Pelangi Tanpa Warna

Pelangi Tanpa Warna
PTW #Episode 82


__ADS_3

"Akhirnya aku dapatkan rambut ini juga, sekarang sebentar lagi semuanya akan terbongkar siapa sebenarnya kalian," batin Arya dengan melihat rambut yang masing-masing terpisah dalam empat wadah yang berbeda. Dalam hati Arya sebenarnya sudah yakin bahwa empat pemilik rambut ini adalah keluarga yang terpisah, dan entah alasan apa mereka bisa merahasiakan sil-silah keluarga mereka, tetapi setelah hasil tes DnA keluar semuanya akan terbongkar tidak ada lagi kebohongan. Sekuat-kuatnya menyembunyikan kebenaran akan terbongkar juga.


[Om, Tante suka masakan Om Eric, jadi mulai sekarang Om Eric masak untuk Arya yah pisahkan menjadi lima wadah, dan setiap jam makan siang nanti Arya kirim kurir untuk mengambil masakan yang Om buat buat Tante, dan nanti pulang kerja Arya akan kerumah Om untuk memberikan bayaran untuk kerja Om selama satu bulan kedepan.] Arya juga tidak lupa mengambari Eric untuk menyiapkan masakan setiap harinya. Tidak hanya Lucas yang ingin di masakan oleh Eric, Arya juga mulai saat ini akan makan dari hasil olahan Eric.


Di tempat yang berbeda Eric yang baru membaca pesan dari Arya pun tersenyum dengan lebar karena itu tandanya ia akan banyak kegiatan, dan setidaknya tidak terlalu mencemaskan putrinya yang sedang menjalani pengobatan terakhirnya  di negara orang.


"Alhamdulillah, Ndok, disini Papah dapat rezeki yang tidak terduga," ucap Eric dan ia sekarang sedang menyiapkan ayam ungkep pesanan tetangganya yang sudah kembali memesan ayam buatan Eric, dan tidak lupa juga pesanan Arya yang berjumlah sepuluh potong itu.


Hari dilewati dengan kegiatan masak memasak oleh Eric, meskipun ia tinggal seorang diri, tetapi karena Arya yang hampir setiap hari datang untuk menemaninya, dan juga tetangga yang datang untuk menemani agar tidak kesepian, sehingga kesepian Eric sedikit teratasi tidak selamanya ia bersedih dengan segala kesendirianya.


Tidak hanya itu Elin juga selalu melaporkan perkembanganya di mana semakin hari semakin bagus, dan oprasi yang di jalankanya pun berhasil, itu dari chat yang selalu di kirimkan oleh Marni.


Lucas sendiri juga hampir setiap hari selalu mengunjungi mamihnya untuk sekedar bercerita dan menyuapinya, Darya memang masih sering kambuh tanpa sebab, tetapi makin hari makin ada saja perkembanganya, dan tentunya untuk berkomunikasi semakin lancar.


Sementara Lexi di negaranya dia sedang terlibat maslah perjodohan di mana dia dijodohkan oleh orang tuanya, tetapi laki-laki itu tidak mengingkanya. Lexi masih terjebak dengan permainan semalan dengan Elin si kucing kampungnya yang malang. Bahkan Lexi memiliki rencana kembali untuk kembali lagi ke Indonesia, setelah di negaranya dia justru selalu di ributkan dengan masalah pernikahan.


*****


Satu bulan kemudian.

__ADS_1


[Papah besok Elin sudah boleh pulang] itu pesan yang Eric baca diponselnya begitu ia bangun pagi untuk melaksanakan kewajibanya di masjid seperti biasanya.


Eric menggosok kedua bola matanya, untuk memastikan bahwa yang ia baca memang benar adanya Elin, anaknya akan pulang besok, dan itu tandanya anaknya sudah sehat.


Setelah membalas pesan pada putrinya kini Eric melanjutkan diri untuk kekamar mandi lalu ke masjid dan dilanjutkan dengan aktifitasnya seperti biasa.


Wajah bahagia Eric tidak bisa dibendung, setelah melewati badai yang cukup menyita emosi dan air mata, kini dia sudah bisa bernafas sedikit lega, dengan kabar kepulangan putrinya. Dan tentu doa agar kejadian itu tidak akan terulang lagi, menjadi doa yang wajib bagian dia.


"Rasanya tidak sabar untuk menunggu hari esok," gumam Eric sembri tanganya dengan cekatan meracik bumbu-bumbu untuk olahanya di pagi hari di mana seperti biasa biasanya pukul tujuh Arya sudah datang untuk mengambil pesanan.


Karena hatinya yang sedang berbahagia sehingga baru pukul tujuh masih kurang pesanan yang Arya pesankan sudah tercapai, kini dengan perasaan bahagia Eric menunggu kedatangan Arya di depan rumahnya dengan merawat tanamannya.


"Iya Dok, kayaknya karena Om sedang bahagia. Elin besok mau pulang, jadi Om sedang bahagia banget, kerjaan pun cepat diselesaikan," jawab Eric dengan senyum terkembang sempurna di wajahnya.


"Wah syukur deh, Arya telat dapat kabar kayaknya nih. Malahan Arya baru tahu kalau Elin akan pulang besok dari Om Eric. jadi besok biar Arya ajah yang jemput Elin yah Om," ucap Arya, padahal dia tentu sudah tahu lebih dulu dari Eric mengingat donatur atas semua yang membiayai Elin adalah dirinya sendiri. Dan Marni juga pasti melaporkan setiap apa yang akan Elin jalani, baik hasil yang bagus. Bahkan Arya sudah tahu bagaimana wajah Elin saat ini.


Sementara Eric sendiri belum tahu wajah putrinya yang sekarang, itu semua karena memang mereka sengaja merahasiakan. Ingin memberi kejutan, itu adalah alasan Elin tidak mau melakukan panggilan video.


"Apa nanti tidak merepotkan Dokter Arya?" tanya Eric, tentu Eric justru senang-senang saja ketika Arya dengan senang hati akan menjemput putrinya.

__ADS_1


"Enggak sama sekali Om, Arya kan juga sekalian jemput Marni," balas Arya dengan malu-malu. Yah, laki-laki itu mulai membuka diri untuk Marni temanya yang sudah lama memendam.perasaan pada dia.


Kini sudah seharusnya Arya membalas cinta Marni. Apalagi wanita itu mencintai dia sudah sangat lama. Jadi tidak ada salahnya membalas cintanya.


"Kalau memang tidak merepotkan, boleh deh Dok nitip Elin. Biar Om di rumah saja nunggu Elin pulang," balas Eric.


Setelah semuanya selesai Arya pun pamit seperti biasa bila pagi datang maka Arya mengantarkan makanan yang mana Lucas sudah ada di rumah sakit Darya dirawat.


"Setelah Elin pulang berarti tes DnA juga akan segera keluar. Kalau memang semua adalah keluarga seperti dugaan aku apa yang harus aku lakukan. Aku harus memberi tahu dari mana dulu. Apakah dari Lucas? Ah tidak anak itu terlalu susah diajak kerja sama. Elin? sepertinya tidak Elin juga masih dendam dengan Lucas, susah buat kerja sama sementara dia dalam hatinya masih ada dendam. Om Eric? Mungkin bisa dicoba dari Om Eric, tapi bagaimana kalau hasilnya sesuai dengan yang dikatakan Lucas. Elin anak dari seorang pelakor?" Arya sepanjang perjalanan kerumah sakit jadi dilanda pikiran tentang hasil tes DnA yang dia lakukan untuk Lucas dan keluarga Elin.


Seperti biasa ketika sampai di rumah sakit Lucas sudah menunggu Arya dengan santai di depan ruang tunggu.


"Kenapa selalu saja telat sih?" tanya Lucas dengan nada yang ketus.


"Karena rumah gue dari rumah sakit ini jarak nya lebih jauh dari rumah loe," jawab Arya dengan santai, dan memang benar jarak rumah Arya lebih jauh dari kediaman Lucas.


"Selalu saja alasan," dengus Lucas sembari berlalu meninggalkan Arya setelah mendapatkan makannya.


"Sama-sama." Kembali Arya menyindir Lucas yang pergi begitu saja setelah mendapatkan makanannya.

__ADS_1


__ADS_2