
"Erlan," lirih Darya memanggil anaknya yang baru datang. Wajahnya yang yang baru selesai mandi telihat segar, ditambah bibir yang ditarik menyunggingkaan senyumnya dengan sempurna, menambah kecantikannya.
"Erlan bawa apa?" tanya Darya sembari menujuk rantang yang di bawa oleh putranya. Memang perkembangan Darya makin banyak, contohnya seperti pagi ini di mana Darya sudah bisa mandi sendiri tidak hanya itu Darya juga sekarang sudah makin lancar apabila diajak berkomunikasi, dan hal itu membuat Lucas semakin yakin apabila di tangan Lucas, mamihnya akan sembuh.
"Ini makanan buat makan Mamih, mau kan di suapin sama Erlan?" tanya Lucas sembari duduk di sova berhadpan dengan mamihnya.
Darya pun terlihat berbinar bahagia ketika mendengar bahwa akan di suapin oleh Lucas. "Mau, aku mau," jawab Darya sembari menepuk-nepuk tanganya dan terkesan seperti anak masih kecil.
Lucas pun mencoba menarik ujung bibirnya, dengan tatapan yang bahagia, karena mamihnya saat ini sudah banyak sekali perkembanganya, tidak lagi seperti dulu. Arya sangat senang dengan apa yang terjadi dengan mamihnya.
Dengan perlahan Lucas membuka tutup bekal makanan. Hidung Lucas tergoda dengan wangi makanan yang ada di hadapanya. "Ya ampun kayaknya masakanya enak banget ini," ucap Lucas, tergoda juga oleh makanan yang di bawakan oleh Arya.
"Erlan, enak-enak," ucap Darya seolah ia sudah mencicipi masakan yang ada di hadapanya, padahal dia juga sama dengan Lucas baru menghirup aromanya saja.
Lucas menyodorkan satu sendok makanan ke mulut Darya, dan langsung di sambar oleh wanita paruh baya itu, seolah Darya memang benar-benar kelaparan. Setelah mencicipin makanan yang di suapkan oleh putranya. Darya langsung terpaku menikmati makanan itu. Lucas sampai heran kenapa Mamihnya bisa seperti itu.
"Gimana, Tante Ely suka tidak?" tanya Arya yang baru masuk ke dalam ruangan Darya. Lucas menunjukan reaksi mamihnya menikmati makanan itu, biarkan Arya menilai sendiri reaksi mamihnya, Lucas sendiri tidak tahu gimana reaksi mamihnya. Yang dia tahu mamihnya seperti tidak menyukai masakanya, hal itu karena mmihnya makan dengan kunyahan yang pelan dan tatapan kosong, seolah makanan itu tidak enak.
__ADS_1
Brukkk... Lucas meletakan rantang keatas meja dengan sedikit kasar. "Sepertinya Mamih tidak suka dengan makanan yang loe bawa," dengus Lucas.
"Tunggu, kalau gue malah menduga sebaliknya. Reaksi ini bukan reaksi karena Tante Ely tidak suka dengan hasil masakan Umi, tetapi Tante Ely sedang mencoba mengenali rasa yang sepertinya ia kenal. Kalau menurut aku gtorang dengan gangguan daya pikir seperti Tante Ely kalau memang dia tidak suka maka dia akan mekatakanya secara terus terang tanpa mau berpura-pura. Tidak suka ya saat itu juga berkata tidak suka, berbeda dengan reaksi Tante saat ini, yang sedang mencoba mengenali rasa maskan yang di makanan," jelas Arya mencoba menjelaskan apa yang dia tangkap dari reaksi tantenya.
Lucas, tidak membalas penjelasan dari Arya, mungkin dia juga berpikir hal yang sama. Padahal sebelumnya dia sudah kesal dan ingin membuang makanan itu ketong sampah, tetapi berkat penjelasan dari Lucas niatanya diurungkan.
"Mau lagi," ucap Darya, sembari mengecap-ngecap lidahnya seolah masakan itu memang enak. Lucas pun kaget, setengah tidak percaya kalau memang mamihnya sangat menikmati masakan yang Arya bawa. Lucas kembali mengambil tempat makan yang tadi di letakan di atas meja, dan kembali menyuapi mamihnya, kali ini Darya tanpak lahap sekali makan masakan yang di bawa oleh Arya.
Sedangkan Arya yang melihatnya semakin yakin bahwa dengan cara terapi ini makan Darya akan sembuh. Sementara Lucas yang penasaran denga rasa masakan yang seopertinya sangat lezat itu, mencuri satu suap ke dalam mulutnya.
Hap... seketika matanya terbelalak, ketika satu sendok makanan yang terlihat sangat enak itu, hingga mamihnya makan hampir habis masih saja terlihat masih lapar, satu suapan berhasil membuat Lucas berhasil terhipnotis oleh rasanya.
Hap... suapan ke dua berhasil masuk ke dalam mulut Lucas yang sama, terlalu tidak ingin berhenti menikmati masakan itu.
"Jangan Erlan, ini punya aku," sungut Darya sembari mumukul tangan Lucas yang memegang sendok. Lucas sampai kaget kenapa mamihnya bisa jadi penguasa banget hanya dengan makanan saja, pikir Lucas, tetapi demi kebaikan bersama akhirnya Lucas menahanya tidak lagi ikut nimbrung mengambil makanan milik mamihnya.
Arya pun tertawa dalam diamnya. Bahagia sebentar lagi misinya akan selesai, dan selain Arya yang ingin melihat kondisi Darya tentu niat Arya datang menemui tantenya adalah ingin mengambil rambut yang nanti akan di gunakan untuk tes DNA rambut Elin, Eric, dan Lucas sudah dapat dan sekarang Arya akan melanjutkan misinya yaitu mengambil rambut tantenya.
__ADS_1
"Memang yah kalau saudara sekeras apapun dia mau menolak dalam bawah sadarnya ia akan terus terikat. Contohnya masakan ini mereka sampai berebut untuk menikmatinya di mana itu adalah masakan suami dan papahnya," batin Arya menertawakan tantenya, dan Lucas.
"Kira-kira gimana reaksi Lucas yah, kalau ternyata makanan yang di makan adalah masakan dari Papahnya di mana, Om Eric adalah orang yang paling di benci." Arya kembali puas dengan misi-misinya yang ternyata hampir semuanya berjalan dengan sempurna.
"Lagi... mau lagi..." rengek Darya ketika dia masih ingin makan masakan yang tadi tetapi sudah habis. Sebenarnya bukan hanya Darya yang ingin makan masakan tadi lagi. Lucas juga sebenarnya ingin makan masakan itu lagi dan sekarang sudah habis.
"Mamih ini makananya udah habis, nanti Erlan beli lagi yah," bujuk Lucas mulai panik ketika mamihnya semakin terlihat akan marah. Ia panik takut nanti Darya melukai tubuhnya lagi.
"Tidak mau, mau lagi makanya mau lagi," racau Darya semakin terlihat tanda-tanda akan marah.
"Tante, kalau Tante mau nanti Arya akan bawakan masakan kaya tadi setiap jam makam. Tante mau nggak?" tanya Arya mencoba mengambil alih berbicara dengan tantenya, setelah melihat Lucas anaknya sendiri, tetapi tidak bisa mengambil hati mamihnya.
"Mau, aku mau, aku mau makanan kaya tadi," pekik Darya di mana perempuan itu terlihat sangat girang bahkan Darya bertepuk tangan dengan sangat gembira.
"Kamu pesankan sama orang yang masak makanan untuk mamih setiap jam makan siaang siapkan tiga menu buat kami," ucap Lucas dengan nada yang dingin.
"Bayak sekali buat apa pesan makanan itu sampai tiga?" tanya Arya, pura-pura tidak tahu.
__ADS_1
"Hist... udah tinggal dipesankan saja kok bawel banget," dengus Lucas, sembari member uang untuk bayaran memasak.