Pelangi Tanpa Warna

Pelangi Tanpa Warna
Pelangi Tanpa Warna #Episode 122


__ADS_3

Dengan menggunakan taxi online yang sudah di pesan melalui aplikasi terpercaya. Elin dan Marni pun menuju ke rumah sakit, tempat Zakia di rawat. Tidak membutuhkan waktu lama taxi yang membawa Elin pun sudah sampai di halaman rumah sakit tempat Marni dan Arya bekerja.


Elin terus melangkah mengikuti Marni yang sudah lebih dulu tahu di mana kamar rawat  untuk Zakia. Begitu sampai di hadapan pintu yang di dalam sana ada Zakia ponakannya. Telinga Elin sudah di sambut oleh tawa renyah dari anak kecil siapa lagi kalau bukan Zakia, yah anak kecil itu sedang bercanda dengan opanya.


Elin langsung membuka pintu ruangan itu, rasanya sudah tidak sabar ingin ikut nimbrung dengan suara Zakia yang sedang tertawa dengan renyah. Entah menertawakan apa itu yang membuat Elin semakin penasaran. Mata Elin langsung memanas ketika melihat pemandangan yang sangat romantis antara papahnya dan ponakannya itu. Panas ingin menangis tetapi bukan menangis karena sedih atau marah, tetapi tangis bahagia.


Wanita yang masih berdiri mematung di ambang pintu dia teringat kala kecil dulu selalu bermain sama papahnya seperti itu dan kini Zakia lah yang menggantikan posisinya. Namun Elin tidak pernah menyangka kalau saat ini dia justru akan bertemu dengan mamahnya. Sebentar lagi impiannya akan segera terkabul yaitu kumpul dengan papah dan juga mamahnya.


Namun, ada yang mengganjal dihatinya satu, gimana dengan Lucas? Elin tidak ingin hidup dan tinggal dengan Lucas. Wanita itu tetap tidak ingin memiliki sodara kembar seperti Lucas.


"Sayang kamu sudah datang, ayo kesini ini Zakia keponakan kamu sedang bermain sama Papah," ucap Eric ada rasa bahagia bahwa Elin itu tandanya ia sudah mengetahui rahasia mengenai keluarganya. Elin berjalan perlahan menghampiri anak kecil yang sangat cantik, dan apabila dilihat dengan sekilas memang sangat mirip dengan Elin.


Zakia yang belum kenal dengan Elin pun menatapnya dengan heran mungkin dalam hatinya ia bertanya kenapa ia bisa sangat mirip dengan wanita yang berdiri di hadapannya saat ini.


"Apa Zakia sangat mirip dengan Elin Pah?" tanya Elin sembari pandangan matanya terus tertuju pada Zakia yang terlihat tetap tenang.


"Sangat, Papah pertama bertemu dengan Zakia mengingat masa-masa kecil kamu." Eric menepuk samping ranjang tempatnya duduk, dan Elin yang seperti orang yang tengah terhipnotis dengan nurut duduk di samping Eric dengan pandangan masih menatap kagum dengan Zakia.


"Opa, Tante namanya siapa?" tanya Zakia dengan suara yang masih tidak terlalu jelas, tetapi masih bisa di mengerti.


"Tante namanya Elin dan Zakia mulai saat ini juga boleh berteman dengan Tante Elin," jawab Elin sembari mengulurkan tangannya dan disambut salam oleh Zakia dan anak kecil itu mencium punggung tangan Elin, dan sontak hal itu membuat Elin semakin terharu. Ponakannya  sangat pintar.


"Tentu Tante, Kia telima kasih karena Tante sudah jadi Tante yang baik dan mau berteman dengan Kia. Apa itu tandanya Kia akan mendapatkan teman balu, sama kayak Opa?" tanya Zakia dengan bicara yang sangat belepotan. Maklum umurnya masih belum genap dua tahun.

__ADS_1


Tanpa menjawab Elin memeluk tubuh lemah Zakia, hatinya terenyuh sekali. Bagaimana bisa anak  sepintar Zakia diberikan cobaan yang sangat hebat. Ketiak Elin melihat tubuh Zakia dia jadi membayangkan bagaimana kehidupan anaknya kelak tanpa seorang suami dan sosok ayah untuk putrinya. Tentu ada rasa sakit dan ketakutan kalau nanti anaknya juga memiliki nasib yang sama dengan keponakan nya.


Zakia malam ini pun sangat senang itu semua karena gadis kecil itu memiliki banyak teman baru, ada opanya ada tantenya dan tentu juga ada dokter Marni yang sudah lebih dulu menjadi teman Zakia.


Di kantin Jiara dan Arya pun yang sudah selesai untuk mengobrol, dan hasilnya Jiara sudah mulai bisa mengikhlaskan kejadian malam itu meskipun Jiara mengaku masih butuh waktu untuk memaafkan Lucas. Memang untuk menyembuhkan trauma itu butuh waktu yang tidak sedikit dan saat ini Jiara sedang berusaha berjuang demi buah hatinya. Demi  memberikan kesembuhan untuk Zakia,wanita berhijab panjang itu rela melakukan apapun untuk  sebuah  kehidupan yang indah untuk putri kecilnya.


"Astaga... Jiara dan Arya terkejut ketika di ruangan Zakia sudah ada Elin dan Marni dan semua yang ada di ruangan itu sudah tertidur dengan pulas. Marni di atas sofa. Elin dan Zakia berpelukan di atas ranjang Zakia, dan Eric tidur di bawah mengunakan tikar apa adanya yang sengaja Eric bawa tadi, seolah laki-laki paruh baya itu tahu kalau ia akan membutuhkan benda itu.


Lagi, Jiara merasakan ada kehangatan dan kebahagiaan serta getaran yang aneh ketika bersama-sama dengan keluarga dari Lucas, dan itu tandanya Jiara mungkin akan memutuskan tidak akan meminta cerai dari laki-laki yang telah menghamilinya. Semata bukan karena Jiara memaafkan perbuatanya, tetapi karena Jiara yang tidak mau putus hubungan dengan Eric dan Elin serta mamih mertuanya, yang mana Jiara yakin kalau beliau pasti akan sembuh.


Jiara memimpikan kehidupan yang harmonis dengan keluarga itu. Hal yang sudah lama Zakia lewat kan dengan keluarga nya.


********


Tubuh Lexi sudah tiga hari dirawat di rumah sakit yang bertaraf internasional. Sakit yang terdeteksi yaitu hanya lambung, tetapi sudah tiga hari juga Lexi belum memberikan tanda-tanda akan sembuh dan akan pulang, menikmati perannya menjadi seorang suami, dan tentunya aktivitas pengantin baru bersama Mily.


Namun, Lexi selama tiga hari menjalani rawat inap laki-laki itu hanya di temani oleh Marco, Mily hanya sekali datang mengunjungi Lexi suaminya yang sedang sakit. Dengan alasan pekerjaan yang banyak, Mily mempercayakan Lexi dengan Marco. Samapi kapan? Entah mungkin sampai dokter benar-benar mengatakan kalau Lexi akan pulang ke rumah dan sembuh.


Lexi benar-benar merasakan bahwa pernikahannya dengan Mily, sang istri yang sedikit banyak Lexi menginginkan hubungan yang langgeng dan hidup berbahagia, tetapi sepertinya harapan Lexi yang terlalu tinggi.


Bahkan untuk sekedar menanyakan basa-basi dari telepon atau pesan singkat Mily melewatkannya. Kecewa pasti, tetapi Lexi juga tahu pernikahannya memang didasari dengan kerjasama antar pebisnis kaya raya. Dan keluarga mereka pun mungkin sama seperti Mily yang menganggap bahwa bekerja dan mengumpulkan pundi-pundi dolar adalah cara  menjalani arti pernikahan ini.


Dalam pikiran Lexi kembali terlintas untuk pulang kembali ke Indonesia, dan ia bangun kembali bisnis di negara ini, dan melupakan pernikahan bisnis ini. Rasanya Lexi tidak bisa tinggal di negara kelahirannya. Orang-orangnya terlalu cuek. Lexi yang kalau saat ini ia sakit di negara kepulauan ini, maka ia akan banyak yang memperhatikannya.

__ADS_1


'Aku akan mencoba berbicara dengan Mily kalau ia mau ikut aku tidak keberatan dan tentunya sebaliknya, kalau dia tetap memilih tinggal di negara ini juga aku tidak akan keberatan,' batin Lexi dan niatnya itu langsung di sampaikan pada Marco untuk mengurus semua keperluannya kembali pulang ke Indonesia.


"Apa Anda benar-benar yakin mau kembali ke negara itu Tuan?" tanya Marco sebelum menjalankan tugas dari bosnya itu.


"Aku sudah yakin Marco, aku sudah tidak kuat rasanya untuk tinggal di negara ini," balas Lexi, dengan mata yang masih terpejam. Menikmati rasa perut dan kepala yang terasa sangat menyiksa itu.


"Ini bukan alasan Anda untu tetap berinteraksi gadis malang itu kan?" tanya Marco memastikan Lexi tidak terhukum kesalahan terus pada Elin, yah Marco memang tahu kesalahan yang menghantui Lexi secara terus menerus.


"Kamu tidak usah khawatir, aku hanya ingin menenangkan diri di negara itu," balas Lexi tidak bisa memberikan alasan yang kuat untuk Marco yang lebih tahu isi hati Lexi daripada Lexi sendiri.


"Anda harus pegang kata-kata itu, karena saat ini Anda sudah memiliki istri yang kuasanya lebih dari Anda, kalau Anda menginginkan gadis itu tetap aman dan Anda juga tetap aman maka hindari peperangan dengan Mily." Marco kembali memberikan nasihatnya.


"Kamu tenang ajah Marco aku bukan anak kemarin sore," dengus Lexi dengan malas ketika melihat kelakuan Marco yang sok pintar itu.


Marco yang sudah biasa di sibukkan dengan perintah-perintah Lexi tentu tidak mengalami kesusahan sudah langsung dengan satu kibasan, pekerjaannya selesai.


******


Teman-teman sembari menunggu kelanjutan kisah Elin dan sodara kembarnya Lucas yang terpisah,, yuk kita mampir ke novel bestie othor yang keren badai....


Kuy ramaikan...


__ADS_1


__ADS_2