
Lucas pun membalas tatapan Arya dengan kode agar Arya pergi dari ruangan ini. Arya pun terkekeh, yah setidaknya Lucas ada perubahan, ini adalah pertanda baik di mana biasanya Lucas akan jutek pada wanita, tetapi pada Jia, sungguh sepupunya menunjukan hal yang berbeda, baik dari tatapan matanya maupun tingkah lakunya.
"Kondisi Lucas sekarang sudah mendingan, dia itu memang gitu anaknya suka telat makan dan gila kerja jadi lambungnya kambuh. Saya minta tolong yah Jia, awasi Lucas karena saya ada praktik lagi." Arya setelah menjawab pertanyaan dari Jia pun langsung pamit tanpa menunggu persetujuan dari wanita yang ada di hadapan, maupun Lucas. Eh, salah memang Arya pergi karena sudah di usir Lucas sih sebenarnya.
Wanita dengan pakaian gamis syar'i, masih mematung di tempatnya berdiri, terlebih sekarang hanya ada dia dan juga ada Lucas, Arya sudah pergi meninggalkan mereka semuanya. Jia sebenarnya kurang nyaman dengan keberadaannya yang hanya berdua dengan Lucas.
"Terima kasih yah, karena kamu sudah panggil Arya, sekarang kondisi aku sudah mendingan dan juga perut aku sudah tidak sesakit tadi," jawab Lucas, mengambil alih atas pertanyaan yang sempat Jia tanyakan pada Arya.
Wajah yang awalnya menunduk kini di angkat oleh pemiliknya. "Syukurlah kalau kondisi Mas sudah baikan, saya sempat cemas karena Mas takut punya riwayat sakit berat ataupun ada alergi atau bahkan keracunan makanan, tetapi semuanya karena Mas yang telat makan dan terlalu capek. Lain kali jangan telat makan Mas, biar enggak bikin orang lain ketakutan," ujar Jiara tetapi tubuhnya masih tidak beranjak dari tempatnya berdiri.
"Iya, maklum Ji, aku tidak ada yang ngingetin dan kerjaan aku numpuk banget, makanya aku butuh kamu untuk bekerja membantu pekerjaan aku, tetapi karena saat ini aku sedang sakit kerjaan pertama kamu adalah merawat aku yah Ji, biar aku semangat untuk makan dan sembuhnya," jelas Lucas menjelaskan pekerjaan pertama untuk Jiara.
Kedua mata Jiara langsung membesar dengan wajah yang terlihat kaget itu. "Jadi Mas Lucas beneran mau memberikan saya pekerjaan? Apa ada syarat lamaran yang harus saya siapkan? Saya membawa surat lamaran kalau Mas mau liat sekarang boleh." Jia langsung membuka tasnya untuk megambil map lamaran yang sudah ia siapkan untuk dititipkan pada temanya yang tadi sempat menghubungi Jia.
Lucas yang penasaran dengan data diri Jiara pun mengambil map coklat yang berisi data diri Jia untuk keperluan pekerjaan. Padahal itu semua sebenarnya tidak terlalu penting karena pada kenyataanya Jiara akan tetap di terima menjadi sekretaris Lucas meskipun dia tidak ada lamaran sekalipun.
Laki-laki yang masih terbaring, dengan selang infus di tangan sebelah kirinya mencoba bangun dan duduk bersandar di sandaran ranjang pasien dengan bantal yang di tumpuk tinggi oleh Jia. "Jiara Hyun Seo, nama yang cantik kalau boleh tau artinya apa?" tanya Lucas, dengan pandangan masih membaca data diri Jia.
__ADS_1
"Jujur saya tidak tahu artinya dengan terlalu detail Mas, hanya sedikit yang saya tahu di mana Hyun cerdas Seo sangat baik, dan Jiara sendiri mungkin Ibu dan Papah suka dengan nama itu, makanya aku di beri nama Jiara," jawab Jia sebayanya.
"Pantas orangnya baik dan cerdas. Apa ada keturunan korea?" tanya Lucas lagi ketika membaca namanya saja sudah terlihat kalau namanya campuran dari negara Korea di mana ada kemungkinan memang memiliki ke turun dari sana atau justru orang tuanya penggemar drama korea.
"Ibu yang dari Korea tetapi kalau Papah asli Indonesia. dan Ibu sebenarnya juga sudah dari lahir tinggal di Indonesia, karena kakek dan nenek juga sebelumnya sudah tinggal di indonesia," jawab Jiara dengan lengkap.
Lucas menggerak-gerakan kepalanya setiap membaca data diri calon sekretarisnya, tepatnya sepertinya sekretaris hati. Sebenarnya yang paling penting adalah tanggal lahirnya diingat dengan baik oleh Lucas, agar laki-laki itu bisa memberikan kejutan yang manis untuk Jiara, bidadari surganya.
Map yang sebelumnya Lucas baca kini sudah di letakan kembali di atas nakas. "Kamu di terima kerja jadi sekretaris aku, karena kebetulan sekretaris aku sudah tidak bekerja lagi dengan aku, jadi aku mohon kerja samanya untuk bisa bekerja dengan baik." Lucas langsung menerima lamaran Jiara saat ini juga.
"Tapi apa kalau jadi sekretaris Anda tidak akan ada fitnah, terlebih kita mungkin akan sering pergi dan di dalam ruangan seperti ini berdua-duaan, nanti akan ada yang menggosipkan kita macam-macam dan menimbulkan fitnah," balas Jiara, bukan Jia mau menolak tawaran Lucas, tetapi kalau jadi sekretaris sepertinya sangat berat, terlebih Jia dan Lucas adalah dua anak manusia yang berbeda jenis kelamin ditakutkan akan banyak fitnah nantinya.
"Bukan soal nikah Mas, tetapi takutnya ada yang memfitnah kita karena selalu bersama." Buru-buru Jiara menjelaskan maksud dari ucapannya itu.
Hahahah... Lucas justru tertawa renyah. "Kamu tenang saja Jiara, aku yang menjamin kalau tidak akan ada yang berani memfitnah kamu dan aku, maupun hanya menggosipkan aku dan kamu, karena apabila itu terjadi berati itu tandanya orang itu sudah bosan untuk bekerja. Mungkin saya adalah salah satu pemimpin yang tidak suka karyawan-karyawan saya bergosip dan bukan hanya gosipin kamu dan aku saja. Gosipin yang lainya pun akan sama berakhir di surat pemecatan. Lagian kalau kamu tidak suka dengan gunjingan mereka-mereka tinggal abaikan saja semuanya pasti akan kembali baik-baik saja," balas Lucas dengan santai.
Jiara pun sedikit tenang dengan jawaban yang Lucas berikan untuk dia setidaknya dia saat ini tidak menganggur lagi, "Mungkin benar apa yang di katakan Lucas, aku harus tetap cuek orang lain bilang apa. Yang terpenting adalah aku yang menjalani kehidupan ini dan semoga semuanya berjalan dengan baik, tanpa adanya fitnah dunia ya Allah," batin Jiara.
__ADS_1
"Jadi gimana Ji, kamu mau kan menjadi sekretaris aku?" tanya Lucas dengan penasaran dan tentu dalam hatinya sangat berharap bahwa Jiara mau menjadi sekretaris dirinya.
Anggukan adalah jawaban dari pertanyaan Lucas."Aku mau Mas, karena aku juga sedang sangat membutuhkan pekerjaan ini," jawab Jiara untuk semakin meyakinkan bahwa tawaran Lucas untuk menjadikanya sekretaris, sudah di terimanya.
"Alhamdulillah kalau kamu terima kerjaan ini. Lagian aku juga tidak akan macam-macam sama kamu dan apabila aku mau macam-macam sama kamu itu tandanya aku sudah siap untuk memulai rumah tangga dengan seorang wanita. Karena kamu pasti tidak mau kalau aku jadikan pacar, tetapi pasti maunya aku jadikan istri," ujar Lucas, sementara Jiara hanya menunduk saja, memang betul yang dikatakan Lucas kalau dia tidak akan mau untuk di jadikan kekasih, tetapi dia juga belum sanggup untuk di jadikan istri, di samping umurnya yang masih tergolong muda yaitu baru dua puluh dua jalan dan cita-cita terbesarnya adalah ingin melihat Papahnya sembuh dan mereka akan hidup berdua kembali menjadi keluarga yang bahagia meskipun tanpa seorang Ibu.
"Jadi saya mulai kerja kapan Tuan?" tanya Jiara yang sekarang merubah nama panggilannya menjadi Tuan bukan Mas lagi seperti tadi.
"Jangan panggil Tuan, panggil Mas saja lebih enak di dengar atau kalau mau panggil sayang juga boleh," goda Lucas yang di sambut dengan wajah merah merona dari pipi putih Jiara.
"Tidak enak Tuan, Anda adalah bos saya sudah seharusnya saya memanggil Anda dengan sebutan Bos ataupun Tuan," jawab Jiara tetap ingin memanggil Tuan.
"Tapi aku tidak menganggap kamu adalah bawahan saya, panggilan Mas atau Lucas saja juga tidak apa-apa. Dari pada kamu panggil dengan panggilan sopan tetapi aku tidak merasakan suka dengan panggilan itu," jawab Lucas dengan memaksa inggin tetap di panggil Mas bukan tuan ataupun bos.
"Baiklah aku akan tetap panggil Mas saja yah," balas Jiara akhirnya menyerah juga dengan panggilan yang Lucas inginkan. Senyum kemenangan pun terukur di wajah Lucas.
"Kalau gitu tugas pertama kamu adalah antar aku ke kamar mandi aku ingin kencing!"
__ADS_1
Jiara langsung melebarkan kedua bola matanya.