
Lexi berjalan dengan setengah tergesa ketika sudah sampai di halaman kantor polisi tempat Lucas di tahan.
"Anda serius Pak, teman saya sudah bebas?" tanya Lexi dengan wajah yang serius, saking paniknya dirinya sampai tidak ingat bahwa, kemarin Lucas mengatakan bahwa dirinya akan meminta pada Arya agar dirinya di bebaskan.
"Benar Mas, sudah dari pukul sepuluh Mas Lucas keluar dari rumah tahanan ini," jelas salah satu petugas yang berjaga.
Lexi pun lagi-lagi tanpa menunggu lama langsung kembali ke dalam mobilnya dia akan langsung menemui Lucas di rumah keluarganya. Tidak perduli ini adalah hari bahagia Lucas, nyawa Elin lebih utama.
*******
Di rumah keluarga Philip.
Yang paling utama dilakukan Lucas adalah bermain dengan buah hatinya yang semakin bawel.
"Papah, coba main yang ini." Bocah kecil perempuan yang saat ini usianya sebentar lagi tiga tahun memberikan permainan dengan bentuk bola keras yang diikat dengan tali dan di gerak-gerakan hingga saling beradu adu dan menimbulkan bunyi tek...tek...tek dari yang pelan hingga sampai bunyi yang kencang durasi lebih cepat.
"Apa ini Sayang, dan cara maminnya bagaimana?" tanya Lucas yang tidak tahu cara bermainya, dan lagi permainan sangat aneh, bukanya cewek bermain berbie bukan bola kembar seperti itu.
"Cala belmainya seperti ini Papah." Zakia pun memeragakan cara bermainya yang sudah lihai tek...tek...tek seperti itu dengan durasi yang cepat, hingga Lucas pun kupingnya terasa panas. Oh, bukan hanya Lucas yang merasakan itu bahkan Arya pun sama sehingga dirinya merasa harus segera menyelamatkan kupingnya dari suara aneh itu.
"Kia, stop!!!" Arya memajukan dua tanganya, sebagai tanda bahwa bocah kecil itu supaya menghentikan gerakan permainan itu.
"Ada apa Om?" Dengan polosnya dia bertanya ada apa?
__ADS_1
Sementara Arya masih merasakan di telinganya masih ada buyi-bunyian itu hingga saat ini, padahal Zakia sudah menghentikan permainanya.
"Om tidak kuat suaranya yang sangat nyaring di telinga itu. Telinga om jadi budeg," seru Arya dengan nada yang sengaja ditekankan, agar Zakia tahu bahwa Arya tdak menyukai bunyi permainan itu.
"Idih, Om ini pelmainan selu, dan ini namanya lato-lato." Zakia meujukan satu lagi, agar Arya dan Lucas bermain, sementara Philip dan Darya, yang hampir setiap hari mendengar suara tek-tek tentu sudah tidak aneh lagi. Bahkan tengah malam terbangun, bisa-bisanya Zakia mencari lato-lato favoritnya yang berwarna pink itu.
"Coba Om Arya dan Papah belmain lato-lato, dan Kia jadi julinya." Justru gadis itu memberikan tantangan pada Arya dan Lucas, memang sungguh luar anak perempuan itu. Tingkahnya justru hampir mirip dengan bapaknya.
Arya dan Lucas pun hanya bisa pasrah, mencoba bermin permainan itu. Beberapa kali Arya dan Lucas gagal, dan Zakia pun hanya terkekeh dengan permainan dua orang itu yang gagal, lato-kato gagal dimainkan oleh papah dan Arya.
"Kia, Om nyerah deh, permainan ini sangat sulit, dan om juga harus bekerja lagi, jadi om pamit yah," ujar Arya sembari memberikan permaianan lato-lato pada Zakia.
"Yah, Om payah, masa tidak bisa bermain lato-lato, sekarang permianan ini sedang viral Om, dan Papah, pasti akan suka kalau sudah bisa bermain permainan ini," ucap Zakia, justru mengompor-ngomporin, jujur Arya memang merasakan hal yang Zakia katakan, dia merasa kalau dirinya tertantang untuk bisa bermain lato-lato.
"Kalau begitu om akan belajar dan nanti kalau sudah bisa tanding dengan kalian," balas Arya dengan percaya diri. Darya dan Philip hanya bisa menajamkan pandanganya, pasalnya mereka mendengar satu anak bermain lato-lato saja kadang mersa dunia tidak adil, lalu bagaimana kalau ada tiga orang yang saling beradu untuk bermain lato-lato?
Darya dan Philip pun sudah membayangkan bakal seperti apa ramainya rumah mereka nanti, sangat-sangat melelahkan pasti telinga mereka.
"Yeh, Kia sangat senang. Dengal tuh Papah, itu tandanya Papah juga harus lajin belmain lato-lato agar jago seperti Kia," oceh bocah kecil itu.
"Siap, papah akan belajar bermain dan nanti akan tanding dengan Om Arya. Tapi kalau menang nanti papah akan dapat hadiah apa? Masa sudah bermain cape-cape tidak dapat apa-apa," ujar Lucas dengan menaik turunkan alisnya dengan senyum mengembang sempurna.
Bocah cantik itu pun nampak berpikir keras kira-kira apa hadiah yang akan dipersembahkan untuk papah atau omnya apabila salah satu diantara mereka menang.
__ADS_1
"Kalau Papah menang, boleh bobo sama Bunda beldua, Kia akan bobo sama Om dan Opa. Tapi kalau kalah, Papah tidak boleh boleh bobo dengan Bunda." Seolah Zakia tahu kalau memang yang membuat tegang Lucas dari tadi adalah kebersamaan dengan Jiara, mungkin dia bisa bernafas dengan sedikit tenang, pasalnya Jiara masih berada di kantor, tetapi kalau nanti sudah pulang Lucas tidak bisa membayangkan bagaimana hati berperang nanti, belum kadang otak dengan juniornya sangat berasa berbeda. Otak berkata santai, justru adik kecilnya menginginkan ketegangan terus menerus.
"Loh, kenapa hadiah untuk Papah kamu sangat istimewa, terus hadiah untuk Om apa?" tanya Arya tidak mau kalah dong hadian untuk Lucas sangat indah, apakah ia juga akan diizinkan bobo bersama dengan pujaan hati Marni?
Zakia nampak berpikir keras mencari hadiah apa untuk om gantengnya. "Untuk Om Arya nanti boleh bobo sama Kia," balas Zakia dengan menyengir kuda.
Arya cukup kaget dengan jawaban Zakia, tetapi sedetik kemudian, mengembangkan senyum terbaiknya," baiklah Om akan berusaha terus, karena hadiah ini sangat luar biasa sehingga cocok untuk om mendapatkanya.
Setelah bernegosiasi dan bermain dengan Zakia cukup lama, kini Arya benar-benar pamit untuk kembali kerja.
"Terima kasih yah Ar, loe sudah banyak sekali membantu gue sampai detik ini, gue bia melihat canda tawa dari Zakia, gue juga bisa melihat bagaimana sikap Mamih yang sangat berbeda dengan Mamih yang dulu." Lucas menepuk pundak Arya yang terlihat cape sekali, setelah malam bergadang dengan Lexi, yang menemani Lexi menjaga Elin, kini pagi hari dirinya harus mengurus kebebasan Lucas.
'Mungkin istirahat sebentar di pankuan Marni akan sedikit membuat otak dan tubuhku sedikit lebih segar," gumam Arya sudah membayangkan hal itu akan terjadi, tidur dipangkuan calon istri dengan rambut di belai, membuat tubuhnya lebih nyaman dan tidur pun lebih nyenyak.
Tidak lama mobil Arya meningglkan halaman rumah mewah Philip dan digantikan dengan kendaraan Lexi yang masuk ke rumah mewah itu.
"Lucas kamu istirahat dulu pasti kamu cape, baru pulang sudah langsung bermain dengan Kia," ujar Darya dengan nada bicara yang sangat lembut.
Lucas pun membalasnya dengan senyuman yang teduh, "Tidak apa-apa Mih, justru ini yang membuat cape Lucas hilang, bermain dengan Kia."
"Kia kangen banget sampa Papah, janji yah Papah tidak akan pelgi lagi," ucap gadis kecil itu dengan mata yang memohon, sehingga Lucas pun tahu bahwa selama ini putrinya memang sangat merindukan dirinya. Namun karena suatu hal, dia harus berpura-pura baik-baik saja. Agar orang lain tidak mencapnya senagai gadis kecil yang manja.
#Ataga Kia ternyata kamu juga kecanduan main lato-lato....
__ADS_1