
Jiara mendengar ucapan Lucas sebenarnya tidak tega. Wanita berhijab itu tentu tahu kalau Lucas sudah berusaha untuk memperbaiki hidupnya. Sebagai orang yang lebih paham agama Jiara juga tahu kalau Allah itu maha pengampun, lalu kenapa Jiara tidak memberikan kesempatan untuk Lucas.
"Perbaikilah sikap kamu, agar tidak kembali berbuat salah, kasihan Zakia dan keluarga kamu, karena kesalahan kamu, banyak yang kamu sakiti terutama orang tua kamu dan adik kamu."
Deggg...!! Lucas semakin tidak mengerti dengan ucapan Jiara.
"Adik? Keluarga? Maksud kamu siapa?" tanya Lucas semakin tidak tahu, dan wajah Jiara pun salah tingkah, dia benar-benar salah ucap. Jiara yang sadar bahwa ucapanya benar-benar salah pun langsung menunduk. Dari wajahnya terlihat keringat yang mulai bermunculan, badan seperti memanas. Jiara menunduk berharap kalau Arya akan segera datang, untuk membereskan apa yang ia perbuat.
"Jia, apa yang kamu maksud, aku tahu kamu sedang menyembunyikan sesuatu? Katakanlah, jangan buat aku penasaran," lirih Lucas, pandangan matanya tidak lepas dari Jiara yang menunduk, wajah Jiara sudah terlihat sangat merah. Lucas semakin yakin kalau ada yang tidak beres.
"Tidak ada apa-apa, aku tadi hanya salah ucap," elak Jiara. Sebisa mungkin menunjukan wajah yang jujur. Namun, Jiara mungkin lupa kalau Lucas bukan anak kecil, yang dengan mudah bisa ia bohongi. Lucas tetap yakin bahwa istrinya sedang berbohong.
Tubuh Lucas sendiri meremang, ketika menduga-duga sesuatu. Meskipun Jiara mengelak, tetapi justru pikiran Lucas semakin penasaran.
"Jia, apa yang membuat kamu takut tidak berani mengatkan kejujuran sama aku?' cecar Lucas, ia malah lupa untuk membahas Zakia. Dalam otaknya sudah terlalu banyak kemungkinan-kemungkinan yang membuatnya sakit dadanya kalau membayangkan yang paling ia takuti.
Eheemmmzzz... Suara deheman mengagetkan Jiara dan Lucas. Namun, sedetik kemudian Jiara mengucapkan syukur, karena bantuan datang, setidaknya ia bisa kabur dari pertanyaan Lucas yang horor. Bahkan perutnya semakin terasa mulas, sangat mulas.
"Maaf Mba, apa boleh saya berbicara dengan Lucas, ini mengenai kasus sahabat saya." Lexi yang baru datang dan melihat ada ketegangan pun langsung mengalihkanya. Lexi tahu kalau Jiara tidak berani berkata jujur. Setelah Lexi bercerita dengan Arya di depan sana, ia benar-benar baru tahu ternyata hanya Lucas seorang diri yang belum tahu kebenaran akan Elin.
Fleshback on....
Lexi dengan langkah tergesa memasuki rumah tahanan, dan sesuai rencananya ingin berbicara dengan Lucas selain dengan kasusnya, tentu sesuai perkataannya pada Philip ia akan menceritakan siapa Elin. Tidak bisa Lexi hanya mendiamkan Lucas tanpa tahu kebenaran Elin. Ia harus tahu, apa pun yang terjadi pada Lucas, sudah jadi akibat yang harus ia tanggungnya.
"Lexi...!" Suara panggilan yang Lexi kenal, dan berhasil menghentikan langkah Lexi. Arya yang melihat kalau Lexi seperti terburu-buru pun langsung menghampiri Lexi.
__ADS_1
"Sejak kapan kamu sudah ada di Indonesia?" tanya Arya dan dibalas tatapan mengerikan dari Lexi. Kenapa bisa Arya berpura-pura tidak tahu, padahal yang meminta dia datang adalah Arya sendiri. Itu yang ada dalam pikiran Lexi.
"Loe hanya mengganggu jalan gue dan bahkan loe tahu jawabanya, kapan seharusnya gue tiba di Indonesia," balas Lexi dengan dingin, emang Lexi dan Lucas selalu saja dingin dengan Arya, seolah Arya adalah makhluk yang paling menyebalkan.
"Bisa duduk dulu." Arya menunjuk sebuah bangku yang tadi sempat ia duduki seorang diri. Lexi justru menatap pada Arya dengan tatapan yang semakin mengerikan.
"Apa wajah gue tidak menujukan kalau gue sedang terburu-buru," dengus Lexi dengan menujukan wajahnya yang memang cemas.
"Aku tahu, dan aku bisa lihat, tapi sebentar saja. Di dalam sana ada istri dari Lucas, mereka sedang berbicara mengenai anak mereka. Biarkan mereka berbicara sebentar saja. Setelah itu silakan kamu masuk ke dalam." Arya tetap terlihat tenang, sudah biasa ia mendapatkan perlakuan seperti itu, baik dari Lexi maupun Lucas.
"Istri? Sejak kapan si brengsek itu menikah? Apalagi ini soal anak, perasaan gue baru ninggalin empat atau lima bulan," cecar Lexi penasran juga dengan apa yang terjadi pada keluarganya, kenapa sangat misterius sekali. Baru saja hampir tiga hari ia ada di Indonesia, tetapi kejutan seolah benar-benar dipersiapkan sedemikian rupa untuk menyambut dirinya.
"Duduk dulu biar ngobrolnya enak." Arya pun langsung mengayunkan kakinya kembali menuju kursi yang tadi ia duduki. Meskipun Lexi malas, tetapi demi mengetahui fakta lagi ia pun rela menunda pertemuanya dengan Lucas, demi mendengarkan cerita apa yang Arya akan sampaikan.
Arya menatap Lexi yang nampak pucat, dan jauh lebih kurus dengan Lexi yang terakhir kali ia bertemu. "Ini hanya perasaan aku saja apa memang benar. Kenapa aku melihat kamu pucat, dan juga lebih kurusan." Arya melipat kedua tanganya di depan dada dan juga mata yang awas memindai Lexi.
"Saat loe telpon ke gue. Sehari sebelumnya gue baru saja menjalani operasi lambung, dan saat itu juga gue memutusan untuk ke luar dari rumah sakit, dan langsung melakukan penerbangan," jawab Lexi dengan nada bicara yang terlihat malas, dan pandangan mata menatap lurus ke depan.
"Oh sorry, aku nggak tahu kalau kamu sedang sakit. Apa kamu sudah makan, dan minum obat? Karena aku lihat wajah kamu sangat pucat. Kamu harus banyak istirahat. Soal kasus Lucas biarkan saja dulu, yang terpenting kesehatan kamu, Lexi," lirih Arya, dia sebagai dokter pasti jiwa menasihati akan kesadaran kesehatan tinggi dan ini yang sedang Arya lakukan.
"Gue tahu bagaimana kondisi tubuh gue," dengus Lexi dengan santai. Arya sendiri hanya membuang nafas kasar. Yah seperti itulah sifat Lexi dan Lucas yang sangat menyebalkan.
"Apa loe sudah tahu tentang Elin?" cecar Lexi, ia kembali lupa bertanya soal Jiara. Laki-laki itu lebih tertarik dengan Elin yang sangat ia yakini bahwa Arya pasti tahu siapa Elin sebenarnya.
Perihal istri dan anak nanti Lexi bisa bertanya langsung pada Lucas.
__ADS_1
Deg!! Kini justru Arya yang berada di posisi yang tidak mengenakan. "Tunggu!!! Kenapa kamu bisa tahu soal Elin?" cecar Arya dengan raut wajah yang panik.
"Jadi kalian sengaja merahasiakan soal Elin. Apa loe juga yang mengatakan Elin sudah meninggal, dan juga papahnya sudah bunuh diri. Padahal kenyataanya Elin masih hidup, dan sekarang tengah berbahagia dengan keluarga barunya." Lexi mengabaikan pertanyaan Arya yang bagi dia tidak penting itu.
"Tunggu Lex, aku melakukan itu semua demi kebaikan Lucas dan semuanya. Elin sampai sekarang masih marah dengan kalian. Dia tidak mau bertemu dengan Lucas. Dia mengalami trauma yang berat. Banyak pertimbangan kenapa aku melakukan ini semua," bela Arya, agar Lexi tidak salah paham.
"Ok gue paham, tapi sampai kapan? Sampai kapan Lucas seperti orang bodoh yang kalian bohongi atas fakta ini, demi nama kebaikan?" Suara Lexi semakin meninggi. Dalam dunia gelap, dia tidak mengenal akan kata. Berbohong demi kebaikan. Yang ia kenal dan yang ia anut. Kalau salah tetap salah harus di hukum. Fakta harus diungkapkan sakit atau tidak itu fakta tidak ada kata bohong.
"Gue akan mengatkan saat ini juga pada Lucas, dia harus tahu. Lebih baik Lucas tahu saat ini juga, dari pada nanti-nanti dia tahu sendiri. Kemarahanya akan semakin sulit di cegah." Lexi masih tetap tenang.
Arya pun hanya bisa diam, mungkin memang sebaginya ia tahu saat ini juga, terlebih Elin dan orang tuanya sudah tinggal di rumah kakeknya, maka akan bertemu juga pada ujungnya.
"Yah memang sebaiknya seperti itu. Dunia itu sempit, sejauh apa pun belari pasti akan ketemu juga," lirih Arya, menadakan bahwa ia juga setuju dengan cara Lexi.
'Bukan hanya itu Arya, Elin sakit parah,' batin Lexi ia teringat apa kata dokter yang mengatakan kondisi hati Elin, yang tidak baik-baik saja. Sedangkan sepanjang ia bertanya dengan dokter cara sembuh total adanya donor hati. Mungkin Lucas akan bisa membantu. Setidaknya sebelum ia pergi Lexi ingin memberikan kado yang terbaik. Sebuah keluarga yang utuh untuk Elin dan Lucas. Meskipun Lexi tahu proses tidak akan semudah teori.
"Aku akan masuk sekarang," lirih Lexi dengan beranjak dari duduknya.
Flashback off...
#Teman-teman sembari nunggu kisah selanjutnya , yuk mampir ke karya bestie othor. Dijamin baper...
Kuy raamaikan...
__ADS_1