
“Seberapa jauh lagi sekte Gunung Es itu..?." Ho Chen merasa bingung, sudah sebulan mereka berjalan untuk pergi ke sekte Gunung Es, namun belum juga sampai-sampai.
Jiu Rui akhirnya membuka petanya. “Masih lumayan jauh, belum lagi kita nantinya harus menyebrangi lautan." Ucap Jiu Rui.
“Aku belum pernah melihat lautan, mungkin lautan itu seperti sungai ya?, dan kita bisa menyebrangi lautan dengan berenang saja."
Kata Ho Chen dengan santai.
Jiu Rui hanya bisa melongo mendengar perkataan Ho Chen, nyatanya air sungai dan air laut jelas berbeda. Tentu saja lebih berbahaya di laut mengingat ada kemungkinan muncul gelombang besar dengan di sertai angin yang menghantam.
“Apa di dekat sini ada desa?." Ho Chen berbicara sambil melanjutkan perjalanannya.
“Kalau desa masih jauh mungkin butuh satu hari satu malam untuk tiba di desa Lhuju." Jiu Rui mengamati peta dan memastikan desa terdekat.
Ho Chen dan Jiu Rui kembali melanjutkan perjalanan mereka, mereka berjalan melewati sungai tempat Jiu Rui mengambil air minum, mereka melompati batu-batu kecil di sungai, panasnya terik matahari membuat Jiu Rui tidak henti-hentinya mengeluh sehingga sering berhenti untuk membasahi mukanya.
“Adik..! Aku ingin bertanya sesuatu padamu."
Ho Chen hanya menatap Jiu Rui lalu kembali melompati batu kecil. “Mau bertanya masalah apa?."
“Saat kita akan berangkat meninggalkan kota Anming, Tuan putri berharap agar kamu tidak akan mengingkari janji kalian? Apa kamu melakukan perjanjian? Seperti mau menikahinya mungkin..?." Tanya Jiu Rui.
Ho Chen langsung menatap Jiu Rui karena kaget mendengar pertanyaannya, sehingga kakinya salah menginjak dan terpeleset jatuh ke air sungai.
“Adik apa kamu tidak apa-apa?." Tanya Jiu Rui sambil membantu Ho Chen berdiri.
“Kak Rui..! Apa yang membuatmu berpikir demikian?,“ Tanya Ho Chen setelah berdiri, dia menggunakan energinya untuk mengeringkan sebagian bajunya yang basah.
“Jadi apa yang kalian janjikan..?."
Ho Chen hanya tersenyum kemudian menjawab pertanyaan Jiu Rui. “Aku berjanji kalau suatu hari nanti jika ada kesempatan aku akan pergi main ke istana untuk menemui Yihua, dan Yihua baru mengijinkanku pergi."
“Jadi kamu berjanji hanya demi memenangkan Tuan putri?." Tanya Jiu Rui keheranan.
Ho Chen mengangguk, sedangkan Jiu Rui bisa mengambil kesimpulan bahwa Putri Yihua benar-benar menyukai adik angkatnya.
Mereka berjalan hingga sore hari, karena jarak desa yang masih begitu jauh akhirnya mereka tidak punya pilihan selain menginap di tempat terbuka.
__ADS_1
“Kita harus lebih waspada.." Kata Ho Chen mengingatkan.
Mereka berdua mengumpulkan kayu bakar untuk membuat api unggun, namun sebelum kayu sempat di bakar, Ho Chen melihat dari jauh ada api anggun yang juga menyala.
“Sepertinya bukan hanya kita yang bermalam di sini." Kata Ho Chen sambil memandangi api unggun dari kejauhan.
Jiu Rui juga menatap ke arah yang Ho Chen lihat. “Apa kita kesana saja?." Tanya Jiu Rui.
Ho Chen sedikit ragu, karena dia tidak mau mengganggu orang lain yang sedang beristirahat.
Mereka akhirnya menyalakan api unggun mereka sendiri dan duduk, setelah selesai makan beberapa makanan yang Ho Chen keluarkan dari gelangnya, tiba-tiba seseorang datang menghampiri mereka.
“Permisi, maaf aku hanya datang karena melihat api unggun di sini." Seorang Perempuan paruh baya datang menghampiri mereka.
“Senior Ming Mei..!" Kata mereka berdua serempak. Ho Chen dan Jiu Rui langsung mengenalinya. Dia adalah ketua sekte Bunga teratai
Ming Mei kaget karena mereka berdua mengenalinya, namun Ming Mei belum bisa mengingat mereka. “Hm.. Kalian mengenaliku?." Tanyanya.
“Tentu saja, apa senior tidak mengenali kami?" Ho Chen balik bertanya.
Ming Mei diam dan mengamati Ho Chen dan Jiu Rui secara bergantian, andai Jiu Rui memakai baju sektenya, Ming Mei pasti akan langsung mengenalinya.
Ho Chen dan Jiu Rui sama-sama tertawa kecil mendengar perkataan Ming Mei.
“Kenapa cuma kalian berdua di sini? Kemana saudara Jian?." Ming Mei mencari kesekalilingnya, dan tidak melihat orang lain selain mereka berdua.
“Seperti yang senior lihat, kami hanya berdua saja di sini." Jawab Ho Chen.
“Apa kalian berdua yang di suruh pergi ke pertemuan di sekte Pilar Angin?."
“Pertemuan..? Sekte Pilar Angin?." Ho Chen kebingungan.
“Kalian tidak tahu..? Begini saja mari ke tempat ku, aku akan menjelaskannya di sana." Ajak Ming Mei dan pergi ke tempat dia beristirahat, Ho Chen Dan Jiu Rui memadamkan api unggun nya, kemudian pergi menyusul Ming Mei.
Setelah tiba di tempat Ming Mei, ternyata masih ada 2 orang lagi yang duduk di sana, mereka semua memiliki kekuatan Tingkat Alam.
“Sudari-saudari ku, perkenalkan ini Saudara Ho Chen murid sesepuh Feng Ying, dan ini Saudara Jiu Rui murid saudara Jian Heeng." Ming Mei memperkenalkan mereka kepada kedua rekannya.
__ADS_1
“Hormat kami kepada senior berdua." Kata Ho Chen dan Jiu Rui dengan mengepalkan kedua tangan kedepan.
“Oh.. ini murid sesepuh Feng Ying? Sebuah kehormatan juga bagi kami bisa bertemu denganmu." Mereka berdua langsung menyambut mereka Ho Chen dan Jiu Rui.
“Mari duduk aku akan menjelaskannya sekarang..!" Kata Ming Mei
Ho Chen dan Jiu Rui duduk di dekat api unggun. Ming Mei pun mulai menjelaskan tentang undangan pertemuan yang akan di hadiri seluruh sekte di kekaisaran Yun, baik sekte aliran hitam maupun sekte aliran putih.
“Intinya pertemuan ini untuk melakukan kerja sama?." Tanya Ho Chen.
“Benar..! Sepanjang sejarah baru kali ini ada pertemuan seperti ini, kami semua memberi nama Pertemuan Akbar. Karena ini melibatkan seruh sekte dalam skala besar. Baik itu sekte besar, menengah, dan kecil." Kata Ming Mei dengan percaya diri.
“Pertemuan Akbar..! Hm.. Tidak buruk..!" Kata Ho Chen. Ming Mei mendengar gumaman tersebut semakin tersenyum lebar.
“Sebaiknya kita juga kesana." Kata Ho Chen berbicara kepada Jiu Rui.
“Bukan kah tujuan kita ke..!." Perkataan Jiu Rui belum selesai, Ho Chen langsung memotong perkataannya.
“Aku tahu, menurutku senior Qiao Ho pasti berada di sana juga. Jadi kita bisa bertemu langsung di sana." Kata Ho Chen yang memotong perkataan Jiu Rui.
“Hm.. kalian mau pergi ke Gunung Es?." Tanya salah satu rekan Ming Mei yang mendengar perbincangan mereka berdua.
Ho Chen mengangguk dan menjawabnya. “Benar senior, kami memang mau pergi kesana. Namun sepertinya senior Qiao Ho pasti juga pergi ke pertemuan itu."
“Kalau begitu kita bersama-sama pergi ke pertemuan itu. Bagaimana, apa kalian setuju?." Tanya Ming Mei.
“Tentu saja kami setuju." Jiu Rui langsung menjawab.
Akhirnya mereka semua setuju untuk melakukan perjalanan bersama menuju ke sekte Pilar Angin. Ho Chen juga merasa lebih lega, dengan adanya 3 pendekar Tingkat Alam bersama mereka, Ho Chen tidak hawatir lagi atas keselamatan Jiu Rui.
Setelah pagi tiba, mereka segera melakukan perjalan menuju ke sekte Pilar Angin. Butuh waktu 2 hari agar mereka bisa sampai ke sekte tersebut.
***
**Catatan
Mungkin segini dulu, saya tidak yakin bisa crazy up setiap malam Minggu, mengingat situasi yang semakin memburuk.
__ADS_1
namun saya akan tetap berusaha up setiap hari walau cuma satu, semoga para pembaca tidak keberatan.
pesan saya jaga kesehatan, Mari lindungi diri kita dari virus covid19 yang sedang menjajah negara kita**.