Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Sekte Tiga Pulau


__ADS_3

“Saudara Gui! Semoga koin emas ini bisa sedikit membantu nenekmu untuk membuka usaha..!" Ho Chen memberikan 300 koin emas kepada Gui Fujian


Gui Fujian sedikit ragu untuk mengambil koin tersebut, menurutnya koin tersebut terlalu banyak. Mengingat Ho Chen lah yang telah menyelamatkan desanya, rasanya tidak pantas jika mengambil koin emas tersebut.


“Saudara Chan ini tidak perlu, lebih baik kamu simpan saja untuk keperluan perjalanan kalian." Kata Gui Fujian menolak secara halus.


Ho Chen hanya tersenyum. “Kamu tidak perlu memikirkan tentang keperluan perjalanan ku. Aku tidak kekurangan bekal dalam perjalanan. Jadi ku mohon jangan menolak..!" Kata Ho Chen kembali menyerahkan koin tersebut.


Gui Fujian sedikit tidak enak dan canggung. Dengan beberapa kali paksaan, Gui Fujian akhirnya mau menerima koin tersebut.


“Terima kasih saudara Chen, aku tidak akan melupakan kebaikanmu ini..!" Kata Gui Fujian sambil membungkuk.


Jiu Rui keluar dari kamarnya dan membawa perbekalanya yang cukup banyak. “Adik apa bisa kau membantuku?." Tanya Jiu yang terlihat kesulitan membawa barang-barang bawaannya.


Semua barang itu adalah pemberian para penduduk kepada Jiu Rui. Semua barang itu di berikan sebagai tanda terima kasih mereka kepada Jiu Rui, sekaligus tanda mata sebagai kenang-kenangan.


Ho Chen mengelengkan kepala pelan melihat Jiu Rui yang begitu kesulitan membawa barang-barang tersebut.


“Saudara Rui, biar aku ambilkan kotak kain untuk menyimpan sebagian barang-barang mu.” Kata Gui Fujian, kemudian dia pergi masuk ke dalam kamarnya untuk mengambilkan kotak kain yang di maksud.


Ketika Gui Fujian sudah masuk kedalam kamarnya, Dengan cepat Ho Chen memasukkan semua barang-barang tersebut di dalam gelangnya.


“Saudara Rui ini ko...!" Gui Fujian berhenti berbicara dan memandangi ke seluruh ruangan. Dia mencari barang-barang milik Jiu Rui yang sudah tidak terlihat.


“Kemana barang-barang mu..?." Tanya Gui Fujian dan masih berusaha mencarinya.


“Semuanya sudah aku simpan di tempat yang aman, jadi saudara Gui tidak perlu repot-repot lagi..!" Kata Ho Chen.


Gui Fujian terlihat tidak percaya, namun tidak mau menanyakan tentang tempat yang di maksud.

__ADS_1


“Saudara Gui, kemana nenekmu?." Tanya Ho Chen.


“Nenek pergi pagi-pagi sekali tadi ke pasar. Dia tidak tau jika kalian akan pergi pagi ini."


“Sampaikan terima kasih kami kepada nenek mu, suatu saat nanti kami mungkin akan mampir lagi kesini.." Ucap Ho Chen.


Mereka memang akan meninggalkan Desa Lujhu secara diam-diam, untuk menghindari penduduk yang selalu datang saat siang untuk bertemu Jiu Rui.


“Akan saya sampaikan nanti.." Kata Gui Fujian.


Ho Chen dan Jiu Rui keluar dan menghampiri kuda naga putih dan kuda coklat yang berada di belakang rumah Gui Fujian.


“Selamat tinggal Saudara Gui, jaga diri baik-baik." Kata Ho Chen.


“Kalian juga harus berhati-hati, selamat jalan." Kata Gui Fujian.


Ho Chen dan Jiu Rui segera memacu kudanya dan berlari dengan cepat keluar dari desa. Beberapa penduduk yang mendengar suara tapal kuda yang berlari segera keluar rumah.


Kabar kepergian Ho Chen dari desa Lujhu segera di dengar oleh penduduk desa, termasuk kepala desa.


“Ku pikir mereka akan lama tinggal di sini!." Kata Qiong Li.


Qiong Li berencana ingin mengundang Ho Chen dan Jiu Rui kerumahnya, dan ingin memberi mereka berdua jamuan dan hadiah karena sudah menyelamatkan desa dari para anggota Rantai Besi.


Qiong Li mengira jika Ho Chen masih butuh istirahat setelah bertarung dengan para penjahat tersebut. Akhirnya Qiong Li berencana mengundang 2 hari setelah kejadian tersebut.


Namun tidak di sangka Ho Chen pergi lebih cepat sehari sebelum di adakan rencana jamuan untuk mereka.


Setelah kepergian Ho Chen dan Jiu Rui 5 hari berikutnya, desa Lujhu kedatangan orang yang tidak di duga. Orang tersebut hanya memiliki satu lengan dan datang seorang diri menaiki kuda. Dia adalah Gou Shen.

__ADS_1


***


Di sebuah danau yang begitu besar dan luas ada 3 pulau di tengah-tengah danau tersebut. Walau di sebut pulau! Namun nyatanya ke tiga-tiganya. Memiliki ukuran yang cukup luas, bahkan satu pulau nya memiliki luas sebesar kota Anming. Dan setiap pulau ada penghuninya. Tempat tersebut di beri nama Tiga Pulau.


Penghuni ke tiga pulau adalah para murid dari masing-masing pulau. Dan setiap pulau memiliki Ketua nya sendiri.


Ketiga pelau di beri nama sesuai tempat mereka, Pulau Kanan, Pulau Kiri, dan pulau tengah.


Pulau kanan di ketuai oleh Luo Han. Pulau kiri di ketuai oleh Cui Peng. Dan pulau tengah di ketuai oleh Cai Tang. Walau mereka memiliki ketua masing-masing, namun mereka selalu bersama dalam melakukan banyak hal, seperti menjalankan misi, atau musyawarah lainya.


Karena penggabungan dari ketiganya. Akhirnya mereka sepakat memberi nama gabungan dan menjadi nama Sekte Tiga Pulau.


“Saudara Luo! Bagaimana dengan kondisi saudara Cai Tang?." Cui Peng dan luo Han sedang duduk berdua dan membicarakan kondisi Cai Tang yang belum sembuh dari luka dalamnya akibat pertempuran dengan pasukan iblis di sekte Pilar Angin.


“Sekarang sudah terlihat mulai membaik..! Semoga racun di dalam tubuhnya segera bisa di sembuhkan..!" Kata Luo Han dengan sedikit Lesu.


“Racun ini sungguh sangat kuat, aku tidak menduga jika salah satu dari pasukan Peiyu juga memeiki racun sekuat ini..!" Kata Cui Peng dia juga sama terlihat lesu.


“Aku dengar ketua Heeng juga terkena racun yang sama, namun setelah di beri obat oleh Shilin, Ketua Heeng langsung sembuh." Kata Luo Han


“Apa kamu tahu nama obatnya?." Tanya Cui Peng.


“Aku juga tidak tahu nama obat itu. Namun aku sudah mengutus seseorang untuk pergi menemui Shilin, semoga saja dia masih mau membantu." Kata Luo Han


“Apa rencana kita kedepannya? Sudah hampir sebulan sejak pertempuran itu. Jika yang di sampaikan Biksu Shao itu benar, maka kita harus meningkatkan kekuatan kita bukan?." Kata Cui Peng.


“Benar..! Kita juga tidak tau kapan pasukan iblis itu akan datang lagi untuk menyerang, dan juga tidak tau siapa duluan yang akan menjadi target selanjutnya!."


Sekte Tiga Pulau adalah salah satu sekte besar dari sekte aliran netral, mereka terkenal dengan Tehnik Kayu dan Air. Dan menjadi sekte aliran netral terkuat, kerena memiliki banyak jagoan dan murid yang mencapai hampir 500 ribu jika di gabung.

__ADS_1


Untuk bisa pergi ke pulau tersebut mereka harus menggunakan perahu rakitan yang terbuat dari bambu. Di danau tersebut juga banyak buaya besar.


Namun mereka semua tentu sudah di kendalikan oleh Sekte Tiga Pulau. Dan akan menjaga pulau jika ada orang yang masuk tanpa ijin atau pun ingin menyerang sekte.


__ADS_2