Pelangi Tanpa Warna

Pelangi Tanpa Warna
Pelangi Tanpa Warna Bab 180


__ADS_3

"Tinggalkan gue!!!! Jangan bebaskan gue dari penjara ini." Lucas meminta Lexi keluar, dengan suara bergetar dan tatapan kemarahan.


"Kamu memang seharusnya dihukum selamanya di dalam penjara ini. Tetapi ingat kamu punya janji pada Zakia. Di ponsel itu ada vidio Zakia yang meminta kamu untuk cepat pulang, dia menunggu janji kamu." Arya yang tiba-tiba masuk membuat ruangan terasa semakin dingin.


Lucas hanya menunduk dan terus menunduk tanpa ingin menatap Anya dan Lexi, mungkin apabila di tanya kapan dia merasakan di posisi di titik terendah? Jawabanya adalah sekarang.


Yah, saat ini ia sedang berada di titik paling bawah. Dia merasa hidupnya tidak ada artinya, hidupnya hilang arah dan tidak ada kebaikan yang ia lakukan selama ini.


Lexi sendiri hanya diam saja. Ia pun merasakan hal yang sama terlalu kotor, dan terlalu tidak tahu diri ketika di dalam hatinya, ia ingin Elin memaafkanya, dan dia juga ingin mempertanggung jawabkan perbuatanya di mana  Elin hamil atas perbuatanya.


Arya mengambil duduk di samping Lexi dan merain ponsel yang tadi ditinggalkanya.  Laki-laki yang berprofesi sebagai dokter pun sangat yakin kalau Lucas belum melihat vidio yang Zakia buat untuk sang papahnya. Ia yang sudah berdiri di balik dinding ruangan besuk tentu dengar apa yang Lexi katakan. Arya pikir Lucas akan marah dengan dirinya yang merahasiakan siapa Elin, tetapi Arya lihat kalau Lucas sepertinya mengerti apa yang menjadi alasan Arya bisa mengatakan kalau Elin dan papahnya meninggal dunia.


Arya memutar videovideo yang berisi pesan dari Kia. Lucas pun semakin hanyut dengan perasaan bersalahnya. Dia sendiri tidak tahu ada dalam masalah yang seperti apa, kenapa dia merasakan semuanya serba salah. Lucas menatap iba Arya dan meletakkan ponselnya tanpa sepatah kata pun.


"Aku sebenarnya dari awal bertemu Elin merasakan sudah berbeda, aku merasa dia sangat dekat dengan aku. Itu sebabnya aku diam-diam melakukan test DnA secara sembunyi-sembunyi agar aku tahu hubungan kalian, dan semuanya terjawab dari test itu.


Aku melihat Elin sangat trauma, terutama kalau mendengan nama kalian, bahkan pintu ruangan rawatnya dibuka dia akan sangat ketakutan, dan sekedar ditinggal oleh papahnya dia akan takut kalau salah satu dari kalian akan datang.


Itu sebabnya aku mengatakan pada kamu kalau Elin sudah meninggal, begitupun papahnya. Semata-mata aku hanya ingin melindungi mereka, terutama dari rasa trauma yang mereka alami. Terutama Elin yang sampai detik ini dia masih sangat trauma, meskipun semuanya sudah berjalan membaik, tetapi dalam alam bahaw sadarnya ia masih menolak untuk bertemu kamu. Aku tahu betul gimana perasaan Elin saat ini, karena aku memang yang mendampingi Elin untuk sembuh."

__ADS_1


Karena Lexi yang sudah mengatakan kejujuranya sehingga saat ini Arya juga mengatakan betapa beratnya cobaan Elin saat itu. Mereka yang bahagia dan hanya terbawa dendam sehingga membuat orang yang tidak berdaya menjadi korban.


Lucas, sendiri sudah kembali terisak, dadanya sesak ingin ia berteriak stop jangan dilaanjutkan cerita itu, tetapi tidak bisa. Ia sendiri juga penasaran dengan apa yang terjadi dengan Elin.


"Saat ini kondisi Elin bagaimana? Apa dia tidak mau memaafkan aku?" isak Lucas dengan suara yang parau, mata yang bengkak dan penyesalan mengusai tubuhnya.


"Lexi mungkin tahu kondisi Elin saat ini, dia sudah bertemu dengan Elin," ucap Arya, pandanganya dialihkan pada Lexi yang hanya duduk berdiam, menunduk dan terlihat sekali penyesalan di wajahnya.


Lexi mengangkat wajahnya ketika Arya menyebut namanya. "Gue tidak bisa bilang dia baik-baik saja. Kondisi Elin buruk," jawab Lexi dengan singkat itu yang ia tahu, dari kesehatan, dan mental.


Namun tidak bisa dipungkiri Lexi ada rasa senang ketika Elin yang sekarang lebih sedikit galak, dari pada yang dulu hanya pasrah dan memelas. Ada rasa bikin penasaranya kalau dia semakin galak seperti sekarang.


Lucas masih menyimak apa yang Lexi dan Arya katakan. "Sepertinya aku tidak harus datang dan mengacaukan  kebahagiaan mereka. Sudah cukup mereka menderita bukanya sekarang seharusnya aku yang berada di posisi mereka," balas Lucas dia benar-benar bukan Lucas, Arya pun sampai heran, apakan  Lucas sebengini rapuhnya hingga ia menangis tersedu-sedu.


"Awalnya saya juga berpikir cara seperti ini adalah ide paling baik, tetapi Om Eric dan Tante Ely beliau adalah orang tua kalian, apa kamu tidak ingin berbakti pada mereka. Tante Ely tidak bisa dibohongi, dalam alam bawah sadarnya ia menginginkan kamu hadir di tengah tengah mereka. Tanpa  kamu ketahui dia sering menanyakan kabar kamu padaku. Aku selalu berkata kamu kerja dan kerja. Beliau Ibu kamu ingin kalian kumpul," ucap Arya agar Lucas tidak berpikir egois dan seolah menghindar dari kesalahannya.


"Lalu aku harus gimana? Aku sudah sangat bersalah, sangat-sangat bersalah membuat penderitaan yang tiada habisnya untuk Elin," ucap Lucas dengan wajah yang sedih.


"Untuk saat ini aku pun tidak memiliki ide, tetapi aku akan mencoba mencari ide. Lexi juga akan membantu, dan kalau kamu ada ide kamu bisa mengutarakanya, dan kita akan cari jalan bersama sama. Jangan gegabah dan juga jangan membuat kesalahan yang sama untuk ke dua kalinya."

__ADS_1


Arya masih mengingat kata-kata Eric, di mana dia sebagai orang tua dari Elin sebagai korban. Marah, kecewa dan juga ingin meminta keadilan untuk putri tercintanya. Namun, setelah tahu bahwa siapa pelakunya ia dengan hati yang hancur, dan sesak, mencoba memaafkan Lucas. Apalagi Lucas juga darah dagingnya dan Elin juga darah dagingnya. Kalau ada ditanya posisi yang paling berat adalah di posisi Eric.


Dia harus berada di pihak Elin tetapi juga tidak menyudutkan Lucas, karena tidak akan ada masalah ini tanpa adanya fitnah yang mengerikan dari kakek dan Tamara.


"Aku akan ikut apa kata kamu Arya, aku akan ikut kata kamu," racau Lucas, dengan yakin.


"Yah kamu harus iku apa kata aku, karena atas kelakuan kalian yang menderita bukan Elin saja. Om Erik, Papah kamu beliau juga sangat tersakiti, apalagi pelaku yang membuat hancur anaknya adalah putranya sendiri. Berat Lucas. Tapi bukan berati kamu harus pergi dan membiarkan mereka bahagia. Mereka keluarga kamu jadi kamu juga wajib untuk ada bersama dengan mereka. Kamu harus perbaiki hubungan yang hancur ini. Apa kamu tidak ingin meminta maaf pada Elin, apa kamu sebagai kakak tidak ingin melihat adik kamu bahagia?"


"Aku mau melihat dia bahagia, aku mau meminta maaf, dan akan aku korbankan apapun asal dia bahagia," ucap lucas dengan yakin.


"Kalau gitu kamu jangan pergi, kamu hadapi ini semua, jangan jadi pengecut yang kabur begitu saja. Dan kamu Lexi, kamu juga harus perbaiki kesalahan kamu. Elin hamil anak kamu berilah kebahagiaan pada mereka, jangan bikin dia tertekan lagi." Arya menatap Lexi dengan tatapan yang tajam.


"Apa, Elin hamil??"


...****************...


Teman-teman sembari nunggu kisah kelanjutannya. Yuk mampir ke novel bestie othor...


Kuy ramaikan...

__ADS_1



__ADS_2