Pelangi Tanpa Warna

Pelangi Tanpa Warna
Pelangi Tanpa Warna #Episode 112


__ADS_3

"Pah, Elin mau izin kerja lagi yah," ucap Elin di tengah-tengah kesibukannya membantu menyiapkan dagangan papahnya. Ini yang bisa Elin kerjaan membantu papahnya bekerja, untuk mengurangi kejenuhan di rumah.


Eric langsung mengangkat wajahnya menatap Elin dengan terkejut. "Emang kenapa Ndok, apa kamu kira Papah tidak akan bisa memberikan kamu nafkah?" tanya Eric ada rasa cemas dan sedih takutnya nanti anaknya kecapean dan lain sebagainya, terlebih Elin sedang hamil. Fisik dan tenaga pasti akan ada berbeda.


"Bukan itu alasannya Pah, Elin cukup bosan di rumah terus, Elin juga ingin kerja sama kayak dulu banyak teman dan juga banyak hiburannya, kalau di rumah terus bosan," balas Elin dengan pandangan mata yang mengiba.


Cukup lama Eric berpikir, mengambil keputusan yang terbaik untuk putrinya.


"Lagian nanti Elin juga akan banyak membutuhkan uang Pah, untuk membeli keperluan calon anak Elin, dan juga biaya lahiran Elin, kalau Elin bisa kerja sendiri pasti Elin akan lebih bangga," imbuh Elin meyakinkan papahnya agar segera menyetujui keinginan dirinya.


"Baiklah, tapi kamu kerja yang jangan di sift, biar papah tidak cemas," balas Eric, masih ada perasaan trauma ketika Elin kerja di malam hari dan juga untuk ibu hamil kerja malam kurang bagus untuk kesehatanya.


"Baiklah, nanti Elin akan mencoba menghubungi sama teman-teman kerja yang dulu mungkin masih butuh lowongan di tempat kerja yang dulu," balas Elin dengan perasaan gembira karen bagi Elin meminta  izin pada papahnya untuk kerja adalah hal yang paling sulit dari pada mencari kerja itu sendiri.


"Atau gini ajah Ndok, nanti Papah tanya dokter Arya atau dokter Marni, mungkin saja di tempat kerja mereka sedang ada lowongan pekerjaan, kan kalian juga berangkat dan pulang kerja bisa bareng-bareng dengan mereka, Papah juga jadi tidak terlalu khawatir," usul Eric, dan langsung di sanggupi oleh Elin.


"Ya udah Pah, Elin mah kerja di mana saja tidak akan masalah lagian juga kalau kerja bareng mereka mungkin Elin akan jauh lebih aman."


Setelah mendengar kesanggupan Elin, Eric pun langsung menghubungi Arya,  orang yang saat ini paling Eric bisa andalkan, selain baik ternyata juga mereka adalah sodara.

__ADS_1


[Halloh, kenapa Om?] tanya Arya, pasalnya Eric apabila tidak terlalu penting ia tidak akan pernah menghubungi Arya.


[Om ganggu nggak? Ada yang ingin Om tanyakan pada Dokter Arya.]


[Tanya apa Om, Arya mah kapan waktu juga nggak banyak sibuknya kok. Kalau Arya bisa bantu pasti akan di bantu. Soal Tante atau soal kesehatan Elin?] tanya Arya, sudah memikirkan Elin, takut terjadi apa-apa dengan sepupunya.


[Bukan dua-duanya Dok. Ini memang soal Elin tetapi bukan kesehatan Elin, anak Om itu tadi bilang pengin kerja, katanya pengin ada penghasilan dan bosan kalau hanya bantu Om di rumah. Mungkin dokter Arya ada kerjaan untuk Elin? Soalnya Om lebih percaya kalau Elin bekerja dengan dokter Arya atau dokter Marni ada kenalan yang sedang cari kerja juga tidak masalah,]


[Oh soal itu, nanti Arya tanyakan dulu yah Om, nanti kalau ada informasi tentang kerjaan untuk Elin, Arya langsung hubungi Om,"]


Setelah Arya berjanji akan membantu mencarikan kerja Eric pun lebih tenang. 'Mungkin memang lebih baik Elin bekerja, bukan karena semata untuk materi. Kalau Elin kerja dan tidak terlalu banyak melamun, dan dia juga akan lupa dengan masalah-masalahnya, dengan bekerja pikiranya jadi lebih aktif dan tidak banyak melamun. Pasti Elin juga bosan setiap hari hanya di kamar dan membantu Eric memeking ayam dan setelah itu di kamar lagi, nonton Tv, bermain HP dan tidak ada kegiatan lain,' batin Eric. Ia sendiri juga pasti bosan dengan kegiatan yang itu-itu ajah.


"Dokter Arya akan tanya dulu dan mungkin juga kalau buka info dari dokter Arya, masih ada dokter Marni, mereka sedang tanya-tanya dulu kalau ada info langsung kasih kabar pada Papah, tapi nanti kalau kamu kerja, jaga kesehataan yah Nduk, jangan terlalu cape. Papah takut kalau kamu nanti malah sakit lagi, kalau kamu kecapean kerja." Nasihat Eric sebelum Elin benar-benar berniat kerja, sebab anaknya itu kalau keasikan kerja suka lupa waktu dan takutnya justru akan sakit, terlebih Elin juga masih tahap pemulihan.


"Papah jangan khawatir, karena Elin pasti juga jaga kesehatan, apalagi Elin ingin terus-terus bareng-bareng Papah terus." Ucapan itu yang selalu Elin katanya untuk menyakinkan bahwa ia akan selalu menjaga Kesehatan agar bisa berkumpul bersama-sama terus.


Eric pun membalas dengan senyuman. Elin sudah besar dan juga sedang hamil, kini saatnya Eric membebaskan hidupnya mungkin juga Elin butuh uang untuk kebutuhanya sendiri, dan kalau minta terus pada dirinya, Elin juga pasti merasa sungkan, meskipun Elin masih menjadi tanggung jawabnya.


Di tempat lain Arya yang baru saja mendapatkan telpon dari Eric langsung kepikiran dengan Tantenya. 'Bukankah akhir-akhir ini Lucas sibuk sehingga jarang sekali menengok Tante, dan menjaganya sedangkan Tante butuh dukungan keluarga. Gimana kalau aku tawarkan Elin pada Lucas untuk menjadi perawat pribadi Tante,' batin Arya.

__ADS_1


Arya akan mencoba bernegosiasi dengan Lucas, dan apabila itu diizinkan makan Arya tinggal membiasakan diri pada Elin agar Elin tidak ketakutan apabila bertemu dengan Lucas karena hal itu bisa menarik perhatian kakaknya.


'Mungkin saja dengan Elin yang merawat Tante juga akan sembuh, terlebih Elin juga kan anak Tante Ely.' Arya kembali melihat jam dipergelangan tangannya, di mana ia jadi tidak sabar untuk jam makan siang nanti ia akan bertemu dengan Lucas, selain untuk mengetahui cerita soal Zakia. Ia juga harus mulai mengenalkan Elin dengan ibu kandungnya.


Arya yakin apabila Elin dan Lucas bergabung bisa membongkar apa yang sebenarnya tantenya alami, dan Arya juga yakin ada yang Philip sembunyikan. Mana mungkin kalau tidak ada yang di sembunyikan bisa-bisanya menyebarkan fitnah yang mengerikan itu.


Apabila dugaan Arya terjadi, dan benar itu tandanya Philip akan menjadi gelandangan, mengingat yang kaya dari semua harta yang dimilikinya adalah almarhum istrinya, dan kekayaan itu tentu jatuhnya ketangan Darya.


'Sepertinya aku juga harus mulai mengambil alih kasus ini. Aku yakin ada pencobaan menyingkirkan ahli waris atas kekayaan  Tante,' batin Arya.


Andai hanya mengandalkan Lucas tidak aktif pernah selesai mengingat Lucas kurang berkonsentrasi, dan lagi Lucas terlalu banyak masalah. Hidup sudah dipenuhi dengan kesalahan.


Sehingga apabila Arya menambah beban lagi nanti bisa-bisa sepupunya itu mengikuti jejak mamihnya. Menjadi penghuni rumah sakit jiwa.


...****************...


Teman-teman sembari menunggu kisah kelanjutan Elin yukk mampir di karya bestie othor. Dijamin bakal ketagihan dan baper...


Kuy ramaikan, jangan kasih kendor yahh...

__ADS_1



__ADS_2