Pelangi Tanpa Warna

Pelangi Tanpa Warna
PTW #Episode 108


__ADS_3

Elin turun dari mobil dengan menenteng banyak tas belanjaan begitu pun Marni tidak kalah banyak tas belanjaan yang ia beli.


"Papah," sapa Elin, kali ini wajahnya tidak sesedih tadi. Eric pun membalasnya dengan ceria ada senyum kebahagiaan ketika melihat Elin sangat gembira.


"Pantesan lama, ternyata habis pada shopping yah,"  ucap Arya,pura-pura tidak tahu, padahal ide belanja-belanja dan makan diluar adalah idenya, agar ia dan Eric memiliki waktu banyak untuk saling bertukar mencari tahu tentang tes DnA itu. Berkat ide dari Arya itu, kini Eric sudah mengetahui semua faktanya.


"Hehe... Iya Dok lagi di traktir sama Dokter Marni, jadi malah keasikan. Elin masuk dulu yah Dok  may bersih, bersih. Bandan  pada lengket."


"Ya udah, kalau gitu kita juga akan pamit yah Elin, jangan lupa minum susu dan vitaminnya." Dokter Marni pun kembali mengingatkan Elin, dan dibalas dengan acungan jempol oleh Elin.


Setelah memastikan Arya dan Marni pergi Elin dan Eric masuk kedalam rumahnya. "Gimana hasil pemeriksaanya Ndok?" tanya Eric, suaranya sudah akrab lagi.


"Semuanya hasilnya bagus Pah, dan syukurnya dokternya juga teman Dokter Marni jadi todak macam-macam. Sempat takut kalau nanti malah Elin ditanyai yang tidak-tidak soal suami dan lain-lain tapi alhamdulilah tidak ada yang tanya hal semacam itu," balas Qari masih terlihat gurat bahagianya sisa belanja dan jalan-jalan dengan Marni. Sebenarnya bukan soal belanjanya, tetapi cara Marni yang mengajak ia untuk menikmati hidup Elin jadi berpikir untuk melupakan semuanya dan kembali menjadi Elin yang dulu, soal anak dalam kandungannya seiring berjalanya waktu pasti akan berlalu, dan mungkin dari anak ini justru Elin bisa meraih kebahagiaanya.


Eric pun merasakan perubahannya setelah Elin pulang dari melakukan pemeriksaan yang ia lakukan. Eric juga pastinya senang dengan yang terjadi pada putrinya. "Mungkin dengan kejadian seperti ini kami nanti akan berkumpul kembali," batin Eric, tersimpan dengan rapih impiannya untuk bisa kembali bersatu dengan Darya, mantan istrinya, dan tentunya ia juga ingin hidup rukun dengan anak dan cucunya.


*******


"Tadi gimana kalian belanja-belanjanya, kayaknya happy banget," ucap Arya begitu mereka meninggalkan rumah Elin dan terlihat Marni wajahnya masih terlihat dengan jelas bahagianya.


"Jelas dong dapat traktiran belanja sepuasnya pasti senang," jawab Marni seolah ia benar-benar memanfaatkan uang Arya padahal ia juga belanja dengan uangnya sendiri. Marni masih belum terlalu berani untuk memakai uang kekasihnya itu. "Ini sisa yang kita gunakan untuk belanja." Mirna memberikan kartu milik Arya kembali.


Arya hanya membalas dengan senyuman. "Kamu pegang saja buat jatah belanjaan," jawab Arya dengan enteng. Tentu Arya tahu uangnya dipakai untuk beli apa saja dan semuanya kebanyakan membeli perlengkapan ibu hamil dan untuk belanjaan Marni yang ia bilang tidak ada laporanya. Masa ia Marni membeli baju hamil kan tidak mungkin susu hamil dan cemilan ibu hamil dan lain-lain kan tidak akan mungkin.


Marni melebarkan matanya lalu melihat kartu itu. "ini buat apa, aku ada uang sendiri untuk sekedar belanja," ucap Marni secara tidak langsung menolak pemberian kartu itu daru Arya.

__ADS_1


"Kalau kamu tidak mau pakai, boleh kamu simpan saja, nanti kalau kalian pergi belanja dengan Elin, bisa kamu gunakan lagi," imbuh Arya lagi dan itu tandanya  Marni harus menyimpan kembali kartu itu.


"Baiklah aku simpan, tapi nanti kalau mau diambil tinggal bilang ajah yah. Aku tidak akan memakai kartu ini tanpa izin kamu," imbuh Marni.


"Kan aku sudah mengizinkanya, kamu saja yang tidak mau memakai uang itu. Setelah perdebatan soal kart selesai Marni apapun akhirnya tertidur, dan Aya merasa bersyukur karena ian dicintai oleh wanita sederhana dan juga tidak terlalu macam-macam. Wanita yang berhati baik dan tentunya sederhana. Padahal Arya juga sebelumnya adalah lelaki pencinta wanita-wanita seksi, sama halnya dengan Lucas dan Lexi namanya laki-laki mungkin akan memandang wanita dari fisiknya.


Sedangkan Marni adalah wanita dengan kulit coklat dan tidak terlalu menarik, tetapi apabila dilihat dengan dekat wajahnya manis, dan yang jelas Marni adalah wanita yang baik dan juga penyabar tidak matre. Meskipun awalnya Arya dan Marni berpacaran karena ia yang ingin memberikan tanda terima kasih karena Marni membantu misinya untuk kesembuhan Elin, tetapi justru sepertinya Arya yang sudah tertarik dan mencintai gadis itu lebih.


Arya memarkirkan kendaraanya di rumah sederhana yang hanya diisi oleh Marni dan juga ibunya yang hanya bekerja sebagai guru sekolah menengah atas. Ibunya adalah seorang PNS sedangkan papahnya juga sama, tetapi sejak Marni kembali lagi ke ibu kota papahnya tidak lama meninggal dunia karena sakit. Dan kini mereka hanya tinggal berdua, di rumah yang sederhana ini. Hanya dengan ibunya yang sudah tergolong cukup umur, mungkin hanya tinggal nunggu beberapa tahun lagi ibunya juga akan pensiun.


Menurut cerita yang Marni bagi pada Arya, keluarganya yang merawatnya selama ini adalah orang tua angkatnya. Sedangkan Marni sendiri adalah anak angkat yang diambil dari panti asuhan itu sebabnya Marni selalu belajar dengan baik hingga ia bisa mendapatkan beasiswa untuk ia bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi.


Arya sejak tadi tidak berani membangunkan kekasihnya yang sedang pulas tertidur. Justru laki-laki itu senang menatap wajah Marni dan memperhatikannya dengan dekat. Kalau diperhatikan dia sangat cantik," batin Arya, entah berapa menit Arya menghabiskan waktunya hanya untuk memperhatikan Marni.


Kedua mata marni terbuka ketika ada benda yang aneh menempel di bibirnya. Benda kenyal dan juga manis menempel dibibir Marni. Marni yang belum sadar betul justru mencap-cap rasanya mungkin dia akan menebak benda apa itu.


"Ya Tuhan." Marni langsung mendorong. Arya begitu matanya menatap wajah Arya, jadi bibir Arya yang dia lum-at-tadi mengira kalau itu adalah es cream.


"Arya apa yang kamu lakukan?" tanya Marni dengan mengusap bibirnya, kaget itu yang Marni lakukan dan tentu bersalah, karena justru membalas ciuman Arya.


"Membangunkan kamu, dan benar saja setelah di berikan ciuman kamu sadar juga dari tidur yang panjang ini," lirih Arya sembari terkekeh ketika melihat reaksi Marni.


Arya terkekeh dia tahu betul kalau Marni belum pernah melakukan ciuman seperti tadi. "Udah jangan dilap-lap terus karena nanti malah tambah besar bibirnya." Arya menggoda Marni, pasti ia tidak bisa karena bibirnya sedikit bengkak karena ulahnya itu.


Marni langsung menghentikan gerakan tanganya yang mengusap-usap bibirnya.

__ADS_1


"Nah gitu nanti juga hilang sendiri. Lagian kamu sih yang membalas kan jadi ketagihan," ujar Arya yang senang melihat wajah Marni. Tidak terbayangkan oleh Arya sedikitpun kalau dia akan mencintai Marni seperti ini.


"Kalau gitu aku mau turun dulu, pasti Bunda nanti marah." Marni buru-buru akan turun dan mengambil barang-barang belanjaanya.


Namun Arya dengan cekatan menahan tangan Marni.


Cup... satu kecupan berhasil mendarat di pipi Marni. Wajah malu dan merona terlihat di muka Marni. Dan buru-buru keluar dari mobil dan meninggalkan Arya.


"Selamat malam, mimpi indah calon makmum...." Suara Arya sangat terdengar dengan jelas sebab ia berbicara mengarah keluar. Marni yang sudah sampai di gerbang pun langsung menghentikan langkahnya dan kembali menatap Arya dengan malu-malu. Selanjutnya melanjutkan langkahnya hingga dalam rumah, dan menutup pintu lalu menyandarkan tubuhnya, ada aura bahagia yang tertahan di wajah Marni.


"Siapa Nah?" Suara bundanya mengagetkan Marni yang sedang terpejam dan membayangkan kejadian singkat tadi.


"Oh itu teman Bun," jawab Marni merasa malu dan kaget.


"Kalau gitu besok-besok ajak masuk, kenalkan sama Bunda biar Bunda juga kenal dengan calon imam kamu."


Deg!! Wajah Marni kembali memerah.


"Aduh Jangan-jangan Bunda tahu kejadian di dalam mobil tadi. " Marni buru-buru masuk ke dalam kamarnya, rasanya malu sekali kalau sampai bundanya melihat kejadian di dalam mobil.


...****************...


Teman-teman sembari menunggu up kisah Elin dan Lucas, yukk mampir ke karya teman othor. Dijamin bikin baper....


kuyy ramaikan....

__ADS_1



__ADS_2