
Lucas menatap pasrah pada Arya. "Jiara saja tidak mau memaafkan aku, lalu untuk apa aku hidup," lirih Lucas. Arya bahkan sampai tersentak kaget dengan jawaban laki-laki yang ada di hadapannya saat ini.
"Lucas ada apa dengan loe sih, aku seperti melihat sosok orang lain di diri loe, loe sekarang seperti seorang pecundang," balas Arya, benar-benar tidak habis pikir dengan mental sepupunya yang ternyata lemah sekali. Rasanya Arya seperti tidak percaya bahwa laki-laki yang bernama Lucas adalah seorang kepala pemimpin bisnis gelap yang terkenal kejam, bengis dan tidak segan-segan membunuh musuhnya apabila mereka melakukan kesalahan.
"Katakan gue harus apa, Arya?" tanya Lucas dengan serius. Jujur saat ini Arya cukup iba dengan kondisi Lucas yang terlihat sangat kacau itu. Mungkin memang laki-laki itu sudah sampai di titik terlendahnya sehingga ia tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya mengharapkan sebuah kematian. Tidak hanya kondisi jiwanya, kondisi mental Lucas juga butuh pertolongan.
"Loe harus bertahan, setidaknya demi Zakia, dia anak loe dan dia sangat membutuhkan loe. Mungkin saat ini loe dipisahkan dengan Zakia, tetapi gue yakin kalau dia sebenarnya sangat sayang sama loe. Coba loe bayangkan nanti loe yang akan mengantar dia sekolah. Lalu pulang sekolah dengan bibir berceloteh berlari kearah loe yang sudah menunggunya untuk pulang. Dan sepanjang jalan gadis kecil itu terus bercerita dengan aktifitasnya disekolah, bercerita dengan kejadian selama sekolah teman-temanya, nanti kalau dia sudah beranjak besar dia akan malu untuk loe antar dan dia akan mulai bersembunyi-bersembunyi menjalin kasih dengan lawan jenis, itu adalah kebahagiaan seorang ayah. Loe harus terus perjuangkan," ujar Arya, laki-laki itu terus memberikan motifasi yang besar untuk sebuah masa depan yang indah bersama buah hatinya..
Sementara Lucas hanya bisa berdiam. Mendengarkan apa yang Arya katakan. "Tapi apa mungkin semua ini akan terjadi sedangkan gue dan Jiara saja hubungannya tidak baik-baik saja. Jiara membenci gue." Jiwa keras kepala Lucas kembali lagi.
"Jiara hanya syok. Gue yakin dia nggak akan tega membiarkan putrinya berjuang tanpa support dari ayahnya. Hatinya akan luluh, mungkin tidak saat ini, tetapi gue yakin dia akan luluh oleh Zakia. Nanti gue akan bantu bujuk Jiara untuk kembali menerima loe, dami hati loe ayah buat buah hatinya. Kalau soal perasaan gue nggak akan menjamin, karena soal hati akan sulit urusannya," tutur Arya.
Lucas pun mengangkat wajahnya. "Saat ini aku hanya ingin bersama Zakia, soal aku dan Jiara aku tahu terlalu bere-ngsek aku untuk Jiara," balas Lucas.
Arya pun merasakan aneh dengan Lucas yang sangat berbeda. 'Apa preman kalau sudah jatuh cinta akan seperti ini,' batin Arya. Waktu istirahat sebentar lagi dan Arya pun ingat kalau dia juga ingin menanyakan soal pekerjaan untuk Elin.
"Beberapa hari ini emang loe nggak pernah mengunjungi Tante Ely lagi?" tanya Arya membuka obrolan mengenai tantenya.
Lucas menggeleng lemah. "Gue terlalu sibuk dengan urusan percintaan gue sampai gue belum sempat melihat Mamih. Apa terjadi sesuatu dengan Mamih?" tanya Lucas, meskipun dia tidak hadir mengunjungi mamihnya, tetapi Diky selalu memberikan laporan pada Lucas. Dan pertanyaan pada Arya itu hanyalah sekedar basa basi semata.
__ADS_1
Arya menggeleng sebagai jawaban atas pertanyaan sepupunya. "Tidak , Tante baik, bahkan semakin baik, dan Tante juga sudah mengenali gue. Padahal gue baru beberapa kali ketemu dengan Tante, tetapi Tante cepat mengingat wajah gue."
Kini gantian Lucas yang tersenyum, "Mamih memang hebat, dia adalah wanita yang kuat."
"Gue sebenarnya ada yang ingin di usulkan dengan loe, soal perawat Tante. Kalau loe izinkan gue ingin memberikan perawat khusus yang menemani Tante di siang hari. Memang gue tahu loe sudah memberikan yang terbaik untuk Tante dan juga dari perawatan dan juga penjagaan Tante sudah tidak kekurangan apapun, tetapi rasanya kasihan setiap gue datang dan dia seolah mencari loe atau mungkin mencari teman yang dia rasa cocok dengan hatinya...."
"Dia cewek atau cowok?" tanya Lucas langsung memotong ucapan Arya. Yah, seolah Lucas tahu kalau arah pembicaraan Arya adalah ia akan menawarkan perawat untuk mamihnya.
"Cewek."
"Hubungannya dengan loe apa?" tanya Lucas, mulai mengintrogasi dengan jeli agar dia tidak salah memasukan orang terlebih ini untuk merawat mamihnya.
Lucas tampak sangat serius. "Marni? Siapa dia?" tanya Lucas, dan lagi-lagi Arya lupa kalau hubunganya dengan Marni baru dan Lucas belum tahu juga kalau dia sudah memiliki calon istri.
"Marni, dia calon istri gue, dan dia adalah dokter spesialis kulit di rumah sakit tempat gue bekerja, sebenarnya kita sudah berteman sejak kuliah dan dulu pernah juga satu sekolah dengan gue sebelum dia pindah," jawab Arya, tidak ada satu pun yang dia sembunyikanya.
"Tunggu!!! Kenapa gue nggak tahu kalau loe sudah sejauh ini berhubungan dengan wanita, kapan rencananya loe nikah?" tanya Lucas, mungkin ini baru pertama kalinya laki-laki itu peduli dengan Arya. Biasanya Arya mau babak belur juga laki-laki yang masih menyandang sepupu tidak pernah peduli.
"Mungkin setelah masalah-masalah yang loe buat selesai, gue akan mulai memikirkan menikah," jawab Arya dengan jujur.
__ADS_1
"Segeralah menikah, gue saja sudah punya anak dan dia sekarang sudah hampir berusia dua tahu, nanti masa loe udah kakek-kakek, anak loe masih kecil kan nggak lucu," kelakar Lucas dan hal itu tentu memicu geram Arya.
"Loe minta gue untuk nikah dan lain sebagainya, tetapi loe sendiri yang membuat gue harus mikir dua kali untuk nikah, masalah yang loe tinggalin terlalu banyak. Gue sampei bingung masalah mana dulu yang mau di beresin," dengus Arya.
"Loh, ngapain loe sok perduli banget sama gue, masalah gue nggak usah loe pikirin nanti juga gue selesain," balas Lucas dengan sangat enteng.
Arya hanya membalas dengan senyum meremehkan. Arya ingin tahu kalau Lucas tahu bahwa Elin adalah sodara kembarnya apa bisa Lucas masih kepikiran menyelesaikan masalah yang lain.
"Udah sekarang kesimpulanya gue boleh masukin perawat buat Tante Ely nggak? Jam istirahat gue udah habis, gue harus balik bekerja."
"Terserah loe, asal orangnya bisa di percaya," jawab Lucas, kali ini laki-laki itu tidak terlalu resek.
"Loe bisa cari gue, kalau dia macam-macam. Dan juga gue bisa jamin Tante Ely akan aman di tangan teman gue."
Setelah semuanya aman, dan Arya sudah tahu ada rahasia apa dibalik Lucas dan Jiara. Dua bersaudara itu pun kembali ke aktifitas masing-masing, dan yang membuat Arya aman adalah Lucas mengizinkan dia menambah perawat untuk tantenya, di mana dia adalah Elin.
******
Teman-teman sembari nunggu kisah kelanjutan Elin dan Lucas, yuk mampir ke novel karya bestie othor dulu di jamin bakal baper. Kuy ramaikan...
__ADS_1