
Ehemz...Ehemz...
Jiara sontak kaget, dengan yang dia dengar suara deheman Lucas berhasil membuat Jiara membalik tubuhnya dengan tiba-tiba. Bahkan sepertinya ia lupa kalau dia juga saat ini hanya memakai handuk yang membungkus tubuhnya.
"Tidak usah pakai baju nanti juka di buka lagi. Duduk sini!!" Lucas menepuk-nepuk pahanya agar Jiara segera mengampirinya, Lucas sendiri sudah tidak sabar ingin segera melu-mat bibir Jiara yang merah dan menganga karena kaget itu. Jiara justru bukanya buru-buru menghampiri suaminya malah diam mematung.
"Jiara, ini aku sekarang sudah jadi suami kamu, loh kamu tahukan hukumnya apbila mengabaikan suami apalagi menolak keinginan suami," lirih Lucas menirukan apa yang tadi abah dan ambu sempat nasehati.
"Apa harus malam ini?" tanya Jiara berusaha menegosiasi.
"Itu terserah kamu, tetapi bukanya tadi kata Abah kalau suami pengin dan istri menolak, lalu membiarkan suami tidur dalam keadaan tidak ridho. Maka celakalah sang istri. Semuanya ada ditangan kamu. Aku hanya meminta hakku," balas Lucas, ia sangat tahu betul dengan ucapan seperti itu Jiara pasti akan luluh dan akhirnya menyerahkan semua keinginan Lucas.
"Baiklah aku mau, lalu aku harus mulai dari mana?" tanya Jiara bingung, apa yang harus dilakukan istri pertama-tama untuk melayani suaminya.
Lucas terkekeh dengan pertanyaan Jiara. Yah, dia sangat paham ini adalah pertama kalinya ia akan melayani seorang suami. "Duduk di sini, biar kamu diam saja dan contohlah apa yang aku lakukan. Nanti kalau kamu sudah terbiasa kamu yang akan jadi pemimpinnya aku akan menuggu kendali dari kamu.
Jiara pun menurut saja apa ucapan suaminya, ia duduk di atas pangkuan suaminya dan saat ini wajah mereka saling berhadapan. Ini bukan pertama kali Lucas melakukan posisi seperti ini tetapi Lucas baru merasakan dadanya saling bergemuruh hebat. Darahnya juga sepertinya mengalir lebih deras, dan juga jantung memompa darah lebih cepat.
Tangan Lucas perlahan menyusuri ceruk leher istrinya lalu menariknya agar mereka saling mendekat satu sama lain, bibir mungil nan ranum adalah incaran Lucas. Jiara memejamkan matanya tidak berani untuk sekedar tatap mata dengan Lucas, seperti biasanya Jiara akan menunduk kalau tidak terpejam apabila bertemu pandang dengan Lucas.
Di bagian bawah Jiara sudah merasakan ada yang berdenyut dan menusuk bokongnya dengan kuat. Risih dan tidak nyaman itu yang Jiara rasakan ketika ada benda menonjol di bagian bawahnya.
Hah...hah.... Jiara membuang nafas dengan terburu dan menghirup pasokan udara dengan kuat-kuat, seolah ia akan kehabisan oksigen. Berbeda dengan Jiara Lucas yang sudah ahlinya hanya terkekeh melihat reaksi Jiara yang lucu. Lum-atan kecil hingga akhirnya Lucas bisa mengabsen gigi-gigi rapuh Jiara, dan Jiara pun bisa membalas ciuman Lucas meskipun masih terlihat sangat kaku, tetapi Lucas akui dia sudah mau berusaha dengan sangat baik.
Tangan Lucas yang sudah tidak kuat lagi memegang ujung simpul handuk istrinya, namun tangan Jiara buru-buru menahanya, kepalanya menggeleng dengan pelan. Namun, bukan Lucas namanya bila ia tidak bisa merayu Jiara.
__ADS_1
"Ini sangat mengganggu Jiara dan semua orang yang akan berhubungan pasti membuka kain yang menempel ditubuhnya," lirih Lucas dengan suara sensasional dan hangat di balik ceruk leher istri barunya. Bulu-bulu di tubuh Jiara saling bangun dan sekuat apapun Jiara menahan ia juga sudah dikuasai oleh nafsu dan rasa penasaran, sehingga ia pun pada akhirnya pasrah dan mengikuti permainan Lucas. Kain penutup tubuh Jiara di buang kesembarang arah. Kini tubuh Jiara sudah telan-jang bulat dihadapan Lucas. Cukup lama Lucas menataap indahnya ciptaan tuhan, hingga tidak sadar ia tidak berkedip. Sedangkan Jiara tidak berani mengangkat tubuhnya.
Sentuhan dari setiap inci Lucas berikan hingga Jiara merasakan tubuhnya seperti tersengat aliran listrik. Tangan Jiara tanpa sadar menjambak rambut Lucas ketika benda mungil berwarna kecoklatan yang menonjol angkuh di sesapnya. Permainan yang Lucas berikan membuat Jiara berubah menjadi wanita yang sudah dikuasai nafsu.
Sama seperti wanita lain setelah merasakan tubuhnya dikuasai nafsu Jiara juga sama tangannya menjambak rambut Lucas dengan kuat, seolah ia tengah meminta lebih.
Setelah puas memanjakan Jiara dengan bukit yang menantang di kuasainya. Kini tubuh Jiara direbahkan ke samping. Dan tubuh anak sambungnya di pindahkan ke sova. Kain penutup terakhir dibuang oleh Lucas, kini Jiara benar-benar pasrah menyerahkan haknya untuk suaminya.
Lucas merangkak mendekat ke tubuh istrinya. kini ia sudah berada di atas tubuh Jiara, dan ia mengulang perbuatan tadi, mulai dari bibir hingga perutnya tidak lepas dari sentuhan yang membuat Jiara tidak bisa lagi menahanya.
De-sahan yang menjijihkan, tetapi disukai oleh Lucas, suara itu lolos dari bibir Jiara dan kini baik Lucas maupun Jiara sudah siap melakukan ke tahap selanjutnya....
Plakkkk... Jiara menampar wajah Lucas, hingga Lucas merasakan panas di pipinya. Lucas tersentak kaget kenapa di saat dia sudah sangat tegang dan mereka berdua sudah siap untuk merengguh madunya pernikahan tiba-tiba Jiara menamparnya.
"Jiara... kamu apa-apaan. Aku suami kamu, dan sudah seharusnya kamu melayani aku," bentak Lucas tidak menyangka kalau Jiara tiba-tiba berubah sangat aneh, padahal sebelumnya dia menikmati setiap sentuhan yang Lucas berikan.
"Siapa kamu? Kamu bukan suami aku, tapi kamu orang jahat," pekik Jiara dengan suara yang bergetar dan air mata terlihat di wajahnya. Air mata sudah mengalir degan deras.
"Maksud kamu apa sih Jiara, sudah jelas aku suami kamu, tapi kenapa kamu bilang aku bukan suami kamu salah aku di mana?" tanya Lucas, wajahnya merah ingin menghukum Jiara saat ini juga. Baru kali ini laki-laki itu mendapatkan perlakuan yang kurang ajar dari seorang wanita, dan dia adalah istrinya sendiri.
"Bohong!! Kamar 104 hotel Horizon, apa kamu yang malam itu ada di kamar hotel itu? Dan menikmati tubuh aku yang tidak sadar karena mabuk?" tanya Jiara dengan nada yang penuh Emosi.
Deg....!! Lucas terdiam sejenak
"Hampir tiga tahun lalu aku yang syok dengan kenyataan hidup keluargaku menghabiskan malam di bar hingga setengah sadar, dan teman aku Jiny memesankan kamar untuk aku, tapi kamu datang untuk memper-kosa aku tidak memberikan aku sedikit saja waktu istirahat. Kamu terus menikmati tubuhku. Aku memang mabuk berat malam itu, tetapi aku sangat sadar apa yang kamu lakukan dan aku sangat mengenali sorot mata kamu di kegelapan seperti malam ini. Laki-laki yang memper-kosa aku adalah kamu Tuan Lucas," pekik Jiara dengan isakan air mata yang semakin tidak bisa terbendung.
__ADS_1
Sama halnya seperti Jiara, Lucas juga syok ketika mendengar penuturan Jiara. "Jadi wanita yang malam itu Lexi berikan untuk aku adalah kamu?" lirih Lucas, semua yang dikatakan oleh Jiara adalah kebenaran. Dia yang memang telah menikmati tubuh wanita itu. Tetapi bukan asal memper-kosa. Lucas membayar uang mahal untuk satu malam permainan panas itu.
Wajah Jiara semakin diangkatnya penuh dengan kemarahan, kedua matanya memerah menggambarkan kalau dia sangat kecewa dengan Lucas. "Jadi benar Anda laki-laki yang sudah membuat hidupku hancur Tuan, dan sekarang Anda datang untuk bertanggung jawab. Anda manusia ba-jingan Tuan. Anda manusia paling kejam." Jiara semakin marah dan melemparkan bantal pada Lucas yang sama duduk mematung syok dengan kabar yang Jiara bawakan.
"Tunggu dulu Jia, kamu juga harus tahu, Aku tidak pernah meper-kosa wanita tanpa ada transaksi. Malam itu aku membayar uang cukup mahal pada teman Anda yang tadi Anda sebut bernama Jiny. Wanita itu bilang kalau Anda membutuhkan uang untuk biaya sekolah dan uang jajan. Aku membayar uang yang cukup untuk uang sekolah dan uang jajan kamu. Mereka bilang kamu hampir di keluarkan karena tidak bisa membayar uang sekolah, makanya aku mau memakai kamu, karena aku rasa aku sudah membeli kamu Jiara," jelas Lucas, setidaknya agar Jiara tidak selalu menyalahkanya, sedangkan seharusnya Jiara juga menyalahkan temanya yang bernama Jiny.
Jiara semakin tersulut emosinya, setelah mendengar ucapan Lucas. Namun pikiranya mencoba mengingat-ingat apa yang Lucas katakan lalu buku-buku jarinya mengepal dengan kuat dan keras seperti batu. "Jiny"
"Jadi uang-uang yang Jiny berikan untuk membantu biaya sekolah aku bukan dari dia murni, tetapi teman baji-ngan itu sudah menjual aku," lirih Jiara. Ia semakin bingung dengan kehidupanya dulu, itu artinya temanya selama ini tidak ada yang tulus membantu dia, contohnya Jiny yang ia kenal dan tahu teman paling baik dan selalu ada buat Jiara tetapi justru dia adalah orang yang sudah menjualnya pada Lucas dan menimbulkan masalah baru. Jiara hamil anak laki-laki itu, Lucas.
Jiara tidak bisa mengerti jalan hidupnya yang semakin gelap. Lucas seolah ingin menebus kesalahanya, laki-laki itu bergeser hendak mendekat pada Jiara yang masih terisak, tetapi Jiara buru-buru menahanya.
"Jangan pernah mendekat padaku, atau kamu tidak akan melihat aku dan anakku lagi!" Kedua mata Jiara melebar dengan sempurna pada Lucas, dan Lucas pun mundur kembali tidak berani mendekat pada Jiara.
Kali ini Lucas akan mendekat pada Zakia yang tadi sempat di pindahkan pada sova yang ada di kamar peribadinya. Namun lagi-lagi Jiara melarangnya.
"Jangan dekati Zakia, dia anakku bukan anakmu. Kamu pergi dari sini, aku sudah tahu siapa kamu . Kamu adalah penjahat. Kamu adalah orang paling jahat yang pernah aku kenal, Tuan Lucas," pekik Jiara tidak ada lagi kata maaf buat Lucas.
Seketika itu juga Lucas langsung diam dan tidak berani berkutik lagi. Kali ini Lucas berjalan ke lemari untuk mengambil baju dan celananya. Tanpa sedikit pun terlibat obrolan dengan Jiara.
"Ini untuk kebutuhan kamu dan Zakia, nomor pin'nya nanti Alvi yang akan kirim ke kamu. Aku nitip Zakia, jaga dia baik-baik. Aku akan urus semua yang telah menjebak kamu, aku tahu kamu pasti malam itu di jebak dan aku minta maaf atas kejadian malam itu." Lucas meninggalkan satu kartu saktinya, untuk semua kebutuhan Jiara. Sementara Jiara hanya diam membisu.
*****
Teman-teman sembari menunggu kisah selanjutnya Jiara dan Lucas. Yuk kita mampir ke novel bestie othor dijamin bikin baper sampei kronis....
__ADS_1
Kuy ramaikan....