Pelangi Tanpa Warna

Pelangi Tanpa Warna
Rasa Sakit yang Menyerang


__ADS_3

Jia buru-buru mengatupkan kedua tangannya di depan dadanya, ketika Lucas mengulurkan tanganya untuk berjabat tangan. "Nama saya Jiara, mau panggi Jia atau Ara boleh." Tangannya mengatup di depan dadanya dengan senyum yang terlihat sangat manis itu. Bahkan saking manisnya Lucas sampai tidak sadar bahwa ini masih di dunia. Mungkin laki-laki itu mengira bahwa ia sudah si surga, dan yang kini tengah berbicara dengan laki-laki itu adalah bidadari surga sungguhan.


Lucas buru-buru menarik tangannya yang sempat ia julukan. "Ah maaf, aku lupa kalau wanita berhijab tidak mau bersentuhan dengan orang lain," balas Lucas, dengan senyum kecut. Ini yang tidak ia suka dari wanita berhijab sok suci, seperti itu kira-kira pikiran Lucas dengan wanita yang tidak mau bersentuhan. Padahal wanita-wanita seperti Jia, mereka memiliki pendirian bahwa ia sedang menjaga dirinya dari fitnah dunia.


"Bukan tidak mau Mas, tetapi memang aturan agama yang saya anut memang seperti itu, dan bukan juga orang lain tetapi lebih tepatnya lawan jenis, karena takut timbul fitnah dan lain sebagainya. Mohon di mengerti yah Mas," lirih Jia, wanita itu bukan marah ataupun tersinggung, karena bagi yang belum tahu seperti Lucas, yang mana terlihat dari penampilannya dia adalah laki-laki yang jauh dari agama sehingga Jia yang harus memberikan banyak pengertian terhadap Lucas, agar tidak salah dalam penilaian.


"Oh iya sorry, aku tidak tau kenalkan nama aku Lucas," ujar Lucas dengan menirukan gaya Jia yang mengatupkan tangannya di depan dadanya. Di balas dengan anggukan dan seulas senyum tipis, oleh Jia. Lucas yang memang dia memiliki kebiasaan seperti Lexi yaitu penikmat wanita-wanita bayaran, begitu melihat Jia, hati nalurinya langsung bangkit. Senjatanya langsung menjerit-jerit di bawah sana ingin segera di pu-askan, tetapi Lucas tahu bahwa Jia adalah wanita yang tidak akan pernah mau melakukan sesuatu yang melanggar agama. Apalagi sampai Zinah, sudah jelas di tolak dari awal.


"Mba kayaknya belum makan kan? ayo kita makan, pesan aja apa yang ingin Mba makan, biar saya yang akan membayarnya sebagai ucapan terima kasih, karena kamu sudah mencucikan jas aku." Lucas memanggil pelayan dan memesan menu makan siang untuk dia, dan tentu untuk Jia juga.


"Oh tidak usah Mas, silahkan Anda saja yang memesan makan untuk makan siang Anda," ucap Jia dengan halus menolak tawaran Lucas, sebenarnya tidak enak Jia menolak tawaran Lucas, tetapi dia juga tidak bisa menerima tawaran Lucas untuk makan siang, ada alasan yang kuat ia tidak bisa menerima tawaran dari Lucas.


"Loh kenapa, ini saya yang bayar loh Mba Jia, sebagi ucapan terima kasih. Masa tidak mau menghargai apa tawaran saya," balas Lucas yang terkesan memaksa.

__ADS_1


Jia kembali menunduk karena ini bukanĀ  perkara mau tidak mau, tetapi karena Jia yang saat ini tengah puasa, di hari kamis oleh sebab itu dia menolak tawaran Lucas. "Mohon maaf Mas sebelumnya bukan saya tidak menghargai Mas Lucas yang ingin mentraktir saya dengan makan siang, tetapi saya sedang puasa sehingga saya tidak bisa menerima tawaran Anda," terang Jia tidak ingin Lucas salah sangka.


Lucas nampak memandangi tubuh Jia dari atas rambut hingga bawah kakinya. "Mbanya sudah kurus loh kenapa malah puasa, apa nanti malah tidaksakit, dan tambah kurus nanti lagi," ujar Lucas dengan menelisik kembali penampilan Jia, Wanita yang cantik meskipun ia tidak mengenakan make up tebal seperti wanita yang lainya. '"Terus itu jus jeruk punya siapa? Bukanya kalau puasa itu tidak boleh makan dan minum yah," imbuh Lucas dengan menunjuk segelas jus yang sudah tinggal separuh dengan embun di luar gelasnya.


Sekarang giliran Jia yang tertawa dengan renyah. "Mas Lucas kayaknya salah mengira deh, puasa itu bukan karena pengin kurus atau apalah, tetapi karena kita ingin menunjukan ketaatan kita pada Tuhan kita, dan kalau soal tubuh kurus kayaknya saya dari dulu itu sudah kurus Mas. Malah sebelum saya memutuskan memeluk islam, saya sudah kurus, jadi bukan karena puasa tubuh saya jadi kurus. Kalau soal minuman dari sebelum saya datang kesini ini jus sudah ada Mas jadi bukan punya saya, makanya saya sedikit pinggirkan," jawab Jia, dengan santai, dan tetap dalam pendiriannya yang tidak mau memesan makanan karena ia sedang puasa.


Lucas tidak bisa berkata-kata lagi karena yang di katakan Jia sudah jawaban yang tidak bisa dia terbantahkan lagi, terlebih dia tidak memiliki ilmu yang tahu apa itu aturan dan hukum dalam islam.


"Tunggu Jia! Duduk dulu!" titah Lucas sembari menunjuk tempat duduk yang tadi di duduki oleh Jia. Wanita itu kembali duduk di kursinya.


"Ada apa Mas?" tanyanya dengan sopan.


"Kamu sedang cari pekerjaan? Kamu lulusan apa? Kebetulan di kantor kakek aku sedang butuh karyawan, kalau mau kamu boleh kerja di sana, tidak perlu melamar-lamar, karena sudah pasti akan di terima," terang Lucas, dengan percaya diri, benar memang yang di katakan oleh Lucas bahwa laki-laki itu juga sedang membutuhkan sekretaris untuk menggantikan sekretarisnya yang dia pecat, karena tidak bisa diandalkan.

__ADS_1


"Mas Lucas serius, mau bantu aku cari kerja?" tanya Jia dengan nada yang kaget dan tentu terlihat bahagia karena ucapan Lucas.


"Serius lah emang kelihatan muka tukang bohong yah? Kalau kamu mau nanti selesai makan siang kamu ikut aku nanti kerjanya di sesuaikan dengan kemampuanmu," balas Lucas, di dalam hatinya lagi-lagi menjerit bahagia, karena itu tandanya, dia akan semakin sering berdekatan dengan Jia, wanita yang berhasil mengunci hatinya dengan pesona sederhananya.


"Boleh deh Mas, soalnya Jia memang sedang butuh kerjaan juga, kerja apa saja boleh deh, kalau harus jadi cleaning sevice juga boleh asal halal," jawab Jia, akhirnya dia duduk lagi dengan membaca buku dan menunggu Lucas yang sedang menikmati makan siangnya.


Tidak butuh waktu lama Lucas selesai makan siang, bahkan makanan yang sudah ia pesan masih banyak, hal itu karena perut Lucas yang tiba-tiba terasa sangat tidak nyaman dan juga kepalanya malah semakin berdenyut.


"Mas Lucas kenapa?" tanya Jia ketika melihat Lucas memegangi perutnya yang terasa seperti di remas-remas.


"Perut aku sakit banget Jia. Tolong kamu telponin Arya, minta dia kerestoraan ini." Lucas mengulurkan ponselnya.


Tanpa pikir panjang Jia pun langsung mengambil telpon Lucas dan mencari kontak yang bernama Arya.

__ADS_1


__ADS_2