Pelangi Tanpa Warna

Pelangi Tanpa Warna
Pelangi Tanpa Warna #Episode 120


__ADS_3

"Kenapa? Bukanya memang lebih baik kalian katakan yang sejujurnya agar laki-laki itu bisa berpikir lagi untuk melecehkan perempuan. Sudah banyak  yang menjadi korban atas kejahatannya, dan saat ini dia sudah membuat saudara kandungnya bahkan kembarnya sendiri mengalami trauma, cacat dan ketakutan yang teramat dalam." Jiara nampak sekali geram ketika mendengar apa yang di ucapkan oleh Arya.


"Tidak semudah itu Jiara, meskipun Lucas terlihat garang kuat dan berkuasa, pada kenyataanya dia adalah anak yang kurang kasih sayang juga, mungkin fisik dia kuat dan terlihat baik-baik saja, tetapi tidak dengan mentalnya. Kita harus tetap memperhitungkan mental Lucas juga. Asal kamu tahu Tante Ely, Mamih dari Lucas juga kan depresi, bukan tidak mungkin Lucas juga bisa mengalami hal itu, maka dari itu kita masih merahasiakan, sampai semua kondisi aman hingga Lucas mengetahui fakta-fakta ini semua." Arya sebagai dokter tentu tahu bahwa sakit yang paling berbahaya bukanlah sejenis kangker dan lain sebagainya tetapi penyakit mental dan itu akan sangat sulit terdeteksi.


Apalagi tadi siang Lucas sudah terlihat seperti lelah menjalani hidup, bagaimana kalau mental menyerang dan Lucas berpikiran pendek, maka semuanya hanyalah penyesalan yang tersiksa.


Jiara pun nampak diam, dan memang benar penyakit mental sulit untuk di sembuhkan kecuali dari dirinya sendiri, dan bukan hanya Lucas yang memiliki anggota yang mengalami sakit itu, papahnya sendiri juga berjuang dan Jiara sebagai anaknya juga tidak bisa berharap banyak untuk kesembuhannya.


Cukup lama Arya dan Jiara terlibat kebisuan, bukan karena topik pembicaraan yang sudah habis, tetapi dua anak manusia itu sedang sibuk dengan pikiran masing-masing yang tengah mencoba mencari solusi untuk masalah ini.


"Tadi siang aku bertemu Lucas dan laki-laki itu sudah menceritakan hubunganya dengan kamu," ucap Arya memecah kebisuan diantara Jiara dan dirinya.


Seketika itu juga Jiara langsung mengangkat wajahnya. "Jadi dokter Arya sudah tahu kalau Zakia itu anak Lucas?" tanya Jiara lagi-lagi terkejut dengan kabar yang dibawa oleh Arya.


Arya mengangguk dengan kuat. "Lucas juga telah mengakui kesalahannya, dan saat ini dia sedang mencari tahu teman kamu yang bernama Lily, terkesan sangat terlambat sih, tetapi mungkin itu adalah jalan yang Lucas usahakan untuk melindungi kamu dari mereka yang telah membohongi kamu, dan yang paling penting parah teman kamu yang tega menjual kamu demi materi yang tidak seberapa," imbuh Arya.

__ADS_1


Kedua mata Jiara terlihat memerah, "Apa lagi yang dokter Arya ketahui dari hubungan aku dan Lucas?" tanya Jiara.


"Mungkin semua yang terjadi di antara kamu dan Lucas aku sudah tahu semuanya. Maaf Jiara, bukan maksud aku ikut campur dengan urusan kamu. Tetapi masalah kamu dengan Lucas itu saling terikat dengan semua yang terjadi dalam masalah Lucas yang sedang aku selidiki. Aku melihat seperti ada bola api yang menggelinding dalam satu putaran yang sama dan kamu termasuk ke dalamnya, itu sebabnya mau tidak mau aku harus tahu permasalahan kamu. Tetapi aku tidak akan terlalu ikut campur dengan urusan kalian yang sangat  lebih dalam. Aku hanya mengelupas di luarnya saja." Arya juga tidak mau kalau Jiara sampai saah paham dengan dirinya.


"Aku tahu Dok, aku sudah masuk ke dalam masalah ini, sekuat apapun aku ingin berlalu, tetap akan kembali lagi, karena tali yang terikat sudah sangat kuat. Jadi Om Eric tadi bilang Papah, beliau sudah tahu kalau aku adalah menantunya?" tanya Jiara sudah bisa menilai kejadian semuanya.


Kembali Arya mengangguk, "Beliau sudah tahu juga kalau Zakia adalah cucunya," balas Arya lebih menguatkan lagi.


Jiara tersenyum. "Aku senang dengarnya itu tandanya aku akan memiliki keluarga baru lagi, tetapi aku belum bisa memaafkan Lucas Arya," lirih Jiara.


Arya tahu kalau Lucas juga butuh teman untuk mencurahkan apa yang ada di dalam pikirannya. Laki-laki itu melihat kalau yang paling lemah diantar mereka justru Lucas. Sehingga Arya harus hati-hati menghadapi laki-laki itu.


Jiara nampak diam dan mendengarkan apa yang dikatakan Arya, memang benar yang dikatakan Arya. "Amin Dok, semoga Lucas memang menyesali perbuatanya, sudah sangat banyak korbannya, termasuk aku, dan yang paling kasihan Elin, traumanya pasti sangat kuat," ujar Jiara ia untuk membayangkan rasa trauma Elin saja tidak berani apalagi Elin sendiri.


"Maka dari itu aku tidak akan membuka rahasia ini dulu pada Lucas karena dia  emosinya masih belum bisa mengontrol, sangat jauh dengan Elin. Justru aku yakin Elin itu lebih kuat untuk menghadapi masalah dari pada Lucas sendiri. Elin itu gambaran orang yang lemah dari luar, tetapi dalamnya dia sangat kuat, dan Lucas adalah kebalikannya," ucap Arya. Tidak bisa di pungkiri memang itulah kenyataanya sehingga Arya yakin  akan memberitahukan Elin dengan masalah ini karena Elin kuat.

__ADS_1


"Aku percaya dengan dokter Arya, mohon dibantu untuk semuanya Dok, aku yang orang luar juga sangat kasihan dengan keluarga Om Eric."


"Kamu bukan lagi orang luar Jiara, kamu adalah keluarga mereka, Om Eric sudah tahu semuanya dan beliau adalah mertua kamu yang itu artinya dia itu keluarga kamu saat ini.


"Aku merasakan sangat senang bisa ikut merasakan bagian dari keluarga mereka," balas Jiara dengan sisa senyum yang mungkin dipaksakan. Mengingat dia dalam hatinya ingin berpisah dengan Lucas.


Jiara masih sangat berat apabila harus tinggal dan berinteraksi dengan Lucas apalagi harus berbagi barang dan anggota tubuh untuk dinikmati oleh Lucas, Jiara untuk membayangkannya aja sangat menjijikan.


"Kamu masih marah dengan Lucas?" tanya Arya yang bisa mengartikan ucapan dan senyum yang Jiara berikan di wajahnya.


"Bayang-bayang itu masih terus menghantuiku, bahkan untuk membayangkan menjalani hidup dengan dia aku tidak terpikirkan," jawab jujur Jiara.


"Meskipun itu adalah demi Zakia? Aku lihat Kia sangat merindukan papahnya. Aku tahu kalau kamu mungkin trauma dengan kejadian waktu itu, tapi apa kamu tega melihat Kia murung terus mengharapkan papahnya datang. Lucas tidak meminta bantuan dariku untuk meluluhkan hati kamu. Tidak sama sekali, hanya saja aku sebagai dokter dan calon ayah serta Kia adalah keponakanku juga, rasanya tidak tega melihat wajah dia murung seperti tadi." Arya kali ini ingin membuat Jiara juga memikirkan perasaan Zakia yang rindu dengan papahnya.


Namun Arya juga tidak akan memaksakan kalau Jiara belum bisa memaafkan Lucas, tetapi harus dipikirkan juga perasaan Zakia.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2