Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Jendral Sai dan Nuo


__ADS_3

***


Ho Chen dan kedua pendekar sepuh melayang di atas sebuah bangunan yang tidak terlalu besar, namun tidak terlihat tanda-tanda adanya orang.


"Mereka semua berada di dalam bangunan itu, biar aku hancurkan saja dari sini agar semuanya musnah!." Kata Bao Lee kemudian mengarahkan sebelah telapak tangannya ke arah bangunan tersebut.


"Senior, tahan dulu! Aku merasakan adanya orang-orang yang sedang di tawan oleh mereka." Kata Ho Chen.


"Apa maksud mu, aku tidak merasakan apa-apa selain energi jahat di dalamnya!." Kata Mao Xuan.


"Percayalah padaku senior, sebaiknya kita turun dulu dan memanggil mereka keluar!." Kata Ho Chen.


Bao Lee ingin membantah namun Mao Xuan menahannya dan mengikuti perkataan Ho Chen. "Baiklah mari kita turun!." Kata Mao Xuan kemudian mereka bertiga turun dan mendarat tepat di halaman depan bangunan tersebut.


Aura Energi dari tubuh Bao Lee keluar kemudian bersuara keras memanggil mereka untuk keluar.


"Keluarlah kalian semua..!." Kata Bao Lee dengan suara yang di sertai dengan energi hingga membuat seluruh Lembah Terlarang bergetar.


Selang beberapa saat terlihat 10 jagoan Tingkat Alam dan 90 Pendekar Tingkat Langit keluar dari dalam bangunan, kemudian di susul oleh ratusan pendekar Tingkat Jiwa dan Bumi.


 "Pendekar sepuh sekalian, ada keperluan apa kalian datang ke tempat Kami?." Tanya Song Ye dengan sedikit gugup.


"Emm..! Masih bertanya! Tentu saja untuk membersihkan kalian dari dunia ini.!." Kata Bao Lee dengan menatap mereka dengan dingin.


"Sesepuh, maafkan saya sepertinya sudah terjadi salah paham di sini! Kami.." Meng Yin belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Bao Lee sudah memotong pembicaraannya.


"Salah paham? Benar sekali memang salah paham. Aku salah karena tidak menyadari akan keberadaan kelompok seperti kalian di sini. Dan sekarang aku sudah paham, jika terus membiarkan para pengikut iblis seperti kalian, maka akan banyak orang-orang yang tidak berdosa menjadi korban." Kata Bao Lee kemudian berniat melepaskan energi untuk menekan mereka semua.


Namun tiba-tiba Song Ye mengeluarkan dua kertas yang memiliki tulisan aneh. Song Ye segera mengigit ibu jarinya dan menempelkan ke tulisan yang ada di kedua kertas tersebut.


Keluarlah wahai penjaga markas..!." Setelah Song Ye berkata demikian, mendadak langit menjadi gelap, aura energi jahat yang begitu besar juga terasa dari kertas tersebut.


Mao Xuan dan Bao Lee mundur beberapa langkah setelah merasakan energi yang sangat besar terpancar dari kertas tersebut.

__ADS_1


Asap hitam berkumpul di masing-masing kertas sebelum akhirnya membentuk Dua sosok hitam dengan tanduk panjang di dahi mereka.


Ho Chen hanya memandangi kedua sosok tersebut kemudian berkata kepada kedua pendekar sepuh tersebut. "Mereka adalah para Jendral iblis, kekuatan mereka berdua juga berada di Tingkat Alam Dewa!." Kata Ho Chen menjelaskan.


Mao Xuan menoleh ke arah Ho Chen kemudian berkata. "Bukankah kamu bilang tidak mengatahui informasi apapun tentang mereka, jadi kenapa kamu bisa mengetahui akan siapa mereka berdua itu?." Tanya Mao Xuan.


"Junior memang tidak mengetahui informasi apapun tentang mereka, namun junior cukup mengetahui masing-masing dari mereka!." Kata Ho Chen.


Song Ye terkejut ternyata pemuda yang sejak tadi hanya diam mengenali dua sosok yang baru muncul dari dalam kertas, dia beranggapan jika Ho Chen itu adalah petunjuk bagi kedua pendekar sepuh tersebut.


"Sudahlah, lebih baik kita fokus kepada kedua sosok tersebut! Anak muda, sebaiknya kamu tidak ikut campur, ini akan sangat berbahaya bagimu!." Kata Bao Lee.


"Sebaiknya kamu cari dimana orang-orang yang mereka tawan itu, dan kami akan menghadapi kedua sosok tersebut!." Kata Mao Xuan, dia tidak ingin melibatkan Ho Chen dalam pertarungan ini, menurutnya Ho Chen terlalu mudah untuk bertarung dengan lawan yang sama-sama memiliki kekuatan Tingkat Alam Dewa.


"Apa Senior yakin tidak membutuhkan batuan junior? Atau kita tukar saja, junior yang akan menghadapi mereka berdua, sedang senior membereskan mereka sekaligus menyelematkan para tawanan, bagaimana?."


Perkataan Ho Chen membuat Mao Xuan dan Bao Lee saling berpandangan.


"Baiklah kalau begitu terserah para senior sajalah, jika nanti kalian membutuhkan bantuan junior tinggal beritahu saja, pasti junior akan membantu!." Kata Ho Chen sambil tertawa kecil.


"Anak ini.. masih bisa tertawa di situasi seperti ini!." Kata Bao Lee yang tidak habis pikir akan sikap Ho Chen.


"Emm..! Manusia kenapa kamu memanggil kami ke sini?." Salah satu jendral menatap Song Ye dan semua di hadapannya.


Song Ye dan yang lainnya segera bersujud kemudian menjawab pertanyaan tersebut. "Song Ye memberi hormat kepada kedua jendral! Maafkan saya, ini semua karena terpaksa, sekarang markas kami yang di bangun oleh Raja iblis hitam sedang di serang oleh tiga orang yang berdiri di sana." Song Ye menunjuk ke arah Ho Chen dan kedua pendekar sepuh tersebut.


Kedua jendral menoleh ke arah mereka kemudian berkata. "Hem..! Ternyata di dunia ini juga ada manusia yang memiliki kekuatan Raja Bumi, menarik!." Kata salah satu jendral iblis kemudian berkata kepada Jendral sebelahnya.


"Sai, mari kita bermain dengan mereka yang ingin menghancurkan rumah yang di bangun oleh Raja kita!."


"Baiklah, aku juga sudah lama tidak mengerakkan tubuhku, ayo Nuo kita buat mereka menyesali nya!."


Kedua jendral tersebut adalah Jendral Sai dan Jendral Nuo, mereka berdua mendekati Mao Xuan dan Bao Lee yang sedang berdiri tidak jauh dari mereka berdua.

__ADS_1


"Manusia, sudah lama aku tidak pernah bertarung, semoga kamu bisa membuatku senang!." Kata Jendral Nuo.


"Aku tidak tahu apa yang kamu katakan, namun aku tidak akan membiarkan kalian berbuat sesuka hati kalian di tanah Kami!." Kata Bao Lee kemudian bergerak lebih dulu menyerang Jendral Nuo.


"Anak muda, kamu selamatkan para tawanan!." Kata Mao Xuan kemudian juga maju menyerang Jendral Sai.


Ho Chen mengangguk kemudian dalam sekali gerak dia sudah melewati semua anggota Song Ye yang masih berdiri melihat pertarungan yang akan segera terjadi hingga tidak menyadari jika Ho Chen sudah melewati mereka semua.


"Bagaimana dia bisa bergerak secepat itu?." Mao Xuan, Bao Lee, Dan kedua Jendral sampai tidak jadi untuk saling menyerang setelah mengetahui kecepatan gerak Ho Chen.


"Apa yang kalian lihat, apa kalian tidak menyadari musuh sudah melewati kalian!." Seru Jendral Sai.


Song Ye jelas kaget, dia menoleh ke belakang dan melihat Ho Chen yang berjalan santai kedalam ruangan. "Sialan, sejak kapan dia berada di sana? Cepat kejar pemuda itu..!." Seru Song Ye.


Mereka semua langsung berlari untuk mengejar Ho Chen, namun baru sampai di pintu masuk sebuah energi tak kasat mata melemparkan mereka kembali keluar.


Mata Song Ye melebar, dia bisa melihat Ho Chen hanya mengibaskan satu jarinya ke arah mereka, dan mereka semua yang berusaha menyusulnya terlempar keluar begitu saja.


"Pemuda itu bukan pendekar Tingkat Alam Dewa juga kan..!?." Kata Song Ye dengan mulut menganga sebelum akhirnya sebuah ledakan besar melemparkan mereka semua.


Ledakan tersebut berasal dari pertarungan Mao Xuan melawan Jendral Mui, dan Bao Lee melawan Jendral Sai.


Pertarungan empat pendekar berkekuatan Alam Dewa mengguncang langit dan bumi. Bahkan angin besar juga terasa hampir le istana Kaisar.


Mao Xuan mengunakan tongkat hitam sebagai senjatanya, dan Bao Lee mengunakan pisau melengkung sebagai senjatanya.


"Tehnik Angin - Sayatan Badai Angin."


Bao Lee melepaskan energi angin dari pisauanya dan keluar ribuan angin berbentuk pisau melengkung dan menyerang Jendral Sai.


Jendral Sai hanya menepis masing-masing serangan angin pisau tersebut yang mendekati dirinya sehingga angin pisau tersebut nyasar ke arah anggota Song Ye yang berdiri tidak jauh dari mereka sehingga dalam sekejap ratusan anggotanya banyak yang tewas.


Semuanya menjauh dari sini...!." Seru Meng Yin, dia mengalami beberapa luka akibat ledakan besar.

__ADS_1


__ADS_2