
"Tehnik Harimau - Cakar Liar."
Shi Yao dan Lun Yu menyerang dengan menggunakan Tehnik yang sama, mereka berdua menggunakan sarung tangan yang di ujung jari nya terlihat cakar panjang yang terbuat dari logam khusus yang sangat kuat.
Cakar-cakar tersebut di aliri energi kehitaman sehingga mampu merobek apapun bahkan besi sekalipun akan robek jika terkena cakar tersebut. Serangan keduanya begitu kompak dan sangat sulit untuk di hindari.
Gou Shen mengalami luka tidak ringan, dia sangat kesulitan menghadapi kedua pasang suami istri itu.
"Pendekar Sepasang Harimau, ternyata gelar itu tidak berlebihan..." Kata Gou Shen sambil dengan menahan rasa sakit di dadanya.
Beberapa cakaran di dada serta punggung nya membuat nya sulit bergerak. Gou Shen hanya bisa tersenyum pahit. Dulu andai tangannya tidak terpotong, mungkin Gou Shen akan mampu memberikan luka yang sama kepada mereka berdua.
"Hahaha... kami memang sepasang pendekar hebat, tidak akan ada yang bisa mengalahkan kami berdua di kekaisaran ini." Kata Shi Yao dengan tertawa keras.
"Sayang, aku sudah bosan bermain dengan nya, bagaimana kalau kita selesai saja pertarungan ini, kita bawa kepala nya ke hadapan ketua!." Kata Lun Yu dengan memegang pundak Shi Yao.
"Ah.. padahal aku masih ingin bermain-main dengan nya, tapi kamu malah merasa bosan." Kata Shi Yao kemudian.
Gou Shen menoleh ke arah Ho Chen yang sedang bertarung dengan dua jagoan lainnya, dia heran, seharusnya Ho Chen mampu mengalahkan nya dengan cepat, karena dulu dua jagoan miliknya yang bahkan lebih tinggi dari kedua jagoan yang saat ini di hadapi oleh Ho Chen mampu di kalahkan dengan cepat.
Ho Chen terlihat seperti sedang bermain-main atau sedang menikmati pertarungan nya. Gou Shen berharap Ho Chen segera menyelesaikan nya agar secepatnya membantu dirinya melawan salah satu dari suami istri yang merepotkan itu.
"Berani sekali kamu mengalihkan perhatian mu dari kami." Lun Yu tidak terima ketika Gou Shen memperhatikan pertarungan Ho Chen.
"Sayang, dia sudah terluka cukup serius, sebaiknya kau urus saja pendekar itu! Biar aku saja yang mengurus Gou Shen di sini." Kata Shi Yao.
"Benar juga, sepertinya pendekar itu cukup menarik dari pada pendekar tangan satu ini!." Kata Lun Yu menyindir Gou Shen sambil tersenyum sinis.
"Jika aku jadi kamu, aku tidak akan melakukannya, karena dia lebih kuat dari pada diriku!." Kata Gou Shen.
"Benarkah..! Kalau begitu aku akan mencobanya." Lun Yu tersenyum lebar kemudian bergerak ke arah Ho Chen.
Namun belum sempat dia bergerak lebih jauh, dia terkejut ketika dua jagoan tersebut diam tidak bergerak, dia tambah lagi pendekar bertopeng sudah tidak terlihat lagi di sana.
"Kemana perginya pendekar itu?." Lun Yu mencoba melihat ke sekelilingnya sebelum suara pukulan keras terdengar dari belakang nya.
__ADS_1
Lun Yu terkejut ketika menoleh kebelakang, dia melihat suaminya sudah terlempar jauh dan pendekar tersebut berdiri memunggungi Gou Shen.
"Sejak kapan dia berada di sana?." Lun Yu menjadi bingung, dia kembali menoleh ke arah dua jagoan yang tadi menjadi lawan pendekar bertopeng, dan ternyata kedua-dua nya sudah tewas.
***
Ho Chen terus menyerang kedua jagoan itu dari jarak dekat. Palu, golok dan pedang saling berbenturan, walau dua lawan satu, nyatanya tidak satupun dari mereka berdua yang berhasil memberikan luka kepada Ho Chen.
Ho Chen tau semua itu karena Zirah sisik naga yang ia kenakan. "Baiklah, sepertinya hanya sampai di sini saja." Kata Ho Chen setelah melihat Gou Shen yang tidak mampu mengalahkan kedua jagoan suami istri itu.
"Tehnik Pedang Langit - Membelah Langit."
Ho Chen mengayunkan pedangnya lurus kedepan, seketika itu juga energi putih melesat hingga tidak kasat mata.
Salah satu jagoan yang memegang palu tidak menyadari serangan energi tersebut, dan langsung terkena tebasan, sedangkan rekan satunya juga tidak menyadari jika temannya sudah berdiri tidak bergerak. Begitu menoleh dia melihat garis lurus dari atas kepala sampai bawah.
"Apa yang terjadi padamu?." Tanya temannya yang masih memegang golok di tangannya.
Namun rekannya tidak menjawab sebelum akhirnya menyadari jika temannya sudah tidak bernafas.
Kedua jagoan tewas seketika, yang satu terbelah menjadi dua, dan satunya terpotong lehernya. Mereka masih berdiri di tempat sebelum akhirnya roboh.
Ho Chen melakukan itu karena melihat Gou Shen yang terdesak, dia juga melihat Lun Yu yang berniat datang kepadanya.
Dengan menggunakan Tehnik Angin, Ho Chen melesat setelah selesai menebas leher jagoan yang tersisa.
Ho Chen dengan sangat cepat bergerak ke arah Gou Shen dan mengalirkan Energi Es di telapak tangan nya untuk menyerang Shi Yao.
Shi Yao bisa merasakan kehadiran Ho Chen dan berniat menyambut serangannya dengan cakar nya. "Ingin melawan ku..? Jangan mimpi bisa mengalahkan ku.!." Seru Shi Yao kemudian menyambut serangan Ho Chen.
Dia yakin Ho Chen tidak akan mampu menahan serangan nya, di tambah lagi dia merasa kan jika Ho Chen berada di Tingkat Alam puncak 1.
Dengan cepat tapak Ho Chen dan cakar Shi Yao bertemu sehingga terdengar suara benturan keras. Shi Yao terpental kebelakang, sedangkan Ho Chen menggunakan sihir tanah nya untuk manahan kakinya agar dia tidak terpental mundur.
Sekarang dia berada di hadapan Gou Shen dengan membelakanginya. "Maaf senior, karena aku sedikit bermain-main." Kata Ho Chen yang terdengar tertawa pelan.
__ADS_1
Shi Yao kaget bukan main, seharus nya kekuatannya mampu membuat lengan pendekar bertopeng itu patah, namun ternyata tanggapannya salah. "Apa benar dia lebih kuat dari Gou Shen?." Kini Shi Yao teringat perkataan Gou Shen yang sempat memperingati nya.
"Sayang..!." Lun Yu datang menghampiri Shi Yao, Wajah nya terlihat cemas.
"Aku tidak apa-apa!." Kata Shi Yao kepada Lun Yu, dia menahan lengannya yang terasa dingin.
"Sayang, ayo kita serang dia bersama-sama!." Kata Shi Yao yang sudah tenang.
Mereka berdua kembali menyerang Ho Chen dengan mengarahkan cakar mereka masing-masing berniat mencabik-cabik tubuh Ho Chen.
"Sebaiknya kalian lawan pedang ku saja!." Kata Ho Chen membuat sepasang suami istri tidak mengerti akan maksud Ho Chen.
Ho Chen mengubah energinya menjadi panas dan mengalirkannya ke pedang lidah apinya, setelah itu pedang tersebut mulai menyala.
"Tehnik Pedang Terbang - Roh Dewa."
Ho Chen melempar pedang lidah apinya yang telah di selimuti Api itu ke atas kemudian terbang ke arah pasangan suami istri itu yang berlari ke arahnya.
Gou Shen sampai menahan nafas nya, dia sedikit trauma dengan pedang lidah api yang sudah menyala.
"Dia memiliki banyak Tehnik..!." Shi Yao berhenti bergerak menatap pedang menyala merah kebiru-biruan yang terbang ke arahnya.
"Dia meremehkan kita dengan mengirim pedang saja untuk menyerang kita." Kata Lun Yu yang meremehkan pedang Lidah Api.
Setelah pedang tersebut mendekat, mereka berencana menangkap pedang tersebut, mereka yakin pedang tersebut tidak akan mampu melukainya.
Keyakinan mereka berdua ternyata salah. Setelah pedang tersebut begitu sangat dekat, nyatanya pedang tersebut bergerak sendiri seolah-olah ada yang memegang.
Mereka mencoba menangkis serangan pedang lidah api dengan tangan yang terbungkus dengan sarung tangan yang memiliki cakar di depannya.
Namun setelah saling menempel, ternyata sarung tangan yang meraka bangga-bangga kan selain ini terbakar, sehingga mereka buru-buru melepaskannya, khawatir merambat ke kulitnya.
"Pedang apa ini, dan Tehnik apa yang di gunakan..?." Kata Lun Yu yang berhasil melepas sarung tangannya.
Shi Yao juga tidak kalah terkejutnya dengan Lun Yu, dua juga berhasil melepaskan sarung tangannya yang terbakar. "Tunggu dulu, sepertinya aku pernah mendengar pedang yang bisa terbang dan memilih energi api seperti ini." Shi Yao mencoba mengingat-ingat.
__ADS_1
Lun Yu juga mencoba mengingat-ingat sambil menghindari serangan pedang lidah api tersebut, setelah beberapa saat mereka saling berpandangan. "Tidak mungkin..! Bukan kah dia sudah..." mereka saling berpandangan dan memiliki pemikiran yang sama.