Pelangi Tanpa Warna

Pelangi Tanpa Warna
Pelangi Tanpa Warna #Episode 129


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu, semuanya berjalan dengan sempurna, bahkan rencana Lucas dengan orang rumahnya berjalan dengan lancar. Dengan kata lain, Tamara saat ini tanpa wanita itu sadari sedang menggali kuburan nya sendiri. Semuanya tinggal  menunggu jam akan segera berakhir dramanya.


Lucas satu minggu ini menjadi anak yang baik yang menurut pada rencana Arya, kesehariannya hanya bekerja dan istirahat di rumah, tetapi juga laki-laki itu setiap saat mendapatkan laporan dari Arya, terutama tentang perkembangan Zakia. Dan perkembangan mamihnya Darya, Lucas mendapatkan laporan semuanya dari Diki ini memang cara Arya untuk membuat Lucas lebih fokus dengan  rencana-rencananya. Sehingga tidak terpecah belah konsentrasinya.


Tidak jauh berbeda dengan Lucas, Arya pun selama satu minggu ini bisa lebih fokus dengan pekerjaannya dan saat ini  semuanya hampir selesai Zakia, sakitnya sudah semakin  banyak kemajuan, tidak seperti dulu bahkan anak kecil itu semakin menggemaskan, dan juga Elin dan mamahnya yang semakin hari semakin banyak kemajuan juga, bahkan Darya sering berkomunikasi dengan Eric dan semuanya berjalan normal, seperti sebuah keluarga yang saat ini sedang menjalani sebuah hubungan jarak jauh.


Malam ini Lucas sengaja pulang yang lebih sore karena memang laki-laki itu sudah menyiapkan kejutan untuk semuanya. Philip cukup terkejut ketika Lucas pulang masih di jam sore, yaitu pukul enam sore, sedangkan Lucas sebelum-sebelumnya akan pulang di jam malam itu sudah jadwal pulang paling sore laki-laki itu akan pulang di jam sembilan malam.


"Tumben kamu sudah pulang Lucas?" tanya Philip dan sebenarnya seharusnya Lucas tidak terkejut dengan pertanyaan itu, karena Lucas memang termasuk gila bekerja akhir-akhir ini.


Lucas membalas dengan senyum terpaksa nya. "Iya Kek, Lucas sedang ingin membicarakan sesuatu." Lucas dengan wajah seriusnya mengambil duduk di sebrang kakeknya. Kedua matanya diedarkan ke segala penjuru dengan tujuan mencari oma tirinya.


"Oma belum pulang?" tanya Lucas di mana biasanya ia sangat jarang sekali menanyakan keberadaan istri kakeknya, bahkan ada dihadapanya pun Lucas jarang menanyakannya atau menyapanya, dan tiba-tiba saat ini Lucas menayakan keberadaan Tamara.


Philip tentu menatap heran pada cucunya itu. "Oma kamu sedang ada urusan," jawab Philip dengan santai dan Lucas pun hanya menjawabnya dengan bibir di monyong akan membentuk huruf O.


"Apa Kakek tahu urusan apa? Terus apa kakek tahu kira-kira urusan apa yang dilakukan Tamara di luar rumah hingga terlalu sering mengunjungi orang-orang yang tidak penting itu?" tanya Lucas, dan seketika itu Philip wajahnya memerah, bahkan seperti ada kobaran api di dalam wajahnya.

__ADS_1


"Jaga mulut kamu Lucas, apa kamu tidak bisa menghargai Oma kamu, kenapa kamu panggil istri dari Kakek kamu dengan sebutan nama, tanpa embel-embel panggil yang seharusnya kamu lakukan?" murka Philip, bahkan kalau Lucas posisi duduk yang berdekatan dia pasti mendapatkan bonus tangan Philip yang singgah di pipi Lucas.


Laki-laki yang berpenampilan masih rapi justru terlihat semakin santai dan  senyum yang ditunjukan Lucas terkesan menyepelekan.


"Apa Kakek tidak mencurigai Tamara sedikit pun?" tanya Lucas, justru cucunya itu terlihat seperti menantang Philip.


"Curiga apa? Apa yang patut dicurigai dari dia? Oma kamu hanya mencari hiburan dia bosan tinggal di rumah ini yang tidak ada temanya, maka dari itu dia memilih kumpul-kumpul dengan temannya, apa itu salah? Kamu saat ini belum menikah sehingga bisa menuduh sembarangan kalau kamu sudah menikah pasti akan berpikir yang sama kayak Kakek," beda Philip, pada istrinya di mana di mata dia Tamara adalah istri yang paling sempurna.


Hal seperti ini sebenarnya yang membuat Lucas malas untuk memberitahu kebenaranya karena hal itu akan menjadi tamparan besar buat Lucas, tantangan besar di mana Philip pasti memiliki cara yang kuat untuk membela  Tamara. Philip tida akan dengan mudah percaya pada perkataan Lucas.


Yah Lucas menebak bahwa Tamara dan Raka memang sudah lama berhubungan dan sempat kandas, dan saat ini mereka terlibat cinta lama yang belum kelar, dan bersembunyi-sembunyi menjalin hubungan dengan Tamara secara sembunyi-sembunyi. Pastinya ada sebuah keuntungan yang besar dari rencana mereka.


Wajah Philip tampak memerah dan sangat marah. Lucas sudah bisa menduganya terlebih memang Philip itu sangat sayang dengan Tamara. Apapun yang Tamara inginkan Philip selalu kabulkan tanpa mengajukan syarat apapun. Sehingga Tamara besar kepala dan meremehkan laki-laki tua itu tanpa sadar kalau dia adalah sebab dari semua ini terjadi.


"Apa ini Lucas?" tanya Philip dengan menunjukkan beberapa lembar foto yang  Lucas berikan, tentu pertama hanya sekedar foto, kalau Philip tidak percaya juga maka ia akan  menguatkan lagi dengan vidio, dan kesaksian dari yang lainya hingga kakeknya sadar bahwa Tamara adalah hanya sebuah parasit yang sedang menumpang hidup. pada dirinya.


"Kakek selama ini hanya dijadikan sapi perah oleh Tamara, dan istri muda kakek itu selingkuh dengan laki-laki yang ada di foto itu," lirih Lucas, nada bicara dan gaya bicaranya sangat santai, tidak sedikit pun Lucas merasakan takut atau sebaliknya.

__ADS_1


"Hanya dengan bukti foto-foto semacam ini?" ejek Philip dengan menatap tajam pada Lucas.


"Kakek ingin bukti yang seperti apa lagi? Vidio, bukti perselingkuhan saksi, bahkan Lucas pernah menyaksikannya dengan mata kepala Lucas sendiri, dan Kakek sampai kapan akan sadar kalau wanita yang menjadi istri Kakek hanyalah ular berbisa, yang semakin hari semakin berbahaya untuk Kakek" lirih Lucas, nada bicara yang terkesan memohon membuat Philip makin tidak percaya.


"Orang-orang yang mengatakan seperti itu sudah banyak, tetapi mereka tidak bisa membuktikannya sampai detik ini." Tidak mau kalah Philip juga terlihat sangat santai dan tidak mau terpancing dengan ucapan Lucas.


Lucas lalu melancarkan rencana selanjutnya yaitu menyerahkan ponselnya dari rekaman CCTV rumahnya. Memang selama satu minggu ini Lucas sangat membebaskan Tamara untuk membawa teman kencannya.


"Percayalah Kek, orang-orang itu bukan tidak bisa membuktikannya, hanya saja mereka malas untuk melakukan itu semua.


Philip nampak terkejut dengan memegangi dadanya. "Bukti yang seperti apa lagi yang Kakek inginkan?" tanya Lucas semakin menantang sang tertua, mungkin Lucas tidak melihat kalau kakeknya sedang meringis menahan sakitnya.


"Lucas melakukan ini semu bukan karena harta warisan Kakek dan juga harta yang Kakek miliki ingin Lucas miliki, seperti yang wanita itu lakukan, Lucas hanya ingin melindungi apa yang Kakek usahakan selama ini. Mengumpulkan pundi-pundi rupiah tentu tidak mudah, dan tidaklah singkat, dan dengan gampangnya sang pel-cur itu datang hanya untuk hidup enak terlalu beruntung kalau Kakek juga tidak menyadarinya juga," berondong Lucas, bibirnya tidak memberikan kesempatan untuk Philip menyelanya. Lucas terus menyudutkan wanita yang dia panggil oma, tetapi masih sangat muda.


Philip masih terus menatap layar ponselnya dan  itu bukan karena ia ingin tahu setiap adegan yang ada di dalam vidio itu, Philip hanya tidak tahu gimana caranya menghentikan video itu berhenti. Tangannya kaku, dan bukan hanya tangannya yang kaku tubuhnya dalam sekejap kaku tidak bisa berbuat apa-apa bahkan sekedar untuk membela istrinya Philips tidak bisa melakukanya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2