
"Kekuatan macam apa ini?." Lin Gou Yi sulit mencerna, dia yakin Ho Chen tidak memakai tenaga dalam, namun setelah Ho Chen mengibaskan sebelah tangannya, dia merasakan ada angin yang mendorong tubuhnya kebelakang dengan sangat kuat.
Kelima pendekar yang di bawa oleh Lin Gou Yi segera menolong Lin Gou Yi. "Aku tidak apa-apa." Kata Lin Gou Yi kemudian bangkit kembali.
"Siapa kamu sebenarnya? Dan dari perguruan mana dirimu?." Tanya Lin Gou Yi.
Semua ketua bangkit dari tempat duduknya dan dan mulai bersiaga penuh. Ho Chen sendiri mengangkat alisnya menyadari jika para Ketua tersebut bersiap menyerang nya.
"Junior tidak berasal dari perguruan manapun. Junior juga tidak ingin membuat masalah di dunia ini, namun jika para senior masih bersih keras ingin mencari masalah dengan Junior, tidak masalah, jangan tanggung-tanggung kalau mau mencoba menyerang Junior, saya sarankan agar kalian maju semua." Kata Ho Chen dengan tertawa kecil.
Mereka semua saling berpandangan, kini 48 delapan pendekar berada di depan Ho Chen dan bersiap merang nya, namun melihat tidak ada keraguan dan rasa takut dari Ho Chen, membuat mereka yang menjadi ragu.
Pangeran Tang Li menahan nafasnya, dia tidak bisa membayangkan jika semua pendekar tersebut menyerang Ho Chen secara bersamaan, namun rasa takutnya berubah menjadi terkejut setelah mendengar suara lonceng.
"Musuh datang! Musuh datang!." Teriak salah satu prajurit dari atas tembok pagar.
"Mereka datang menyerang ke sini?." Kata Pangeran Tang Li.
Salah satu prajurit segera menemui Pangeran Tang Li kemudian mulai melaporkan apa yang di lihat nya. "Pangeran, pasukan musuh berada di depan pintu gerbang."
"Berapa banyak mereka?." Tanya Ho Chen, sedangkan Pangeran Tang Li hanya menghela nafas panjang.
"Sekitar kurang lebih 70 ribuan pendekar!." Ucapnya.
"Para ketua sekalian, bisakah saya meminta bantuan dari kalian semua? Saya janji akan memberikan kompensasi yang pantas setelah pertempuran ini selesai." Pangeran Tang Li meminta bantuan para Ketua perguruan aliran Lurus, karena saat ini kondisi pasukannya belum pulih.
Para ketua dan pendekar yang mereka bawa saling berpandangan tampa memberikan jawaban, mereka masih ragu untuk memberikan keputusan.
"Pangeran tidak perlu meminta bantuan kepada para ketua itu, biar saya sendiri yang saja yang pergi menghadapi mereka!." Kata Ho Chen membuat seisi ruangan kaget merasa Ho Chen sedang membual.
Ho Chen sudah tidak mau menunda-muda lagi, dia sudah sekitar tujuh hari berada di dunia aneh itu, selama itu juga dia belum dapat informasi mengenai Bunga Lotus Emas. Jadi dia memutuskan untuk segera menyelesaikan masalah ini dan melanjutkan kembali pencarian nya.
Wu Jian sendiri baru kembali setelah mengetahui jumlah musuh yang begitu banyak sehingga ingin memastikan keputusan dari Pangeran Tang Li.
Namun Wu Jian kaget setelah Ho Chen berbicara kepadanya. "Saudara Wu, katakan kepada para jendral dan juga prajurit agar jangan menyerang, dan jangan ada yang keluar dari tembok istana." Kata Ho Chen kemudian mulai melangkahkan kakinya keluar.
Mereka semua menahan nafas setelah merasakan ada hawa dingin yang keluar dari tubuh Ho Chen. Setelah tiba di depan pintu, Ho Chen segera terbang pergi ke arah tembok.
Semua membuka mulut mereka lebar-lebar dan mata mereka tidak ada yang berkedip setelah melihat Ho Chen terbang ke udara.
Pangeran Tang Li dan Wu Jian juga tidak kalah terkejut setelah melihat itu, mereka berdua sampai kehabisan kata-kata dan hanya bisa menatap dengan takjub.
__ADS_1
Semua ketua perguruan aliran Lurus dan aliran Bebas juga menelan ludah mereka sendiri serta punggung mereka berkeringat. Sekarang mereka baru sadar jika mereka sudah berusaha membuat masalah dengan pemuda itu. Bahkan mereka mulai mengerti kenapa Tio Bai dan Loi Seng bisa kalah.
"Wu Jian, sebenarnya siapa orang yang telah menolong mu itu?." Tanya Pangeran Tang Li.
Wu Jian tidak menjawab, dia sendiri masih merasa takjub melihat itu. Bukan hanya mereka yang ada di dalam, bahkan prajurit pangeran Tang Li juga menjadi heboh setelah melihat Ho Chen yang terbang di atas mereka.
Ketika Ho Chen mendarat di atas tembok, dimana pasukan pemanah sudah siap siaga, sekitar lebih dari 30 prajurit pemanah langsung memberi Hormat setelah melihat Ho Chen yang datang dan berdiri di dekat mereka.
Ho Chen tidak menanggapinya, dia menatap ke arah puluhan ribu musuh yang sudah bersiap melepaskan anak panahnya.
"Tu.. tuan." Salah satu prajurit menghampiri Ho Chen dia memberanikan diri karena mau menjelaskan situasinya, sekaligus ingin memperkenalkan tokoh-tokoh pendekar hebat yang berdiri di barisan musuh.
Ho Chen tidak memotong penjelasan prajurit pemanah tersebut, memang dia membutuhkan informasi itu, terlebih lagi dia ingin mengincar para pemimpin peperangan ini sekaligus menangkap Pangeran Tang Zin.
"Terima kasih, mulai dari sini biar aku yang mengurusnya, kalian semua bisa mundur." Perktaan Ho Chen membuat prajurit pemanah menelan ludah, ingin menghadapi puluhan ribu prajurit seorang diri bukanlah hal yang biasa.
Ho Chen tidak menunggu reaksi dari prajurit tersebut, dia segera turun dan berjalan ke arah musuh.
***
"Siapa pemuda itu?." Tanya Sun Xi Zin kepada He Yung.
"Entahlah, mungkin prajurit yang kehilangan akal!." Kata He Yung.
Semuanya berseru keras bersiap maju, pintu gerbang istana belum selesai di perbaiki sehingga akan sangat mudah memasuki dan menyerang dari dalam.
"Pasukan pemanah serang..!." Seru jendral Xio San.
Ratusan pemanah mengangkat panah ke atas tembok kemudian melepaskannya. Para pasukan pemanah pangeran Tang Li yang masih bersiaga segera bersembunyi agar tidak terkena ratusan anak panah yang datang.Namun mereka semua di buat terkejut setelahnya.
Ketika ratusan panah itu hampir sampai tembok, tiba-tiba panah-panah tersebut seperti membentur sesuatu yang tidak terlihat, semua panah jatuh kebawah tanpa ada satupun yang berhasil melewati tembok.
Ho Chen sudah membuat perisai pelindung sebelum berjalan ke arah pasukan musuh-musuh nya sehingga panah-panah tersebut tidak akan mampu menembus nya.
"Kalian tidak perlu mencobanya lagi." Kata Ho Chen kemudian menatap para Ketua perguruan aliran sesat yang masih berdiri di samping Pangeran Tang Zin.
"Pertempuran ini tidak perlu di lanjutkan, lebih baik kalian saja yang bertarung denganku, jika aku kalah, kalian baru boleh menguasai istana ini. Jika kalian yang kalah, segera tinggalkan tempat ini!." Kata Ho Chen.
"Sombong sekali mulutnya, biar aku saja yang melawannya!." Tao Xi turun dari kudanya dan segera menghampiri Ho Chen.
"Biar Aku yang akan jadi lawan mu, jadi bersiaplah!." Ucap Tao Xi dan bersiap menyerang.
__ADS_1
"Kamu tidak akan mampu mengalahkan ku sebaiknya panggil yang lainnya!." Kata Ho Chen meremehkan mereka.
"Kamu terlalu percaya diri anak muda..!." Tao Xi mendengus kesal kemudian mencabut pedang nya dan menyerang Ho Chen.
"Jurus Pedang Membelah Angin."
Tao Xi bergerak dangan sangat lincah dan gesit, dia memainkan pedangnya dengan sangat cepat bahkan akan sangat sulit untuk di lihat karena kecepatan pedangnya.
"Arghh!!!."
"Lepas..! Argh!!."
Tangan Ho Chen tiba-tiba sudah berada di leher Tao Xi tanpa ada yang melihat bagaimana caranya tangan Ho Chen bisa sampai di leher Tao Xi secepat itu, bahkan sebelumnya Ho Chen terlihat diam tidak bergerak.
"Baik, aku akan melepaskan mu!." Kata Ho Chen kemudian terdengar suara tulang yang patah dari leher Tao Xi, dan seketika itu juga Tao Xi tidak lagi meronta karena sudah mati.
"Guru..!."
"Ketua Tao..!."
"Saudara Tao..!."
Semua ketua, jendral dan pangeran Tang Zin terkejut setelah melihat Tao Xi tergeletak tak bernyawa dalam waktu singkat.
"Kalian tunggu apa lagi? Cepat bunuh orang itu!." Teriak Pangeran Tang Zin.
Pasukan pemanah langsung memanah Ho Chen setelah mendengar perintah dari Pangeran Tang Zin.
"Tidak ada cara lain, sepertinya aku harus membuat mereka sadar dengan cara yang lebih kasar!." Gumam Ho Chen dia segera melayang ke udara dan menatap mereka semua dangan dingin.
Semua tersentak kaget ketika melihat Ho Chen yang bisa melayang di udara. Sedangkan beberapa orang mendatangi Ma Gou kepada kemudian berbisik sesuatu kepadanya.
"Apa kamu yakin dia orangnya?." Tanya Ma Gou sambil menelan ludah nya.
"Benar ketua, saya sangat yakin jika dia adalah orang yang mengalahkan Tio Bai dan Ketua Loi Seng."
Wajah Ma Gou terlihat buruk, untuk pertama kalinya Ma Gou sangat takut melihat sosok Ho Chen yang bisa melayang di udara. "Ini bahaya, aku tidak menduga jika Pangeran Tang Li mendapat dukungan dari Dewa!." Kata Ma Gou, tubuhnya terasa lemas dan otaknya terasa berhenti bekerja.
Kedua telapak tangan Ho Chen mengarah ke para prajurit Pangeran Tang Zin kemudian melepaskan energi yang sangat dingin.
"Tehnik Kristal Es - Hujan Batu Es."
__ADS_1
Ho Chen melepaskan ribuan Es kecil dan menghujani para pasukan Pangeran Tang Zin. Mereka semua berhamburan karena panik, setiap Es yang mengenai tubuh mereka, maka tubuh mereka akan menjadi Beku.