Pelangi Tanpa Warna

Pelangi Tanpa Warna
Gadis Berhijab 'Jiara'


__ADS_3

Kisah Jiara, gadis berhijab....


"Kalau begitu saya pamit dulu Mas, nanti saya akan hubungi Masnya begitu saya sudah mencuci jas ini," ucap gadis berhijab itu.


Yah Gadis yang berhijab itu bernama Jiara atau biasa di sebut Jia, tetapi ada juga yang memanggil Ara. Jia kini hidup hanya tinggal berdua dengan papahnya, tetapi sejak papahnya depresi dia seolah hidup sebatang kara, karena ibunya sudah meninggal dua tahun yang lalu, terkena kangker hati.


Almarhum ibunya memutuskan berpisah dengan papahnya secara tiba-tiba setelah mengetahui bahwa dirinya mengindap sakit kangker hati. Saat itu, bukan hanya papahnya yang kecewa dengan apa yang dilakukan oleh ibunya, tetapi Jia sendiri juga kecewa dengan keputasan ibunya yang rela berpisah dengan papahnya yang selama dua puluh tahun berumah tangga dengan harmonis dan tidak ada tanda-tanda bahwa ia akan berpisah, tetapi tiba-tiba mereka harus dikejutkan oleh kabar yang kurang mengenakan, di mana tiba-tiba ibu dan papahnya berpisah.


Bak di sambar petir di siang hari, rumah tangga yang harmonis dan bahagia berubah menjadi keluarga yang hancur, dan memicu pertengkaran yang hebat hampir di setiap malam Jia mendengarkan pertengkaran dari orang tuanya.


Jia yang saat itu berusia sembilan belas tahun dan dia adalah gadis yang pandai, dan ceria tetapi karena orang tuanya yang berubah ia sempat menjadi gadis yang murung, bahkan ia yang sedang kuliah di semester kedua harus menghentikan kuliahnya. Hal itu karena kabar ibunya yang akan bercerai dengan papahnya. Tidak hanya itu sang papah yang sebelumnya penyayang dan humoris, manja dengan ibunya berubah menjadi monster. Bahkan pernah memukul ibunya di hadapan Jia dan menuduh sang ibu selingkuh.


Suara barang rumah tangga yang di lepar oleh papahnya membuat seisi rumah menjadi mencengkam. Jia dan ibunya memutuskan kabur dari rumahnya dan semua perceraian di serahkan pada pengacaranya. Setelah gadis itu kabur dengan ibunya dan kembali ke rumah orang tua ibunya. Satu bulan Jia tinggal bersama denganĀ  almarhum wanita yang telah melahirkanya, gadis itu baru tahu wakta yang sesungguhnya di mana sang ibu ternyata meminta cerai dengan papahnya karena dia mengindap kangker hati yang dokter memprediksi hidupnya tidak akan lama lagi. Entah maksud apa ibunya meminta cerai pada papahnya dan membuat papahnya membenci ibunya hingga ibu berpulang.

__ADS_1


Jia semakin terpuruk dengan fakta yang baru ia tahu. Wanita itu sudah hancur dengan perceraian papahnya dan ibunya, lalu di timpa lagi dengan kondisi ibunya yang semakin memburuk.


Satu tahun gadis berumur dua puluh tahun itu merawat ibunya, hingga Tuhan yang terlalu sayang dengan ibunya mengambil kembali wanita yang telah melahirkanya. Kesedihan semakin Jia rasakan ketika setiap prosesi pemakaman ibunya, papahnya tidak hadir sama sekali. Menurut asisten papahnya tengah berada di luar negri sedang ada pekerjaan, di luar negri.


Satu bulan setelah ibunya kembali ke Sang pencipta Jia mendatangi rumah papahnya dan mengabarkan bahwa ibunya sudah tidak ada di dunia ini. Papahnya yang bernama Bima pun syok dan mendatangi makam sang mantan istri, dari bibir Jian, semua kenyataanya terunngkap. Bima menyesal tidak mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Karena Lastr, istrinya tidak mungkin selingkuh seperti yang ia tiduhkan. Namun akal Bima seolah tertutup dan mdnambah bebas istrinya hingga memukul dan menyekapnya. Padahal waktu itu Lasti ingin perceraian mereka baik-baik.


Tuan Bima yang masih sangat mencintai mantan istrinya pun setiap hari di liputi rasa bersalah, dan pada akhirnya, depresi ringgan dan makin parah. Jia yang juga mentalnya terganggu menggunakan semua kekayaan papahnya untuk biaya pengobatan di rumah sakit jiwa ini. Sementara dia lebih memilih menenangkan pikiranya di sebuah pesantren yang terletak di desa yang tidak ramai seperti di kota-kota. Jiara selama dua tahun memilih memperdalam ilmu agama dan menenangkan hati dan pikiranya.


Hari itu Jiara memutuskan untuk memulai dengan kehidupan yang baru dan sebelum Jia kembali memulai kehidupan yang barunya dan mencoba membangun kembali bisnis papahnya yang hancur dan bahkan rumah mewah yang papahnya bangun Jia jual untuk modal hidup dia dan biaya rawat papahnya selama di rumah sakit jiwa, perusahaan juga Jia jual, dan dia sekarang memulai hidup dari nol.


Namun niatnya sebelum memulai mengawali harinya krdepan Jia ingin meminta izin dan doa restu dari sang papah. Reaksi papahnya ketika diajak ngobrol oleh Jia, diawal masih bisa baik-baik saja, tetapi setelah obrolan makin lama. Papahnya tiba-tiba menarik hijab panjang yang di kenakan oleh Jia, di mana kejadian itu menarik perhatian Lucas yang sedang menunggu mamihnya melakukan pemeriksaan.


Lucas terus menatap punggung Jia, gadis berhijab yang belum sempat kenalan. Hanya saling tukar nomor ponsel dan itu pun Jia yang memaksa. Padahal Lucas sudah bilang soal jas, tidak usah di kembalikan, tetapi Jia dengan suara lembutnya terus memaksa, sehingga Lucas mau tidak mau memberikan nomor ponselnya.

__ADS_1


Laki-laki berumur dua puluh delapan tahun itu, meletakan telapak tangnya di atas dadanya. "Kenapa jantung aku berdetak lebih kencang yah, apa ini tandanya aku jatuh cinta dengan gadis itu, padahal aku belum tahu namanya dan juga belum lihat wajahnya seperti apa, tetapi rasanya gadis itu anak yang baik, buktinya pakaian dia tertutup, katanya kalau wanita yang pakai hijab seperti itu anak baik-baik," gumam Lucas, dia jadi tertarik dengan wanita berhijab.


Padahal dulu Lucas adalah laki-laki yang paling anti dengan wanita yang berhijab, gadis yang di tutupi tubuhnya dengan rapat, selama ini dianggap selalu mengganggu pandangan Lucas, bahkan tidak jarang laki-laki itu mengumpat dan memperolok pakaian yang di kenakan wanita-wanita berhijab itu. Namun kali ini sepertinya laki-laki itu terkena karma, karma mulai melanda Lucas sendiri yang sekarang tertarik dengan wanita yang tertutup rapih.


"Tuan, pemeriksaan Nyoyah Ely sudah selesai, dan sekarang hasilnya semua sudah bagus, Dokter yang menangani Nyonyah Ely ingin berbicara dengan Anda." Diki dengan sopan mengagetkan Lucas yang masih menatap, melamun kearah gadis berhijab itu pergi. Bahkan setelah Lucas sadar dia sudah tidak melihat punggung gadis itu yang berjalan menunduk dengan jas berwara abu-abu milik Lucas di atas kepalanya, gadis itu pergi dengan tergesa sehingga cepat tertelan oleh lorong rumah sakit.


Lucas mengerjapkan kedua matanya, dan segera beranjak dari duduknya dan mengikuti Diki menuju ruangan dokter yang tadi melakukan pemeriksaan Darya, bersama Diki sebagai dokter penanggung jawab atas semua kesehatan Darya.


Sementara Mamihnya sudah di pindahkan ke dalam ruangan yang sudah tentu VVIP dan mendapatkan kelas yang terbaik dengan dokter dan perawat serta kebutuhan Darya nantinya akan mendaparkan yang terbaik. Besar harapan Lucas bahwa ibunya akan cepat sembuh dengan semua yang telah ia lakukan.


Lucas sudah benar-benar tidak sabar dengan kabar yang akan dia ketahui apa yang sebenarnya terjadi di masa muda sang mamih.


Pintu di buka perlahan oleh Lucas dan di ikuti oleh Diki di belakanya. Laki-laki setengah baya dengan kaca mata bertengger di hidungnya dia adalah dokter yang tadi memeriksa mamihnya, dan ingin menjelaskan hasil akhir dari pemeriksaan Darya. Jantung Lucas memompa lebih cepat, seolah ia tidak sabar lagi dengan apa yang akan dokter katakan, dia tidak perduli apa yang terjadi yang terpenting mamihnya ada kemungkin untuk sembuh.

__ADS_1


"Siang Dok, tadi memanggil saya?" tanya Lucas dengan sopan. Diki yang berdiri di blakang Lucas tersenyum, ada kebahagiaan karena Diki menilai Lucas sekarang sudah jauh berubah, dan dia berharap bahwa Lucas yang sekarang akan lebih baik lagi dari Lucas yang selama ini dia kenal yang arogan dan sombong. Diki yang sudah sepuluh tahun lebih merawat Darya, tentu sedikit banyak tahu sifat Lucas, Philip maupun Tamara.


"Apapun yang telah terjadi pada Anda Tuan, sehingga Anda jadi berubah seperti ini saya merasakan sangat senang," batin Diki dengan menatap tubuh kokoh Lucas.


__ADS_2