Pelangi Tanpa Warna

Pelangi Tanpa Warna
Pelangi Tanpa Warna #Episode 151


__ADS_3

Arya tercengang ketika tiba-tiba dia mendengar kabar yang cukup buruk, sepupunya tertangkap polisi. Laki-laki itu masih mematung, mencerna kembali dengan apa yang dia dengar barusan.


[Maaf Pak, apa yang Anda katakan benar, Sepupu saya Lucas tertangkap polisi? Dan sekarang di penjara?] tanya Arya. Entah mimpi apa dia malam tadi, hingga dia mendengar kabar yang kurang menyenangkan.


[Benar, dan saat ini beliau ingin berbicara dengan Anda, dan Anda di minta datang ke kantor kami.]


[Apa boleh saya berbicara lebih dulu dengan Lucas, untuk memastikan ini benar atau ini adalah penipuan seperti yang sering tersebar di internet] tawar Arya, meskipun dia sebenarnya cukup yakin kalau sepupunya memang sedang ada masalah, tetapi apa salahnya kalau dirinya meyakinkan kembali.


[Anda langsung datang ke kantor polisi saja, alamatnya sudah saya kirimkan dan tidak mungkin penipuan bersarang dari kantor polisi,] balas orang dari panggilan telepon, dan tanpa menungu lama, dan berbasa basi lagi. Arya pun menyanggupi untuk datang menemu Lucas.


Arya meletakan ponselnya di atas meja. Kepalanya langsung berdenyut dengan masalah yang baru datang. "Aku pikir dengan selesainya masalah Om Eric dan Tante Ely, aku sudah bisa bernafas dengan lega, tetapi aku justru dikejutkan dengan masalah yang baru lagi." Arya pun menjambak rambutnya dengan kasar.


"Kira-kira apa yang Lucas perbuat, sampai-sampai dia berurusan dengan polisi?" gumam Arya, tetapi dalam batinya Arya sudah tidak terlalu kaget mengingat Lucas sendiri terkenal memiliki masa lalu yang buruk.


Sebelum Arya menemui Lucas, terlebih dahulu pasti laki-laki itu memberitahukan pada Marni, dia bahkan tidak ada rahasia apapun dengan wanita itu dan untungnya Marni selalu siap direpotkan dengan urusan Keluarga Arya yang tidak ada habisnya.


"Kamu yakin akan ke kantor polisi sendirian?" tanya Marni, yang melihat kondisi Lucas sendiri seperti banyak sekali pikiranya.


"Kamu tenang saja aku bia hadapi ini semua, aku titip Jiara dan yang lainya yah. Kamu jangan dulu beritahu mereka, sebelum aku memastikan kasus apa yang membelit Lucas." Pesan Arya pada Marni, dan hanya di balas anggukan samar, sebagai tanda kalau Marni mengerti situasinya.


Walau Arya sendiri lelah, dengan masalah-masalah Lucas, tetapi siang ini ia tetap mendatangi kantor polisi demi mengurus kasus Lucas, dan meninggalkan pekerjaanya, untung masih bisa digantikan oleh dokter yang lain.

__ADS_1


Setelah menyusuri jalanan ibukota yang sangat terik, akhirnya Arya sampai juga di kantor polisi tempat Lucas ditahan. Setelah bertanya akhirnya Arya dipertemukan dengan Lucas. Namun, lagi-lagi Arya cukup heran, ketika bertemu dengan Lucas tidak mengenakan pakaian tahanan dan tangan yang biasanya diborgol ini dibiarkan seperti tidak terlibat masalah apapun.


Arya dalam beberpa menit hanya diam menatap Lucas, begitupun Lucas nampak diam yang mungkin dia sendiri bingung akan memulai obrolan dari mana.


"Kasus apa yang membuat kamu terjerat masalah hukum?" tanya Arya dengan menatap Lucas dalam. Kecewa? Yah, Arya sangat kecewa dengan Lucas yang lagi-lagi harus membuat ia repot, dan kini otak Arya bingung mau menyelesaikan masalah Lucas dari mana, dan keluarganya apakan Arya harus membertahukan keluarga Lucas dan juga Jiara, lalu Philip apa dia juga akan dia beri tahu?


"Pembunuhan," jawab Lucas dengan singkat dan padat.


"Hah!!! Gila kamu Lucas, siapa yang kamu bunuh?" tanya Arya dengan menggebrag meja. Rasanya Arya tidak ingin lagi mengurus masalah-masalah Lucas, cukup sudah ia perduli sampai keluarganya, tidak dengan kasus yang lain. Apalagi ini pembunuhan, hukumannya tidak mainan-main.


Arya memijit kepalanya yang langsung berdenyut. "Kenapa kamu selalu ceroboh Lucas, apa kamu tidak belajar dari masalah Elin yang ternyata kamu hanya termakan oleh fitnah. Seharusnya kamu bisa lebih dewasa dan kamu bisa menjadikan masalah itu pelajaran yang berharga, dan Jiara dan Zakia apa kamu tidak memikirkan dia?" geram Arya, dan tangannya masih memijit kepalanya tanpa melihat pada Lucas. Laki-laki itu sangat kecewa dengan sepupunya.


"Aku memanggil kamu, karena aku butuh bantuan kamu. Aku hanya dijebak bukan aku yang melakukanya, dan aku yakin kalau pelaku sesungguhnya bukanlah mengincar Tamara. Aku takut yang menjadi incaran sebenarnya adalah Philip atau justru anggota keluargaku yang lain, aku hanya ingin meminta bantuan kamu untuk melindungi Kakek dan yang lainya, karena pelaku pembunuhan yang sesungguhanya belum ketahuan." Lucas tahu betul kalau Arya sangat kecewa, tetapi ia tidak tahu akan meminta bantuan sama siapa lagi selain Arya yang memang sangat tahu dengan keluarganya, dan yang terpenting Arya sangat bisa di percaya.


Lucas mengangguk. "Dua hari yang lalu di gudang di pinggiran kota Jakarta, dan dari bukti-bukti yang ditinggalkan dan dari tiga pelaku yang mengeksekusi Tamara mereka mengatkan bahwa otak dari perbuatanya adalah aku. Tapi soal hukuman ini, kamu tenang saja aku tidak akan tinggal diam aku pasyti akan menemukan dalang sebenarnya dari pembunuhan ini," jelas Lucas.


"Tunggu... Tunggu kamu jelaskan dengan detail, dan rinci, kenapa kamu bisa terkurung dalam masalah ini," aku akan membantu kamu kalau memang kasusnya jelas," ucap Arya.


Lucas pun menjelaskan dengan sejelas-jelasnya dari dirinya bisa diseret ke kantor polisi dengan kasus pembunuhan dan juga Lucas yang satu persatu janggal dengan bukti yang mengatakan kalau dirinyalah dalang dari kasus ini sesungguhnya, dan Tamara yang tiba-tiba ditemukan terbunuh. Lucas menceritakanya dengan detail tanpa sedikit pun dia meninggalkan kecurugaanya.


"Apa Philip sudah tahu masalah ini?" tanya Arya, yah setelah Lucas menjelaskan tujuanya memanggil Arya. Laki-laki itu pun tahu maksud dari Lucas yang memanggilnya itu.

__ADS_1


"Entahlah, dan kalau memang Kakek sudah tahu aku ingin Kakek kamu jaga, pastikan rumahnya bersih dari orang-orang yang bisa saja berpihak pada pelaku sesungguhnya.


Arya diam sejenak, ini adalah momen yang pas, ketika Philip sakit dan juga Lucas  dalam tahanan dan tentunya entah sampai kapan laki-laki itu akan bebas. Mungkin saja Philip ingin bertemu dengan Darya. Arya jadi teringat untuk mengabarkan pada Philip bahwa sang putri sudah sembuh dan bisa bertemu dengan dirinya bahkan bisa merawat dirinya yang sakit.


Namun, lagi-lagi Arya terpikirkan apakah Philip akan mau menerima Darya, dan juga suaminya yang dulu ia pisahkan?


"Tapi situasi sekarang berbeda Philip butuh keluarga di tengah-tengah kesendirinya. Tidak ada salahnya aku coba," gumam Arya dalam hatinya, yah laki-laki itu akan mencoba mengenalkan keluarga putri dari Philip dan cucu yang lain serta cucu menantu, biarkan mereka berkumpul dan itu akan menemani hari-hari Philip di masa tuanya yang sudah sakit-sakitan.


"Arya kenapa kamu diam saja? Apa jangan-jangan kamu tidak dengarkan apa ucapan aku?" tanya Lucas, yang sudah berbicara panjang kali lebar, tetapi justru dia tidak mendaptkan respon apapun dari Lucas.


Arya yang tadi sempat melamun mengerjapkan matanya berkali-kali. "Ah, apa yang kamu katakan, aku hanya sedikit pusing," elak Arya dengan berpura-pura memijat kepalanya, agar Lucas percaya dengan apa yang dikatakanya.


"Aku ingin kamu jaga Kakek, dan juga jaga keluargaku yang lain jangan sampai  apa yang aku takutkan terjadi," ulang Lucas.


"Emang apa yang kamu takutkan? tanya Arya dengan serius.


"Seperti yang aku bilang tadi kalau pelaku menghabisi Tamara hanya untuk pancingan, target utama sepertinya bukan wanita itu, ada target yang lebih besar lagi," ucap Lucas.


"Kenapa aku berasa horor dengarnya mana bermainya nyawa," lirih Arya dengan menyenderkan tubuhnya, pada senderan kursi.


"Aku minta tolong kamu hubungi Lexi, bilang pada dia aku membutuhkan bantuan dia, untuk menyelidiki kasus ini, sebelum semuanya melebar. Dan kamu cukup fokus dengan keluarga aku, Kakek dan juga Jiara dan Zakia. Aku percaya penjagaan mereka pada kamu, kamu pasti bisa melindungi mereka. Biarkan masalah ini Lexi yang cari tahu, dia lebih bisa diandalkan dalam masalah ini," jelas Lucas, dan karena ucapan Lucas itu, Arya kembali termenung.

__ADS_1


"Lexi?? Kenapa mesti laki-laki itu lagi yang Lucas hubungi? Lalu kalau Lexi bertemu dengan Elin gimana?" Arya menjerit dalam batinya.


__ADS_2