
"Apa ini tandanya loe mengizinkan Elin bertemu dengan papahnya?" tanya Arya dengan antusias.
"Gue memutuskan hanya satu kali saja, dan manfaatkan dengan baik kesempatan ini, jangan sampai kalian seenaknya sendiri dan kalian akan menyesalinya karena membuat Lexi kecewa. Serta pastikan kucing kampung itu tidak memceritakan siap saja yang membuat dirinya seperti itu, dan segera singkirkan dia dari hadapan Lucas dan gue," bentak Lexi pada Arya.
Arya pun membuang nafas kasar dengan perlakuan Lexi yang sok berkuasa itu. "Baik 'Tuan Muda', saya akan melaksanakan perintah 'Tuan Muda' tanpa ada sedikit pun yang bisa mengendus kejahatan K-A-L-I-A-N." Arya pun menekankan setiap kata dan tentu kalau Lexi cerdas dan pandai maksud dari penekanan kata dari Arya itu. Yah itu tandanya Arya malas dengan sikap berkuasanya Lexi.
Mereka pun kembali masuk ke kamar Elin. Sementara Elin yang sudah membuka matanya segera menoleh kearah pintu siapa yang gerangan datang. Jantung Elin bergemuruh, dia saangat ketakutan kalau yang datang itu malah Lucas, kakak tirinya. Bulu kuduk Elin sudah berdiri sempurna ketika ia membayangkan bahwa yang masuk keruanganya itu Lucas, yang tengah mengincar namanya. Aura menyeramkan dari wajah Lucas masih teringat dengan jelas di dalam ingatanya. Biarpun setiap menatap wajah Lucas ada rasa berdesir di dadanya, tetapi Elin tidak tahu rasa apa itu.
Nafas lega terhembus dari bibir Elin setelah ia mengetahui bahwa yang datang adalah Arya, meskipun ada Lexi si predator yang membuat Elin sengsara sampai saat ini, tetapi apabila ada Arya, setidaknya ia bisa bernafas dengan lega, karena Arya bisa melindungi Elin.
Senyum manis tersungging dari bibir Arya yang berjalan semakin dekat degan Elin, dan Elin juga ingin membalas senyum hangat tersebut tetapi nampaknya ia tidak berdaya untuk meciptakan senyum yang manis perban di wajahnya menghalanginya untuk melakukan itu.
__ADS_1
"Elin, aku tadi sudah berusaha bernegosiasi dengan Lexi, mengenai keinginan kamu untuk bertemu dengan papah kamu. Apakan kalau kami izinkan kamu untuk bertemu dengan papah kamu, kamu tidak akan membocorkan mengenai apa yang terjadi dengan kamu sampai bisa terbaring di ranjang pasien ini?" tanya Arya dengan lembut dan pelan agar Elin bisa mengerti maksud dari dirinya berbicara seperti itu. Sementara Lexi berdiri di sebrang Arya dengan tampang sombongnya dan juga tangan yang di lipat di hadapanya itu.
Elin mengangguk meskipun di dalam hatinya ia dongkol dan gondok ingin Elin membongkar semua kebusukan Lexi dan juga Lucas yang mengakui kakak tirinya itu, tetapi apabila dia melakukanya dia tidak akan membuat dirinya senang tetapi justru makin sengsara.
"Kamu jangan asal mengangguk saja, pastikan kamu sanggup tidak, sebab kalau kamu berani speak up masah ini kesiapa pun maka timah panas yang akan kamu terima dari aku, atau malah kamu ingin aku menghadiahkan timah panas itu untuk papah tercinta kamu? Ingat kamu berhutang satu nyama terhadap aku, maka kalau kamu macam-macam aku tidak akan segan-segan untuk mengambil nyawa itu berserta bonusnya," ucap Lexi dengan tatapan membunuh sementara Elin justru kembali seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Ketakutan luar biasa, hingga tubuhnya mengkerut.
"Saya janji Tuan, saya tidak akan membuka apapun yang saya ketahui. Saya tidak ingin apa-apa lagi saya hanya ingin bertemu dengan papah saya. Bahkan kalau saya sudah bertemu dengan papah saya, Anda berhak untuk membunuh saya, biarkan saya meninggal di atas pangkuan papah saya," ucap Elin dengan suara lirihnya, dan tanpa ragu yang seolah ia akan ketakutan apabila Lexi mengancamnya terus. Elin tidak perduli nasib yang akan dia timpa setelah ini yang ingin ia temui saat ini adalah sang malaikat tampa sayap perlindungan, tetap beliau yang selalu ada di hidupnya mau merentangkan tangan kekarnya untuk melindungi dirinya, dari badai kehidupan.
"Loe urus gadis ini, gue akan menemui Lucas, untuk berhenti menganggu gadis buruk rupa ini," ucap Lexi yang secara tidak langsung lagi-lagi ucapan Lexi membuat Elin bersedih dan ingin mengakhiri hidupnya, terlebih setelah tahu kemungkinan wajahnya memang tidak kan secantik dulu, wajahnya akan terkena luka bahar dan itu tandanya ia akan menjadi gadis buruk rupa seperti yang Lexi katakan.
"Kamu tidak usah dengarkan apa yang Lexi katakan, dia itu memang mulutnya kadang sangat menjijihkan. Masalah wajah kamu, kamu tidak usah khawatir dokter akan mengupayakan yang terbaik untuk luka di wajah kamu." Arya berusaha menghibur Elin, dan ikatan batin Arya dengan Elin justru lebih kental buktinya ia juga merasakan sedih ketika Elin merasakan nasib yang buruk seperti ini. Namun ketika dengan Lucas justru Arya seolah tidak ada ikatan batin apapun. Padahal Lucas adalah anak dari adik ibunya, seharusnya ikatan batinya lebih kuat. Atau karena Arya yang kecewa dengan perbuatan Lucas sehingga dihatinya hilang rasa simpati pada Lucas.
__ADS_1
"Terima kasih,"ucap Elin dengan lirih.
Arya hanya membalasnya tersenyum dengan teduh. "Tapi kamu harus ingat Elin akan ucapan Lexi barusan, karena.Lexi dan kakak tiri kamu itu adalah orang yang sudah kehilangan belas kasihnya, sehingga dia akan tega menyakiti siapapun yang membuatnya sulit, bahkan sama kalian saja Lucas tega membuatnya sengsara, bukan tidak mungkin juga Lucas atau Lexi benar-benar membunuh kalian," ucap Arya sekali lagi memperingatkan Elin agar tidak membantah dua laki-laki kelainan jiwa tersebut.
"Saya mengerti Tuan," balas Elin dengan wajah ketakutan.
"Jangan panggil aku Tuan, panggil Arya saja, aku ini sebenarnya sepupu Lucas, dan kalau Lucas kakak tiri kamu berati kamu juga sepupu aku," ucap Arya, yah meskipun tidak ada sil-silah yang merumuskan kalo Elin sepupu dia, mengingat yang keluarga dengan Arya adalah mamah Lucas bukan Papah Elin, hanya saja Arya tetap menganggap Elin sepupunya. (Belum ada yang tahu kalau Elin sodara kembar Lucas, selain Eric, Darya, Philip dan Tamara, mamah tiri Rya)
Elin terharu karena dipertemukan dengan Arya, kalau tidak ada Arya mungkin kini Elin sudah menjadi mayat.
"Terima kasih, aku tidak tau cara membalas kebaikan kamu Arya, aku tidak tau kenala Lucas meyebut aku anak pelakor. Sedangkan Papah aku dar mamah aku adalah orang yang saling mencintai, aku tetap tidak percaya kalau aku anak pelakor, karena papah aku adalah orang paling setia nomor satu yang pernah aku temui. Bahkan beliau rela tidak menikah lagi hanya karena ingin mencari mamah aku, cinta sejati papah. Namun entah siapa yang benar, aku tetap percaya papah," ucap Elin dengan yakin.
__ADS_1