Pelangi Tanpa Warna

Pelangi Tanpa Warna
Pelangi Tanpa Warna #Episode 195


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam, kini Eric dan Darya pun sudah sampai di kediaman mereka.


"Tumben Mah, sepi," ucap Eric, biasanya pasti ada celotehan Zakia dan juga ada Elin, tetapi siang ini terasa sepi. Darya melihat jam di pergelangan tanganya.


"Ini jam istirahat Kia, mungkin mereka sedang istirahat," balas Darya sembari menyodorkan air minum untuk suami tercintanya.


"Kalau gitu papah mau lihat Elin dulu, tadi bukannya seharusnya Lexi datang ke sini." Setelah meneguk air yang di berikan sang istri, Eric pun kembali mengayunkan kakinya menuju kamar Elin. Sebenarnya ia sudah sangat penasaran sejak tadi kira-kira apa yang Elin obrolkan dengan Lexi.


Lalu bagaimana reaksi Elin bertemu dengan Lexi.


Eric, membuka pintu kamar Elin, setelah laki-laki paruh baya itu mengetuknya beberapa kali, tetapi tidak ada sahutanya. Kedua mata Eric melebar sempurna ketika di dalam kamarnya tidak ada Elin. Ia masuk ke dalam kamar yang luas itu untuk memastikan bahwa Elin tidak ada di dalam kamarnya, kamar mandi dan balkon tempat favorite-nya. Namun, benar dugaan Eric bahwa Elin memang tidak ada.


Buru-buru Eric mengecek ke kamar Jiara. Namun, lagi-lagi sama, di kamar Jiara juga tidak ada Elin. Terakhir Jiara bertemu Elin saat Lexi baru datang dan sampai ssat ini Jiara tidak bertemu lagi.


Laki-laki paruh baya itu masih berusaha tenang apalagi ia tidak mau kalau sang istri tahu Elin tidak ada di dalam kamarnya.


Saat ini Darya memang sedang ada di kamar, tetapi bukan tidak mungkin kalau Darya akan keluar.


Eric mencoba menghubungi Elin, tetapi lagi dan lagi ponsel Elin ada di dalam kamarnya. Dengan perlahan Eric mencari informasi Elin ke asisten keluarganya. Agar tidak terjadi kehebohan.


"Oh iya, bukanya  aku juga punya nomer ponsel Lexi." Eric langsung menghubungi Lexi, dan beruntungnya tidak menunggu lama Lexi mengangkat sambungan teleponya.


Sebab secara bersamaan Elin juga akan menghubungi papahnya.


[Lex, kamu ada di mana? Apa Elin bersama kamu?] cecar Eric, terlihat sekali kalau laki-laki itu sangat cemas.


[Papah, ini Elin.] Suara yang sangat dikenal pun membuat Eric langsung bisa bernafas lega.

__ADS_1


[Ndok, kamu di mana? Kenapa pergi tidak bilang bilang?] tanya Eric kembali. Elin pun yang merasa bingung mau menjawab apa lebih memilih memberikan ponselnya pada Lexi.


Lexi yang tahu pun langsung mengambil ponselnya dan menggantikan Elin.


[Om, ini Lexi, sekarang Elin baik-baik saja Om tidak perlu cemas.] Kini Lexi yang mengambil alih sambungan teleponya dengan Eric.


[Iya Lex, tapi kalian ada di mana? Katakan biar Om tenang kalau kalian tidak katakan, gimana Om akan tenang.]


[Elin dan Lexi sedang ada di rumah sakit. Elin habis melakukan pemeriksaan, dan dokter menyarankan untuk dirawat beberapa hari, karena kondisi Elin yang kurang sehat, tapi Om tidak perlu cemas Elin baik-baik saja ko. Ada Lexi yang menjagaa Elin.] Dengan hati-hati Lexi mencoba menjelaskan dengan apa yang terjadi.


[Apah? Kalian ada di rumah sakit? Katakan rumah sakit mana biar Om nyusul buat temanin anak Om.] Sesuai dugaan Elin papahnya pasti akan mencemaskanya. Yah itulah istimewanya Eric dia akan sangat was-was anaknya kenapa-kenapa itu sebabnya Elin tidak mau di rawat, karena pasti Eric tidak akan tenang.


[Om... Om... coba tenang yah. Percayakan kondisi Elin pada Lexi. Ini adalah kesempatan Lexi untuk membuktikan kalau Lexi akan bertanggung jawab pada Elin. Jadi Om tidak perlu terlalu cemas, karena Elin baik-baik saja bersama Lexi. Kita beralih ke panggilan vidio yah agar Om bisa lihat kondisi Elin. Dia tidak ada apa-apa hanya kurang cair dan darahnya rendah sehingga dokter menyarankan untuk rawat inap agar pas lahiran nanti kuat. Dan semuanya hasilnya besok keluar, kalau memang semuanya sudah ok, Elin juga udah boleh pulang lagi.]


Lexi berusaha memberikan informasi yang positif agar Eric tidak cemas, meskipun pada kenyataannya kondisi Elin cukup memprihatinkan. Elin yang meminta agar Lexi tidak terlalu mencemaskan kondisi Elin, dan tidak menceritakan pada siapapun mengenai kondisinya.


'Pantas saja Elin sangat menyayangi papahnya itu semua karena memang mereka sedekat ini.' Lexi kembali merasakan bersalah karena perbuatanya dulu. Andai ada satu kali kesempatan Tuhan memperbaiki kesalahan pasti Lexi akan memperbaiki kesalahan ini. Ia tidak akan mau menerima tawaran Lucas.


[Jadi papah tidak harus jaga atau jenguk kamu nih?] tanya Eric sekali lagi, Elin pun mengangguk dengan yakin.


[Papah di rumah saja istirahat, bukanya Papah selama ini sudah cape, kerja dan mengurus Elin. Biarkan Lexi yang temanin Elin.] balas Elin dengan yakin. Meskipun Elin sendiri masih kurang nyaman dengan adanya Lexi, apalagi mereka juga jarang terlibat komunikasi.


Yah Elin berpura-pura-pura baik baik saja. Agar Eric tidak kahawatir dengan kondisinya.


[Lex, Om titip Elin yah, jangan bikin dia sedih, apalagi sampai sakiti dia. Kamu harus bahagiakan dia. Om percaya sama kamu, jadi jangan rusak kepercayaan Om. Kalau ada apa-apa dengan Elin kamu harus langsung informasikan pada Om.] Pesan Eric pada Lexi. Meskipun sebenarnya masih ada perasaan takut pada Lexi, tetapi Eric mencoba untuk percaya pada laki-laki itu.


[Baik Om, Lexi tidak akan kecewakan Om untuk kesekian kalinya.] balas Lexi dengan yakin. Setelah memastikan semuanya aman, sambungan telepon pun terputus dan kini kembali sepi ruangan Elin hanya ada Elin dan Lexi.

__ADS_1


#Teman-teman mampir ke karya baru othur yah judulnya (Dinikahi Anak Konglomerat) Terima kasih buat yang udah bantu dukungan karya othur 🙏🙏


*****


Di tempat yang berbeda.


Arya yang sedang kencan dengan dokter Marni pun harus terganggu dengan telepon dari Lucas. Yang meminta agar Arya membantu membebaskanya. Sebenarnya hanya tinggal menyerahkan bukti-bukti bahwa ia tidak bersalah dari bukti yang sudah di kumpulkan oleh Lexi dan Arya sendiri.


Arya juga pastinya harus menyerahkan dua penjahat sesungguhnya yaitu Rosi dan Raka. Rosi sendiri adalah asisten Lucas yang mengurusi bisnis gelapnya, tetapi karena ambisinya yang ingin menguasai bisnis gelap itu ia pun bekerja sama dengan Raka. Padahal kalau Rosi mau, Lucas juga akan menyerahkannya pada dirinya, tetapi justru dia menggunakan cara kotor.


Raka sendiri adalah kekasih Tamar, tujuan Raka mau bekerja sama dengan Rosi bukan lain adalah karena materai. Kekayaan dan setumpuk uang yang sejak lama diincar dari Philip. Namun belum juga uang-uang itu mereka dapatkan kini sudah diketahui kejahatanya oleh Lexi, dan membuat mereka terkurung dalam bahasa penjara.


Sebenarnya sangat gampang bagi Lexi mencari para pelaku itu mengingat Lexi bukan sekali dua kali menemukan kasus seperti ini, tetapi karena permintaan Lucas yang meminta agar bekerja dengan lambat, dan pasti, sehingga di dua bulan pencarianya mereka baru tertangkap, dan tentunya pengakuan mereka menjadi bukti terkuat.


"Rekaman pengakuan dari Rosi dan Raka sangat utama, gimana Raka menghabisi Tamara, dan setelah menghabisi Tamara mereka merencanakan sekenario ini. Awalnya tentu Raka akan menumbalkan Philip sebagai tersangka dan target utama, tetapi Rosi yang mengincar Lucas pun memutar haluan jadi Lucas yang di jadikan tersangkanya. Dan Philip akan diancam untuk mengurus kekayaannya, tetapi lagi justru Philip banyak tim horeee (Pendukung) sehingga mereka kesusahan menekan Philip.


Namun saat ini Lucas tinggal menunggu kebebasanya. Arya pun dengan malas mengikuti kemauan Lucas membebaskanya.


[Ok, aku akan datang ke kantor polisi, tapi ingat kamu tidak boleh mengganggu acara kencan ku lagi. Ini adalah bantuan terakhir yang aku lakukan untuk kamu.] Itu adalah pesan yang Arya kirimkan, dan Lucas di lain tempat malah tertawa dengan renyah ketika membaca pesan dari Arya.


"Malang sekali nasib kamu Arya."


Lucas pun  merasa sangat banyak sekali berhutang budi pada Arya, berkat Arya kini ia bisa berkumpul dengan keluarganya. Meskipun belum terwujud sih masih proses, tetapi setidaknya Lucas memiliki kesempatan besar itu.


********


Teman-teman sembari nunggu kisah kelanjutanya, Othor punya karya baru nih tolong di bantu fav, like dan komen yah, jangan lupa giftnya juga. Ikutin terus karta-karya othor yah.

__ADS_1



__ADS_2