Pelangi Tanpa Warna

Pelangi Tanpa Warna
Pelangi Tanpa Warna #Episode 105


__ADS_3

Jiara dan Lucas sudah sampai di apartemen yang biasa di tempati oleh Jiara, dan Lucas pun langsung menidurkan putri sambungnya. Sementara Jiara merapihkan semua pakaian Zakia di lemari, dan menyiapkan pakaian dan peralatan mandi untuk suami barunya. Setelahnya Jiara juga akan menyusul istirahat dengan Zakia.  Kebiasaanya bekerja membuat Jiara sudah tahu tugas-tugas yang harus ia lakukan. Kalau untuk menyiapkan pakaian suaminya Jiara biasa lihat dari almarhum ibunya dulu yang selalu menyiapkan pakaian suaminya. Bukan hanya pakaian, tetapi semua jenis kebutuhan papahnya dulu selalu di persiapkan oleh almarhum ibunya.


Jiara ingin meniru cara ibunya dulu yang pandai melayani papahnya hingga ia tidak bisa berpaling dari wanita lain, keharmonisan mereka bersama-sama, masih terekam jelas di dalam memory Jiara. Namun keharmonisan mereka yang sempat mengispirasi Jiara semuanya harus hancur, karena sakit yang menghampiri ibunya.


"Mas mau mandi dulu, atau langsung istirahat?" tanya Jiara, mengagetkan Lucas yang sejak tadi tengah fokus menatap anak yang berusia dua tahun tengah terlelap tidur.  Wajah damai anak sambungnya sangat menghipnotis Lucas untuk terus meperhatikanya.


"Mandi dulu, tapi kamu jangan tidur dulu yah, aku mau meminta hak pertamaku," ucap Lucas sembari sebelah matanya mengedipkan untuk meledek Jiara, apa coba tujuanya menikah selain mendapatkan kenikmatan duniawi.


Sementara Jiara hanya diam, saja dalam bayanganya masih terekam jelas ketika tiba-tiba ada laki-laki yang masuk ke dalam kamar hoitelnya, dengan tidak memberikan kesempatan untuk mengelak Jiara di per-kosa, bukan hanya satu kali ia di lecehkan dalam semalam tetapi hingga tiga kali bahkan Jiara seolah merasakan bahwa malam itu adalah malam terakhirnya hidup di dunia.


Wanita yang masih mengenakan pakaian panjang lengkap dengan hujab panjangnya duduk di pinggir ranjangnya yang empuk, tanganya saling bertaut satu sama lain.


"Ya Allah tolong aku untuk menghilangkan rasa trauma itu," batin Jiara, memang saat kejadian, tubuhnya sedang dikuasai oleh minuman haram, tetapi dia bisa merasakan setiap sentuhan yang ia rasakan di kulitnya. Setiap suara dan kejadian demi kejadian bisa Jiara rasakan dengan sangat jelas. Bahkan mata pelaku pemerkosaan hingga detik ini masih sering hadir dalam mimpi buruknya.


Anak perempuan yang cantik dengan usia dua tahun yang masih terlelap tertidur menjadi pusat perhatian Jiara, dia adalah Zakia, anak hasil pemerkosaan itu. "Sampai kapan aku akan menemukan laki-laki itu, setidaknya laki-laki itu tahu ini adalah anaknya. Zakia juga tahu siapa ayah biologis'nya nanti," batin Jiara masih menatap anaknya dengan rasa kasihan. Dia mungkin  sampai besar tidak akan tahu siapa ayah biologis'nya, darah siapa yang mengalir di tubuhnya.


Pintu kamar mandi di buka, dan Lucas keluar dengan  tubuh setengah telanjang, handuk berwarna putih hanya membungkus tubuh bagian bawahnya. Pandangan mata Jiara yang sempat menangkap  tubuh suaminya yang atletis pun hanya bisa menunduk dengan dada yang terus bergemuruh. Dadanya semakin naik turun tidak karuan. Dia bukan anak muda lagi yang biasa saja ketika dihadapkan dengan situasi seperti ini. Darah ditubuhnya mengalir dengan deras, dan hangat.


Lucas menarik bibirnya sebelah hingga menyungging keatas ketika melihat Jiara yang salah tingkah. Laki-laki itu malah seolah senang ketika membuat Jiara semakin salah tingkah, dan malu. Tanganya menggosok-gosok rambutnya dengan handuk kecil. Lucas menyodorkan handuk kecil pada Jiara.

__ADS_1


Hidung Jiara mencium wangi segar dari tubuh suaminya. "Buat apa?" tanya Jiara bingung ketika Lucas mengulurkan handuk kecil yang sebelumnya ia pakai untuk mengeringkan rambutnya.


"Bantu keringkan rambut aku," jawab Lucas, sekarang dia yang duduk di pinggir Jiara, dengan tangan gemetar, wanita berhijab itu mengambil handuk yang Luas berikan pada dia.


Tubuh yang awalnya duduk di pinggir ranjang, kini bangun dan berdiri dii hadapan Lucas. Sementara Lucas yang sudah  ahli untuk membuat wanita tidak berkutik dengan pesonanya pun sangat lancar untuk membuat Jiara melakukan apa yang ia minta.


"Jangan jauh-jauh kita udah suami istri kenapa untuk melakukan kewajiban ajah seperti orang yang tidak saling mengenal." Lucas menarik tubuh Jiara hingga menyentuh wajahnya, dan tanganya pun melingkar di pinggang Jiara yang ramping. Jiara bukanya fokus untuk menggosok rambut suaminya justru terganggu dengan nafas hangat Lucas yang  berada tepat di depan dadanya.


"Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan," batin Jiara ketika tangan suaminya membuka zipper bangian belakangnya.nGerakan yang sangat halus dapat Jiara rasakan, dan sekarang punggungnya sudah terbuka, Zipper sudah terbuka hingga sebatas punggung.


"Ee... maaf Mas, Jia mau mandi juga. Badanya lengket dan bau." Buru-buru Jiara melepaskan tubuhnya yang di peluk oleh suaminya, dan berjalan setengah tergesa kedalam kamar mandi. Segera mencari pelindungan. Saking cepatnya gerakan Jia huingga Lucas tidak sempat menahan Jiara, dan Lucas harus melihat punggung mulus Jiara dari celah Zipper yang ia buka barusan.


Lucas tentu tahu meskipun Jiara bukanlah perawan yang baru melakukan hubungan itu satu kali, tetapi yang terjadi pada Jiaara dulu adalah musibah, dia di per-kosa dengan tidak sabar dan juga dia mengalami itu semua ketika ia sedang dalam keadaan tidak sadar, alias mabuk. Pasti dalam situasi seperti tadi sangat kagok buat Jiara.


"Malam ini kamu tidak akan bisa lolos Baby."


Sementara Jiara di dalam kamar mandi tubuhnya bergetar denga hebat. Otaknya tidak bisa lepas dari bayang-bayang pemerkosaan itu. Tubuhnya gemetar dan sangat jelas kalau dia ketakutan. Satu per satu pakaianya ia tinggalkan hingga saat ini ia telan-jang. Luka sayatan di perut bagian bawah sebagai tanda kalau dari perutnya ia telah melahirkaan buah hati yang dulu lahir  di usia tujuh bulan, karena sebuah tragedi bunuh diri, hingga semuanya gagal, dan Jiara harus melahirkan paksa buah hatinya.


Wanita itu sempat mengira kalau mungkin ia akan kehilangan buah hatinya yang lemah dan kritis, tetapi Tuhan memiliki rencana lain sehingga Zakia selamat dan dirinya pun selamat. Tubuh tela-jangnya ia guyur dengan air dingin, hampir satu jam Jiara mandi di dalam kamar mandi tentu tujuanya adalah agar dia keluar Lucas sudah tidur. Apalagi ia lupa tidak membawa pakaian ganti. Sehingga itu tandanya ia harus keluar dengan mengenakan handuk untuk membelit tubuhnya.

__ADS_1


Setelah cukup lama ia di dalam kamar mandi dan saat ini juga darahnya yang mengalir ditubuhnya tidak lagi sepanas tadi. Kini Jiara sudah sedikit siap, setelah tadi selama mandi ia kembali mengingat-ingat pesan dari ambu dan abah.


Jiara keluar dari dalam kamar mandi , dan dia sudah yakin sekali kalau suaminya sudah tidur, dia saja di dalam kamar mandi tanganya sampai keriput sehingga ia sangat sakin kalau Lucas juga sudah tidur. Pintu kamar mandi Jiara buka dengan perlahan. Lucas di luar sana pun pura-pura tertidur agar Jiara mau keluar dengan hanya tubuh yang hanya terlilit handuk.


Glekkk... Lucas menelan ludahnya ketika untuk pertama kalinya ia melihat tubuh mulus Jiara, yang biasanya terbungkus rapih oleh baju gamisnya itu.


Jiara yang melihat kalau Lucas pun mengelus dadanya, lega. Wanita itu dengan berjinjit berjalan meninggalkan kamar mandi dan akan mengambil pakaianya. Sedangkan Lucas di bawah sanaa sang senjata sudah tidak bisa lagi dikondisikan meronta-ronta ingin mendapatkan haknya. Kedua mata Lucas dibuka dan melihat terus ke tubuh mulus istrinya. Dimana saat ini posisi Jiara memunggungi tubuh Lucas.


"Ehmz... Ehez...." Lucas berdehem, dan saat ini dia sudah duduk setengah bersandar. Jiara pun langsung tersentak kaget ketika sedang mengambil pakaianya, bahkan pakaian dalam yang ada ditanganya terjatuh saking kagetnya.


Lucas tersenyum penuh arti.


****


Teman-teman sembari tahu kelanjutan sang pengantin baru akankah berhasil nunu-nana atuu justru gagal. Yuk mampir ke novel teman othor di jamin bikin baper....


Kuy ramaikan....


__ADS_1


__ADS_2