Pelangi Tanpa Warna

Pelangi Tanpa Warna
Pelangi Tanpa Warna #Episode 166


__ADS_3

Arya begitu dapat pesan singkat dari Eric yang mengabarkan bahwa dirinya siap untuk bertemu dengan Philip pun langsung berjingkrak gembira. Seolah kabar bahagia itu memang untuk dirinya.


[Alhamdulillah, Arya senang banget dengar kabar gembira ini, Arya akan langsung mertitahukan pada Kakek Philip.] Itu adalah pesan balasan yang Philip tuliskan untuk Eric.


Di rumah Eric pun tidak kalah sibuk seperti biasa mereka akan bekerja sama untuk membuat olahan ayam ungkep yang makin hati makin banyak peminatnya. Apalagi sekarang sudah ada anak istri yang membatunya sehingga 'Ayam Ungkep Juara' bisa produsi lebih banyak lagi.


Reseller yang membantu mereka jualan pun sudah makin banyak ada yang jarak rumah mereka dekat ada pula yang jaraknya jauh. Hampir setiap hari pasti ada saja pelanggan baru yang  datang untuk membeli dan berujung menjadi langganan tetap.


Sesuai dari yang sudah dibicarakan tadi malam bahwa baik Darya maupun Eric tidak membahas soal kehamilan Elin. Hal itu karena  kondisi Elin yang tidak menyukai apabila ada yang membahas kehamilan. Yah, setrauma itu dia sehingga apabila ada yang membahas kehamilanya, makan raut wajah yang awalanya bahagia seketika akan berubah menjadi  masam.


*****


Di tempat yang berbeda, begitu Arya mendapatkan kabar bahagia itu, ia yang rumahnya memang tidak terlalu jauh dengan rumah Philip pun langsung meyambangi rumah mewah itu. Seperti dua hari lalu, Arya harus diperiksa dulu sebelum masuk ke rumah itu, dan juga security harus memastikan pada pemilik rumah itu apakah dia mau menerima Arya sebagai tamunya atau tidak.


Meskipun Arya sebelumnya sudah mengatakan bahwa sudah pasti pemilik rumah itu mau menemui Arya, tetapi dasar security-nya keras kepala sehingga Arya harus membuang waktu lima belas menitnya untuk menunggu di depan gerbang.


"Huh, bahkan aku berasa akan masuk ke dalam istana negara," gumam Arya begitu security mempersilahkanya masuk.


Dengan langkah yang panjang karena memang kabar yang akan Arya sampaikan adalah kabar terbahagia sepanjang sejarah. Karena kabar ini bahkan Arya sampai tidak menjemput Marni, hal yang biasanya akan selalu Arya lalukan, tetapi karena ada urusan yang lebih penting lagi sampai-sampai dia membiarkan kekasihnya seorang diri untuk berangkat kerja.

__ADS_1


"Apa ada kabar bahagia Arya, kenapa Kakek lihat kamu bahagia sekali." Suara bariton dari pemilik rumah berhasil mengagetkan Arya yang kakinya akan melangkan ke ruangan kerja Philip.


"Astaga, kenapa mesti mengagetkan Arya," ringis Arya, ia pun menghampiri Philip yang mana di jam delapan dia baru menikmati sarapan.


Arya melirik jam di pergelangan tanganya, "Ini sudah jam delapan kenapa baru sarapan?" tanya Arya sembari meletakan bokongnya di korsi yang empuk.


"Akhir-akhir ini kalau malam sangat sulit untuk tidur, sehingga jam bangun terlalu siang, dan jam delapan baru menikmati sarapan," adu Philip tanpa menatap pada Arya yang sedari tadi memperhatikan Philip. Arya bisa melihat kalau memang selera makan laki-laki tua itu pun terganggu.


Yah, karena terlalu banyak pikiran sehingga ia  juga mengalami insomnia dan gangguan selera makan. Buktinya Philip makan sangat terpaksa. Hal itu bisa Arya lihat dari caranya mengunyah dan menelanya, bahkan ekspresi wajahnya sangat berbeda.


Tangan Arya merogoh saku jasnya, dan menyodorkan percakapan dirinya dengan Eric. Sementara itu Philip langsung menghentikan kunyahanya, dan menatap layar ponsel Arya, dengan cekatan Philip membaca pesan singkat itu.


Selaput bening sudah melapisi bola mata Philip. Laki-laki itu untuk memastikan yang ia baca dengan telanjang mata adalah benar. Tanganya mengambil kaca mata bacanya dan membaca ulang dengan teliti, diangkatnya wajah yang sudah terlihat menahan rasa harunya.


Philip tergugu menangis haru dan bahagia tentunya. Lagi-lagi Philip sangat berbeda dengan Philip yang dulu, kini ia sangat gampang sekali menangis.


"Katakan Arya apa yang harus Kakek katakan pada mereka agar mereka yakin kalau Kakek tidak akan membuat kesalahan untuk kesekian kalinya?" cicit Philip dengan suara yang masih tersengal-sengal.


"Kakek tidak perlu mengucapkan apapun karena yang mereka butuhkan adalah bukti bukanya ucapan ataupun janji-janji. Mereka juga pasti merasakan hal yang sama seperti halnya Kakek. Seperti yang sudah pernah Arya katakan bahwa mereka adalah orang baik sehingga mereka tidak pernah  dendam dengan siapa pun meskipun orang itu sudah berbuat semena-mena terhadap mereka. Itu yang Arya senang dari mereka, pantas saja Tante Ely sangat mencintai Om Eric, karena beliau selalu meperlakukan Tante dengan lembut."

__ADS_1


Tanpa terasa air mata Philip kembali menetes ketika mendengar ucapan Arya. "Kenapa Kakek dari dulu tidak pernah melihat ini, kenapa Kakek selalu mencari-cari kesalahan mereka sedangkan tanpa di cari kebaikanya sudah terlihat dengan jelas?"


"Jadi kapan kita mulai bertemu dengan Om Eric dan keluarganya?" tanya Arya memastikan, tanpa terasa saking serunya berbicara dia sudah menghabiskan tiga buah tempe goreng. Padahal sebelumnya dia sudah makan dengan menu yang sama.


# Memang tempe itu makanan semua kalangan, othor juga doyan tempe Bang.


"Sekarang," jawab Philip dengan singkat dan tanganya pun langsung mendorong piring yang masih banyak isinya.


Arya terdiam beberapa saat. "Tapi makanan Kakek saja masih banyak," tunjuk Arya pada piring yang Philip dorong tadi.


"Kakek pengin makan bareng mereka pasti akan sangat nikmat," jawab Philip segera meraih tongkat tanganya dan juga  berjalan tetatih meninggalkan Arya yang masih terdiam antara tidak percaya.


"Arya sampai kapan kamu akan duduk di tempat itu apa kamu tidak akan mengantar Kakek bertemu dengan keluarga Kakek?" pekik Philip yang sudah hampir sampai di pintu depan.


Laki-laki yang masih duduk di atas korsi pun terperanjat kaget, dan langsung bangun berjalan mengikuti Philip. Mata Arya menatap barisan orang berbadan tegap yang berdiri di samping mobil yang akan Philip tumpangi. Ia memilih mobilnya sendiri karena dengan alasan keamanan. Yah memang mobil miliknya anti peluru sehingga keamanaanya terjaga. Mercedes S-Class Guard dengan seri S 600 menjadi tunggangan sang milioner tersebut.


Sementara Arya sendiri lebih memilih menggunakan mobil sendiri meskipun hanya mobil harga rakyat menegah kebawah, tetapi keamananya jangan diragukan, hal ini karena Arya tidak memiliki musuh, sehingga New Honda CR-V sudah sangat nyaman untuk keseharianya.


Tidak ketinggalan satu mobil yang membawa pengawal untuk Philip mengiringi mobil mereka. Yah, Arya merasa sedang mengawal pejabat peting.

__ADS_1


"Gimana hebohnya nanti warga Om Eric kalau tetangganya kedatangan tamu dengan pengawalan seketat ini?" gumam Arya dari dalam mobilnya.


Namun Arya juga tidak bisa melarangnya, karena memang bisa saja yang jadi incaran orang pertama pembunuh Tamara adalah Philip.


__ADS_2