Pelangi Tanpa Warna

Pelangi Tanpa Warna
PWT #Episode 97


__ADS_3

Jiara meninggalkan putrinya di ruanganya dengan Lucas, setelah meyakinkan kalau calon papah sambungnya itu baik dan tidak galak atau pun menyeramkan seperti hantu. Itu yang tadi Zakia katakan kalau calon papah tirinya itu seram seperti hantu yang pernah dia lihat ada di tivi. Lucas yang mendengarnya sampai kaget dan terheran kenapa ada anak kecil yang kurang ajar mengatai dia seram seperti hantu, tetapi bukanya dia marah dan kesal justru Lucas pun terkekeh mendengar celoteh putri dari calon istrinya.


"Ah mungkin memang wajah aku yang menyeramkan," pikirnya, sembari terus mendengarkan apa yang Kia katakan.


Peran Lucas pun di mulai ketika Jiara meninggalkan ruangan rawat Zakia.


"Hai Kia, Papah dengar Kia suka gajah, gimana kalau kita lihat gajah," ucap Lucas sembari menujukan Laptopnya di mana dari benda itu ia bisa menujukan vidio gajah pada Zakia.


Gadis kecil yang usianya belum genap dua tahun itu tidak langsung merespon ucapan calon papah tirinya, tetapi ia masih mengamati Lucas dengan sangat jeli seolah Lucas adalah seorang penjahat (Penculik) yang tengah merayu korbannya. Tanpa menunggu jawaban dari Zakia, Lucas menunjukan gambar-gambar Gajah, bahkan Laki-laki yang menginjak umur dua puluh sembilan tahun itu menujukan video Gajah yang besar dan lucu-lucu. Ada yang sedang bermain bola dan juga ada yang sedang menggambar.


Zakia memang tampak acuh dan seolah  tidak perduli dengan apa yang Lucas tunjukan, tetapi namanya anak kecil, sifatnya akan sama dengan anak kecil pada umumnya, diam-diam bocah itu mencuri pandangan untuk menonton video dari binatang yang ingin ia lihat.


"Zakia mau naik gajah tidak? Kalau mau nanti kalau Kia sudah sembuh Papah akan ajak Kia naik gajah," ucap Lucas, di sela-sela keseriusan Zakia yang tengah melihat video gajah yang sedang di naiki oleh pawangnya, dan juga ada gajah yang tengah bermain bola, terlihat sangat  lucu, bahkan Zakia beberapa kali terkekeh dengan video yang di tampilkan di layar pintarnya.


"Emang bisa Pah kalau kita naik gajah?" tanya Zakia, ini adalah interaksi pertama antara gadis kecil itu dengan calon papah sambungnya. Entah bocah kecil itu sadar atau tidak, tetapi sepertinya Zakia tertarik dengar tawaran Lucas yang ingin mengajaknya menaiki gajah.


"Tentu bisa, itu kan ada yang naik gajah, dan nanti Kia bisa naik sama seperti itu." Lucas menunjuk pada Video yang sedang menampilkan gajah tengah dinaiki oleh anak kecil dan pria dewasa di belakangnya.


"Kia mau kaya gitu," lirih Kia, yang terdengar sangat sedih, tanpa sadar Lucas menarik tubuh Zakia untuk duduk di pangkuannya dan dia sendiri saat ini naik ke atas ranjang pasien sama seperti yang dilakukan oleh Jiara tadi.

__ADS_1


"Nanti yah kalau Kia udah sembuh, kita akan jalan-jalan bareng sama Bunda sama Ambu dan Abah, kita naik gajah kaya gitu. Kia suka tidak?" Entah memang Lucas yang pandai merayu hati Zakia atau memang gadis itu yang  cepat menyesuaikan dengan Lucas, sehingga belum ada sepuluh menit Lucas mencoba mendekatkan diri, tetapi kini baik Lucas dan Zakia sudah saling bercerita dengan tema tanyangan yang ia tonton dari  di layar pintar.


"Kia juga mau liat itu." tunjuk Zakia ketika melihat lumba-lumba yang sedang menujukan kepiawaiannya. Dari celoteh-celoteh Zakia, Lucas bisa menyimpulkan kalau memang calon putri sambungnya sangat mencintai dunia binatang, dan yang membuat Lucas ingin tertawa lepas yaitu ketika Zakia ingin memelihara harimau, hal itu dia utarakan ketika ada orang yang tengah bercengkrama dengan harimau yang berwarna putih dan hitam itu.


Lucas pun hanya tersenyum kecut menanggapinya.


"Kia ingin melihat lumba-lumba juga? Boleh semua yang Kia mau nanti kalau kita sudah di Jakarta, dan Kia sudah boleh pulang dari rumah sakit Papah janji akan mengajatk Kia keliling kebun binatang untuk melihat semua binatang yang lucu-lucu," ucap Lucas, ini bukan sekedar janji yang di ucapkan agar Zakia bersemangat untuk sembuh, tetapi ini janji Lucas untuk membahagiakan calon putrinya. Anak kecil yang berhasil menarik perhatianya.


Hatinya bahagia ketika ia mendengar celoteh dari Zakia, dan juga hatinya tenang dan gembira ketika melihat senyumnya yang manis sangat mirip seperti sewnyum ibunya, Jiara.


Setelah meyakinkan dokter dan juga Jiara menceritakan bahwa suaminya yang menginginkan Zakia untuk di pindahkan untuk mendapatkan perawatan yang terbaik di ibukota. Dokter yang bertanggung jawab dengan Zakia pun memberikan izin pulang tentu dengan tandatangan Jiara sebagai jaminanya.


Jiara menyelesaikan semua biaya adminitrasi dan menebus obat Zakia, lalu buru-buru kembali ke ruangan putrinya, sejak tadi Jiara kurang tenang, takut kalau Kia nangis atau malah merepotkan calon papah tirinya.


Pandangan Zakia dan Lucas secara bersamaan menoleh pada pintu yang dibuka, dan ternyata itu adalah Jiara yang datang dengan kantong obat di tanganya. Lucas mengembangkan senyum, dan Jiara membalasnya dengan singkat.


"Bunda, sini ada  lumba-lumba lucu." Zakia dengan antusias menggerakan tanganya agar sang bunda datang menghampirinya dan melihat video yang menujukan sang pawang tengah bermain dengan dua ekor lumba-lumba. Justru saat ini gadis kecil itu sangat sulka dengan lumba-lumba. Entah berapa kali memutar vidio yang sama yang menujukan binatang mamalia yang hidup di dalam air sedang menujukan kepiawaianya berinteraksi dengan sang pawang.


Jiara tersenyum lega ketika ketakutannya tidak menjadi kenyataan, alias Zakia ternyata cepat dekat dengan Lucas. Wanita dengan hijab panjang itu berjalan menghampiri Zakia yang berada di atas pangkuan Lucas dan tengah menonton lumba-lumba seolah tengah menari diatas kolam air yang luas.

__ADS_1


"Bunda lumba-lumba'nya pintar, nanti Kia juga akan jadi kayak lumba-lumba," ocehnya dan hal itu sontak membuat Jiara dan Lucas tertawa dengan kepolosan anak kecil itu. Gimana bisa manusia bercita-cita menjadi seekor lumba-lumba, tetapi kembali lagi namanya anak kecil imajinasi'nya memang sangat luar biasa.


"Kia sangat senang sama binatang, malahan tadi dia meminta aku untuk memelihara seekor harimau di rumah," adu Lucas, menirukan ucapan Zakia yang meminta memelihara harimau di rumah mereka.


"Hah... Harimau, yang benar saja mungkin kalau kucing masih bisa di pertimbangkan, tetapi kalau harimau siapa yang berani," kekeh Jiara kemudian calon istri Lucas tertawa dengan geli membayangkan di rumahnya memelihara harimau.


"Mungkin sebentar lagi dia akan meminta kalau kita harus memelihara lumba-lumba juga," imbuh Lucas menunjuk Zakia yang sejak tadi masih terfokus dengan lumba-lumba.


Kembali Jiara terkekeh.


"Gimana hari ini sudah boleh pulang kan?" tanya Lucas selain  dia harus buru-buru pulang kembali ke Jakarta, juga pastinya ia sudah tidak sabar ingin menjadi pasangan yang sah dengan Bundanya Zakia.


"Sudah, sebentar lagi akan ada dokter dan juga suster yang datang untuk memeriksa Kia dan mencabut selang infus," balas Jiara.


"Alhamdulillah akhirnya bisa juga nikah dengan wanita ini," batin Lucas sembari terus menatap Jiara, tentu Jiara tidak tahu dan tidak sadar ketika ia diperhatikan oleh calon suaminya.


...****************...


Teman-teman sembari nunggu kelanjutan Zakia yang ingin memelihara harimau dirumahnya, yuk mampir dulu ke karya besti othor dijamin bikin baper...

__ADS_1


kuy ramaikan...



__ADS_2