Pelangi Tanpa Warna

Pelangi Tanpa Warna
Pelangi Tanpa Warna #Episode 124


__ADS_3

Senyum kemenangan terlihat dari bibir Lucas. Dengan sigap Lucas membawa ke dalam mobil dan langsung laki-laki itu membawa tubuh lemah Tamara ke klinik Cika. Selanjutnya di serahkan pada Arya dan temanya Cika. Biarkan mereka yang atur agar Wulan tidak bisa hamil dan dipastikan tidak akan bisa hamil. Biarpun wanita itu bekerja dengan keras hingga tua, seorang bayi tidak akan bisa tumbuh di rahimnya.


"Kamu yang mengajak aku bermain-main, Tamara. Jangan salahkan kalau aku kembalikan kamu ke jalanan." Lucas menatap tajam tubuh Tamara yang sudah tidak berdaya.


Chika langsung mengambil tugasnya setelah Lucas datang dengan membawa wanita cantik bernama Tamara. Ia akan segera melakukan apa yang Arya katakan. Namun tentu sebelumnya Chika memastikan bahwa tidak ada pembuahan atau calon bayi di dalam rahim Tamara.


Semuanya dilakukan dengan sangat baik, dan setelah semuanya bersih, maka langkah terakhir Chika akan memasang implan tuba merupakan metode KB steril tanpa operasi yang dilakukan dengan cara memasukkan dua logam kecil (essure) ke tuba falopi melalui va-gina dan ser-viks. Masing-masing tuba falopi diisi oleh satu logam.


Alat ini akan mengiritasi lapisan dalam tuba falopi dan meninggalkan bekas luka atau jaringan parut. Bekas luka ini lama-kelamaan dapat menutup tuba falopi dan mencegah kecebong masuk untuk membuahi sel telur. Tentunya tujuan agar Tamara menjadi tidak bisa hamil.


Kejam memang tetapi ini adalah hukuman karena Tamara sendiri yang mulai bermain api. Sementara Tamara di urus oleh Chika. Lucas di rumah kakeknya mulai membereskan satu persatu urusannya dari mulai memasang CCTV tersembunyi dan tentunya terakhir memberikan pelajaran untuk para kecoa busuk di rumah itu.


Semua pekerja tanpa terkecuali dikumpulkan oleh Lucas di taman belakang. Wajah laki-laki itu sudah sangat tidak bersahabat ada kekecewaan di wajah Lucas setelah melihat dan mengamati satu persatu para pekerja di rumah kakeknya.


Wajah memelas terlihat dari mereka semua, Lucas tahu mereka kerja di rumah kakeknya karena sebuah kebutuhan yang memaksa mereka untuk bekerja, tetapi Lucas heran kenapa mau menutup kebusukan Tamara selama ini yang akibatnya mereka akan kehilangan pekerjaan.


"Apa ada yang tahu tujuan aku memanggil kalian semua dan di kumpulkan ke halaman rumah ini untuk apa?" tanya Lucas dengan suara yang menggelegar, tegas dan terlihat jelas kemarahannya.

__ADS_1


Hampir serempak mereka menggelengkan kepalanya secara bersamaan. Menandakan bahwa mereka yang hampir berjumlah lima belas orang pekerja di rumah kakeknya termasuk sopir dan yang lainya tidak ada yang terlewat sekali pun.


"Baiklah kalau kalian tidak tahu, aku akan kasih tahu sekaligus kasih waktu untuk mereka mengaku, tapi kalau tidak mengaku tetapi pada kenyataanya tahu semuanya. Maka aku tidak akan memberikan kelonggaran untuk kalian bekerja di rumah ini lagi. Mulai dari sekarang aku akan menyingkirkan penghianat di rumah ini." Tatapan tajam Lucas seolah tengah mengabsen satu persatu wajah yang berdiri di hadapannya.


Lagi, hampir secara bersamaan mereka mengangguk tanda mereka tahu dengan apa yang Lucas katakan.


"Siapa di sini yang sudah tahu perselingkuhan Tamara?" tanya Lucas dengan tatapan yang membunuh dan suara yang dingin dan tegas. Meskipun Lucas tahu hampir semua para pekerjanya tahu perbuatan Tamara, tetapi Lucas hanya ingin memberikan kesempatan untuk jujur.


"Yang tahu perselingkuhan Tamara dan kalian diam dan justru seolah tutup mata silahkan memisahkan diri ke sebelah sana," ucap Lucas lagi dengan menunjuk pojokan taman yang lain.


Cukup lama mereka diam tidak ada yang berani mengakui. Lucas masih diam menunggu mereka mengakui dengan suka rela.


Orang-orang yang ada di hadapan Lucas semakin gelisah ketika Lucas mengeluarkan senjata api. Bahkan Arya sudah berdiri dibelakangnya. Ada beberapa perawat yang ada di samping Arya dan ambulance yang udah disiapkan untuk kemungkinan mereka dibawa ke rumah sakit nantinya.


"Aku memang tidak menggunakan pistol ini untuk membunuh kalian tetapi aku akan gunakan pistol ini untuk menghukum kalian karena kalian tidak jujur dan asal kalian tahu, apa bila nanti satu pfoyektil bersarang dianggota kakimu. Aku pastikan mereka (Lucas menunjuk perawat-perawat yang udah siap membantu mereka yang bernasib kurang bagus) Mereka mengeluarkan peluru dari tempatnya tanpa bius. Aku bisa jamin itu. Dan dalam otak kalian akan selalu mengingat hal itu." Lucas mulai memasukan butiran peluru kedalam senapannya.


Mereka yang berada di depan Lucas semakin gelisah bahkan berdiri sudah tidak nyaman. Bisik-bisik sudah mulai terdengar dan Lucas hanya tersenyum menyeringai.

__ADS_1


Dooorrr... satu kali tembakan Lucas arahkan pada kambing yang sengaja di beli untuk bahan percobaan Lucas.


Cryuzzzz... darah memun-cerat dari kepala kambing yang di tembak oleh Lucas. Seketika itu juga kambing itu tidak bernyawa.


Pandangan mata Lucas kembali mengintai para pekerja satu-satu.


"Aku kasih kesempatan satu lagi. Yang tahu perselingkuhan Tamara silahkan memisahkan diri," ucap Lucas dengan tatapan yang semakin mengerikan dan suara yang bergetar menahan emosinya.


Bisik-bisik kembali terdengar oleh Lucas dan yang lainya.


"Cepat!!! Aku hitung sampai lima kalian harus udah pindah kalau belum juga. Jangan memohon suatu keampunan pada aku, karena aku sudah tahu siapa orang-orang yang berkhianat di rumah ini. Aku berkata seperti ini bukan karena aku tidak tahu tetapi justru aku tengah mengetes kalian untuk jujur," bentak Lucas.


"Satu... dua... tiga... empat... lima..." Lucas menghitung hingga lima. Dan hasilnya sesuai dugaan Lucas semua pekerja tahu. Tunggu.... ada satu pekerja yang tidak bergerak dari berdirinya. Dan yang membuat Lucas tertarik adalah sepertinya laki-laki tua yang ada di barisan terakhir justru nampak kebingungan ketika para temanya berpindah tempat. Hal itu menandakan bahwa mereka semua tahu perselingkuhan Tamara selama ini.


"Siapa laki-laki itu apa dia benar-benar tidak tahu atau justru laki-laki itu tengah berpura- pura tidak tahu agar ia masih aman dari hukuman yang Lucas akan berikan.


Dalam otaknya Lucas sudah siap memberikan hukuman pada mereka satu per satu sampai mereka mau cerita atau mereka dengan kemauan mereka akan berjalan dan menulis surat pengunduran dirinya dari tempat ini, dari pada jujur pada Lucas.

__ADS_1


Laki-laki berperawakan tegap dan tegas maju menuju laki-laki tua yang masih nampak kebingungan.


Lucas melihat laki-laki itu nampak makin ketakutan. Mungkin ia mengira kalau Lucas akan membunuhnya karena ia justru tidak tahu dengan perselingkuhan itu. Berbeda dengan mereka yang ternyata tahun kalau istri majikannya berselingkuh.


__ADS_2