
"Mereka masih berada di pasar, mungkin sebentar lagi mereka akan pulang." Kata Yu Zhian.
Ho Chen bertanya demikian hanya ingin memastikan saja jika Yu Zhian tidak berbohong padanya.
"Sepertinya itu suara mereka, baru saja di bicarakan!." Kata Yu Zhian yang mendengar suara dua orang sedang berbicara dan langkah kaki mereka berjalan ke arah pintu.
"Kak Zhian, kenapa kamu berada di rumah?." Tanya seorang gadis berumur 13 tahun.
"An'er, ada apa? Tidak biasanya kamu menginap di rumah." Seorang pria berumur hampir 50 tahun juga bertanya, dia meletakkan dua keranjang bambu yang sudah kosong.
"Maaf ayah karena tidak memberitahu ayah sebelumnya jika aku akan bermalam di rumah malam ini!." Kata Yu Zhian kepada ayahnya.
Nama ayah Yu Zhian adalah Yu Lan Hai, sedangkan adiknya bernama Yu Cie Li. Ayah Yu Zhian adalah seorang Pendekar Tingkat Langit puncak 2, sedangkan adiknya baru berada di Tingkat Jiwa Awal 2.
"Ayah perkenalkan, ini adalah pendekar..!." Yu Zhian ingin memperkenalkan Ho Chen namun dia belum tahu namanya.
"Paman Yu, nama saya Ho Chen, saya adalah teman Yu Zhian." Kata Ho Chen dengan ramah.
Yu Lan Hai sedikit heran, biasanya teman-teman yang sering di bawa oleh Yu Zhian tidak pernah sopan, bahkan selalu arogan. Namun kali ini teman yang di bawahnya justru berbeda dengan teman-teman sebelumnya.
"Nama ku Yu Lan Hai, dan ini putri ku Yu Cie Li." Yu Lan Hai memperkenalkan diri sekaligus dengan putrinya.
"Pendekar, semoga pendekar betah bermalam di rumah kami yang sederhana ini." Kata Yu Zhian.
"Tidak masalah paman, lagi pula rumah paman ini sangat nyaman dan jauh dari keramaian, saya suka sekali!." Kata Ho Chen.
"Kak Zhian, apa teman kakak itu juga berasal dari sekte tempat kakak bergabung?." Yu Cai Li bertanya sambil memperhatikan Ho Chen dengan seksama.
Yu Zhian menggelengkan kepala sambil tersenyum lembut kemudian menjawabnya. "Tidak, dia bukan dari sana. lebih baik sekarang kamu pergi mandi sana! Badan mu sangat kotor sekali!." Kata Yu Zhian.
Yu Cie Li menurut dan pergi meninggalkan mereka di sana, sedangkan Yu Lan Hai masih berada di ruangan tersebut.
"An'er apa ada sesuatu yang terjadi, ceritakanlah pada ayah!." Kata Yu Lan Hai, dia merasa aneh, selama ini semalam apapun dia berada di desa, dia tidak pernah menginap di rumah, dan pasti akan kembali ke sekte nya.
__ADS_1
Yu Zhian menghela nafas panjang, dia sedikit ragu untuk bercerita, namun dia tidak ada pilihan selain menceritakan kepada ayahnya tersebut.
Yu Zhian menceritakan semua yang terjadi tanpa ada yang di tutup-tutupi. Raut wajah Yu Lan Hai terlihat buruk ketika mendengar cerita dari Yu Zhian, dia menatap Ho Chen sesaat kemudian kembali menatap Yu Zhian.
"Sepertinya desa ini akan segera musnah! Sekarang siapa yang akan menyelamatkan desa jika mereka datang kesini dan membunuh semua penduduk desa?." Yu Lan Hai terlihat lemas, dia tidak takut andaikan hanya dirinya saja yang ada di sana, dia lebih mengkhawatirkan keselamatan putri nya yang masih belum kuat untuk melindungi dirinya sendiri.
"Yu Zhian dan paman Yu, kalian tidak perlu khawatir soal itu, saya tidak akan membiarkan orang-orang dari sekte Pedang Hitam menyerang desa ini, percayalah semua akan baik-baik saja, saya pastikan itu!." Kata Ho Chen.
Mereka terlihat tidak yakin dengan perkataan Ho Chen, mereka sangat mengetahui kekuatan yang di miliki oleh sekte Pedang Hitam sehingga mereka hanya bisa menerima semua itu dengan berat hati dan mempercayakan nasib desa kepada takdir.
Desa Chisan berada dalam kekuasaan sekte Pedang Hitam, alasan Yu Zhian bergabung dengan mereka adalah demi adiknya. Sekte Pedang Hitam sering mencari para anak gadis setiap dua tahun sekali untuk di jadikan tumbal ritual ketua sekte Pedang Hitam.
Karena itu Yu Zhian bergabung, jika sudah tiba waktunya untuk mencari para gadis untuk di jadikan tumbal, Yu Zhian segera memberi tahukan kepada ayahnya agar menyembunyikan adiknya, sehingga adiknya akan aman.
Awalnya Yu Lan Hai tidak setuju jika Yu Zhian ikut bergabung dengan sekte tersebut, namun kerena tidak ada pilihan lain demi anak bungsunya akhirnya dia mengijinkannya.
***
Seorang pria paruh baya berumur 35 tahun berdiri di samping empat mayat dengan kondisi yang mengenaskan.
Pria tersebut adalah Ye Gou, ketua sekte Pedang Hitam bersama belasan pendekar anggota sektenya.
Ye Gou sebenarnya sudah berumur lebih dari 80 tahun, namun dia berhasil menemukan cara agar tubuhnya bisa terus awet muda dengan mengunakan darah anak gadis yang masih perawan.
Ye Gou akan mencampurkan darah tersebut ke air permandian nya kemudian dia akan mandi serta minum dengan air tersebut sambil mengunakan ilmu hitam yang ia dapatkan dari Lembah Terlarang.
"Siapa..! Siapa yang berani membunuh cucuku..!." Ye Gou terlihat murka, aura energi kematian nya keluar dan menekan seluruh para pendekar yang berada di sana.
"Kami tidak tahu ketua, kami menemukan Tuan Muda sudah tergeletak di sini setelah mendengar sebuah suara dan cahaya merah dari kejauhan." Kata seorang penjaga pintu gerbang yang menemukan mayat Ye Qiang terlebih dahulu.
Ye Gou menatap penjaga tersebut dengan tatapan yang begitu menakutkan. Dia mendekat dan bertanya padanya.
"Apa kamu mengetahui siapa mereka?." Tanya nya.
__ADS_1
"Sa-saya tidak tahu ketua, me-mereka sepertinya pergi kearah desa Chisan!." Kata penjaga tersebut dengan nada gugup.
"Begitu, jadi kamu tidak berusaha untuk mengejarnya!?." Kata Ye Gou.
Tubuh penjaga tersebut gemetar setelah tangan Ye Gou memegang kepala bagian atasnya.
"Argh, ampun, arghh, ampun ketu..!."
Penjaga tersebut menjerit kesakitan dan berusaha meminta pengampunan, namun tangan Ye Gou yang menyentuh kepalanya bercahaya merah kemudian menyerap seluruh energi kehidupan sang penjaga tersebut hingga tubuhnya mengering dan hanya tersisa tulang dengan kulit nya saja.
Dan dalam hitungan detik, penjaga tersebut mati dengan tubuh mengering. Semua menelan ludah melihat kejadian tersebut, mereka mengetahui ilmu yang di gunakan oleh Ye Gou adalah Tehnik Rahasia yang ia ciptakan sendiri.
"Ketua, setahu kami, Tuan Muda Ye tadi pergi berlima, namun sekarang yang datang hanya berempat." Salah seorang Jagoan Tingkat Alam mengatakan apa yang ia lihat ketika terakhir kali melihat Ye Qiang bersama empat temannya.
"Siapa namanya?." Tanya Ye Gou.
"Kalau tidak salah dia adalah Yu Zhian, mungkin saat ini dia masih hidup, atau mungkin sudah di bunuh namun mayatnya terpisah!." Kata jagoan tersebut.
"Bawa dulu mayat mereka untuk di makam kan! Besok pagi, kita akan mencari yang satu orang lagi, sekaligus mengejar orang yang lari ke desa Chisan itu, siapa tahu orang yang membunuh cucuku adalah salah satu pendekar dari desa Chisan." Kata Ye Gou.
Mereka segera mengangkat tubuh ke empat mayat tersebut dan membawanya ke dalam, Ye Gou dan yang lainnya tidak menyadari jika ada seseorang yang mengamati mereka dari langit.
Setelah mayat mereka ber empat sudah di makam kan, pagi harinya Ye Gou membawa 18 jagoan Tingkat Alam, 170 pendekar Tingkat Langit, dan 700 Pendekar Tingkat Bumi menuju ke desa Chisan untuk mencari pembunuh cucunya.
Sedangkan di Sekte di jaga oleh 3 jagoan Tingkat Alam, 30 pendekar Tingkat Langit, dan 3 ribu pendekar Tingkat Jiwa dan Bumi.
Mereka semua yang sudah berangkat di perintahkan untuk mencari ke seluruh desa tersebut, bahkan jika perlu, mereka di suruh menghancurkan desa Chisan.
Ye Gou jelas sebagai pemimpin rombongan tersebut, dia ingin membunuh dengan tangannya sendiri pembunuh cucunya jika ketemu.
Entah apa yang di pikirkan oleh Ye Gou hingga dia membawa kelompok Sekte nya sebanyak itu, seolah-olah mau berperang melawan Sekte Besar dan menengah saja.
Mereka terus bergerak hingga matahari sudah mulai tinggi, namun ketika mereka sudah melihat desa Chisan sudah dekat, seorang pemuda berdiri menghadang perjalan mereka.
__ADS_1
"Siapa kamu? Cepat menyingkir dari hadapan kami?." Bentak salah seorang Jagoan Tingkat Alam yang menungangi kuda dan berada di barisan paling depan.
Nyatanya pemuda tersebut tidak bergeming sama sekali setelah mendengar teguran dari Jagoan tersebut.