Pelangi Tanpa Warna

Pelangi Tanpa Warna
Pelangi Tanpa Warna #Episode


__ADS_3

Selamat siang Tuan, kami dari kepolisian membawa surat penahanan atas nama Lucas." Dua orang polisi datang menghampiri Lucas yang saat ini sedang bekerja. Sontak Lucas langsung tersentak kaget dengan ucapan mereka yang tidak berdasar.


"Tunggu maksud kalian apa, tiba-tiba datang ke kantor saya dan membawa surat tahanan?" tanya Lucas dengan panik, bagaimana tidak panik dia tidak terlibat kasus apapun tiba-tiba ada dua orang polisi yang mendatangi kantornya dengan membawa surat penangkapan.


Namun Lucas berusaha bersikap tenang, dalam pikiranya sudah langsung tertuju pada Rosi yang mungkin saja melakukan kesalahan, sehingga bisnis yang selama digelutinya terendus polisi.


"Saya akan ikut Anda semua tapi jangan di borgol, karena ini kantor bakal gaduh nantinya, kita berjalan normal saja layaknya rekan bisnis, dan saya tidak akan kabur," ucap Lucas, dan untungnya polisi tidak ribet dan mereka menerima apa usulan Lucas itu.


Lucas dan dua polisi pun berjalan layaknya rekan bisnis sesuai dengan apa yang Lucas katakan. Laki-laki itu pun belum tahu kasus apa yang membelitnya sehingga ia tiba-tiba mendapatkan surat penangkapan. Namun Lucas yang sudah sering telibat dengan polisi pun lagi-lagi telihat santai tanpa banyak bertanya, semuanya bisa ia tanyakan nanti di kantor. Lucas bisa bertanya dengan bebas. Meskipun tidak memungkiri ia sangat penasaran denga penagkapanya.


Tidak lama mereka bertiga sampai di kantor polisi di mana di sana sudah ada laki-laki yang Lucas yakini dia menunggu kedatangan dirinya, pasalnya begitu Lucas datang, laki-laki itu langsung berdiri.


"Bia-dab kau." Raka langsung menghajar Lucas yang masuk ke dalam kantor polisi dengan melenggang santai.


Bruuukkk... Bruukkk... laki-laki itu langsung melayangkan  tinjuan pada Lucas, ia yang bahkan tidak tahu kalau akan mendapatkan serangan dadakan pun tidak bisa menghindar sehingga bibirnya pecah dan pipinya terasa panas, tetapi ketika ia mencoba bangun dan akan membalas justru dua polisi yang tadi menggiringnya langsung menahannya.


Yah, seolah mereka sedang sekongkol dengan laki-laki yang baru ia ingat kalau dia adalah selingkuhan Tamara. Lucas masih sangat ingat dengan laki-laki yang hampir setiap dua hari sekali menyusup ke dalam rumah keluarganya.

__ADS_1


Lucas memberikan senyum mengejek, ketika ia melihat laki-laki itu, yah Lucas sedikit bisa menebak bahwa kasus yang membelitnya adalah kasus yang bersangkutan dengan Tamara, tetapi Lucas belum mengetahui kalau Tamara sudah terbunuh, dua hari yang lalu, dan semua bukti yang dikumpukan di tempat kejadian perkara semuanya mengarah ke Lucas.


"Tahan Mas Raka, biarkan urusan Tuan Lucas kita yang urus. Kalau Anda berbuat kasar seperti ini bisa saja tuduhan ini berbalik pada Anda," lerai polisi yang lain yang melihat kalau Raka makin menggila.


Raka pun mengikuti apa kata polisi dan dia lagi-lagi diam, dan memilih pulang ke rumahnya dengan alasan letih, padahal Polisi juga membutuhkan saksi dari dirinya. Yang Lucas sama sekali tidak tahu menahu kenapa gerangan dirinya ditahan.


"Pak, memang tuduhan yang membelit saya apa?" tanya Lucas dengan tangan memegangi sebelah pipinya yang panas dan pegal, karena bogeman dari Raka di pipinya yang mulus itu.


"Anda kenal dengan wanita ini?" tanya polisi memberikan foto Tamara, yang sudah jangan diragukan lagi dia sangat kenal dengan orang itu.


"Kenal dong, dia adalah istri ke dua dari Kakek saya," ucap Deon dengan jujur dan tidak terlihat akan kebohongan, dan Lucas juga pasti sudah tahu kalau yang dikatakanya adalah kebenaran.


"Wanita itu kemarin ditemukan terbunuh di gudang pinggiran kota Jakarta, dan semua bukti mengarah pada Anda, Tuan Lucas," jelas polisi dan hal itu langsung membuat Lucas terkejut. Bahkan Lucas masih belum mengerti kenapa dia dilibatkan dalam kasus ini, sementara dia saja untuk bertemu Tamara tidak pernah.


"Tunggu, kenapa bisa saya yang dijadikan  tersangka, dasarnya apa, bisa jelaskan sedetail-detailnya. Karena saya akhir-akhir ini bertemu dengan wanita itu saja tidak pernah, tapi kenapa, tersangka bisa mengarah ke saya?" tanya Lucas yang terlihat masih tenang itu.


Polisi menyodorkan chat yang diduga dikirimkan oleh Lucas pada anak buahnya untuk menyingkirkan Tamara, dan juga beberapa chat lain yang Lucas kirimkan, tetapi seolah pesan itu terkirim dari nomornya. Lucas setelah membaca pesan yang dikirimkan dan memang apabila dibaca dari pesan-pesan itu dia adalah  otak dari pembunuhan Tamara, tetapi Lucas tidak penah mengirimkan chat itu.

__ADS_1


Namun, Lucas tahu semakin ia menjelaskan semaki polisi akan menuduhnya dengan kata 'pembelaan'. Otak Lucas berpikir untuk bisa keluar dari penjara ini. Ini bukan salahnya sehingga ia tidak bisa terima kalau disalahkan dalam hal ini, tetapi juga ia sulit membuktikanya karena chat itu seolah-olah terkirim dari ponselnya. Yang Lucas sudah sangat tahu kalau ponselnya telah dibajak.


Ia harus cari bukti dulu kalau ponselnya di bajak, apabila asal bicara polisi tidak akan pernah percaya.


"Apa pelaku pembunuhan sudah tertangkap?" tanya Lucas ia ingin tahu siapa pelaku pembunuhanya, dia kenal anak buahnya.


"Sudah mereka juga mengatakan kalau Anda adalah dalang dari pembunuhan berencana ini," ucap polisi, dan Lucas masih bersikap tenang.


"Pertemukan aku dengan orang-orang itu, aku kenal anak buahku, apakah benar anak buahku yang melakukan pembunuhan itu atau justru ada orang yang dengan sengaja ingin menjebakku. Dan pesan-pesan itu sebagian bukan pesan yang aku bagikanm ponselku di bajak, tetapi tenang aku akan bertanggung jawab di dalam jeruji besi ini, tapi biarkan aku juga menyelidiki kasus ini, karena aku yakin ada orang lain di balik pembunuhan ini yang dalang utamanya masih berkeliahan, aku hanya takut kalian terlalu fokus dengan kasus ini sampai membiarkan pelaku utama, mencapai target sesungguhnya. Jangan fokus dengan kasusku, lebih baik fokus cari pelaku sesunggungnya, karena aku yakin pelaku sesungguhnya incaranya bukan Tamara, wanita itu hanya untuk pancingan saja," ucap Lucas dengan suara tegas dan serius.


"Tapi semua bukti ini mengarah pada Anda," balas polisi.


"Jangan terfokus dengan chat seperti ini, karen sekarang jaman sudah sangat canggih, bisa membajak ponsel tanpa menyentuh ponsel itu sendiri, terus kalian akan tetap percaya dengan chat-chat ini, kalau begitu siap-siap akan ada nyawa yang terbunuh lagi, karena pembunuh sesungguhnya masih berkeliaran, dan dia menyamar menjadi orang baik," imbuh Lucas, pengalam dia dalam dunia gelap sudah bertahun-tahun dia sudah sangat hafal dengan kasus seperti ini, di mana ada dua penyusup asli dan penyusup gadungan. Dan yang asli akan terlihat sangat mustahil untuk melakukan ini semua, tetapi sangat berbeda dengan penyusup gadungan akan sangat gampang dikenali.


Lucas sampai tidak habis pikir kenapa polisi langsung mengeluarkan surat penahanan sedangkan bukti hanya dari chat pribadi yang dijaman sekarang, banyak kejahatan media sosial.


"Pertemukan aku dengan para pelaku pembunuhan itu, aku akan mengenalinya, dan akan aku beri kesimpulanya," ulang Lucas, dan polisi pun meminta tiga orang yang sudah diamankan dan dari ketiga itu meyakini kalau Lucas adalah pelakunya.

__ADS_1


__ADS_2