Pelangi Tanpa Warna

Pelangi Tanpa Warna
Pelangi Tanpa Warna. #episode 106


__ADS_3

Pandangan mata Eric diangkat, seperti menemukan bongkahan berlian ketika ia mendengarkan apa kata Arya tadi. "Terima kasih Dok, Om sangat bersyukur ketika di pertemukan dengan Dokter Arya dan Om tidak tahu harus membalas kebaikan dokter Arya dengan apa." Pandangan Eric dan Arya saling bertemu.


"Om cukup buktikan kalau memang Om itu bisa melewati ini semua dengan baik. Om bisa melewati puncak ujian dengan sabar dan baik, ini mungkin cara Tuhan untuk menguji kekuatan cinta Om dan Tante Ely. Asal Om tahu kalau masakan yang Om masak untuk sodara Arya itu adalah Tante Ely, dan setiap Tante makan dengan masakan Om, seperti tengah mengingat ingat sesuatu. Arya sangat berharap suatu saat Om akan bertemu lagi dengan Tante," ucap Arya, tangan kananya masih mengelus pundak Eric dengan sangat pelan seolah dia adalah seorang ayah yang tengah menenangkan anaknya yang akan menangis.


Eric membalas ucapan Arya dengan anggukan semangat. Bahkan Arya bisa melihat senyum semangat yang terlihat dari bibir Eric dan juga wajah semangat Eric kembali terlihat dari wajahnya yang sebelumnya terlihat sangat sedih.


"Kalau begitu Om bisa lanjutkan cerita Om, agar Arya bisa membantu Om untuk mencari keadilan ini," ujar Arya.


Eric pun mengikuti apa yang Arya minta, melanjutkan ceritanya. "Laki-laki yang di sebuat Lucas itu adalah sodara kembarnya Elin, namanya Erlan dan nama Elin sendiri adalah Erlin, ada huru R di tengah-tengahnya, tetapi seiring berjalannya waktu, kami nyaman memanggil nama Elin jadi  huruf R hanya ada di data dirinya saja, untuk panggilan tetap Elin. Erlan lahir dengan kelainan jantung, sehingga mau tidak mau kami harus meminta bantuan pada papahnya Darya, istri Om atau Arya bilang Ely, tetapi Om panggilnya Rya. Keluarga Rya memang bersedia membantu memberikan uang untuk perawatan Erlan yang saat itu membutuhkan uang yang tidak sedikit untuk pengobatanya. Keluarga Ryra memberikan syaran untuk menukar dengan kesehatan Erlan. Om harus cerai dengan Ryra, dan silsilah kelahiran Erlan dan Elin dirahasiakan dalam kata lain kami membawa anak masing-masing, tetapi jangan sampai Elin tahu kalau mereka memiliki saudara kembar, dan sebaliknya. Dan akibat dari perjanjian itu seperti sekarang ini," jawab Eric dengan pasrah.


Kini seolah bergantian Arya yang syok dengar cerita versi Eric. "Arya sangat kaget dengar cerita dari Om Eric, tapi Om jangan khawatir Arya tetap akan di pihak Om, dan saat ini Om tolong rahasiakan fakta ini dari siapa pun juga termasuk Elin, Arya hanya ingin mencari-cari fakta dulu baru mungkin Arya juga akan membicarakan ini dengan Lucas, nah mungkin selanjutnya Om bisa mengabarkan pada Elin siapa sodara kembarnya itu. Tapi Arya minta waktu untuk membuat semua ini terbongkar," ucap Arya, dalam pikiranya ia pun bingung ketika harus memulai dari mana dulu.


"Terus Om harus berbuat apa dokter Arya tidak mungkin kan Om hanya diam saja?" tanya Eric, apalagi ini  rumah tangganya tentu ia ingin ikut andil dia sebagai kepala keluarga untuk  menyelesaikanya.

__ADS_1


"Untuk saat ini, Om Eric masak masakan yang paling Tante Ely sukai dan mungkin Om bisa lakukan saat dulu masih muda, mungkin menulis surat atau apa yang bisa memancing ingatan Tante Ely, karena hanya itu yang bisa dilakukan oleh Om untuk menyadarkan pikiran Tante. Tante tidak gila, hanya saja depresi mungkin tekanan-tekanan dari keluarganya sebagai pemicunya. Masalah Tante Ely, Arya pasrahkan pada Om, terserah Om mau berbuat apa saja yang terpenting jangan sampai Om ketahuan, nanti Arya yang akan bantu sampaikan surat-surat dari Om untuk tante Ely."


"Baiklah Om tahu apa yang seharusnya Om lakukan, tapi apa itu tandanya  Om tidak boleh bertemu dengan Rya?" tanya Eric, laki-laki itu sangat berharap kalau dia bisa bertemu dengan mantan istrinya dan ia seolah yakin kalau Rya pasti akan sembuh kalau dia yang rawat.


"Untuk sementara waktu kayaknya jangan dulu Om, karena Lucas masih membenci kalian, dan masih ada salah paham, dan juga penjagaan di perawatan Tante cukup ketat, nanti kalau ketahuan Arya dan marah pada Om, malah bisa-bisa semuanya gagal. Lebih parah lagi kalau Arya dilarang menemui Tante, itu paling berbahaya, mengingat Lucas itu rada gila. Anak Om yang satu ini agak lain sangat berbeda dengan Elin makanya haris hati-hati," terang Arya.


"Om, jadi penasaran dengan Lucas apakah dia sangat kejam?" Eric berpikir seperti itu, karena memang ia di besarkan keluarga yang membenci dirinya, dan pastinya putranya pun tumbuh menjadi anak yang sangat arogant.


"Lucas dibesarkan oleh kakeknya, dan untuk mengambil pendidikan dia rata-rata di luar negri. Om pasti tahu pendidikan dan pergaulan serta gaya hidup diluar negri itu seperti apa. Mungkin itu yang mempengaruhi kelakuan Lucas, tetapi dia sebenarnya baik, hanya salah didik dan pergaulan mungkin."


"Ok Dok, memang sepertinya Om harus sedikit sabar lagi, Om tahu bagaimana Dokter Arya bekerja, Om akan menunggu sampai Dokter Arya meminta bantuan Om untuk melancarkan semuanya. Om kalau boleh minta hanya ingin memiliki keluarga yang utuh, anak-anak Om bisa hidup dalam satu keluarga dan tentunya Om juga ingin menikah lagi dengan cinta sejati Om, hanya Rya yang om sayangi." Memang usia Eric bukan muda lagi, tetapi ia justru ingin menghabiskan hari tuanya dengan anak-anak dan cucunya.


"Iya Arya tahu, Elin selalu berbicara seperti itu," balas Arya. Eric dan Arya pun kembali melanjutkan obrolanya hingga Eric tahu juga kalau ternyata selama ini Lucas mengira mereka sudah meninggal, hal itu Arya lakukan untuk menyelamatkan Elin dari  dendam Lucas, sebab apabila Lucas tahu kalau Elin dan Eric masih hidup makan Lucas akan terus mencari ide untuk kembali membuat Elin celaka. Maka dari itu Arya mengambil cara itu.

__ADS_1


"Om tahu dan mengerti tujuan dokter Arya mengatakan kalau kami sudah meninggal itu semua demi kebaikan bersama maka dari itu Om tidak akan marah. Om justru berterima kasih karena  Dokter Arya memiliki ide yang luar biasa hebat. Andai tidak ada Dokter Arya bisa jadi Om dan Elin tidak bisa sampai sini," lirih  Eric. Tidak lama pandangan Eric dan Arya tertuju dari sebuah mobil mewah milik Arya yang di bawa oleh Marni untuk mengantarkan Elin ke dokter kandungan.


"Elin sudah datang Om, jangan tunjukan yah kalau Om sedang bersedih. Elin harus tetap tidak tahu fakta ini dulu," bisik Arya agar Om Ericnya bersikap biasa saja. Dan Eric hanya  membalasnya dengan jari jempolnya.


Elin turun dengan barang belanjaan yang cukup banyak, tidak ketinggalan juga Marni, hal itu karena Arya yang memberikan kartu tanpa limitnya untuk memanjakan dua wanitanya.


"Papah..." sapa Elin wajahnya tidak semurung tadi mungkin karena efek belanjanya. Eric pun membalas dengan senyum sumringah.


*****


Teman-teman sembari menunggu kelanjutan kisah Elin dan Lucas, mampir dulu yuk ke karya bestie othor. Dijamin seru...


Kuy ramaikan....

__ADS_1



__ADS_2