Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Berlatih tanding


__ADS_3

Tepat setelah tubuh jendral iblis tersebut menghilang, Tehnik gabungan Ho Chen pun juga hilang karena sudah habis waktunya.


Karena sudah letih dan kehabisan banyak energi, tubuh Ho Chen mulai jatuh kebawah, energinya benar sudah habis terkuras, bahkan dia tidak bisa menggunakan Tehnik pedang terbangnya sehingga Ho Chen hanya bisa tersenyum kecut. Setidaknya dia sudah berhasil melenyapkan Saudara jendral iblis Sui itu.


Feng Ying tiba-tiba muncul dan menangkap tubuh Ho Chen yang sudah hampir tidak sadarkan diri karena terlalu letih sekaligus kehabisan energinya, Feng Ying memberikan sedikit energi nya agar Ho Chen bisa bertahan. "Bagus Chen'er kau sudah melakukan tugas mu dengan baik, kau bisa istirahat sekarang." Ucap Feng Ying dengan tersenyum kemudian menghilang bersama Ho Chen.


Jendral Yin Lun menceritakan apa yang ia lihat saat ini kepada permaisuri dan Yihua, mereka senang setelah mengetahui bahwa pendekar bertopeng tersebut berhasil mengalahkan jendral iblis, namun setelah mendengar bahwa pendekar bertopeng tersebut jatuh karena di duga kemungkinan kehabisan energi, senyum Yihua segera menghilang dari bibirnya dan menjadi panik sendiri membuat jendral Yin Lun kebingungan, yang mengetahui kepanikan tersebut hanyalah Permaisuri, namun jendral Yin Lun kembali berbicara bahwa seseorang secara tiba-tiba muncul di udara dan menangkap tubuh pendekar bertopeng tersebut kemudian menghilang, Jendral Yin Lun menebak jika itu adalah sang legenda Feng Ying yang menyelamatkannya.


Mendengar penjelasan jendral Yin Lun barulah Yihua bisa kembali tenang walau hantinya masih cemas memikirkan kondisi Ho Chen.


"Jadi pendekar bertopeng itu salah satu orang yang bersama Sang legenda Feng Ying dan pendekar sakti dari kekaisaran Ming?." Tanya Kaisar Hong setelah mendengar cerita tentang pendekar bertopeng tersebut dari para jendral nya.


"Benar sekali Yang Mulia." Jawab Jendral Shing.


"Jika tiga orang itu berasal dari kekaisaran Ming, lalu pendekar bertopeng itu dari kekaisaran mana?." Kata Kaisar Hong, saat ini yang ia ketahui selain Feng Ying hanya ada Ho Chen yang memiliki kekuatan besar, namun dengan kabar kematian Ho Chen, Kaisar Hong Li tidak akan menduga kalau dia adalah Ho Chen.


Sementara Kang Jian memiliki pemikiran yang berbeda, dia merasa sangat tidak asing dengan Tehnik yang di gunakan oleh pendekar bertopeng itu, menurutnya Tehnik Es yang di gunakan sama persis dengan Tehnik yang di miliki oleh Ho Chen. Di samping itu dia tidak yakin dan tidak percaya jika Ho Chen sudah mati terbunuh.


"Aku yakin pendekar bertopeng itu adalah Chen'er!." Batin Kang Jian, alasanya sangat sederhana, tekniknya sama dengan yang dimiliki Ho Chen serta postur tubuh nya juga sama dengan Ho Chen, terlebih lagi pendekar tersebut bersama dengan Feng Ying, sehingga memperkuat asumsinya bahwa itu adalah Ho Chen, namun Kang Jian tidak mau mengatakan akan itu kepada mereka semua yang ada di sana.


***


Hari sudah mulai pagi setelah pertempuran antara Ho Chen dan jendral iblis selesai, Feng Ying membaringkan tubuh Ho Chen di ranjang tempatnya ia menginap, ketiga pendekar sepuh pun juga ada disana melihat kondisi Ho Chen yang ternyata sedang tertidur lelap.

__ADS_1


"Anak ini benar-benar sudah kehabisan energinya, namun aku akui dia sangat kuat." Kata Gwo Jian.


"Benar yang di katakan saudara Gwo, andai aku tadi yang menghadapi iblis itu sendiri, aku tidak yakin bisa mengalahkannya sendirian, kecuali kita berempat mungkin baru bisa mengalahkannya." Jhin Kwen ikut menambahkan.


"Anak ini memiliki beragam Tehnik dan bermacam perubahan Energi! Saudara Feng, seberapa banyak Tehnik yang ia pelajari?." Tanya Su Hui kepada Feng Ying karena menurutnya Feng Ying pasti tahu karena dia adalah gurunya.


Feng Ying tersenyum kecut kemudia menjawabnya. "Aku tidak tahu!." Jawab Feng Ying singkat di sertai dengan gelengan kepala pelan.


Mendengar jawaban Feng Ying, semua menoleh dan menatap Feng Ying dengan heran kemudian Su Hui berbicara. "Bagaimana mungkin? Bukankah kau adalah..!."


"Aku tahu apa maksud mu, aku memang gurunya, dulu aku hanya mengajari dua tehnik dasar padanya sebelum akhirnya aku meninggalkannya, bisa di bilang semua yang ia capai saat ini adalah usahanya sendiri dan tidak ada campur tangan ku" Kata Feng Ying.


Sekarang tatapan mereka bertiga tertuju kepada Ho Chen yang masih tertidur lelap, mereka merasa takjub kepada Ho Chen yang bisa menjadi kuat dengan caranya sendiri sehingga bisa memiliki kekuatan besar mengingat usianya yang masih terhitung sangat muda.


Feng Ying heran dengan pertanyaan Gwo Jian itu, namun dia tetap menjawabnya. "Jika kami berdua berlatih tanding, tentu saja aku tidak mungkin menang darinya, karena dia memiliki bermacam Tehnik." Jawab Feng Ying dengan sedikit malu, namun yang ia katakan memang benar.


"Beruntung nya anak ini bukan menjadi musuh kita, andai dia menjadi musuh kita dan bersekutu dengan para iblis itu, kami dari kekaisaran Ming yang terkenal sebagai kekaisaran terkuat sekalipun tidak akan bisa mengalahkannya, dan mungkin dia bisa melenyapkan wilayah Kaisar Ming hanya seorang diri saja." Kata Jhin Kwen yang berandai-andai.


"Semoga itu tidak terjadi!." Kata Gwo Jian.


"Sebaiknya kita biarkan dia beristirahat dulu agar energinya lekas pulih kembali." Su Hui mengajak mereka semua untuk keluar dari kamar dan membiarkan Ho Chen beristirahat tanpa terganggu oleh obrolan mereka berempat.


Mereka semua akhirnya meninggalkan kamar tersebut tanpa mereka ketahui jika sebenarnya Ho Chen tidaklah tidur, tubuhnya memang diam namun jiwanya sedang bermeditasi di Alam Batin mengisi kembali energinya yang terkuras.

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama bagi Ho Chen untuk mengembalikan energinya, dengan Alam Batin yang ia miliki, Ho Chen bisa mengumpulkan energinya dalam waktu satu hari di Alam batinya, sedangkan di dunia luar baru satu jam.


Namun Ho Chen tidak langsung kembali ke dunia luar, karena dia ingat sebelum memasuki Alam Batin, Ho Chen sempat melihat Feng Ying yang menyelamatkan dirinya ketika hampir terjatuh kehabisan Energi, merasa sudah aman barulah Ho Chen masuk ke alam batinya.


Ho Chen masih terpikirkan dengan Pedang Dewa Air yang telah menguras banyak energi nya. Tidak seperti Pedang Lidah apinya yang tidak terlalu menguras banyak energinya.


"Aku harus menemukan cara mengunakan pedang itu, jika tidak aku bisa mati jika menggunakan pedang itu lagi." Guman Ho Chen kemudian mulai kembali berlatih karena menurutnya hanya tempat ini yang cocok dan aman untuk berlatih namun tetap saja Tubuhnya yang berada diluar yang harus lebih aman lagi.


Selama satu minggu Ho Chen berlatih sambil bermeditasi di Alam Batin, atau lebih tepatnya sudah setengah hari Ho Chen terlihat tertidur pulas di kamar.


Ho Chen kembali ke raganya dan membuka mata, yang ia lihat hanya atap langit-langit kamar, dia menoleh dan tidak melihat siapapun di kamar tersebut.


Ho Chen bangkit kemudian berdiri dan menggerak-gerakan tubuh nya, semua energinya sudah pulih sepenuhnya, namun jika sampai ada musuh yang sekuat dengan saudara jendral iblis Sui, dia masih belum bisa menggunakan Tehnik gabungannya.


Ho Chen melangkah keluar kamar dan menatap langit yang sedikit mendung seperti mau turun hujan.


"Sepertinya ini bukan mau hujan." Ho Chen mengamati baik-baik ke langit yang mendung itu dan benar saja, di langit terlihat dua orang sedang bertarung namun karena mereka sangat tinggi tidak akan ada yang menyadarinya, mereka berdua adalah  Jhin Kwen sedang berlatih tanding dengan Feng Ying.


"Kau sudah bangun anak muda." Suara Su Hui terdengar ketika Ho Chen sedang berusaha untuk mengamati mereka berdua yang sedang berlatih tanding.


"Senior Su!." Ho Chen segera membungkuk memberi Hormat nya.


"Sepertinya energi dan kekuatanmu belum pulih." Kata Su Hui dia bisa merasakan jika Ho Chen saat ini berada di Tingkat Alam puncak 1 sehingga menurutnya energi Ho Chen belum pulih.

__ADS_1


__ADS_2