
"Sayang, Papah berangkat kerja dulu yah," ucap Lucas meminta izin dengan sang putri.
"Yah... Emang Papah halus kerja yah," lirih Zakia wajahnya sangat terlihat akan kesedihannya ketika dia sadar kalau mau ditinggal oleh papapnya.
"Iya Sayang, kalau Papah tidak bekerja nanti Kia tidak bisa jalan-jalan dan pergi beli mainan baru," jawab Lucas dengan segurat senyum yang masam, sebenarnya dia pun sama hanya ingin bermalas-malasan dengan keluarga kecilnya, sama seperti anaknya.
"Ya udah deh boleh, tapi nanti Papah seling-seling main sini yah," oceh bocah kecil itu, dan dibalas angguakn yang kuat oleh Lucas, rasanya sangat berat berpisah dengan sang putri yang seolah akan berpisah sangat lama.
Lucas pun menarik tubuh kecil itu ke dalam pelukanya. "Papah akan sering mengunjungi Kia, tapi Kia berjanji yah kalau Kia akan sembuh," ucap Lucas, dan kali ini Zakia yang membalas dengan anggukan yang kuat.
"Kia janji akan cepat sembuh, ingin cepat jalan-jalan dengan Papah," ucapnya.
"Anak pintar, Papah suka dengan Kia yang seperti ini selalu semangat untuk sembuh, dan Papah akan terus berdoa pada Tuhan agar Tuhan selalu memberi kekuatan untuk Zakia." Lucas untuk terakhir kalinya memberikan kecupan yang panjang.
"Jia, aku pergi dulu. Terima kasih untuk waktunya, aku tahu ini tidak mudah untuk kamu, dan kamu bisa menutupi perasaanmu untuk anak kita. Terima kasih," ucap Lucas sebelum benar-benar meninggalkan anak dan istrinya itu.
"sama-sama, hati-hati," balas Jiara, mekipun hanya ucapan seperti itu, tetapi hati Lucas sudah bahagia sangat luar biasa. Dia bisa pergi dengan tenang.
__ADS_1
"Papah... Dadah,,," celoteh si kecil sebelum papahnya benar-benar meninggalkan raunganya. Lucas pun kembali membalasnya dengan lambaian tangan. Meskipun berat, tetapi setidaknya hati Lucas terobati kangenya. Bonusnya saat ini dia dan Jiara tidak terlalu canggung, dan juga foto dirinya dan keluarga yang sebelumnya tidak pernah terlintas sedikit pun akan merasakan momen ini.
Setelah Lucas benar-benar keluar dari ruangan putrinya, kini kakinya menuju ruangan sang kakek, Arya sudah memberikan laporan tentang kakeknya. Dan sejak tadi dia juga sudah berkomunikasi degan anak buahnya yang menangani Tamara. Semuanya beres tinggal saat ini ia fokus dengan putri dan kesembuhan kakeknya.
"Pagi Kek, gimana kondisi Kakek? Tadi Arya bilang katanya Kakek sudah bisa pulang besok, kalau kondisi Kakek terus membaik," ucap Lucas, dengan suara yang terlihat sekali kebahagiaanya. Itu semua karena anak dan istrinya yang membuatnya sebahagia ini. Hal yang hampir tidak pernah dilihat oleh Philip selama ini.
"Apa wanita dan anak tadi adalah keluarga kamu? Sejak kapan kamu sangat hangat seperti itu? Kenapa tidak di kenalkan ke Kakek, apa kamu takut kalau Kakek tidak menyetujui kalian?" tanya Philip dengan nada bicara yang sangat berbeda dengan Lucas. Lebih terdengar jutek dan tidak menyukai Lucas yang terlihat bahagia dengan keluarganya itu.
Deg!! Jantung Lucas nampak seperti akan berhenti berdetak dan juga wajahnya terlihat sangat berbeda. "Apa tadi Kakek melihat kita semua?" tanya balik Lucas yang terlihat cemas itu. Dia sangat tahu bagaimana kakeknya itu. Kalau memang hubunganya sudah tercium oleh kakeknya bisa saja dia akan semakin sulit untuk bertemu buah hatinya dan juga istrinya itu.
"Jadi benar dia adalah anak dan juga istri kamu? Sejak kapan kamu sudah menikah? Apa kamu tidak anggap aku adalah keluargamu hingga menikah saja tidak memberi kabar. Kenapa kamu dan mamih kamu selalu saja membuat keputusan yang salah dan tidak pernah melibatkan keluarga untuk menentukan pilihan kalian," bentak Philip justru saat ini laki-laki itu kembali terpancing emosinya. Padahan Arya dan dokter yang lainya mengatakan kalau dirinya jangan terpancing kemarahanya bisa terkena serangan jantung kembali.
"Sakit apa anak itu?" tanya Philip dengan nada yang semakin dingin.
"Leukemia Kek, tolong jangn ganggu mereka Kek, kalau Kakek mau marah dan kesal. Silahkan lampiaskan pada Lucas, tetapi jangan pada anak dan istri Lucas mereka tidak ada yang salah," ucap Lucas, hanya ini yang ia bisa lakukan untuk melindungi keluarga kecilnya. Lucas mencoba bertahan untuk mencoba mengorbankan bahagianya untuk kebahagiaan keluarganya.
"Pergilah kerja, jangan sampai perusahaan merugi karena kamu yang terlalu asik bermian bersama mereka," ucap Philip tanpa menatap cucunya.
__ADS_1
"Terima kasih Kek, Lucas pamit kerja, kalau ada apa-apa Kakek hubungi Lucas saja." Tanpa menunggu lama lagi Lucas pun kembali menganyukan kakinya menuju perusahaan kakeknya dan akan bekerja dengan baik, menujukan pada kakeknya kalau dia tetap bisa bekerja dengan baik meskipun dirinya sudah menikah.
"Buah jatuh memang tidak akan jauh dari pohonya, dan saat ini kejadian dua puluh sembilang tahu lalu terulang kembali." Phillip bergumam dalam hatinya, sangat menyayangkan anak dan cucunya yang selalu bertindak bodoh, menikah karena nafsu, dan akibatnya merek tidak akan bahagia.
Sedangkan di tempat lain. Raka mendatangi kantor polisi setelah sejak pagi Tamara hilang dan terakhir saksi mengatakan kalau Tamara mendatangi rumah suaminya.
"Tamara, kamu ada di mana?" batin Raka yang sejak tadi pagi mencari Tamara tetapi tidak menemukan jejaknya juga, seolah Tamara hilang ditelan bumi.
Security mengatakan kalau Tamara pergi dengan mobil yang tidak mereka kenal, dan yang membuat Rakan panik adalah polisi belum bisa menyimpulkan Tamara hilangan, karena belum dua puluh empat jam, dan ia akan membantu mencari Tamara apabila sudah dua puluh empat jam.
Semua kontak yang diduga teman dari Tamara sudah Raka hubungi satu persatu tetapi tidak ada yang tahu juga kemana wanita itu pergi.
Bahkan anehnya CCTV di rumah Philip tidak menangkap siapa gerangan yang menjemput Tamara.
"Awas saja kalian kalau sampai terjadi sesuatu terhadap Tamara," ancam Raka pada ketiga scurity yang bahkan tidak tahu apa-apa. Raka terus menyusuri jalan dengan dibantu oleh temanya mencari keberadaan kekasih gelapnya. Ponselnya dihubungi pun tidak ada jawabanya.
Tamara seperti hilang di telan bumi, padahal Raka tahu betul kalau Tamara itu pasti tidak bisa jauh terhadap dirinya. Dia adalah orang satu-satunya yang selalu dicari ketika Tamara ada masalah, dan bahkan semalam saja mereka masih baik-baik saja. Jadi tidak mungkin rasanya kalau Tamara tiba-tiba pergi entah kemana, tanpa kabar yang pasti.
__ADS_1
"Tunggu aku Sayang, aku pasti akan menemukan kamu," gumam Raka masih terus mencari tahu di mana keberadaan kekasih gelapnya.