
"Om tadi kan kabar kurang mengenakanya di mana itu adalah kabar Lucas yang di penjara, apa kabar yang bahagianya Om Eric juga siap untuk mendengarkanya," lirih Arya, sebeanarnya sangat yakin tentu Eric sangat ingin tahu kabar bahagianya apa.
"Astaga Om sampai lupa apa kabar bahagia yang ingin kamu bawa, semoga itu adalah kabar bahagia yang bisa membuat Om tidak bisa tidur," kelakar Eric.
"Ah bukanya Om sekarang tidak bisa tidur malam dengan nyenyak, gimana Om rasaanya punya istri? Arya jadi pengin buru-buru punya istri juga, biar nggak tidur nggak apa-apa deh yang penting ada teman bergadang," kekeh Arya justru senang menggoda penganten baru yang ada di sampingnya.
Bushhh... wajah Eric pun memerah seketika. "Ah kamu Arya bisa saja. Ayok atuh biar kamu cepat nikah kasiah dokter Marni nungguin tuh," goda Eric dengan senyum malu-malunya.
"Itu dia Om, Arya sudah janji setelah masalah yang Lucas buat selesai dan setidaknya Arya tidak dibikin ribet sama anak itu lagi. Arya akan langsung nikahi Marni, sudah tiga puluh tahun lebih belum ngerasain rasanya surga dunia, pengin juga kayak orang-orang malam-malam bergadang," adu Arya, dan langsung di balas 'AMIN' oleh Eric dengan kencang.
"Nah kabar bahagianya adalah. Tadi sebelum Arya datang ke sini. Arya menyempatkan diri datang ke rumah Kakek Philip. Sebenarnya Lucas yang minta sih agar Arya ngecek kondisi kakeknya, Arya juga bicara panjang kali llebar dengan Kakek Philip tentang apa yang menimpa Lucas, kita bertukar obrolan seperti orang yang sangat akrab. Sampai asiknya Arya cerita hingga tanpa sadar menceritakan kalian semua, dan apa Om Eric ingin tahu apa respon Kakek Philip ketika Arya cerita kalian?" tanya Arya, dengan sengaja laki-laki itu membuat Eric semakin tegang.
Eric pun yang penasaran memang wajahnya tegang, dan buru-buru Eric membalasnya dengan gelengan kepala. "Eamang apa yang di katakan Tuan Philip?" tanya Eric yang sampai saat ini tidak berani memanggil Philip dengan sebutan papah maupun papih.
Laki-laki itu sejak dulu lebih nyaman dengan pangilan Tuan, selain lebih nyaman itu juga karena Philip yang ingin kalau Eric memanggilnya dengan sebutan Tuan. Terlebih Eric dari dulu adalah menantu yang tidak diinginkan.
"Kakek berkata dan meminta bahkan memohon agar dipertemukan dengan Om dan tante Darya. Sebenarnya Kakek ingin bertemu dengan Elin juga sih, tetapi Arya sarankan jangan beritahu Elin terlebih dahulu. Apalagi semua fitnah ini sumbernya dari Kakek dan Tamara. pasti Elin tidak akan kuat untuk bertemu semuanya. Elin lebih baik dijauhkan dari, Lucas. Lexi dan Philip, karena mentalnya belum siap menerima ini semua," jelas Arya.
__ADS_1
Eric cukup terkejut dengan kabar bahagia ini. Mengingat ini adalah impiannya.
"Om sebenarnya bahagia sekali kalau Tuan Philip merestui hubungan kita, dan meminta kita bertemu, tetapi apa ini adalah ketulusan. Om hanya takut kalau ini adalah salah satu upaya untuk memisahkan kami lagi," keluh Philip.
"Kalau Arya tidak melihat seperti itu Arya justru melihat kalau ini adalah suatu penyesalan yang sudah lama Philip rasakan. Dia saat ini sedang berada di titik terpuruknya, hidup sendiri, dan wanita yang selama ini ia sangat percaya ternya tak ubahnya seorang benalu yang numpang tidur dan menghianatinya. Sejujurnya kalau Arya lihat ini adalah titik paling bagus untuk Om mengambil hati Kakek. Om datanglah dengan Tante Ely dan perbaiki hubungan kalian dengan Kakek. Beliau tidak bisa egois lagi, karena dia juga butuh anak, cucu dan cicit untuk menemaninya di hari tua. Sekarang di rumah mewah itu hanya tinggal Kakek seorang diri dan itu semua karena Lucas cucu satu-satunya yang selama ini ia banggakan terpenjara, dan tentunya di rumah itu cuma dihuni oleh para pekerja, dan dia seorang diri tanpa ada yang mengajaknya bercanda. Kesepian pasti."
Arya sangat berharap bahwa Eric mau bertemu dan berkumpul dengan Philip.
"Om tidak perlu jawab sekarang, karena kabar bahagia ini adalah kabar untuk Tante juga, lebih baik Om berbicara dulu dengan Tante, dan keputuasan dari Tante seperti apa, kalau saran Arya pasti seperti tadi, buka pintu maaf yang luas apalagi Philip sedang kesepian seperti ini sangat pas momenya." Arya kembali menasihati Eric.
"Baiklaah Om tidak akan ambil keputusan malam ini dan tidak akan mengambil keputusan sendiri, karena ini semua pasti yang lebih berhak untuk menentukanya adalah Darya. Om akan berbicara dulu dengan Darya, dan Om akan mengikuti apa yang dia inginkan," tutur Eric, sebenarnyaa ia juga tidak bisa dipungkiri hatinya bahagia ketika dia mendengar kabar ini.
"Yah Arya pun berpikir seperti itu." Mereka pun menghentikan obrolan mereka ketika adzan berkumandang, dan dua laki-laki itu kembali ke dalam tempat ibadah untuk melakukan kewajibannya.
*******
Lexi saat ini sedang duduk di ruang besuk, untuk menunggu Lucas. Tidak lama Lucas pun datang dengan mengenakan pakaian tahanan, tetapi tangan yang tidak di borgol.
__ADS_1
"Kenapa wajah loe pucat sekali. Apa ini adalah hantu loe yang datang ke sini," kelakar Lucas yang sudah sangat kangen dengan sahabatnya itu. Lexi hanya membalasnya dengan senyum kecutnya. Bahkan laki-laki itu masih bisa tertawa ketika temanya kesakitan, dan rela berkorban untuk datang ke negara lain meskipun kondisinya masih sakit.
"Kemarin gue baru saja menjalani operasi dan gara-gara loe yang tidak bisa melihat gue tenang, telpon membutuhkan gue dan gue terpaksa datang ke sini seorang diri demi loe, tapi loe masih bisa tersenyum dan berkelakar. Ingin rasaanya gue tembak loe tepat di otaknya, tetapi ini ada di kantor polisi, jadi loe lolos sekarang."
Lucas terkejut dengan apa yang Lexi katakan. "Loe serius, baru menjalankan operasai, tetapi sakit apa? paling luka tembak," jawab Lucas dari yang panik hingga ia yang biasa saja, karena memang Lexi sudah biasa melakukan operasi karena peluru yang bersarang di tubuhnya.
"Gue baru operasi sakit lambung, dan itu rasanya berkali-kali lipat dengan sakit karena luka tembak," jawab Lexi dengan suara lirih dan juga terlihat sekali lemasnya.
"Apah? Loe sakit pencernaan, kok bisa. Apa loe selama ini tidak jaga pola makan?" tanya Lucas yang panik mendengar apa yang Lexi katakan.
"Entahlah apa penyebabnya, tetapi ini benar-benar membuat aku serasa akan mati. Sangat menyiksa," lirih Lexi, gimana tidak menyiksa, baru makan tiga suap, ia sudah hampir muntah, mual-mual sehingga ia akan menghentikan makanaya hingga makanan yang tidak enak itu habis, dan tentu Lexi menghabiskanya juga karena terpaksa.
"Kalau gitu gue minta maaf, karena gue yang sedang butuh bantuan loe malah tidak tahu kalau loe sedang sakit. Maaf dan terima kasih atas pengorbanan loe," ucap Lucas dengan menepuk pundak Lexi.
Hahhhhhh....Lexi cukup terkejut dengan apa yang Lucas katakan.
"Sejak kapan loe kenal kata maaf dan terima kasih," kekeh Lexi, bahkan ia tidak bertemu selama tiga bulan lebih, tetapi perubahan yang terjadi pada diri Lucas sudah sangat banyak sekali.
__ADS_1
"Entah gue pun tidak tahu, banyak sekali yang terjadi pada kehidupan gue dan gue baru sadar kalau hidup gue sudah sangat jauh menyimpang gue ingin memperbaiki semuanya, gue lelah dengan kehidupan yang seperti ini," balas Lucas, dan Lexi pun semakin heran apa yang terjadi dengan sahabatnya selama ia pergi karena Lexi sangat terkejut ketika melihat perubahan Lucas.