Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Sampai bertemu lagi di langit


__ADS_3

Sosok wanita tersebut mendekat ke arah Ho Chen membuat Ho Chen kebingungan, bukan karena kecantikan nya, melainkan ilmu penghentian waktu nya yang benar-benar tidak berpengaruh sama sekali.


"Maaf kan saya senior, saya memang mengunakan ilmu penghentian waktu untuk menyerang senior Lang Yu, namun saya menggunakan nya!."


"Sudahlah, aku mengerti! Sebaiknya kita bahas yang lain saja, tapi sebelum itu kamu kembalikan dulu waktu yang berhenti ini!." Kata sosok tersebut.


Dia memang mengerti, kenapa Ho Chen sampai mengunakan ilmu penghentian waktu. Itu di karena kan Lang Yu lebih kuat darinya, bisa di bilang sampai lima kali lipatnya tenaga Ho Chen, andai Ho Chen tidak mengunakan Tehnik Dewa Apinya, jelas sudah lama Ho Chen kalah.


Ho Chen menggaruk kepalanya yang tidak gatal setelah mendengar sosok tersebut ingin membahas masalah lain. Ho Chen menjentikan jarinya dan waktu pun kembali berjalan.


"Ah..! Maaf Tuan Putri..!." Lang Yu langsung menunduk penuh hormat. Dia tidak mengerti akan apa yang sedang terjadi, setelah waktu kembali berjalan di berniat mengarahkan Toya panjangnya ke tubuh Ho Chen dan ternyata sudah ada sosok lain yang ia kenal dan hampir mengenai tubuh sosok tersebut jika tidak segera dia tarik kembali Toya panjangnya.


"Jendral Lang, kenapa kamu tidak mendengarkan pesanku? Malah menyerang orang yang sudah aku tunggu-tunggu selama ribuan tahun!." Perkataan Sosok wanita tersebut membuat Lang Yu gemetar karena merasa telah berbuat suatu kesalahan.


"Ma.. maaf Tuan Putri, hamba hanya ingin memastikan saja apakah anak muda ini benar-benar orang yang kita tunggu-tunggu, jadi sekali lagi hamba mohon maaf." Kata Lang Yu.


Ho Chen berdecak kagum melihat Lang Yu yang sebelumnya begitu gagah dan kuat, kini begitu ketakutan melihat sosok wanita cantik di hadapannya.


Sosok tersebut menghela nafas panjang. "Sudahlah, lagi pula si tampan ini juga tidak terluka!." Ucapnya dengan mengibaskan tangannya menyuruh Lang Yu untuk tidak berbicara lagi, lalu kembali menatap Ho Chen.


"Aku tahu kamu pasti ingin bertanya akan siapa diriku ini bukan?." Sosok tersebut mendekatkan diri kepada Ho Chen, sedangkan Ho Chen juga berusaha menjaga jarak darinya.


"Aku adalah penjaga Bunga Lotus Emas, namaku Xi Liyi,  sedangkan itu adalah jendral yang menemaniku, namanya adalah Jendral Lang Yu." Kata Xi Liyi.


"Nama saya Ho Chen, maaf jika boleh saya tahu, kenapa senior bilang jika senior menunggu kedatangan ku?." Tanya Ho Chen.

__ADS_1


Xi Liyi tersenyum lembut kemudian mulai menjelaskan nya. Xi Liyi adalah seorang Tuan Putri dari Kerajaan Seribu Emas. Dunia tersebut berada di dunia lain, Xi Liyi berhasil mendapatkan Ilmu ke abadian setelah bertemu dengan seseorang yang membantunya mempelajari ilmu keabadian tersebut.


Orang tersebut berpesan untuk membantu menjaga Bunga Lotus Emas, hingga seorang pemuda datang mengambil bunga tersebut. Tidak di sangka menunggu datangnya pemuda yang akan mengambil Bunga Lotus Emas membutuhkan waktu hingga ribuan tahun.


Ho Chen menelan ludah ketika mendengar penjelasan Xi Liyi bahwa dia sudah menunggunya hingga ribuan tahun, Ho Chen sekarang memandang wanita muda yang sangat cantik tersebut sebagai seorang nenek-nenek karena umurnya sungguh sangat tua.


Ho Chen baru tahu jika yang berada di hadapannya tersebut hanyalah sebuah bayangan saja, namun kekuatannya sudah sangat tidak masuk di akal, bahkan ilmu penghentian waktunya saja tidak berarti apa-apa bagi Xi Liyi. Ho Chen menebak kemungkinan kekuatan asli Xi Liyi Setara dengan Yinfei.


Xi Liyi tertawa kecil melihat Ho Chen, dia juga bisa membaca pikiran Ho Chen sehingga merasa lucu mendengar Ho Chen yang berpikir demikian.


"Baiklah, sekarang aku akan menyerahkan Bunga Lotus Emas kepadamu, dengan ini tugasku sudah selesai, dan aku akan kembali ke tempat asal ku." Xi Liyi menyerahkan Bunga Lotus Emas kepada Ho Chen.


Setelah Ho Chen memegang Bunga tersebut, dia dapat merasakan energi yang begitu besar terpancar dari Bunga Lotus Emas yang memiliki 14 kelopak dengan panjang tangkai sekitar lebih dari satu jengkal.


"Sebelum aku pergi, aku akan memberikan satu ilmu padamu yaitu Ilmu Membelah Diri. Kamu bisa membuat bayangan seperti dirimu sendiri, terserah mau membuat berapa bayangan, selama kamu memiliki cukup banyak energi, maka belahan diri yang menyerupai bayangan juga akan memiliki kekuatan yang setara dengan kekuatan aslimu." Kata Xi Liyi kemudian menyentuh kening Ho Chen.


"Baiklah, sekarang aku akan pergi, semoga kamu bisa mencapai ke abadian seperti diriku, sehingga kelak kita bisa bertemu kembali di langit." Ucap Xi Liyi membuat Ho Chen kebingungan, dia tidak mengerti maksud bertemu kembali di langit.


"Terima kasih atas kebaikan Senior saya tidak akan melupakan semua kebaikan dan pemberian senior ini." Kata Ho Chen.


Lang Yu juga mendekat setelah Xi Liyi memberikan Ilmu Membelah Diri. "Maaf kan atas sikap ku sebelumnya!." Kata Lang Yu sambil membungkukkan badan memberi hormat kepada Ho Chen.


"Jendral tidak salah, itu termasuk wajar, mengingat begitu pentingnya bunga ini, dan seharusnya saya berterima kasih kepada kalian karena telah menjaga bunga ini." Kata Ho Chen, dia merasa tidak sopan jika tidak berterima kasih kepada mereka berdua yang telah menjaga bunga tersebut selama ribuan tahun.


"Baiklah, kami berdua akan pergi, selamat tinggal, dan sampai bertemu lagi di langit!." Kata Xi Liyi sembari melambaikan tangan dan tubuhnya secara perlahan-lahan menjadi transparan sebelum akhirnya menghilang bersama Lang Yu.

__ADS_1


Ho Chen yang masih melayang di udara memandang langit yang mulai terang. Dia turun secara perlahan-lahan kemudian membuka kembali perisai pelindung yang ia buat sambil memandangi Bunga Lotus Emas yang ada di genggaman nya.


"Dewa.. maafkan kami, kami tidak memberikan pelayanan dan tempat yang layak untuk Dewa." Semua biksu yang berada di situ langsung bersujud setelah Ho Chen berjalan ke arah mereka.


Mereka merasa bersalah kerana tidak tahu jika Ho Chen memiliki kekuatan Dewa sehingga memperlakukan dan di layani seperti manusia pada umumnya.


Ho Chen menggaruk kepalanya sekali lagi. Dia merasa akhir-akhir ini selama berada di dunia tempat Bunga Lotus Emas berada selalu di anggap Dewa, padahal di dunia dia berasal, kekuatan seperti dirinya sudah biasa dan tidak di anggap sebagai Dewa. Seperti gurunya Feng Ying yang memiliki kekuatan melebihi dirinya hanya di anggap sebagai Sang Legenda.


"Para senior sekalian tolong berdirilah!." Kata Ho Chen membantu mereka untuk bangkit, dia merasa tidak pantas di sembah dan di anggap sebagai Dewa, karena saat ini dia masih jauh untuk mencapai kekuatan Dewa.


"Senior Semua, terima kasih banyak sudah membantu saya untuk mendapatkan Bunga ini, saya tidak bisa memberikan apa-apa atas bantuan kalian ini, namun jika Senior dan kepala Biksu tidak keberatan, ambillah ini untuk membantu keperluan Kuil nantinya." Kata Ho Chen kemudian mengeluarkan Dua ribu Koin emas dan di serahkan kepada Biksu Gu Lixin.


Untungnya gelang tersebut tidak di tahan oleh Yinfei, sehingga masih bisa menyimpan Bunga Lotus Emas tersebut kedalam gelang nya.


Dan secara kebetulan, uang yang di pakai di dunia tersebut sama dengan uang yang di gunakan di dunianya, Ho Chen memiliki banyak Koin Emas di tambah dengan Koin yang ia ambil dari sekte Ular Hijau yang ia musnahkan membuat dirinya tidak akan pernah kehabisan Koin emas.


Para Biksu tersebut menolak secara halus, mereka tidak ingin bergantung dengan duniawi, namun Ho Chen tetap memaksa, setidaknya mereka bisa menganggap nya sebagai sumbangan agar bisa memperbaharui bangunan yang sudah sangat lama.


Akhirnya mereka tidak bisa menolak lagi, karena Ho Chen terus memaksanya. Setelah kembali ke kamar yang di sediakan Ho Chen mulai terlihat kebingungan, dia tidak tahu bagaimana cara kembali ke tempat Yinfei.


Ho Chen kembali menemui Biksu Gu Lixin untuk berpamitan sore itu juga, dia tidak ada alasan lagi untuk tinggal lebih lama di kuil, karena dia masih harus mencari cara agar bisa kembali ke tempat Yinfei berada.


Para Biksu awalnya meminta Ho Chen untuk menginap semalam lagi di kuil, namun Ho Chen menolaknya dan akhirnya bisa pergi meninggalkan Kuil Gunung Suci.


Ho Chen berjalan di depan pintu gerbang dimana semua para biksu sedang berkumpul kerena mereka semua ingin ikut melepas kepergian Ho Chen yang mereka anggap sebagai Dewa.

__ADS_1


"Kerja bagus Ho Chen, sekarang kamu bisa kembali lagi kesini." Suara Yinfei terdengar oleh Ho Chen, namun belum sempat Ho Chen bereaksi, tubuhnya terasa di tarik dan kemudian pandangannya menjadi gelap, sebelum akhirnya dia dapat melihat lagi dan sudah berpindah ke tempat Yinfei.



__ADS_2