
"Sah?"
"Sah!" Ucap para saksi pernikahan dengan suara yang semangat.
"Yes!!" pekik Arya, bahkan suara sampai mengagetkan pengantin wanita dan juga penghulu. Bahkan Papih Aryo sampai menundukan kepalaya karena merasakan malu memiliki anak yang petakilan seperti Arya. Acara pun terus bergulir dari sesi foto-foto, doa dan juga sungkeman.
Ok pengantin pertama sudah selesai dan kini tinggal pengantin selanjutnya di mana Elin dan Lexi adalah pengantin selanjutnya, sama dengan Arya acara Elin pun berjalan dengan lancar. Apalagi Lexi sekarang juga sudah banyak kemajuan dengan agamanya, dan bahkan sudah bisa sholat, meskipun bacaanya masih suka salah-salah. Tapi laki-laki berumur lebih dari kepala tiga pun mencoba untuk tetap taat dengan perintah agamanya
Lexi ingin bisa mewujudkan cita-cita Elin yang ingin memiliki pemimpin yang bisa mempimpin dirinya dan Eril dalam hal kebaikan. Kini Lexi benar-benar jauh banget berbeda, bahkan untuk pakaian dia sekarang nyaman mengenakan koko dan sarung sangat mirip dengan mertuanya Eric.
Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Alexi Alvaro Rajaya bin Kevin Rajaya, dengan Afsana Erlin Khairiyah bin Muhamad Eric Permana dengan maskawin uang tunai lima ratus juta, dan satu set perhiasan berlian senilai satu milliar sertifikat tanah beserta bangunan seluas 500 meter, dibayar tunai."
Lexi pun yang sudah menghafal langsung menjawab. "Saya terima nikah dan kawinnya Afsana Erlin Khairiyah bin Muhamad Eric Permana dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."
"Sah"
Yang terakhir pasangan pengantin adalah Lucas dan juga Jiara.
__ADS_1
"Kalau yang ini sudah pernah menikah cerai atau bagaimana?" tanya Pak Penghulu.
"Bukan cerai Pak, tapi nikahnya dulu hanya nikah sirih," jawab Lucas dengan percaya diri.
"Oh kalau udah nikah sirih tidak perlu ijab kabul lagi, tinggal daftarkan ke KUA nanti akan tercatat di negara. Apa mau sekalian di bantu agar bisa sekalin jadi nanti surat nikahnya?" tanya Pak penghulu. Jiara dan Lucas pun saling pandang. Mereka sudah menghabiskan waktu lama untuk bersolek, tetapi masa tidak menikah, hanya ditanya seperti itu.
"Terus kita nggak ijab kabul seperti Arya dan Lexi?" tanya Lucas bingung.
"Tidak perlu lah, kan kalian tidak ada cerai kan?" tanya Penghulu lagi, dan Lucas dan Jiara tentu langsung menggeleng dengan kuat.
"Kalau tidak maka tidak perlu diadakan ijab kabul lagi dan soal surat-surat agar tercatat untuk mengesahkan kenegara nanti dibantu oleh kita," ucap penghulu pernikahan menjelaskan syarat-sayarat apa saja untuk mengesahkan pernikahan mereka. Lucas pun menatap Arya dan keluarganya yang tengah tertawa dari balik punggungnya.
"Biar, kan yang penting nanti malam kamu bisa merasakan pengantin baru juga," bisik Aryo, papih dari Arya. Lucas pun langsung mengebangkan senyumnya dan langsung mengangguk dengan kuat.
Kini Lucas dan Jiara pun bergabung dengan dua pengantin lainya, untuk menyambut tamu lainya. Mengabadikan setiap momen dengan kamera canggih dari gaya-gaya yang formal hingga gaya-gaya yang absurd banget. dan kini mereka pun mulai menyambut tamu udangan yang ternyata jauh dari perkiraan mereka. Tidak ada hentinya.
Zakia pun tidak kalah antusias dari para pengantin yang berbahagia, bocah kecil itu pun sangat bahagia dengan diasuh oleh opa dan omanya.
__ADS_1
"Ar, Bro gue masuk dulu yah, Elin belum kuat terlalu lama berdiri dia pusing," ucap Lexi dengan menuntun Elin yang merasa pusing dengan acar banyak orang seperti itu. Setelah Elin berpamitan kini Lucas pun mengikuti Elin ia berpamitan lebih dulu untuk istirahat di kamar, apalagi melihat para tamu yang tidak kunjung ada hilal untuk surut, Lucas pun memilih untuk mundur.
"Bro, gue juga pamit yah, loe kan tahu gue baru pulang dari rumah sakit empat hari yang lalu. Pusing kepala," ucap Lucas dengan berpura-pura menahan sakit. Mengikuti ide Elin.
"Ah, itu mah akal-akalan loe ajah," dengus Arya, tetapi bagaimana lagi yang tertera dalam kartu undangan paling atas adalah dirinya setelahnya Elin dan Lexi.
"Yah, udah nggak kuat pengin buka puasa," kelakar Lucas sembari berbisik dengan manja.
"Sialan loe, pengin duluan saja," dengus Arya dengan menendang Lucas, tetapi laki-laki itu sigap menghindar sehingga Arya pun hanya menendang angin.
"Udah-udah jangan berantem mulu, nanti malam juga kamu kebagian. Masih utuh tuh, nggak ada yang nyolek." Aryo yang memang memiliki sifat petakilan sama dengan Arya pun terlalu rugi kalau tidak meledek anaknya.
Arya pun menatap pada Marni, yang tampak malu-malu setiap membahas mengenai malam pertama. Arya sih sudah tahu kalau Marni pasti masih tersegel secara dia adalah wanita baik-baik.
Meskipun Arya marah, kesal dan sebal terutama pada Lucas yang dengan sengaja ingin ikut-ikut Elin istirahat di kamar hotel. Padahal Arya tahu betul kalau Lucas pusing hanya alasan.
Dengan terpaksa laki-laki itu pun kembali melanjutkan acaranya, memasang wajah senyum terbainya, ramah dan juga akrab dengan tahu undangan yang mana mereka banyakan adalah rekan bisnis sang papih dan juga rekan bisnis Philip.
__ADS_1
Beberapa kali Arya menatap sang papih yang nampak sangat menikmati pesta yang laki-laki buat berbeda tentunya dengan Arya yang pikiranya sudah banyak melalang buana ke malam pengantin mereka.
"Gasken Arya, biar cepet belah rambutnya."