Pelangi Tanpa Warna

Pelangi Tanpa Warna
PTW #Episode 79


__ADS_3

Serangkaian pengecekan kesehatan yang mulai melelahkan Elin jalanin satu per satu, lelah dan cape itu yang Elin rasakan, tetapi Elin tidak putus asa, ia kembali bangkit dan bersemangat demi bisa melihat wajah papahnya bisa tersenyum dengan lebar lagi. Senyum lebar sang paaph, ketika melihat wajahnya barunya. Semangat kembali tumbuh, demi agar bisa tetap berkumpul kembali dengan papahnya, membantu papahnya jualan dan bahagia bersama. Syukur-syukur bahwa mereka suatu saat nanti akan bertemu dengan mamahnya.


"Kamu harus kuat Elin, kamu harus kuat ini semua sebanding dengan apa yang akan kamu dapatkan nantinya. Bukanya kamu ingin tahu gimana Mamah kamu dan juga kamu ingin selalu menemani Papah kamu hingga tua dan Papah bahagia bersama Mamah," batin Elin dengan memberikan dorongan semangat pada diri sendiri.


Bersyukur Elin di temanin oleh dokter Marni, dokter yang sangat bertanggung jawab mengurus segala keperluan Elin, hingga Elin merasa hutang budi dengan dokter Marni. Saat ini Elin tengah duduk di kusi rota, setelah melakukan satu check up dan sekarang akan lanjut ketahapan selanjutnya.


"Dok, terima kasih yah, sudah mau bantu Elin, sudah mau merawat Elin hingga sampai sini. Elin banyak berhutang budi pada dokter Marni," lirih Elin degan memegang tangan wanita yang saat ini sedang duduk di hadapanya sedangkan di pangkuanya terdapat banyak Map yang menunjukan hasil pemeriksaan Elin.


"Elin, selain kita nantinya yang akan jadi saudara, kamu juga kan pasien aku, sudah sepatutnya aku merawat kamu dengan baik, jadi kamu jangan merasa kalau kamu merepotkan aku, sama sekali tidak Elin. Jadi buang pikiran jelek itu," lirih Marni, dan Elin pun kini sudah merasa tenang ketika mendengar jawaban dari dokter Marni.


******


"Kamu lagi di mana?" tanya Arya, begitu Lucas mengangkat teleponya.

__ADS_1


"Perjalanan menuju kantor, kenapa?" tanya balik Lucas, tetapi suara sudah tidak setegang kemarin.


"Apa aku boleh nengok Tante Ely?" Arya sangat berharap bahwa Lucas memberikan izin dirinya untuk menengok Tantenya, selain mengizinkan juga Arya ingin tahu kalau Tantenya dirawat di mana. Karena menurut orang yang berjaga di rumah mewah yang di rumah khususkan untuk merawat tantenya. Lucas telah memindahkanya, dan itu tandanya Arya harus mencoba mencari tahu di mana tantenya di rawat.


Bukan hanya Lucas, Arya juga memiliki keinginan untuk menyembuhkan tantenya, sama seperti Lucas, Arya juga ingin tahu rahasia dibalik tantenya bisa seperti ini.


"Buat apa? Mamih tidak perlu ditengok oleh loe, karena Mamih juga tidak tahu dan tidak ingat loe," jawab Lucas, sudah jelas bahwa itu tandanya laki-laki itu tidak mengizinkan ada yang tahu di mana Mamihnya dirawat.


"Ok, kalau loe tidak izinkan aku menemui Tante Ely, tapi ini ada makanan dari Mamih yang sengaja masak untuk Tante, kata Mamih mungkin dari masakan kesukaan Tante bisa sedikit mengenaalinya, dan mulai hari ini Mamih ingin mengiriinkan makan untuk Tante Ely siapa tahu bisa mengenali masakan Mamih, karena kata Mamih, Tante Ely itu paling suka masakan Umi (Nenek Arya), kemari Mamih bilang sama Umi dan katanya Umi tidak masalah setiap hari memasakan makan buat Tante Ely, dan siapa tahu dengan makanan yang di masak oleh Umi, bisa perlahan-lahan mengingatkan pikiran Tante Ely. Kamu mungkin bisa coba dengan cara ini. Ingat Lucas, orang lain banyak yang perduli dengan Tante Ely dan salah satunya Umi dan Mamih aku, dan aku juga pastinya perduli dengan Tante Ely." Arya terus meyakinkan, meskipun mungkin terkesan sedikit memaksa, tetapi setidaknya, Lucas mau menerimaanya.


"Om Eric, bisa Arya minta bantuan sama Om Eric? Arya punya sodara yang sedang depresi dan dia adalah pemilih makanan banget dan kalau makanan yang disajikan tidak sesuai dengan rasa yang dia suka dia tidak mau makan, dan saat ini bahkan berat badanya sangat merosot jauh karena hal itu. Arya boleh minta tolong tidak, untuk besok Om Eric coba masak yang cukup sepesial dan Arya akan memawakan makanan yang Om Eric masak, dan apabila sodara Arya mau makan dan terlihat suka dengan makanan yang Om masak maka nanti Arya bayar Om Eric buat masak khusus untuk sodara Arya jadi nanti Om seperti dapat gajih gitu. Arya sih yakin kalau Tante Arya bakal suka dengan masakan Om Eric karena masakan Om juara, Arya sajah rasanya pengin tiap hari dimasakin oleh Om," puji Arya dengan mengacungkan dua jari jempolnya.


Eric mematung ketika mendengar ucapan Arya. "Dokter Arya tidak bercanda kan? Ini serius? Om Eric senang sekali dengarnyaa, dan semoga Tantenya Nak Arya cepat sembuh yah, dan juga semoga mau makan masakan Om, dan besok Om akan masak yang sepesial deh," balas Eric dengan wajah yang mengembng bahagia.

__ADS_1


Arya membalasnya dengan senyum kebahagiaan, "Semoga dengan cara ini juga  bisa mengungkap siapa sebenarnya Om Eric, dan Tante Ely juga bisa sembuh. Semoga  niat baik aku di mudahan ya Allah," liri Arya dan kembali mengobrol ringan dengan tetangga-tetanga yang lain.


Flashback Of.


"Mungkin yang dikatakan oleh Arya ada benarnya, tidak ada salahnya bukan aku mencoba cara yang ini, kenapa ketika ada yang perduli dan mengupayakan kesebuhan untuk Mamih aku tidak mau menerimanya. Apalagi ini sampai mau masak setiap hari hanya untuk Mamih dan tentu agar Mamih bisa cepat sembuh. Aku tidak boleh egois," batin Lucas.


"Loe ada di mana sekarang?" tanya Lucas, laki-laki itu kini tidak ingin egois lagi, pada akhirnya mau mendengarkan saran dari Arya juga.


"Aku ada di rumah, kalau kamu mau kita ketemuan di mana Mamih kamu di rawat, sekalian mungkin kamu mau menyuapinya, biar makin dekat kamu dengan Tante Ely. Ini salah satu terapi juga," usul Arya.


"Ok baiklah, aku share lokasi Mamih dirawat." Tangan Lucas langsung mengirim lokasi Mamihnya di rawat, melalui benda pintar yang ada ditangannya.


"Pak langsung balik arah ke tempat Mamih di rawat yah," ujar Lucas, sedangakn Jiara ingin protes setidaknya turunkan dia sampai di halaman kantor, biar dia bisa bekerja, tetapi lagi-lagi ketika melihat wajah bosnya yang terlihat sangat mengerikan pun tidak berani dan hanya diam saja. Toh kalau Lucas ke tempat Mamihnya di rawat itu tandanya ia juga bisa melihat kondisi papahnya. Sampai detik ini Lucas belum Jiara kasih tahu gimana kondisi papahnya, yang sempat membuat ia murung.

__ADS_1


"Ya Tuhan apakan Papah dalam waktu dekat juga akan menyusul Mamah," lirih Jiara kembali murung, ketika mengingat kondisi papahnya yang menurut dokter kalau orang tua satu-satunya saat ini menderita kangker kolorektal atau lebih sering di sebut kangker usus besar. Dokter juga mengatakan bahwa kangker yang di alami oleh papahnya sudah makin parah, dan Jiara harus segera mengeluarkan tanbahan uang untuk biaya, penanganannya dan itu sebabnya Jiara mau menerima tawaran kerja dari Lucas untuk menjadi sekretarisnya, di mana gajihnya bisa ia gunakan untuk biaya tambahan pengobatan papahnya.


Sebenarnya bisa saja ia meminta bantuan Lucas, tetapi Jiara tida enak, terlebih pengobatan orang tuanya tidaklah sedikit, jadi Jiara bertekad untuk tetap merahasiakan apa saja yang terjadi dengan dia dan papahnya. Biarkan Jiara kerja banting tulang yang penting papanya sembuh dan dia tidak berhutang budi nantinya.


__ADS_2