Pelangi Tanpa Warna

Pelangi Tanpa Warna
Pelangi Tanpa Warna #Episode 104


__ADS_3

"Apa laki-laki yang memper-kosa Elin adalah Lucas?" tanya Eric dengan mata yang mulai memerah.  Entah kabar apa lagi yang akan dia dengar, tubuhnya sudah sangat lelah menerima takdir hidup ini. Apa salahnya mencintai hamba Allah sampai ujian seolah enggan untuk beranjak dari hidupnya.


Arya menggeleng dengan cepat. "Bukan Lucas yang melakukan itu, tetapi teman Lucas yang melakukanya, tetapi atas perintah laki-laki itu," balas Lucas ia juga harus melakukannya agar tidak salah paham.


"Siapa laki-laki itu?" tanya Eric dengan perasaan yang semakin tidak karuan, tubuhnya pun seolah ikut merasakan bahwa hati dia saat ini tidak baik-baik saja.


"Laki-laki itu adalah Lexi, teman Lucas." Tidak ada lagi yang perlu di tutupi oleh Arya, Eric sudah harus tahu semuanya. Cepat atau lambat kasus Elin akan terungkap. Siap atau tidak Eric harus tahu semuanya, mengingat memang Eric adalah kepala keluarga.


Nafas berat terdengar dari bibir Eric, tetapi laki-laki itu seperti biasanya akan bersikap tenang. Meskipun tidak bisa di pungkiri bahwa di dalam dadanya seolah terhimpit batu-batuan yang besar.


"Dimana laki-laki itu saat ini Dokter Arya," ucap Eric suaranya semakin melemah, ketika mengetahui fakta satu per satu terbongkar, dan yang paling sakit adalah putrinya mengalami penderitaan yang seolah tak berujung, tetapi justru pelakunya adalah soudara kembarnya sendiri.


Saat ini Arya seolah berat untuk menjawabnya, karena Arya tahu pasti kalau Eric merasa patah hatinya untuk kesekian kalinya. "Lexi sudah menikah kemarin, dan saat ini ayah dari bayi yang di kandung Elin ada di luar negri negara kelahiranya, dan ia sudah menikah, sudah memiliki keluarga sendiri juga.

__ADS_1


Jeduerrr.... Lagi-lagi Eric merasakan kecewa dan itu tandanya Elin tetap akan membesarkan anaknya sendiri, meskipun ia tahu siapa ayah dari bayinya. Eric diam, tidak tahu akan bertanya apa lagi, cukup sudah ia mengetahui ini semua hatinya terlalu sakit dan Eric juga tidak tahu mau berdoa apa-apa lagi untuk ayah dari bayinya.


Kalau laki-laki itu sudah  berumahtangga itu tandanya Elin dan Eric juga tidak mungkin meminta mereka untuk tanggung jawab, meskipun Elin hamil anaknya. Pasti nantinya akan sangat runyam kalau memang Elin hadir ditengah-tengah keluarga Lexi.


"Sekarang Om sudah tahu tentang Lucas dan juga Lexi, laki-laki yang sudah melakukan kejahatan terhadap putri Om. Jujur Arya juga syok, ketika pagi-pagi di telpon oleh Lexi untuk memberi petolongan pada Elin yang kondisinya kritis. Arya tidak tahu seperti apa laki-laki itu menyiksa Elin hingga Elin seperti yang Arya temukan terakhir kalinya. Mungkin kalau Lexi tidak menelepon Arya, sudah pasti Arya juga sampai saat ini tidak tahu dengan semua ini. Marah, kesal dan kecewa juga Arya rasakan, terlebih dari yang Arya kenal pertama kali Om Eric, Arya yakin seratus persen kalau Om tidak akan selingkuh, sampai Arya diam-diam mengumpulan bukti ini dan melakukan tes Dn A ini untuk mendapatkan jawaban dari dendam Lucas." Arya menghentikan ucapanya, ketika laki-laki paruh baya yang ada di sampingnya terisak meneteskan bongkahan sesak di dadanya.


"Om sangat tidak menyangka bahwa akhir perjalanan kami hingga kota ini adalah seperti ini. Katakan Dokter Arya, Om harus berbuat apa?" lirih Eic sangat sedih dengan takdir hidupnya yang kejam dan sangat unik cobaanya.


"Andai bisa di putar kembali hidup ini, mungkin selamanya Om tidak akan mengambil keputusan ini. Keputusan yang justru membaut anak-anak Om saling membenci. Katakan, Dok di mana salah Om, nanti pasti Om akan perbaiki," imbuh Eric, prustasi mungkin yang saat ini Eric rasakan.


"Rasanya tidak adil kalau Arya sudah membuka semua rahasia Arya dengan Lucas dan Lexi, tetapi sekarang Arya juga belum mengetahui kenapa bisa Om Eric dan Tante Ely berpisah. Apa kalian sudah tidak saling mencintai, tetapi rasanya tidak, sebab Elin bilang tujuan Om datang ke kota ini untuk mencari cinta sejati Om, dan pasti tebakan Arya benar kalau cinta sejat Om adalah Tante Arya, yaitu Tante Ely, benar kan?"


Eric masih diam, tidak membalas ucapan Arya, pikiranya masih diliputi rasa takut kalau nanti Elin atau justru Lucas sendiri yang akan terancam nyawanya.

__ADS_1


"Ceritalah Om, bagaimana Arya bisa bantu, kalau Arya sendiri tidak tahu apa yang terjadi di kehidupan Om yang dulu. Tujuan Arya nekad melakukan tes DnA ini adalah untuk menolong kalian. Agar setidaknya Lucas tahu kalau orang yang selama ini dia musuhi adalah sodaranya, bukan musuh sesungguhanya," lirih Arya, yang melihat kalau Eic masih kebingungan.


"Kesalah pahaman atas semua ini harus segera diakhiri Om, memang untuk mengurai benang yang kusut kita butuh kehati-hatian dan ketelitian, tetapi yakinlah begitu kita sudah bisa membuka satu simpulnya dan menemukan alurnya semua akan terurai, begitupun dengan masalah Om, awal-awal bakal ada ketegangan damn lain sebagainya, tetapi harus diluruskan, apabila di biarkan justru semakin runyam dan salah sangka." Arya tahu betul pasti Eric bisa mengerti pemahamanya itu.


"Semua ini memang salah Om, kami menikah dulu tidak di setujui. Om hanya mahasiswa biasa yang sama-sama jatuh cinta dengan Mamahnya Elin, cinta kita tidak direstui, hal itu karena Om yang miskin, tetapi entah bisikan dari mana kita  justru saling mengambil jalan yang salah. Dimana dulu kita masih muda, cinta kita masih menggebu-gebu dan kita mengambil keputusan untuk kawin lari. Kita menikah tanpa restu dan tanpa modal dari mereka, hanya nikah di bawah tangan, kehidupan kita paska nikah tidak mudah. Dan Om baru tahu kalau wanita yang Om nikahi adalah anak orang kaya, hidup kita di teror terus menerus, dari pekerjaan Om yang selalu diberhentikan tanpa sebab, membuka usaha makanan sudah berhasil dan bisa membangun rumah, tetapi lagi-lagi persembunyian kita diketahui, rumah kami dibakar." Eric tidak melanjutkan ceritanya sesak yang dia rasakan, ketika otaknya menyusuri perjalan hidup yang penuh perjuangan dengan istrinya.


Arya yang melihat perubahan dari suara Eric pun kembali mengelus pundak itu dia terus mengelus pundaknya dengan perlahan. "Arya tahu pasti berada di posisi Om Eric tidaklah mudah. Arya yakin sekali kalau Om Eric akan bisa melewati ini semua. Om Eric tidak sendiri ada Arya yang akan berjalan bersama dengan Om Eric."


Seperti menemukan oase dipadang pasir yang gersang  itu yang yang Eric rasakan ketika Arya memasang badan untuk membantunya.


******


Teman-teman sembari nunggu kelanjutan kisah Elin dan juga Lucas, mampir yuk ke karya bestie othor, di jamin ceritanya seru dan pastinya bikin baper...

__ADS_1


Kuy ramaikan...



__ADS_2