
"Selamat pagi Mas," sapa Jiara ketika ia baru menghampiri Mobil Lucas, mungkin hanya Jiara sekretaris yang malah dijemput oleh bosnya.
"Hemz... ayo buruan masuk! Karena kita akan langsung mepersiapkan meeting," terang Lucas, dan disusul oleh Jiara yang langsung masuk kedalam mobil dan duduk di samping Lucas, yang saat ini masih sibuk dengan gawainnya
"Kamu pelajari ini, dan nanti setelah makan siang kamu ikut aku untuk meeting pertama kali, berhubung ini adalah meeting pertama kali buat kamu maka aku yang ngerjakanya, tetapi kamu tetap belajar dan nanti untuk ketiga kalinya kamu akan ikut persentase. Serta laporan dari semua devisi kamu harus bisa mengerjakanya jadi nanti ketika ada masalah kamu bisa jawab, sepanjang perjalanan Lucas menerangkan apa yang akan menjadi tugas Jiara nanti.
Lucas terlihat seperti pemimpin yang lain meperlakukan karyawanya dengan sama, meskipun dalam hatinya ia menjerit bahagia karena Jiara nantinya akan terus bersama dia sepanjang hari dan sepanjang waktu. Perasaan yang aneh bukan ketika dulu Lucas yang dingin dan sulit tersentuh oleh wanita malah sekarang jadi Lucas yang bahagia luar biasa ketika berdekatan dengan Jiara wanita berhijab panjang.
Tangan Jiara terus mencatat apa yang tengah Lucas jelaskan, nanti ketika ia bingung dan membutuhkan panduaan lebih lagi, ia akan bertanya kembali pada bosnya, yang pagi ini menurut Jiara napak berbeda. "Mungkin memang ini sifat bosnya yang sesungguhnya lebih tegas berwibawa dan serius alias tidak suka berbasa basi," batin Jiara mencoba mengerti Lucas.
Semua mata yang berpapasan dengan Lucas dan diikuti Jiara dengan pakaian kebesaran berserta kerudung syar'inya lengkap mengikuti kemana kaki atasanya melangkah.
Jiara yang tidak biasa mendapatkan tatapan yang mengintrogasi pun lebih baik menundukan pandanganya, kebisuan terjadi di dalam Lift di mana di dalam sana lagi-lagi hanya ada Jiara dan Lucas. Padahal tadi ada dua wanita yang ingin masuk ke dalam sana, tetapi entah karena takut, malu atau liftnya yang tidak muat (Tapi enggak mungkin karena luas lift masih terlihat sangat cukup kalau untuk menambah dua orang lagi. Namun, malah dia wanita itu memiliki mundur dan hanya membiarkan mereka berdua saja.
"Mas, maaf kenapa orang-orang di sini kayak takut sekali dengan Anda?" tanya Jiara dengan suara lirihnya berhasil memecah kesunyian di dalam lift, padahal dalam hati Lucas sedang berperang untuk mendapatkan simpati dari Jiara. Lucas juga tahu banyak karyawanya yang heran kenapa tiba-tiba Lucas dapat pendamping kerja yang berhijab panjang sedangkan biasanya Lucas mendapatkan sekretaris yang seksi dan berpakaian sangat minim tetapi kali ini adalah wanita yang sangat tertutup.
__ADS_1
"Mungkin mereka hanya iri dan pingin berada di posisi kamu," jawab Lucas dengan santai. Sementara Jiara yang mendengarnya pun mengernyitkan dahinya hingga kedua alisnya akan menyatu.
"Mas, Anda disini itu orang yang berkuasa banget yah, sampai dari tadi sepanjang dari loby hingga masuk ke dalam sini orang-orang yang berpapasan dengan kita menundukan kepala dan menatap aku aneh," adu Jiaara, tidak ada niatan apa-apa hanya heran saja, ini pertama kalinya ia sebagai karyawan baru di perlakukan seperti itu, seperti aneh banget. Padahal niat dia hanya bekerja tidak ada niatan apa-apa lainya.
"Tidak juga, biasa saja sama dengan yang lain," balas Lucas.
"Ya iya lah melihat kamu aneh dan sampai heran malah orang kamu adalah wanita berhijab pertama yang bekerja dengan saya, biasanya sekretaris saya adalah wanita-wanita dengan penampilan yang sangat mencolok dan menonjolkan aset-asetnya, bukan seperti kamu Jia yang justru asetnya di tutupi dengan pakaian besar, tetapi aku suka, buat peanasaran ajah," batin Lucas, pandangan matanya tertuju pada wanita yang ada di sampingnya.
Sedangkan Jiara tetap percaya dengan apa yang diucapkan oleh Lucas meskipun ia tahu mungkin Lucas memang orang yang sangat berkuasa dan dia saat ini sedang merendah di hadapan dirinya.
"Jia, ini ruangan aku dan kamu nanti kerjanya di depan ruangan ini yang ada mejanya itu dan nanti ada Alfi juga dia adalah asisten kepercayaan aku, nanti kalau kamu ada yang bingung atau kurang paham dengan kerjaan kamu nanti Alfi akan membantu kamu." Lucas sebelum meninggalkan Jiara dengan Alfi asistenya, lebih dulu Lucas memberi tahu kembali apa saja tugas-tugasnya.
"Baik Tuan," balas Alfi dengan nada sebaliknya penuh patuh dan hormat.
Jiara semakin dibuat yakin bahwa Lucas memang orang penting di perusahaan tempatnya bekerja.
__ADS_1
"Pa Alfi, Mas Lucas itu jabatanya di sini apa sih?" lirih Jiara begitu Lucas pergi meninggalkan dia hanya berdua dengan Alfi di mana sepertinya Alfi dan Lucas seangkatan umurnya.
"Jia, panggilnya jangan pake Pak, biasa ajah panggil Alfi, kita ini satu team, enggak enak dengarnya kalau saya dipanggil Pak, lagian sepertinya Alfi dan Jia itu seumuran jadi enakan panggil nama saja," balas Alfi dan di balas anggukan oleh Jiara.
"Baiklah Jia, akan panggil Alfi, dan jawaban dari pertanyaan Jia tadi apa?" tanya Jiara, masih penasaran apa kira-kira jabatan dari Lucas itu.
"Tuan Lucas itu cucu dari pemilik perusahaan ini, tapi kok kamu panggilnya bisa Mas apa kamu itu pacar Tuan Lucas?" tanya balik Alfi, baru kali ini ada sekretaris panggilnya Mas, dan juga sangat terlihat sekali kalau bosnya itu sepertinya juga sangat-sangat perhatian, jadi Alfi menebak bahwa Jiara adalah pacar bosnya.
"Hust... apaan si Fi, aku dan Tuan Lucas itu tidak ada hubungan apa-apa kok, dan kami juga tidak saling kenal yang begitu dekat hanya saja aku dan Tuan Lucas pernah ketemu tidak sengaja dan aku ditawarkan kerjaan kata Tuan Lucas sekretarisnya sudah keluar dan karena aku yang sedang butuh kerjaan akhirnya aku pun terima saja," ujar Jiara sedikit memberi tahu kan pengalaman mereka bertemu, agar Alfi jangan salah paham mengenai hubungan Lucas dan Jiara, dan soal panggilan Jiara akan meminta disamakan memanggilnya yaitu tuan, agar yang lain tidak menduga bahwa Lucas memang ada hubungan dengan dirinya. Nanti malah timbulnya fitnah kan tidak enak.
Setelah sedikit mengobrol tentang siapa Jiara dan juga Alfi mulai menjelaskan tugas-tugas Jiara, dengan detail mulai dari mengatur jadwal meeting Lucas dan membuat laporan, Jiara yang memang dulu sering membantu papahnya untuk membuat laporan dan membantu menjadi sekretaris pribadi papahnya tentu ia sudah sedikit paham dengan pekerjaanya.
Meskipun dalam bekerja ini adalah kali pertama ia menjadi karyawan apalagi sebagai sekretaris bos besar, pasti ada sedikit rasa gerogi. Apalagi dia ternyata bekerja dengan Lucas yang mana ia adalah cucu tunggal dari perusahaan raksasa kakeknya. Jiara bertekat akan bekerja dengan benar agar bisa memberikan perawatan yang terbaik untuk papahnya, di mana saat ini Jiara harus membutuhkan uang yang tidak sedikit untuk biaya pengobatan papahnya itu.
"Kamu sudah bisa kan Ji, soalnya tadi Tuan Lucas panggil saya, mungkin ada yang penting, saya haru datang menemui dia," ujar laki-laki dengan kacamata tebal bertengger di atas hidungnya serta dengan mengenakan kemeja panjang. Terlihat sedikit aneh sih. penampilan Alfi, di jaman sekarang ada laki-laki yang berpenampilan seperti bapak-bapak itu, tetapi lagi-lagi Jiara hargai karena mungkin itu adalah pakaian yang paling nyaman untuk Alfi, dan selagi terlihat rapih jadi tetap tidak ada masalah, itu yang Jiara nilai.
__ADS_1
"Insyaallah Fi, nanti kalau ada yang bingung aku tanya kamu," balas Jiara, agar Alfi bisa segera menemui Lucas, mungkin memang ada urusan penting antara Lucas dan Alfi.
"Ya Allah ternyata Mas Lucas adalah orang kaya raya, pantes kayaknya ngeluarin duit gampang banget" batin Jiara menginggat cara Lucas memberi pertolongan pada dia untuk memberikan perawatan pada papihnya, sedangkan Jiara sendiri untuk bisa memberikan perawatan untuk papihnya ia harus menghemat, karena memang biaya pengobatan di rumah sakit itu mahal sekali.