbisa yang baru Lucas ketahui.


Lucas segera membuka bungkusan obat tidur yang Rosi kirimkan tadi pagi, dan begitu Tamara mengantarkan Philip ke halaman untuk berangkat kerja, Lucas pun menaburkan ke atas minuman yang milik Tamara.


"Oma temenin Lucas makan sekalian Lucas sudah lama tidak ngobrol dengan Oma," ucap Lucas agar Tamara kembali makan.


Meskipun Tamara tampak bingung tapi akhirnya mengikuti kemauan Lucas juga wanita yang sama seumuran dengan mamihnya pun kembali duduk di kursi makan dan kembali makan menghabiskan sisa makanan yang tadi memang belum sempat dihabiskan, mereka pun mengobrol ringan dan ada juga canda tawa terdengar dari mereka. Sampai tidak terasa makanan Tamara habis dan minumannya pun sama. Dan wanita itu pingsan dengan sangat damai.


Senyum kemenangan terlihat dari bibir Lucas. Dengan sigap Lucas membawa ke dalam mobil dan langsung laki-laki itu membawa tubuh lemah Tamara ke klinik Cika. Selanjutnya di serahkan pada Arya dan temanya Cika. Biarkan mereka yang atur agar Wulan tidak bisa hamil dan dipastikan tidak akan bisa hamil. Biarpun wanita itu bekerja dengan keras hingga tua, seorang bayi tidak akan bisa tumbuh di rahimnya.

__ADS_1


"Kamu yang mengajak aku bermain-main, Tamara. Jangan salahkan kalau aku kembalikan kamu ke jalanan."


__ADS_2